Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Busana tidak dapat dipisahkan dari segala aktivitas manusia. Busana
berperan dalam kehidupan manusia dan menjadi kebutuhan pokok disamping
makanan dan tempat tinggal. Ada banyak fungsi dari busana salah satunya yaitu
melindungi tubuh dari berbagai cuaca seperti musim dingin. Busana dapat
membantu aktivitas dari penggunanya sesuai dengan kebutuhan akan busana
tersebut. Kesesuaian busana dengan musim akan sangat membantu segala
aktivitas yang dilakukan selain medapatkan penampilan yang baik dapat pula
memperoleh kenyamanan dalam beraktivitas. Oleh karena itu, busana khusus
untuk musim dingin di desain sedemikian mungkin dari mulai bahan yang
digunakan, model busana, hingga warna.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana pola dasar badan pria?
2. Bagaimana pola mantel dingin badan pria?
3. Bagaimana rancangan bahan dan harga mantel dingin pria?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi mantel dingin .
2. Untuk mengetahui pola dasar badan pria.
3. Untuk mengetahui pola perubahan mantel dingin pria.
4. Untuk mengetahui rancangan bahan dan harga pembuatan mantel dingin pria.

1
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Mantel
Mantel atau Coat adalah baju panjang yang dipakai oleh laki-laki maupun
perempuan untuk melindungi tubuh agar tetap hangat, dan sekaligus sebagai
bagian dari gaya berbusana. Bentuk mantel lebih panjang daripada jaket, biasanya
hingga di atas lutut sedangkan jaket hanya hingga sekitar pinggang. Mantel juga
sering diberi hiasan kerah dan epolet (Wikipedia, ). Mantel digunakan sebagai
pakaian luar yang biasanya digunakan pada musim dingin untuk menjaga suhu
tubuh. Mantel dapat digunakan di atas rompi, jas, cardigan, baju hangat, dan
sebagainya. Mantel pada umumnya berlengan panjang dengan bukaan di depan
menggunakan kancing, resleting, velcro, sabuk, atau kombinasinya.

B. Karakteristik Mantel
Terdapat beberapa karakteristik mantel yaitu :
1. Mantel memiliki panjang diatas lutut yaitu lebih panjang daripada jaket.
2. Mantel digunakan sebagai pakaian luar digunakan diatas pakaian utama,
untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin.
3. Mantel berlengan panjang

C. Jenis-Jenis Model Mantel


1. Parka
Jenis mantel ini berasal dari orang Inuit atau Eskimo untuk melindungi tubuh
dari hawa dingin yang ekstrim (Rosita, 2016). Ciri khas jenis mantel ini adalah :
 tahan air
 memiliki
 tanpa bukaan depan
 terkadang memiliki drawstrings di bagian pinggang dan manset.

2
Seiring perkembangan zaman parka tidak hanya digunakan saat cuaca dingin
saja, tapi juga dapat dipakai dalam berbagai acara casual bersama celana jeans
dan sepatu trainer.

2.1. Parka
Sumber : Pinterest.com

2. Duffle Coat
Duffle coat awalnya merupakan mantel “pendeta” Polandia yang populer di
tahun 1800an yang diciptakan oleh desainer Inggris bernama John Partridge.
Namun, sebenarnya, yang mempopulerkan adalah militer Inggris ketika
mereka merilis kelebihan mantel ini kepada publik setelah Perang Dunia II.
Dengan segera, para seniman, siswa, dan intelektual mulai mengadopsinya.
Duffle coat cocok dipakai bersama celana jeans atau chino, sweater cashmere
dan rajutan kabel, dan sepatu boot, brogue, atau sneaker. (Rosita, 2016).
Ciri khas jenis mantel pria ini adalah :
 berkantong besar di bagian depan
 terdapat empat atau enam kancing di bagian dada. Bahan kancingnya
kebanyakan dari kayu ikat yang unik.
 Biasanya panjang mantel ini mencapai lutut dan terbuat dari bahan
wol.

3
2.2. Duffle Coat
Sumber : Pinterest.com

3. Pea Coat
Awalnya coat ini didesain bagi para “reefers”, pelaut yang memanjat kilang
kapal layar. Pea coat classic memiliki kancing yang erat, sedikit lekukan pada
pinggang, dan memanjang hingga pinggul.
Ciri khas jenis mantel pria ini adalah :
 memiliki kerah yang lebar
 kancing double-breasted atau kancing dua kolom (terbuat dari metal,
kayu, atau plastik)
 terdapat saku di sisi-sisinya.

4
2.3. Pea Coat
Sumber : Pinterest.com

4. Trench Coat
Trench coat merupakan versi ringan, pendek, dan tahan air dari mantel tebal
yang biasa dipakai oleh pasukan Inggris. Jenis mantel pria ini dirancang oleh
Burberry and Aquascutum.
Ciri khas jenis mantel pria ini adalah :
 terbuat dari bahan yang tahan air
 memiliki 10 kancing depan
 memiliki kerah yang lebar
 terdapat sabuk di pinggang
 memiliki tali di sekitar pergelangan tangan.
 Jenis mantel ini biasanya berwarna khaki.

5
2.4. Trench Coat
Sumber : Pinterest.com

5. Mackintosh Coat
Jenis mantel pria ini umumnya memiliki bahan tahan air karena dapat
melindungi tubuh dari hujan, hujan es, mau pun salju. Mackintosh coat cocok
dipakai ke kantor dan dapat digunakan dengan sepatu sneaker untuk tampilan
santai.

2.5. Mackintosh Coat


Sumber : Pinterest.com

6
6. Overcoat
Jenis mantel pria ini merupakan item fashion yang penting pada musim gugur
dan musim semi di negara dengan iklim dingin. Overcoat memiliki bentuk
yang panjang sehingga sangat cocok digunakan saat cuaca sedang sangat
dingin.

2.6. Overcoat
Sumber : Pinterest.com

D. Karakteristik Kain
1. Kain Leather
Kain leather memiliki karakteristik yang lembut dan kencang. Jenis mantel
dingin yang terbuat dari bahan leather akan terkesan fashionable namun kurang
cocok digunakan untuk acara formal.

7
2.7. Leather Coat
Sumber : Pinterest.com

2. Kain wool
Kain wool merupakan kain yang dibuat dari wol yang diproses melalui tahap
penyisiran sehingga dihasilkan kain yang berkualitas tinggi. Bahan ini memiliki
karakteristik cukup berat, hangat, dan halus. Mantel yang terbuat dari bahan
wool sangat nyaman dikenakan untuk acara formal dan memberikan kesan
elegan pada pemakainya

8
2.8. wool coat
Sumber : Pinterest.com

3. Kain Linen
Kain ini termasuk jenis kain yang terbuat dari serat tanaman. Karakteristik kain
linen yaitu halus, dingin saat dipakai, dan mampu menyerap keringat namun
mudah kusut dan berkerut sehingga membutuhkan perawatan yang lebih.

2.9. Linen Coat


Sumber : Pinterest.com

9
4. Kain corduroy
Kain curduroy merupakan jenis kain yang terbuat dari kain kapas yang tebal
bertekstur halus. Secara sepintas kain ini terlihat menyerupai tali yang diletakan
sejajar satu sama lain dan dijahit bersama-sama sehingga memiliki tekstur
menyerupai garis-garis pada kain. Bahan corduroy cenderung lebih kaku
dibandingkan beludru sehingga terkesan kurang mewah.

2.10. Corduroy Coat


Sumber : Pinterest.com

E. Teknik Menjahit dan Teknik Penyelesaian Busana Semi Tailoring


1. Teknik menjahit dan teknik penyelesaian busana semi tailoring sama halnya
dengan penyelesaian busana tailoring, diselesaikan dengan kampuh terbuka
diselesaikan dengan obras.
2. Pelapis yang digunakan pada busana semi tailoring yaitu dari kain blacu
yang direndam terlebih dahulu, proses perendaman ini dilakukan untuk
blacu yang dapat mengkerut setelah mengalami proses pencucuian
3. Furing bagian mika menggunakan Furing tertutup, sedangkan bagian
belakang penggunaan Furing hanya sampai setengah lingkar lubang lengan
4. Pelapis kain gula hanya digunakan untuk melapis bahan dasar busana

F. Cara Menjahit Mantel

10
a. Alat dan Bahan
1. Alat
 Jarum pentul, jarum jahit
 Gunting zig-zag, gunting kain, gunting benang
 Meteran
 Alat tulis ( pensil, kertas,penggaris, dsb.)
 Karbon jahit
 Kapur jahit
 Bantalan jarum
 Rader
 Mesin Jahit
 Sertrika
2. Bahan
 Kain
 Benang warna hitam
 Pelapis georgette
 Furing
 Kancing

b. Cara pembuatan Mantel


1. Mengambil Ukuran
Ukuran yang diambil:
1. Lingkar badan
2. Lingkar pinggang
3. Panjang punggung
4. Panjang bahu
5. Panjang sisi
6. Lingkar panggul
7. Tinggi panggul
8. Lebar punngung
9. Lebar muka
10. Panjang lengan

11
2. Langkah Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Dimulai dengan membuat pola dasar badan pada kertas cokelat
3. Setelah membuat pola dasar, kemudian dibuat pola perubahan sesuai
dengan model mantel
4. Pola perubahan yang telah dibuat, digunting dan diletakan pada
bahan utama yang digunakan.
5. Setelah menyematkan pola pada kain, beri kampuh setiap sisi
6. Gunting kain mengikuti pola perubahan yang telah diberi kampuh.
7. Jika sudah digunting semua, langkah selanjutnya adalah merader
dengan alat rader dan kertas karbon.
8. Membuat saku
9. Memberi pelapis pada setiap bagian yang diberi pelapis
10. Memnyambungkan sisi dan bahu bahan utama dan furing
11. Membuat kerah dan memasang kerah
12. Memasang lengan
13. penyelesaian

12
BAB III

PEMBAHASAN

13
A. Model Busana

14
B. Analisis Model Busana

Kerah jas

Saku tempel
dengan klep

Tangan Saku tempel


licin dengan klep

15
C. Paham Model Busana

1/4 panjang
bahu
Letak di 1/4
tengah
muka

2cm dari
samping,
jarak antar Letak di
kancing 10 panggul
cm

16
D. Rancangan Harga dan Bahan

Rancangan Bahan & Harga


Nama bahan : wool
Lebar bahan : 150 cm
Kain yang diperlukan : 200 cm
Kain yang dibeli : 200 cm
NO Nama Barang Banyaknya Harga (Rp) Jumlah (Rp)
1 Katun 110000
2 furing
3 Benang 1 buah 2500 2500
4 pelapis Georgte 1/2 m 10000/m 5000
5 Kancing 6 buah 4000 4000
6 Obras 1 baju 5000 5000
7 kertas pola 1500 3000
8
9
10
11
12
JUMLAH : 153,500

17
BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Mantel atau Coat adalah baju panjang yang dipakai oleh laki-laki maupun
perempuan untuk melindungi tubuh agar tetap hangat, dan sekaligus sebagai bagian dari
gaya berbusana. Bentuk mantel lebih panjang daripada jaket, biasanya hingga di atas lutut
sedangkan jaket hanya hingga sekitar pinggang. Mantel juga sering diberi hiasan kerah
dan epolet. Terdapat beberapa jenis mantel yaitu parka, duffle coat, pea coat, trench coat,
mackintosh coat, over coat dan masih banyak yang lainnya. Jadi selain untuk melindungi
tubuh agar tetap hangat, model mantel pria juga dibuat simple dan tegas agar telihat
kewibawaannya.

18
DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Rosita Nur. 2016. Mengenal 6 Jenis Mantel Pria [Online]. diakses dari
https://jurnal.maskoolin.com/jurnal/fashion/fashion-advice/mengenal-6-jenis-mantel-
pria/

Wikipedia. Mantel(pakaian)[online]. diakses dari


https://id.wikipedia.org/wiki/Mantel_(pakaian)

19