Anda di halaman 1dari 10

BAB IV

RANCANGAN AKTUALISASI
A. Identifikasi Isu dalam Pelaksanaan Tugas dan Gagasan Penanganan

Ketika sebuah organisasi yang menyadari memiliki kekurangan dan berupaya


memperbaikinya, maka diperlukan identifikasi terhadap isu-isu yang muncul. Hal ini juga terjadi
di sekolah yang merupakan suatu lembaga formal yang ada dibidang pendidikan yang berfungsi
untuk meningkatkan pengetahuan, minat, bakat dan kemampuan anak. Berdasarkan hasil diskusi
bersama mentor, maka penulis mengidentifikasikan empat isu yang terjadi di SMA Negeri 1
Batang Lupar. Berikut ini adalah isu yang akan dianalisis oleh penulis:
1. Rendahnya hasil belajar bahasa inggris di SMA Negeri 1 Batang Lupar
2. Belum optimalnya pembelajaran Bahasa Inggris siswa di SMA Negeri 1 Batang Lupar
3. Rendahnya kepercayaan diri siswa dalam belajar Bahasa Inggris
Dari keempat isu tersebut, penulis akan menetapkan satu isu yang yang menjadi prioritas
dengan menganalisis keempatnya. Dalam penetapan isu, penulis menggunakan skala likert (1-
5) dalam perankingkan dan berpedoman pada analisis APKL (Aktual, Problematik,
Kekhalayakan, Layak).
Tabel 4.1
Analisis isu dengan Teknik APKL
Kriteria

No ISU Jumlah Ranking


A P K L

1. Rendahnya hasil belajar bahasa inggris di 3 3 5 4 15 II


SMA N 1 Batang Lupar

2. Belum optimalnya pembelajaran Bahasa Inggris 3 3 3 4 13 III


siswa di SMA Negeri 1 Batang Lupar

3. Rendahnya kepercayaan diri siswa dalam belajar 4 4 5 4 18 I


Bahasa Inggris

Keterangan:
Aktual : Yang terjadi saat ini
Problematik : Menjadi permasalahan
Kekhalayakan : Menyangkut kepentingan orang banyak
Layak : Layak
Sangat Rendah : 1
Rendah :2
Sedang :3
Tinggi :4
Sangat Tinggi : 5
Berdasarkan hasil analisis beberapa isu menggunakan teknik APKL, maka ditetapkanlah isu
prioritas dengan berdasarkan ranking/peringkat tertinggi yaitu: Rendahnya kepercayaan diri siswa
dalam belajar Bahasa Inggris. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah:
1. Kurangnya penguasaan vocabulary
2. Belum optimalnya penggunaan media pembelajaran
3. Siswa belum pernah les bahasa inggris
Untuk menentukan penyebab utama isu, penulis menganalisis factor-faktor diatas dengan menggunakan
teknik USG (Urgency, Seriousness, Growth) dengan skala likert (rentang nilai 1-5)
Tabel 4.2
Analisis Faktor Penyebab dengan Teknik USG
Prioritas
NO Faktor Penyebab U S G Jumlah Peringkat
1. Kurangnya penguasaan vocabulary 4 4 4 12 I
2. Belum optimalnya penggunaan media pembelajaran 3 3 4 10 III
3. Siswa belum pernah les bahasa inggris 3 4 4 11 II
Keterangan:
Urgent : Penting
Serious : Serius
Growth : Pertumbuhan yang lebih baik
Sangat Rendah : 1
Rendah :2
Sedang :3
Tinggi :4
Sangat Tinggi : 5
Berdasarkan hasil analisis beberapa faktor penyebab menggunakan teknik USG, maka ditemukan
faktor utama penyebab isu prioritas yaitu Media pembelajaran kurang menarik.
RANCANGAN AKTUALISASI SESUAI NILAI-NILAI DASAR PNS
Tabel 4.3
Keterkaitan Nilai Dasar ASN dengan Kegiatan
Unit Kerja : SMA Negeri 1 Batang Lupar, Kecamatan Batang Lupar – Kabupaten Kapuas Hulu
Identifikasi Isu :
1. Rendahnya hasil belajar bahasa inggris siswa di SMA Negeri 1 Batang Lupar
2. Belum optimalnya pembelajaran bahasa inggris di SMA Negeri 1 Batang Lupar
3. Rendahnya kepercayaan diri siswa dalam belajar bahasa inggris

Isu yang akan diangkat : Kurangnya penguasaan vocabulary

Gagasan Pemecahan Isu : Peningkatan penguasaan vocabulary siswa kelas X di SMA Negeri 1 Batang Lupar melalui media kartu
KONTRIBUSI
OUTPUT/HASIL KETERKAITAN TERHADAP PENGUATAN
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN KEGIATAN SUBTANSI MATA VISI & MISI NILAI-NILAI
ORGANISASI
PELATIHAN ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7

1. Membuat Rencana 1. Menyiapkan Tersedianya Menentukan tujuan Dengan Dengan


Pelaksanaan Rencana pembelajaran pada Rencana tersedianya menggunakan
syllabus
Pelaksanaan Pembelajaran Rencana
Pembelajaran 2. Merancang Pelaksanaan Pelaksanaan Rencana
agar murid dapat menyerap
(RPP) Pembelajaran materi sesuai target Pembelajaran, Pelaksanaan
rencana
(Akuntabilitas – proses Pembelajaran
pembelajaran Kejelasan Target) pembelajaran
akan berjalan saya memulai
3. Menetapkan
Dalam menentukan materi secara sistematis proses
model pembelajaran yang tepat,
sehingga siswa
pembelajaran
dapat menyerap
saya berkonsultasi dengan
pembelajaran guru senior yang ada di materi dengan dengan berdoa,
sekolah (Nasionalisme- baik. saya dengan ini saya
4. Menetapkan
Kerjasama) berkontribusi
media terhadap menanamkan

pembelajaran Kemudian saya membaca realisasi visi nilai religius pada


ulang draft RPP dengan sekolah yaitu
diri sendiri dan
5. Berkonsultasi tujuan mengoreksi dan Cerdas dan
siswa. Kemudian
dengan guru meminimalisir kesalahan Berprestasi.
dalam penulisan dalam
pengampu
pembelajaran
(Etika Publik- Cermat)
bidang studi juga telah diatur
yang sama Dalam penyusunan pembagian
6. Mencetak Rencana Pelaksanaan
lamanya waktu
Pembelajaran, saya
Rencana berkonsultasi dengan tiap fase dalam
Pelaksanaan kepala sekolah dalam pembelajaran, hal
upaya melakukan ini berkaitan
Pembelajaran
perbaikan dalam proses
(RPP) dengan nilai
pembelajaran
(Komitmen Mutu- organisasi yaitu
Berorientasi Mutu) Disiplin, dalam
hal ini disiplin
Dengan menyusun
Rencana Pelaksanaan dalam
Pembelajaran, saya penggunaan
melaksanakan tanggung waktu.
jawab sebagai guru
dalam hal pembuatan
perangkat pembelajaran
(Anti Korupsi-
Tanggung Jawab)
2. Membuat Media 1. Menyiapkan alat Tersedianya Dalam pembuatan media Dengan Tersedianya
Pembelajaran dan bahan media pembelajaran, saya tersedianya media
pembelajaran
pembuatan media pembelajaran memfokuskan pada tujuan Media berupa kartu
pembelajaran akhir dalam proses kosa kata, Saya
Pembelajaran,
2. Membuat media pembelajaran agar siswa memberikan
proses
pembelajaran dapat meningkatkan penguatan
pembelajaran terhadap nilai
penguasaan vocabulary nya
akan berjalan organisasi di
dengan menggunakan kartu sekolah, yaitu
lebih varitif bertanggung
(Akuntabilitas- Kejelasan
sehingga siswa jawab, kreatif.
target)
Dalam pembuatan media dapat menyerap
pembelajaran (membuat materi dengan
kartu kosa kata) saya baik. Saya
membuat ukuran tiap-tiap berkontribusi
kartu sama besarnya. terhadap
(Etika Publik - Cermat)
realisasi visi
Kemudian dalam
sekolah yaitu
pembuatan media
Cerdas dan
pembelajaran yang berupa
Berprestasi.
kartu, saya menyiapkan
bahan sesuai kebutuhan
sehingga bahan dapat
digunakan secara
maksimal.
(Komitmen Mutu-Efektif)
Setelah itu, saya membuat
media pembelajaran sendiri
di rumah untuk
menghindari penggunaan
fasilitas sekolah yang
berlebihan.
(Anti Korupsi-Mandiri)
3. Membuat soal 1. Mencari referensi Tersedianya soal Dalam pembuatan soal Dengan
evaluasi soal di buku dan untuk evaluasi evaluasi berlandaskan
tersedianya soal
pada sasaran yang akan
di internet diraih untuk mengetahui untuk evaluasi
2. Menentukan jenis sejauh mana peningkatan
penguasaan vocabulary
soal
siswa
3. Menentukan (Akuntabilitas-
jumlah butir soal Kejelasan Target)

Kemudian selama
pembuatan soal, saya
menjaga kerahasiaan soal
dengan mencetak dengan
printer sekolah. Saya tidak
menggunakan jasa
percetakan untuk mencegah
kebocoran soal
(Etika Publik - Menjaga
Rahasia)

Pembuatan soal berpegang


pada ruang lingkup materi
pembelajaran yang telah
disampaikan.
(Komitmen Mutu -
Efektif)

Pada tahap pembuatan


soal evaluasi, saya
membuat soal yang sama
untuk semua siswa, agar
tak terjadinya perbedaan
perlakuan antara siswa.
(Anti Korupsi – Adil)
4. Melakukan analisis 1. Menyiapkan alat Tersedianya alat Dalam melakukan analisis Dengan
soal analisis soal analisis soal soal saya menggunakan tersedianya alat
hasil pengerjaan siswa yang analisis soal
apa adanya tanpa rekayasa merupakan bagian
atau pendongkrakan agar dari
level tiap soal sesuai upayapeningkatan
keinginan saya. kualitas soal dan
(Akuntabilitas- Jujur) level pencapaian
Penggunaan alat analisis siswa dalam hal
soal berdasarkan konsultasi ini penguasaan
dengan guru di unit kerja vocabulary. Pada
terkait alat analisis yang akhirnya ini
baik untuk digunakan. merupakan bagian
(Nasionalisme – dari upaya
Kerjasama) mewujudkan visi
Dalam menganalisis tiap sekolah yaitu:
butir soal, saya Cerdas dan
melakukannya secara Berprestasi
berulang untuk
meminimalisir kesalahan.
(Etika Publik-Cermat)
5. Melaporkan 1. Membawa semua Dalam pelaporan persiapan
persiapan dokumen dan perangkat pembelajaran
kepada kepala sekolah,
perangkat mengajar media yang telah
saya melaporkan perangkat
kepada kepala dibuat dengan apa adanya sesuai
sekolah 2. Mencatat setiap kondisi real
(Akuntabilitas-Jujur)
saran dan
Dalam hal pelaporan ini,
masukan telah terjalinnya kerjasama
antara guru pengampu mata
pelajaran dan kepala
sekolah terkait perangkat
yang telah disiapkan.
(Nasionalisme-
Kerjasama)
Kemudian, pelaporan ini
juga bermakna adanya
hubungan baik antara
atasan dan bawahan berupa
koordinasi yang baik terkait
penghargaan saya terhadap
atasan dal am peningkatan
kualitas pembelajaran.
(Etika Publik-Hormat)
Adanya koordinasi dengan
atasan dalam hal ini kepala
sekolah merupakan bagian
dari upaya penulis untuk
meningkatkan mutu
pembelajaran di sekolah
(Komitmen Mutu-
Berorientasi Mutu)
Melalui koordinasi yang
dalam hal ini terkait
pelaporan persiapan
perangkat pembelajaran
kepada kepala sekolah
merupakan kepedulian
terhadap pembelajaran di
sekolah.
(Anti korupsi-Peduli)
B. Jadwal Implementasi Kegiatan

Tabel 4.4
Jadwal Implementasi Aktualisasi
Nama Peserta : Haekal Yanuarsyah Ibaadilah, S.Pd

Instansi : DINAS PENDIDIKAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT


Tempat Aktualisasi : UPT SMA Negeri 1 Batang Lupars
Tanggal
No. Kegiatan Output
Pelaksanaan
1. Membuat Tersedianya Rencana Pelaksanaan
Rencana Pembelajaran (RPP)
17 Mei 2019
Pelaksanaan
Pembelajaran
2. Membuat Media 20 Mei 2019 Tersedianya Media Pembelajaran
Pembelajaran
3. Membuat soal 24 Mei 2019 Tersedianya soal evaluasi
evaluasi
4. Melakukan 25 Mei 2019 Tersedianya alat ealuasi
analisis
5. Melaporkan 27 Mei 2019 Notulen saran dan masukan dari
persiapan kepala sekolah
perangkat
mengajar