Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LatarBelakang

Pembangunan yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia adalah


tercapainya bangsa yang maju dan mandiri, sejahtera lahir dan batin. Salah
satu cirri bangsa yang maju adalah mempunyai derajat kesehatan yang tinggi,
karena derajat kesehatan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap
kualitas sumber daya manusia. Hanya dengan sumber daya yang sehat akan
lebih produktif dan meningkatkan daya saing bangsa (DepKes, 2005).
Sehat merupakan hak setiap individu agar dapat melakukan segala
aktivitas hidup sehari-hari. Untuk bias hidup sehat, kita harus mempunyai
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikan atas dasar
kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau
keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif
dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya (DepKes, 2006).
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan wujud
keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekan PHBS.
Dalam PHBS ada 5 program prioritas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan lingkungan,
Gaya hidup dan Dana sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM. Penyakit yang timbul
akibat rendahnya PHBS dapat mengakibatkan rendahnya derajat kesehatan
Indonesia dan rendahnya kualitas hidup sumber daya manusia (DepKes,
2005).
Upaya pengembangan program promosi kesehatandan PHBS yang
lebih terarah, terencana, terpadu dan berkesinambungan, dikembangkan
melalui Kabupaten/Kota percontohan integrasi promosi kesehatan dengan
sasaran utama adalah PHBS Tatanan Rumah Tangga (individu, keluarga,
masyarakat) dan Institusi Pendidikan terutama tingkat Sekolah Menengah
Pertama (SMP).
Adanya kebijakan dan dukungan dari pengambil keputusan seperti
Bupati, Kepala Dinas pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, DPRD, lintas
sektor sangat penting untuk pembinaan PHBS di sekolah demi terwujudnya
sekolah sehat.
Disamping itu, peran dari berbagai pihak terkait (Tim Pembina dan
pelaksana UKS) juga penting, sedangkan masyarakat sekolah hanya
berpartisipasi dalam perilaku hidup bersih dan sehat baik di sekolah maupun
di masyarakat. Penerapan PHBS di sekolah merupakan kebutuhan mutlak
seiring munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia
sekolah seperti kecacingan, diare, sakit gigi, sakit kulit, gizi buruk dan lain
sebagainya yang ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS. PHBS di
sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta
didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai
hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit,
meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan
lingkungan sehat. Penerapan PHBS ini dapat dilakukan melalui pendekatan
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dengan menitik beratkan kepada upaya
sanitasi atau pengawasan berbagai faktor lingkungan yang dapat
mempengaruhi derajat kesehatan manusia (Azwar, 1999)
Kesehatan lingkungan adalah usaha pengendalian semua faktor yang
ada pada lingkungan fisik manusia yang diperkirakan akan menimbulkan hal-
hal yang merugikan perkembangan fisiknya, kesehatannya ataupun
kelangsungan hidupnya, oleh karena itu diperlukan sanitasi lingkungan yang
merupakan suatu usaha untuk mencapai lingkungan sehat melalui
pengendalian factor lingkungan fisik, khususnya hal-hal yang memiliki
dampak merusak perkembangan fisik kesehatan dan kelangsungan hidup
manusia (Kusnoputranto, 2007).
Saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 250.000 sekolah negeri,
swasta maupun sekolah agama dari berbagai tindakan. Jika tiap sekolah
memiliki 10 kader kesehatan saja maka ada 3 juta kader kesehatan yang dapat
membantu terlaksananya dua strategi utama Departemen Kesehatanya itu
menggerakan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat serta
Surveilans, monitoring dan informasi kesehatan (DepKes, 2006).
Sanitasi dasar adalah sanitasi minimum yang diperlukan untuk
menyediakan lingkungan pemukiman sehat yang memenuhi syarat kesehatan
meliputi penyediaan air bersih, pembuangan kotoran manusia (jamban/ wc),
pembuangan air limbah dan pengelolaan sampah (tempat sampah). Sarana
sanitasi ini merupakan prasarana pendukung untuk melakukan program
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) (Azwar, 1999).

Mengingat sekolah merupakan sekelompok masyarakat yang


mempunyai andil besar dalam kelangsungan Negara ini, maka perlu
diperhatikan dan ditingkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik melalui
salah satunya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat sehingga peserta
didik dapat belajar tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal
yang nantinya akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas
(Ahmadi, 2001).
Sehubungan dengan uraian di atas, penulis ingin mengetahui
Hubungan pengetahuan dan sikap siswa SMP yang ada di Desa Kasang
Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Muaro Jambi tentang Sanitasi Dasar dengan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

1.2. PerumusanMasalah

Penerapan PHBS di sekolah merupakan kebutuhan mutlak seiring


munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah
seperti kecacingan, diare, sakit gigi, sakit kulit, gizi buruk dan lain sebagainya
karena keadaan sanitasi lingkungan sekolah yang masih belum memadai yang
dapat dilihat dari sanitasi dasarnya yang belum memenuh isyarat kesehatan
seperti penyediaan air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana jamban dan
saluran pembuangan air limbah yang kurang memenuhi syarat kesehatan.
Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui
Hubungan pengetahuan dan sikap siswa SMP yang ada di Desa Kasang
Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Muaro Jambi tentang Sanitasi Dasar dengan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

1.3. Tujuan
1.3.1. TujuanUmum

Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap siswa Sekolah


Menengah Pertama (SMP) tentang sanitasi dasar dengan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS) yang berada di Desa Kasang Pudak, Kecamatan
Kumpeh Ulu, Muaro Jambi

1.3.2. TujuanKhusus

1. Mengetahui pengetahuan siswa SMP yang ada di Desa Kasang


Pudak tentang sanitasi dasar dengan PHBS.
2. Mengetahui sikap siswa SMP yang ada di Desa Kasang Pudak
tentang sanitasi dasar dengan PHBS.
3. Mengetahui perilaku hidup bersih dan sehat siswa SMP yang ada
di Desa Kasang Pudak tentang sanitasi dasar dengan PHBS.
4. Mengetahui Hubungan pengetahuan dengan perilaku hidup bersih
dan sehat siswa SMP yang ada di Desa Kasang Pudak tentang
sanitasi dasar dengan PHBS.
5. Mengetahui hubungan sikap dengan perilaku hidup bersih dan
sehat siswa SMP yang ada di Desa Kasang Pudak tentang sanitasi
dasar dengan PHBS.

1.4. Manfaat Penelitian


1. Sebagai bahan masukan bagi pimpinan sekolah yang berada di
Desa Kasang Pudak untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan
sehat dan menyediakan sarana sanitasi dasar untuk menunjang
PHBS agar terhindar dari penyakit yang berhubungan dengan
rendahnya PHBS.
2. Sebagai bahan masukan bagi Puskesmas dan Puskesmas Pembantu
di Kecamatan Kumpeh Ulu untuk melakukan kerjasama sector
kesehatan dan pendidikan untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat Kecamatan Kumpeh Ulu terutama usia anak-remaja
awal.
3. Sebagai tahap penerapan keilmuwan penulis dalam melakukan
penelitian pada bidang kesehatan masyarakat yang diperoleh
selama mengikuti pendidikan dan bahan perbandingan bagi peneliti
selanjutnya yang berhubungan dengan PHBS.
4.
7
8