Anda di halaman 1dari 5

Identifikasi Masalah dan Alternatif Solusi Pembangunan Indonesia Masa Kini

1. PENGANGGURAN

Pada Agustus 2018, terdapat 124,01 juta orang penduduk bekerja atau bertambah 2,99
juta orang dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan, pengangguran mencapai 7 juta orang atau
berkurang 40 ribu orang dari tahun 2017.

Dalam upaya memperbaiki kualitas dan peningkatan daya saing tenaga kerja, pemerintah
menargetkan penurunan TPT hingga mencapai 4,00-5,00 persen pada tahun 2019, serta
penciptaan kesempatan kerja sebesar 10,00 juta selama 5 tahun.

Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan (P2K) LIPI, Triyono, mengungkapkan masalah


ketenagakerjaan yang perlu diperhatikan dan dicarikan jalan keluarnya adalah kurangnya
kompetensi dan daya saing tenaga kerja Indonesia. Apalagi dalam menghadapi revolusi industri
4.0, tenaga kerja Indonesia dianggap belum memiliki kesiapan dan keterampilan (skill) yang
mumpuni.

Menurutnya, kekurangan skill turut disebabkan oleh rendahnya pelatihan keterampilan dan
keahlian yang diterima tenaga kerja sebelum memasuki dunia kerja.

"Dilihat dari suplai, masih belum siapnya lulusan SMK dan perguruan tinggi dalam bersaing di
pasar kerja. Perlu adanya pelatihan bagi tenaga kerja maupun siswa agar memiliki keahlian dan
ketrampilan sehingga mampu bersaing," ujar Triyono, seperti dinukil S,lasa (12/3/2019).

Menyoal pengangguran, ahli ekonomi berpendapat ada yang hal perlu dilihat di sini, yaitu
persentase penganggur muda yang berpendidikan SMA ke atas meningkat dari 60 persen (2014)
menjadi 74 persen (2018).

Ini disebabkan oleh peningkatan penganggur muda dengan pendidikan SMK dari sekitar 23
persen (2014) menjadi 33 persen (2018) dan juga diploma dan sarjana dari 4,4 persen (2014)
menjadi 10 persen (2018).

Artinya, persentase penganggur muda memang berkurang, tetapi itu untuk mereka yang
berpendidikan SMA ke bawah --terutama SD ke bawah (turun dari 55 persen pada 2014 menjadi
hanya 10 persen pada 2018). Apa artinya?

"Pertumbuhan ekonomi tak sepenuhnya menyerap kelompok usia muda (15-24 tahun) yang
berpendidikan SMA ke atas. Mengapa? Secara intuitif, penganggur muda yang kurang
berpendidikan mungkin akan relatif lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan," ujar Menteri
Keuangan era Presiden SBY ini.

2. MASALAH SDM
Problematika di Indonesia – Penanggulangan masalah pendidikan ini menurut hemat kami salah
satunya dapat dilakukan dengan peningkatan kulitas tenaga pengajar. Jika kualitas tenaga
pengajar baik, bukan tidak mungkin akan meghasilkan lulusan atau produk pendidikan yang siap
untuk mengahdapi tuntutan zaman yang serba canggih. Selain itu, pemantauan penggunaan dana
pendidikan dapat mendukung pelaksanaan pendidikan yang efektif dan efisien. Seperti yang
telah disinggung sedikit diatas, Kelebihan dana dalam pendidikan lebih mengakibatkan tindak
kriminal korupsi dikalangan pejabat pendidikan. Pelaksanaan pendidikan yang lebih terorganisir
dengan baik juga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pendidikan. Pelaksanaan kegiatan
pendidikan seperti ini akan lebih bermanfaat dalam usaha penghematan waktu dan tenaga.

3. MASALAH KEMISKINAN

Tidak terhitung banyaknya upaya yang telah dilaksanakan untuk mengurangi tingkat kemiskinan,
namun faktanya fenomena kemiskinan masih tetap eksis dalam kehidupan manusia dan seakan
tidak akan pernah sirna dari kehidupan manusia. Masalah kemiskinan bukanlah sekedar masalah
statistik atau angka semata, melainkan persoalan nyata mengenai sulitnya kondisi kehidupan
rakyat, masalah hidup dan mati bagi sebagian rakyat yang kurang beruntung. Maka harus
ditangani secara substantif dan mendasar, dan bukan sekedar siasat statistik dan manipulasi
angka-angka demi popularitas di mata rakyat. Fenomena kemiskinan di Indonesia tersebar luas
di hampir seluruh pelosok negeri ini baik di daerah perkotaan maupun daerah pedesaaan. Hal ini
masih nyata bahwa tidak ada satupun daerah di Indonesia yang bebas dari garis kemiskinan serta
tersebar di berbagai daerah pedesaan dalam wilayah kecamatan.

SOLUSI PENGANGGURAN

1. Tidak Membeda-bedakan Pencari Kerja

Tidak sedikit perusahaan yang enggan menerima pekerja yang sudah berkeluarga dan memiliki
anak. Misalnya saja dengan alasan perusahaan harus membayarkan asuransi istri dan anak
karyawan mereka, ataupun memiliki resiko karyawan akan sering izin karena keperluan anak
atau keluarga dan sebagainya.

2. Menerapkan Konsep Tim Junior-Senior

Pekerja muda dan tua menghadapi masalah yang sama dalam pasar tenaga kerja, yaitu tingkat
pengangguran yang tinggi. Namun demikian kedua kelompok ini memiliki alasan yang berbeda.
Jika pekerja muda tidak memiliki pengalaman kerja, pekerja tua mulai kehilangan produktivitas
mereka.

Solusi untuk mengatasi hal ini sekaligus cara mengatasi pengangguran yang berikutnya adalah
dengan menerapkan konsep tim junior-senior di mana kedua kelompok tergabung menjadi satu.
Keterampilan pekerja muda dan tua bisa saling melengkapi sehingga mendorong efektivitas kerja
yang dilakukan.
Selain itu, pekerja muda bisa memberikan dukungan bagi senior seperti halnya kekuatan fisik,
kemampuan bahasa ataupun keterampilan dalam bidang teknologi.

3. Membuka Lapangan Kerja Baru

Pemerintah dan perusahaan swasta diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru untuk
menarik minat para pengangguran ataupun lulusan baru sehingga mengurangi angka
pengangguran.

4. Memperbaiki Kondisi Ekonomi Makro

Pertumbuhan ekonomi akan merangsang penciptaan lapangan kerja dan memberi dampak positif
bagi kaum muda yang menganggur. Pemerintah harus memberi perhatian khusus pada sektor
industri yang ramah terhadap pencari kerja muda untuk menghasilkan tenaga kerja yang
berkualitas.

5. Subsidi dan Pengurangan Pajak Upah

Salah satu bentuk intensif dari pemerintah seperti subsidi dan pengurangan pajak upah dapat
membantu sektor perekonomian dan industri dalam merekrut lebih banyak karyawan.

6. Program Pelatihan dan Pendidikan

Program pelatihan dan pendidikan dengan tujuan pembentukan keterampilan dan pengembangan
potensi dapat membantu mengurangi angka pengangguran. Tenaga kerja yang terampil memiliki
kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan dibandingkan mereka yang tidak memiliki
keterampilan.

7. Standar Baru untuk Pengalaman Kerja

Perlu adanya peningkatan kesempatan pengalaman kerja bagi siswa/lulusan baru di berbagai
industri. Mereka harus terlibat dalam sejumlah lingkungan tempat kerja yang berbeda untuk
merasakan bagaimana dunia kerja yang sebenarnya.

SOLUSI MASALAH SDM

Oleh karena banyaknya masalah-masalah SDM di indonesia tersebut, maka terlahirlah solusi
sebagai berikut:

1. Pemerintah harus membuat program sekolah gratis 12 tahun.

2. Memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak yang miskin.

3. Pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana fasilitas yang memadai staf pengajar
yang berkompetensi, kurikulum yang tepat dan memiliki sistem administrasi dan birokrasi yang
baik dan tidak berbelit-belit.
4. Membuka lowongan pekerjaan agar masayrakat didaerah bisa bekerja dan mendapatkan
pendapatan yang tinggi sehingga dapat menyekolahkan anak-anak mereka sampai jenjang
perguruan tinggi.

5. Perusahaan harus secara komprehensif mengatasi masalah tenaga kerja dan kepemimpinan
secara berkala.

6. Perusahaan harus membuat kegiatan program pengembangan keterampilan secara berkala.

7. Perusahaan harus membuat kegiatan program pengembangan keterampilan dan keahlian


untuk para pegawai baru dan para pemimpin perusahaan.

8. Perusahaan harus melakukan delapan pendekatan yang dapat digunakan untuk


perencanaan, tenaga kerja, rekruitmen, pelatihan, pengembangan karir manajemen kinerja, merek
perusahaan, keahlian pekerja dan sistem meritokasi.

9. Pemerintah dan pihak swasta harus memberikan bantuan pelatihan. Beberapa bantuan
pelatihan yang diberikan itu antara lain meliputi keterampilan kerajinan rotan, tenun tekstil,
makanan, minuman, jamu, peternakan dan pertanian.

10. Pemerintah dan pihak swasta memberikan bantuan modal. Bantuan modal itu diharapkan
bisa menjadi tambahan masyarakat dan sumber daya manusia untuk menggerakan usahanya atau
membuka usaha baru yang dapat banyak menyerap tenaga kerja.

SOLUSI MASALAH KEMISKINAN

1. Meningkatkan fasilitas infrastruktur dan listrik di pedesaaan

2. Perbaikan fasilitas kesehatan dan juga fasilitas sanitasi yang mumpuni

3. Mengupayakan penghapusan larangan impor beras

4. Pembatasan pajak dan retribusi daerah yang merugikan usaha lokal dan orang miskin

5. Pendistribusian sertifikat tanah yang merata bagi penduduk miskin

6. Mendirikan lembaga-lembaga pembiayaan mikro yang memberi manfaat pada rakyat miskin

7. Perbaikan kualitas pendidikan

8. Upaya mengurangi kematian ibu melahirkan

9. Merancang perlindungan sosial yang lebih tetap sasaran