Anda di halaman 1dari 1

6.

1 Deskripsi Karakteristik Responden

Kader posyandu remaja Kecamatan Bululawang yang mengikuti program Resting


berjumlah 60 orang. Kader posyandu remaja yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi
berjumlah 40 orang.

Berdasarkan analisa data karakteristik responden, didapatkan usia responden


terbanyak adalah 15-19 tahun (60%), disusul usia 20-25 tahun (37,5%), dan 10-14 tahun
(2,5%). Usia tersebut penting untuk melihat tahapan remaja dimana menurut Sarwono, 2011,
dan Hurlock, 2017, tahapan remaja awal dimulai dari 11-13 tahun, remaja tengah 14-16 tahun,
dan remaja akhir 17-21 tahun. Bertambahnya usia maka remaja akan semakin mengalami masa
konsolidasi yang ditandai dengan minat yang semakin mantap terhadap fungsi intelek,
terbentuk identitas seksual yang tidak dapat dirubah lagi, egosentrisme, private self dengan
publik, dan ego mencari pengalaman baru (Sarwono, 2011; Hurlock, 2017).

Jenis kelamin responden terbanyak adalah wanita (67,5%), sedangkan sisanya adalah
responden pria. Rendahnya pengetahuan gizi seimbang pada remaja menjadi alasan penting
untuk memberikan edukasi dalam upaya mencegah stunting, khususnya pada remaja putri.
Remaja putri dibutuhkan untuk memutus siklus permasalahan gizi karena merupakan fondasi
gizi yang kuat bagi ibu dan bayi selama seribu hari pertama kehidupan (Pudjiastuti dkk, 2018).

Sebagian besar pendidikan terakhir responden adalah SMA (52,5%), lalu SMP
(37,5%), Perguruan Tinggi (7,5%), dan SD (2,5%). Berdasarkan himbauan wajib belajar 9
tahun, semua anggota posyandu remaja sudah memenuhi kualifikasi tersebut. Angka tersebut
mencerminkan bahwa secara garis besar tingkat pendidikan kader posyandu remaja Puskesmas
Bululawang baik. Secara teoritis dijelaskan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh secara
langsung terhadap pengetahuan (Notoadmodjo, 2010).

Pudjiastuti, dkk. 2018. Prosiding: Percepatan Penurunan Stunting melalui Revitalisasi


Ketahanan Pangan dan Gizi dalam Rangka Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Jakarta: LIPI Press