Anda di halaman 1dari 6

ACARA I

PERKECAMBAHAN PADI SECARA SEMAI KERING DAN BASAH

A. Tujuan Acara
Mempelajari cara pembuatan persemaian padi cara basah dan kering.

B. Tinjauan Pustaka
Persemaian merupakan tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih
atau bagian tanaman lain menjadi bibit siap ditanam ke lapangan. Benih yang
baik apabila diproses dengan teknik persemaian yang baik akan menghasilkan
bibit yang baik pula, tetapi benih yang baik akan menghasilkan bibit yang
kurang baik apabila diproses dengan teknik persemaian yang tidak sesuai. Bibit
yang berkualitas dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu akan diperoleh
apabila teknik persemaian yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah
baku. Persemaian basah adalah persemaian dengan menggunakan tanah yang
digenangi air dan seresah daun kering yang sudah di hancurkan sebagai media
pertumbuhan bibit tanaman. Sedangkan persemaian kering adalah persemaian
dengan menggunakan tanah yang menggunakan air sedikit dan menggunakan
daun kering secara utuh (Subiakto, 2010).
Padi (Oryza sativa. L) merupakan tanaman pangan pokok hampir seluruh
rakyat Indonesia. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua
serealia setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber
karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia. Padi memiliki klasifikasi
sebagai berikut (Puslitbang Tanaman Pangan, 2012 dalam Kharisma dkk,
2013).
Divisio : Spermatophyta
Sub division : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae,
Ordo : Poales,
Famili : Graminae
Genus : Oryza Linn

3
4

Species : Oryza sativa L.


Padi Situ Bagendit merupakan varietas dari padi Gogo. Padi ini mempunyai
keunggulan yaitu dapat hidup di dua tempat. Padi ini memliki tinggi sekitar 99-
105 cm dengan 12-13 batang per rumpun. Padi Situ Bagendit memiliki
ketahanan terhadap penyakit blas dan hawar daun bakteri strain III dan IV.
Dengan ketahanan penyakit ini dan kemampuannya beradaptasi di dua tempat,
padi Situ Bagendit dapat menghasilkan gabah kering giling sebanyak 4,0 t/ha
di lahan kering dan 5,5 t/ha di lahan sawah (BB Padi, 2011).

C. Alat dan Bahan


1. Alat
a. Cangkul
b. Plastik
2. Bahan
a. Benih padi
b. Seresah daun
c. Pupuk

D. Cara Kerja
1. Menyiapkan lahan persemaian dengan ukuran petak 1 x 1 m2, mengalasi
lahan dengan plastik.
2. Memasukkan tanah olahan dalam bedengan, mencampurkan tanah dengan
pupuk, buat bedeng.
3. Menaburkan benih kemudian tutup tipis – tipis dengan tanah halus dan
seresah.
4. Memberi air secukupnya dengan cara dipercikan higga tanah cukup lembab
5. Memelihara dan amati pertumbuhannya hingga bibit siap dicabut
5

E. Hasil Pengamatan
Table 1.1 Hasil Pengamatan Persemaian Basah

Parameter
Ulangan I Ulangan II Ulangan III
Perlakuan
BB- BB-
TB JD BB-BK TB JD TB JD
BK BK

1 8,48 3 0,3 12,76 3 0,8 10,9 3 0,5


2 9,4 2 0,3 12,1 3 0,26 9 2 0,5
3 9,2 3 0,7 13,38 3 0,16 14,6 3 0,3
Jumlah 27,08 8 1,3 38,24 9 1,22 34,5 8 1,3
Rata-Rata 9,03 3 0,43 12,75 3 0,41 11,50 3 0,43
Sumber : Praktikum Teknologi Budidaya Tanaman Pangan 2018

Tabel 1.2 Hasil Pengamatan Persemaian Kering


Parameter
Ulangan I Ulangan II Ulangan III
Perlakuan
BB-
TB JD BB-BK TB JD TB JD BB-BK
BK

1 14 3 0,8 10,7 3 0,4 11 3 0,5


2 14,06 3 0,3 17,2 3 1,5 11,24 3 0,5
3 9,02 2 0,2 15,5 3 0,8 12,2 2 0,5
Jumlah 37,08 8 1,3 43,4 9 2,7 34,44 8 1,5
Rata-Rata 12,36 3 0,43 14,47 3 0,9 11,48 3 0,5
Sumber : Praktikum Teknologi Budidaya Tanaman Pangan 2018

Keterangan :
TB = Tinggi Batang
JD = Jumlah Daun
BB = Berat Basah
BK = Berat Kering
6

F. Pembahasan
Persemaian merupakan tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih
atau bagian tanaman lain menjadi bibit siap ditanam ke lapangan. Ada dua jenis
semai yang di gunakan yaitu persemaian kering dan persemaian basah.
Persemaian basah adalah persemaian dengan menggunakan tanah yang
digenangi air dan seresah daun kering yang sudah di hancurkan sebagai media
pertumbuhan bibit tanaman. Sedangkan persemaian kering adalah persemaian
dengan menggunakan tanah yang menggunakan air sedikit dan menggunakan
daun kering secara utuh.
Berdasarkan pengamatan yang di lakukan pada persemaian basah rata-rata
yang di dapat pada ulangan I yaitu tinggi batang sepanjang 9,03 cm, jumlah
daunya sebanya 3 helai dan rata-rata berat kring dan basah sebesar 0,43 gram.
Kemudian pada ulangan II tinggi batang 12,75 cm, jumlah daunya 3 helai dan
rata-rata berat kering dan basah 0,41 gram. Pada ulangan ke II tinggi batang
11,50 cm, jumlah daun 3 helai dan rata-rata berat kering dan basah 0,43 gram.
Pada ulangan I, II dan III mempunyai perbedan pada parameter tinggi batang
dan berat kering basah pada parameter tinggi batang ulangan II lebih tinggi
yaitu sepanjang 12,75 cm daripada ulangan I dan III. Sedangakn pada
parameter berat kering basah Ulangan II lebih kecil yaitu sebesar 0,41 gram
daripada ulangan I dan III.
Pada persemaian kering rata-rata yang di dapat pada ulangan I yaitu tinggi
batang sepanjang 12,36 cm, jumlah daunya sebanya 3 helai dan rata-rata berat
kring dan basah sebesar 0,43 gram. Kemudian pada ulangan II tinggi batang
14,47 cm, jumlah daunya 3 helai dan rata-rata berat kering dan basah 0,9 gram.
Pada ulangan ke II tinggi batang 11,48 cm, jumlah daun 3 helai dan rata-rata
berat kering dan basah 0,5 gram. Pada ulangan I, II dan III mempunyai
perbedan pada parameter tinggi batang dan berat kering basah pada parameter
tinggi batang ulangan II lebih tinggi yaitu sepanjang 14,47 cm daripada
ulangan I dan III. Sedangakn pada parameter berat kering basah Ulangan I lebih
kecil yaitu sebesar 0,43 gram daripada ulangan II dan III.
7

Pada persemaian basah bibit semai tergenangi oleh air sehingga aerasi tanah
kurang baik. Hal ini menyebabkan bibit tidak bisa tumbuh dengan baik,
dikarenakan telalu banyak terendam air sehingga kecambah tidak tumbuh dan
dan membuat akar tanaman padi membusuk. Berbeda dengan persemaian
kering tanaman padi air cukup aerasi baik dikarenakan terdapat ruang-ruang
(pori) yang seharusnya terisi oleh udara. Sehingga akar tanaman padi bisa
berkembang dengan baik dalam mencari unsur hara untuk kelangsungan
pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

G. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa persemaian ada dua
jenis persemaina yaitu persemaian basah dan persemaian kering. Pada
persemaian basah dengan cara media tanam yang di genangi air. Sedangkan
pada persemaian kering menggunakan media tanam seresah daun kering.
8

DAFTAR PUSTAKA

Kharisma, Sheila Desi. 2013. Ketahanan Beberapa Genotipe Padi Hibrida


(Oryza Sativa L.) Terhadap Pyricularia oryzae Cav. Penyebab Penyakit
Blas Daun Padi. Jurnal HPT. 1(2):19-27.
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. 2011. Varietas Situ Bagendit. PADI
AMFIBI. Jawa Barat.
Subiakto, A. 2010. Edisi Khusus Penas XIII Analisa biaya Pembuatan
Persemaian Modern. Bahan Rapat Persemaian Modern.