Anda di halaman 1dari 5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Tonsilitis

Tonsilitis adalah radanganyang disebebkan oleh infeksi bakteri kelompok A streptococcus


beta hemalotik, Namun dapat juga disebabkan oleh bakteri jenis lain atau oleh infeksi firus
(Hembing,2004).

Tonsilitis adalah peradangan amandel sehingga amandel menjadi bengkak,merah,melunak


dan memiliki bintik-bintik putih di permukaannya. Pembekaaan ini disebabkan oleh infeksi baik
firus atau bakteri.

B. Klasifikasi

Tonsilitis Akut

Tonsiitis akut dengan gejala tonsil mebengkak dan hipermis permukaannya yang diliputi
eksudat (nanah) berwarna putih kekuning-kuningan.

Tonsilitis dibagi menjadi dua yaitu:

1. Tonsilitis viral
Ini lebih menyerupai commom cold yang disertai rasa nyeri tenggorokan.
Penyebab paling tersering adalah virus Epstain Barr.
2. Tonsilits Bakteri
Radang akut tonsil dapat disebabkan kuman grup A stereptococuus beta
hemoliticus yang dikenal sebagai strep thorat, pneumococcus, streptococcus
viridian dan streptococcus piogenes.
Detritus merupakan kumpulan leokosit bakteri yang mulai mati.
Dari kedua Tonsilitis viral dan Tonsilitis Bakteri dapat menimbulkan gejala
perkembangan laanjut tonsillitis akut yaitu :
Tonsilitis filikolaris dengan gelaja tonsil membengak dan hiperemis debgan
permukaannya membentuk bercak putih yang mengisi kripti tonsil yang disebut
detritus.
Detritus ini terdiri dari leukosit, epitel yang terlepas akibat peradangan, dan sisa-
sisa makanan yang tersangkut.
Perkembagan ini samapai ke palatum mole(langit-langit), tonsil menjadi
terdorong ketengah, rasa nyeri yang sangat hebat, air liur pon samapai tidak
tertelan. Apabila dilakukan aspirasi (penyedotan dengan spuit/suntikan) di tempat
pembengkakan di dekat paltum mole (langit-langit)akan keluar darah.
Abses peritonsil dan gejala perkembangan lanjut dari infitral peritonsil. Dan
gejala klinis sama dengan infitral perintonsiler. Apabila dilakukan aspirasi
(penyedotan dengan spuit/suntikan) di tempat pembengkakan didekat platum
mole (langit-langit) akan keluar NANAH.
C. ANATOMI FISIOLOGI
Tonsil terbentuk oval dengan panjang 2-5 cm, masing-masing tonsil mempunyai
10-30 kriptus yang meluas kedalam yang meluas ke jaringan tonsil. Tonsil tidak
mengisi seluruh fosa tonsilaris, daerah kosong diatasnya dikenal sebagai fosa
supratonsilaris. Bagian luar tonsil terikat longgar pada muskulus konstriktor
faring superior, sehigga tertekan setiap kali makan.
Walaupon tonsil terletak di ofaring karena perkembangan yang berlebih
tonsil dapat meluas kearah nasofaring sehingga dapat menimbulkan insufesensi
velofaring atau obstruksi hidung walau jarang ditemukan. Arah perkembangan
tonsil tersering adalah karah hipoparing, sehingga sering menyebabkan terjadinya
anak susah tidur karena gangguan pada jalan napas.
Secara mikrosofik mengandung 3 unsur utama :
1. Jaringan ikat/trabekula sebagai rangka penunjang pembuluh darah saraf.
2. Folikel germinativum dan sebagai pusat pembentukan sellimfoit muda.
3. Jaringan interfilkuler yang terdiri dari jaringan limfoit dalam berbagai
stadium.
D. ETIOOGI
Penyebab tonsillitis bermacam-macam, di antaranya adalah :
1. Streptococcus beta hemolitikus.
2. Streptococcus viridans.
3. Streptococcus piongenes.
4. Virus influenza.
Infeksi ini menular melalui kontak dari secret hidung dan ludah (droplet
infektions).
Tonsillitis bakterialis supuralis akut paling sering di sebabkan oleh
streptococcus beta hemolitikus grup A.
Pneumococcus
Staphilacoccus
Haemalphilus influenza
Atau streptococcus viridens.
Kadang streptococcus non hemolitikus atau streptococcus viridens.
Bakteri merupakan penyebab pada 50% kasus.
Streptococcus B hemoliticus grup A
Streptococcus viridens
Streptococcus piongenes
Pneumococcus
Virus
Adenovirus
ECHO
Virus influenza srta herpes
Penyebabnya adalah infeksi bakteri streptococcus atau infeksifirus. Tonsil
berfungsi membantu menyerang bakteri dan microganisme lainnya sebagai
tindakan pencegahan terhadap infeksi. Tonsil bias dikalahkan oleh bakteri
maupun virus, sehingga membengkak dan meradang,menyebabkan tonsillitis.
E. FATOFISIOLOGI
Bakteri atau firus memasuki tubuh melalui hidung atau mulut. Amandel atautonsil
berfungsi sebagai filter,menyilimuti organisme yang berbahaya tersebut. Hal ini
akan memicu tumbuh untuk membentuk antibody terhadap infeksi yang akan
datang akan tetapi kadang-kadang amandel sudah kelelahan menahaninfeksi atau
virus.
Kuman mengindilfiltrasi lapisan epitel, bilaepitel terkikis maka jaringan linfoid
superficial mengadakan reaksi. Terhadap pembendungan radang dengan filtrasi
leokosit poli morfonuklear.proses ini secara klinik tampak pada korpus tonsil
yang berisi bercak kuning yang disebut detritus. Detritus merupakan kumpulan
leokosit,bakteri dan epitel yang terlepas,suatu tonsillitis akut dengan detritus
disebut tonsillitis falikularis, bila bercak detritus berdekatan menjadi satu maka
menjadi tonsillitis lakunaris. Tonsillitis dimulai dengan gejala sakit tenggorokan
ringan sehingga menjadi parah. Pasien hanya mengeluh merasa sakit
tenggorokannya sehingga berhenti makan.
Tonsillitis dapat menyebabkan kesukaran menelan,panas,bengkak,dan kelenjar
getah bening melemah didalam daerah submandibular, sakit pada sendi dan
otot,kedinginan,seluruh tubuh sakit,sakit kepala dan biasanya sakit pada telinga.
Sekresi yang berlebihan membuat pasien mengeluh sukar menelan, belakang
tenggorokan akan terasa menggatal. Hal-hal yang tidak menyenangkan tersebut
biasanya berakhir setelah 72 jam.
Bila bercak melebar , lebih besar lagi sehingga membentuk membrane semu
(psuedomembran), sedangkan pada tonsillitis kronik terjadi karena proses radang
berulang maka epitel mukosa dan jaringan limfoid terkikis. Sehingga pada proses
penyembuhan, jaringan lmfoit diganti jaringan akut. Jaringan ini akan mengkerut
sehingga ruang antara kelompok melebar (kriptus) yang akandiisi oleh detritus,
proses ini meluas sehingga menembus kapsul dan akhirnya timbul perlengketan
dengan jaringan sekitar fosa tonsilaris. Pada anak proses ini disertai dengan
pembesaran limfa submandibular.
F. TANDA DAN GEJALA
- Nyeri tengrokokan
- Nyeri telan
- Sulit menelan
- Demam
- Mual
- Anoreksia
- Kelenjar limfa leher membengkak
- Faring hiperimes
- Edema faring
- Pembesaran tonsil
- Tonsil hyperemia
- Mulut berbau
- Otalgia (sakit ditelinga)
- Malaise

Test diagnostic

Pemerikasaan penunjang yang dapat dilakukan untuk memperkuat diagnosa


tonsillitis akut adalah :

Pemeriksaan laboraturium meliputi :

- Leokosit : terjadi peningkatan.


- Hemoglobin : terjadi penurunan usap tonsil untuk pemeriksaan kultur bakteri
dan test sensitifikasi obat terapi.
- Test schick atau tes kerentanan di ptori audometri : adenoid terinfeksi.
G. PENATALAKSAAN
1. Penatalaksanaan medis
Jika penyebabnya bakteri, diberikan antibiotic peroral (melalui mulut) selema 10 hari,
jika mengalami kesulitan menelan, bisa diberikan dalam bentuk suntikan.
Pengangkatan tonsil (tonsilektomy) dilakukan jika :
- Tonsil terjadi sebanyak 7 kali atau lebih / tahun
- Tonsillitis terjadi sebanyak 5 kali atau lebih / tahun dalam kurun 2 tahun.
- Tonsillitis terjadi sebanyak 3 kali atau lebih /tahun dalam kurun waktu 3
tahun.
- Tonsillitis tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotic.

Hemoragi merupakan komplikasi potensial setelah tonsilektomi. Jika pasien


memuntahkan banyak darah dengan warna yang berbau atau dengan warna merah
terang pada interval yang sering, atau bila prekunsi nadi dalam pernapasan
meningkat dan pasien gelisah, segera beri tahudokter bedah. Siapkan alat yang
digunakan untuk memeriksa tempat oprasi terhadap pendarahan : sumber
cahaya,cermin,kassa,hemostat lengkung, dan basin pembuang. Kadang akan
berguna jika melakukan jahit atau meligasi pembuluh yang berdarah. Jika tidak
terjadi pendarahan lebih lanjut, berikan pasien es dan sesapan es. Pasien di
intruksikan untuk tidak banyak bicara dan batuk karena dapat menyebabkan nyeri
tenggorokan. Bilas mulut alkalin dan alrutan normal salinghangata mengatasi
lender kental yang mungkin ada setelah operasi tonsilektomy. Diet cairan atau
semicari beberapa hari. Serbat dan gelatin adalah makananyang dapat
diberikan.makanan yang harus dihindari adalah makanan pedas,dingin, panas,
asam, atau mentah. Makanan yang dibatasi adalah makanan yang cendrung
meningkatkan mucus yang terbentuk, misalnya susu dan produklunak (es krim ).