Anda di halaman 1dari 7

TEKNOLOGI JARINGAN BERBASIS LUAS

A. Pendahuluan
KESEHATAN, KESELAMATAN, DAN KEAMANAN KERJA
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), adalah suatu aspek yang harus pertama kali
menjadi perhatian setiap melakukan kegiatan apapun, termasuk ketika berkerja dengan
komputer. Penelitian telah mengungkapkan bahwa bekerja dengan komputer dapat
mnyebabkan gangguan kesehatan bahkan keselamatan.
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait
dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah
institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan
keselamatan lingkungan kerja. K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja,
konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja.

1. Kompetensi Dasar : 3.6 Menerapkan fungsi alat kerja fiber optic


4.6 Menggunakan alat kerja fiber optic
2. Indikator Kompetensi : 3.6.1 Menjelaskan K3 penggunaan alat kerja fiber
optic.
4.6.1 Menunjukan masing-masing jenis alat kerja
fiber optic
3. Materi Pokok : Konsep K3 penggunaaan peralatan kerja fiber optic

B. Uraian Materi
Keselamatan kerja pada penyambungan fiber optik.
Dalam panyambungan fiber optik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Kebersihan tempat maupun alat kerja.


1) Sebelum bekerja yakinkan bahwa alat berfungsi dengan baik (sudah dikalibrasi)
2) Tempat dan alat bekerja harus bersih dari debu atau kotoran yang lain.
3) Setelah selesai bekerja alat dan tempat kerja dibersihkan dari sisa pekerjaan seperti
potongan optik, jelly yang menempel dan kotoran lainnya.

2. Kelengkapan keselamatan kerja


Pekerjaan penyambungan optik baik dalam penangan closure / sarana alat sambung
maupun penyambungan fiber mempunyai beberapa kelengkapan keselamatan kerja
yaitu:
1) Sarung tangan.
2) Isolasi / Lak ban.
3) Kacamata pelindung.

3. Urutan proses penyambungan, khususnya untuk keselamatan kerja.


1) Pekerjaan penangan kabel dan sarana sambung kabel
a) Gunakan alat / perkakas kerja yang benar.

1
b) Memakai sarung tangan untuk pekerjaan seperti penarikan kabel, pengupasan
kulit kabel, terminasi kabel.
c) Perhatikan lekuk kabel pada rute menikung, perhatikan aturan bending kabel.

2) Pekerjaan penyambungan fiber (serat) optik


a) Gunakanlah sarung tangan.
b) Gunakan kacamata pelindung mata (bila ada).
c) Sisa potongan optik dibersihkan dari alat maupun tempat kerja dengan cara
diambil dengan lack band dan dibungkus kembali dengan lack band, kemudian
dibuang ke tempat sampah.
d) Jangan menyentuh langsung fiber optik yang sudah dikupas dengan tangan
telanjang.
e) Jangan meniup potongan fiber optik.

 Fungsi alat kerja Fiber Optic

Mengenal Kabel Fiber Optik dan Prinsip Kerjanya


Di pinggir jalan raya mungkin anda pernah melihat pengerjaan galian tanah untuk kabel
optik. Kabel optik atau fiber optik biasanya digunakan untuk keperluan telekomunikasi.
Kabel fiber optik ini memiliki kelebihan dan daya transfer tinggi sehingga menjadi pilihan
perusahaan-perusahaan telekomunikasi dalam membangun infrastruktur jaringannya.
Berikut ini keterangan tentang fiber optik dan prinsip kerjanya;
Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar
rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik dijadikan satu dalam
sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data
digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat
jauh. Kira-kira lebih dari 20 tahun yang lalu,
kabel serat optik (Fiber Optic) telah mengambil
alih dan mengubah wajah teknologi industri
telepon jarak jauh maupun industri automasi
dengan pengontrolan jarak jauh. Serat optik juga
memberikan peranan besar membuat Internet
dapat digunakan di seluruh dunia.
Ketika serat optik menggantikan tembaga
(copper) sebagai long distance calls maupun
internet traffic yang secara tidak langsung
berdampak pada penurunan biaya produksi.

Alat - Alat Fiber Optic dan Fungsinya

1. Fusion Splicer
Fusion splicer atau sering dikenal sebagai alat untuk menyambungkan serat optik ini
merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyambungkan sebuah core serat optik,

2
dimana serat tersebut terbuat / berbasis kaca, dan mengimplementasikan suatu daya listrik
yang telah dirubah menjadi sebuah media sinar berbentuk laser.
Sinar laser tersebut berfungsi untuk memanasi kaca yang terputus pada core sehingga bisa
tersambung kembali dengan baik. Perlu kalian ketahui, bahwa fusion splicer ini haruslah
memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi, hal ini ditujukan untuk menghasilkan hasil
penyambungan yang sempurna, karena pada saat penyambungan
tersebut akan terjadi proses pengelasan media kaca serta peleburan
kaca yang akan menghasilkan suatu media, dimana media tersebut
akan tersambung dengan utuh tanpa adanya celah-celah, hal ini
dikarenakan media tersebut memiliki senyawa yang sama.
2. Stripper Atau Miller
Sama seperti kabel - kabel yang lain, salah satunya seperti kabel
coaxial dan UTP, kabel fiber optic juga memerlukan alat ini. Alat ini berfungsi sebagai
media untuk memotong dan mengupas kulit dan daging kabel.

3. Cleaver
Cleaver Tools ini mempunyai fungsi untuk memotong core yang kulit kabel optic-nya
sudah dikupas, perlu kalian ketahui juga bahwa pemotongan core ini wajib menggunakan
alat khusus ini, karena pada serat kacanya akan terpotong
dengan rapih. Jika proses ini berhasil dilakukan dengan baik
maka tahapan selanjutnya, kalian bisa teruskan ke tahap
Jointing

4. Optical Power Meter (OPM)


Alat yang satu ini nmemiliki fungsi untuk mengetahui seberapa kuat daya dari signal
cahaya yang sudah masuk, OPM ini juga mempunyai interface FC yang langsung
berhubungan dengan pathcore FC. Bagi kalian yang belum mengetahui rumus yang
digunakan untuk melakukan proses ini, berikut adalah rumusnya
(TX – RX =…dB dibagi jarak (Km)

5. Optical Time Domain Reflectometer (OTDR)

OTDR merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mendeteksi komunitas atau
himpunan suatu kabel serat ptik dalam jarak tempuh tertentu,
sehingga dengan adanya alat ini diharapkan mampu menghasilkan
jarak dari dua sisi yang merupakan ukuran gangguan yang terjadi.
Sehingga untuk melakukan troubleshooting dapat dilakukan dengan
baik, karena akan sangat mudah menentukan suatu letak lokasi
gangguan yang tengah terjadi. Alat OTDR ini sendiri biasanya
digunakan untuk melakukan pendeteksian Kabel Crack, Putusnya core yang belum
diketahui letaknya, Putusnya kabel atau juga untuk melakukan bending

3
6. Light Source
Pada dasarnya, alat yang satu ini mempunyai fungsi untuk
memberikan suatu signal untuk jalur yang akan dilaluinya, misalnya
untuk mengukur suatu redaman jalur atau end to end dimana Light
Source ini akan berfungsi sebagai media yang memberi signal-nya

7. Optical Fiber Identifier


Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk mengetahui arah signal dengan penunjuk arah
dan besar daya yang di laluinya.

8. Visual Fault Locator


Alat ini sering disebut juga Laser fiber optic atau senter fiber
optic. Fungsinya untuk melakukan pengetesan pada core fiber
optic. Laser akan mengikuti serat Optik pada Kabel Fiber Optik
dari POP Sampai Ke User (end to end) , bila core tidak bermasalah laser akan sampai pada
titik tujuan.

9. Bit Error Rate Test


Alat ini berfungsi sebagai pengecek koneksi jaringan TDM (Time
Divisio Multipleksi) yang mana jaringan TDM aplikasinya yaitu
layanan Clear Channel yang sedang coba di uraikan penulis. Secara
spesifiknya BER TES untuk mengecek dan mengetahui TX atau
RX yang error, melalui pengiriman paket dan lup
http://www.komputerdia.com/2017/06/mengenal-alat-alat-fiber-optic-optik-dan-masing-
masing-fungsinya.html

Cara Penyambungan Kabel Fiber Optic


Urutan Kegiatan Penyambungan
1. Stripping ( removal of secondary coating )
2. Removal of primary coating
3. Cutting of Fiber
4. Splicing
5. Reinforcement

Alat dan Bahan


- Kabel Fiber Optic
- Lupsheat cutter
- Fiber Stripper
- Tissue
- Alkohol
- Fiber cutter/ fiber cleaver

4
- Kaca Pembesar
- Fusion splicer

Persiapan Penyambungan.
1. Kupas kulit kabel menggunakan lupsheat cutter, panjang kupasan disesuaikan dengan jenis
penyambungan yang dipakai seperti gambar berikut

2. Ambil salah satu ujung serat optik kemudian kupas pelindung serat optik (secondary
coating) tersebut dengan fiber stripper, panjang ujung serat optik yang dikupas kurang
lebih 4 cm.
3. Bersihkan ujung serat optik tersebut ( untuk menghilangkan primary coating ) dengan
tissue yang sudah dibasahi dengan alkohol 90%.
4. Potong ujung serat optik tersebut dengan fiber cutter/ fiber cleaver, periksa hasil
pemotongan dan serat optik dengan kaca pembesar.

Jika hasil pemotongan maupun pembersihan berhasil baik maka


proses penyambungan dapat dilaksanakan, namun bila hasil
potongan dan pembersihan tidak baik maka proses diatas diulangi. Laksanakan
pemotongan dan pembersihan pada ujung serat optik dari kabel pasangannya kemudian
sambungkan, jangan lupa untuk memasukkan selongsong
sambung pada salah satu serat sebelum penyambungan serat
kabel tersebut. Pemotongan dan pembersihan dilaksanakan satu
per satu setelah fiber sebelumnya disambungkan, perhatikan
kode warna dari masing-masing serat optik jangan sampai
tertukar.
5. Untuk fusion splicer yang berjalan otomatis bila hasil pemotongan baik maka tidak
muncul message error pada layar monitor.

Proses Penyambungan.
6. Setelah persiapan penyambungan dilaksanakan, lakukan set-up pada fusion splicing
machine :
 Nyalakan fusion splicing machine dengan memindahkan posisi switch on sampai lampu
pilot menyala
 Buka canopy sehingga lampu pilot padam, tarik kunci chuck sehingga kedua
mekanikan chuck terbuka

5
 Tempatkan kedua serat optik yang akan disambung pada V-groove dari setiap
mekanikal chuck dari splicing machine. ( Pada saat penempatan serat optik harus tepat
pada lekuk V-groove dan jangan menyentuh benda apapun ).
 Tutup mekanikal chuck secara perlahan sehingga serat tadi terjepit oleh mekanikal
chuck
7. Tutup canopy kemudian tekan tombol set sehingga fusion splicing melakukan aligmentnya
secara otomatis dan melaksanakan peleburan
8. Jika peleburan telah selesai buka canopy dan pindahkan fiber tersebut ke alat heater
kemudian geser splice protector tepat ditengah-tengah sambungan.
9. Periksa hasil penyambungan dengan melihat layar monitor

10. Bila penyambungan berhasil dengan baik maka periksa redaman yang terjadi pada
sambungan tersebut ( batas maksimal redaman 0,2 dB/splice ). Bila hasil redaman
melebihi batas, penyambungan dapat diulang kembali.

6
7