Anda di halaman 1dari 24

SPESIFIKASI TEKNIS PENGADAAN DAN PEMASANGAN

PIPA , ACCESSORIES DAN TANKI AFB


(An-AEROBIK FLUIDIZED BIOFILTER)
PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA AIR LIMBAH

1. UMUM

Pekerjaan yang akan dilakukan oleh penyedia barang/jasa adalah


mengadakan semua pipa dan accessories dan Tanki AFB (An-aerobik
Fluidized Biofilter) seperti yang ditentukan di dalam daftar kuantitas dan harga
termasuk jasa pengangkutan sampai di gudang yang ditentukan dalam
dokumen pengadaan ini (daftar kuantitas).

Pipa dan accesories yang didatangkan harus dilengkapi dengan perlengkapan


dan alat bantu lainya sesuai dengan standar pabrik yang berlaku.

Harga penawaran harus sudah termasuk potongan harga, ongkos angkut,


biaya pemeriksaan, pengawasan, pengetesan, keuntungan, pajak, dan seluruh
bea serta pajak-pajak serta pengeluaran lainnya. Identitas semua barang yang
ditawarkan harus tercantum dengan jelas dan lengkap.

2. PIPA DAN ACCESSORIES

2.1. Sebagian besar pipa accessories yang diadakan adalah pipa dan
accessories dengan standar SNI untuk air limbah domestik.

Seluruh pipa PVC yang diadakan harus memenuhi standar SNI untuk
mutu dan cara uji pipa PVC bagi saluran air limbah domestik yang berlaku,
sedangkan seluruh accessoriesn harus memenuhi standar SNI untuk
sambungan pipa PVC bagi saluran air limbah domestik. Untuk itu dalam
dokumen penawaran, peserta pelelangan harus melampirkan bukti berupa
foto copy sertifikat penggunaan standar SNI, baik untuk pipa maupun
accessories yang ditawarkan.

Jenis pipa PVC yang digunakan adalah pipa tipe ”AW” dengan tekanan
kerja < 8 kg/cm2 untuk diameter pipa ≤75 mm dengan accesories sistem
sambungan lem/Solvent Cement dan Standard ISO/DIS 4435 (PVC SDR
41) untuk diameter ≥ 100 mm dengan sambungan Rubber Ring semua
ukuran pipa yang terdapat dalam dokumen menunjukkan besarnya

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 1


diameter pipa (mm) yang akan digunakan pipa PVC diukur dengan
diameter luar, dimana detailnya terlihat pada tabel di bawah ini :

Nominal Intenal Diameter


Nominal Outsite Diameter (mm)
(mm)
75 85
100 110
150 160
200 200
250 250
300 315

Semua bahan yang diperlukan harus tepat guna pada iklim tropis dengan
suhu rata-rata 300 C dengan mengikuti standard ISO, JJS, DIN, DIS atau
yang setara. Pipa PVC diameter < 50 mm harus ada lem dan instruksi
cara pemakaiannya, untuk pipa PVC diameter > 75 mm harus dengan
dilengakapi dengan sambunga rubber ring atau coupling.

Bend/Tee dan Tee Y

a. Tebal dinding dari bend dan sejenisnya tidak boleh lebih kecil dari tebal
dinding bagian yang lurus dengan ben tersebut yang akan disambung.
Jari-jari bend adalah 5 S (jari-jari bend 2,5 x diameter)

b. Setiap bend dilengkapi dengan 2 socket, Tee/Tee”Y” akan dilengkapi


dengan 3 socket pada jalur pipa lurus dan selanjutnya pada cabang
pipa.

2.2. Dalam rangka kepentingan mutu/kualitas pipa dan accessories ini, apabila
dipandangbarang/jasa atau panitia pengadaan dapat melakukan
pemeriksaan dan pengujian di laboratorium milik pabrik dan/atau di
laboratorium yang ditunjuk oleh pengguna barang/jasa, baik pada saat
evaluasi penawaran ataupun pada saat pelaksanaan pekerjaan. Untuk itu
pabrik/pabrikan pipa harus memiliki laboratorium pengujian pipa dan
accessories yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 2


Seluruh biaya untuk keperluan pengujian ini dibebankan kepada penyedia
barang/jasa, sehingga penyedia barang/jasa harus memperhitungkan
biaya tersebut di dalam harga penawarannya.

Apabila hasil pengujian yang dilaksanakan pada tahap evaluasi


penawaran tidak memenuhi persyarata SNI dan/atau SK SNI tersebut
diatas, maka penawarannya dinyatakan tidak memenuhi syarat teknis.

Apabila hasil pengujian yang dilaksanakan pada tahap pelaksanaan


pekerjaan tdak memenuhi persyaratan SNI dan/atau SK SNI tersebut
diatas, maka penyedia barang/jasa harus mengganti barang tersebut. Bila
barang penggantinya tetap tidak memenuhi persyaratan, maka pihak
pengguna barang/jasa dapat melakukan pemutusan kontrak sebagaimana
ketentuan yang tercantum dalam syarat umum kontrak dan syarat khusus
kontrak.

2.3. Pada pipa PVC yang didatangkan harus tercantum cap pabril/trade mark,
nominal diameter, kode standar, dan identitas yang diminta oleh pengguna
barang/jasa.

2.4. Semua pipa PVC bertulang dan accessories yang didatangkan harus dapat
digunakan di daerah tropis dengan temperatur air yang mengalir antara (15 –
30) 0 C dan Ph antara (6 – 9).

2.5. Seluruh pipa PVC dan accessories yang diadakan harus dalam keadaan
baru dan baik sesuai dengan persyaratan spesifikasi teknis yang
ditetapkan dalam dokumen pengadaan. Untuk itu, peserta penawaran
harus melampirkan surat jaminan bahwa barang yang ditawarkan akan
dikirim dalam keadaan baru dan baik sesuai dengan spesifik teknis yang
ditetapkan, dan apabila ternyata terdapat barang yang tidak sesuai
dengan spesifikasi, akan diganti dengan resiko dan tanggung jawab
peserta.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 3


3. PENGADAN TANKI AFB (An-Aerobik Fluidized Biofilter)

3.1. Tanki AFB merupakan tanki pengolahan dengan sistem pengolahan An-
aerobik terdiri dari unit Inhoff Tank dan Unit Biofilter, yang dilengkapi
media yang bersifat fluidized (bergerak –mengambang) dengan
ketebalan media minimal 30 cm dan tanki settler (corrougated
filter/sarang tawon) serta dilengkapi dengan manhole

3.2. Bahan Tanki terbuat dari serat fiber (fiber) dengan ketebalan minimal 8
mm kuat menahan beban dan dijamin kekuatannya serta dibuat oleh
fabrican.

3.3. Tanki AFB dilengkapi dengan surat jaminan bahwa barang yang
ditawarkan akan dikirim dalam keadaan baru dan baik sesuai dengan
spesifik teknis yang ditetapkan, dan apabila ternyata terdapat barang
yang tidak sesuai dengan spesifikasi, akan diganti dengan resiko dan
tanggung jawab peserta serta dilengkapi surat garansi 1 tahun.

3.4. Pihak Penyedia barang/jasa harus menydiakan bakteri starter untuk


keperluan pembenihan (Seeding) dan Aklimatisasi (penyesuaian) pada
waktu dilakukan commisioning.

3.5. Pihak penyedia Tanki AFB harus menjamin bahwa effluent yang
dihasilkan dari Tanki AFB dapat memenuhi standard sesuai dengan
peraturan MenKLH untuk air buangan limbah domestik dengan
menunjukkan hasil test laboratorium.

4. KONSTRUKSI PEMASANGAN PIPA

4.1. Pemasangan Pipa Secara Umum

Spesifikasi peletakkan pipa akan diterapkan secara tegas dan pihak KSM
disarankan untuk memberikan perhatian khusus pada hamparan
pemasangan pipa dan pengujian pipa yang diperlukan. Pipa saluran tidak
ada yang boleh ditimbun sampai ada pengesahan secara tertulis dari
Tenaga Ahli dan yang mana akan diberitahukan setelah ada bukti uji coba
awal pelapisan dan/atau penyelimutan yang memuaskan. Kewenangan
ini tidak membebaskan pihak KSM dari tanggungjawabnya dalam

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 4


spesifikasi. Lobang-lobang percobaan selanjutnya akan ditentukan
secara acak oleh ahli rekayasa, untuk hyal-hal yang termasuk/tercantum
dalam faktur pembelian. Jika lobang-lobang pada percobaan
menunjukkan bahwa KSM belum menjalankan spesifikasi maka KSM
menanggung biaya konstruksi ulang menyangkut panjang pipa
pembuang air antar manhole (lubang got) hinga mencapai spesifikasi
yang ditentukan, termasuk penggalian tambahan dan pelapisan yang
dibutuhkan untuk mencapai pembentukan galian (galian pipa) yang kokoh
kedua, penggantian pipa saluran yang rusak, dan pengembalian
lagi/perbaikan permukaan-permukaan yang dispesifikasikan. Biaya untuk
membuat galian (lobang percobaan) juga akan menjadi tanggungan KSM
jika pekerjaan yang dikerjakan tidak dikerjakan/dikonstruksi sesuai
spesifikasi.

Pengaturan tingkatan dan penjajaran pipa saluran yang dibutuhkan,


dilaksanakan sesuai prosedur/tahapan yang disetujui oleh Tenaga Ahli
atau Pengawas Lapangan.

Toleransi yang diijinkan untuk perletakan dalam garis dan tingkatan untuk
pipa saluran jika tidak ditentukan adalah 6 mm dan 25 mm dalam garis
antar manhole atau titik akses. Juga dimana pipa saluran pembuangan
air kotor harus merupakan sebagai sebuah garis lurus diantara manhole,
tidak diterima jika tidak benar-benar lurus melewati tes uji akhir kecuali
sebuah cahaya dapat terlihat melalui panjang yang terkait.

Pipa-pipa diletakkan dan disambungkan sesuai dengan rekomendasi


yang relevan dari pabrikan. Jika pipa berjenis beton digunakan,
penyambungannya dilas dan diuji pada sambungan sesuai spesifikasi.
Bagian dalam dari pipa-pipa harus dalam keadaan bersih dan pipa-pipa
beserta pembungkusnya diperiksa tingkat kebisingannya sebelum
diletakkan; jika terjadi kerusakan apapun terhadap pembungkus pipa
harus diperbaiki.

Permukaan sambungan dan komponen sambungan harus dibersihkan


segera sebelum sambungan digunakan atau dipasang dengan hati-hati
untuk menghindari masuknya material luar atau benda asing ke dalam

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 5


pipa atau sambungan. Sambungan tipe karet ring hanya boleh digunakan
sesuai dengan cara pakai dari pabrikan. Celah bagian dalam antar pipa
tidak boleh lebih dari 6 mm (untuk nominal lobang bor 150 mm) hingga 20
mm (untuk nominal lobang bor 750 mm atau lebih). Hal ini dapat dicapai
dengan mengunakan removable metal feelers atau maksud yang
disetujui lainnya. Caulked spigot dan soket sambungan tidak boleh
digunakan.

Setelah disambungkan, ruas jalur pipa diuji awal seperti/sesuai dengan


yang ditentukan pada pasal 4.14.

Setelah uji awal, celah berbentuk ring/lingkaran yang nampak ditutup


dengan tanah liat yang telah dihaluskan, majun atau bahan halus lain
yang cocok untuk mencegah masuknya batuan dan lain-lain.

Tabel 4.1 Kriteria Lendutan


Kriteria Lendutan (%)
Setelah Sekurangnya Satu Bulan Rusak dan
dilakukan setelah Pembenahan Tidak untuk
Jenis
Penyelimutan. Kembali galian pipa. digunakan
Pipa
Range Diameter Ukuran maksimum pada kembali
vertical yang dataran apapun
diperbolehkan
uPVC 3
½
GRP 0–2 5
HDPE

Lendutan dianggap sebagai perbedaan yang maksimal antara diameter


terukur ditempatkan (in-situ) dengan ketetapan diameter tanpa lendutan
pada seluruh poros dibagi dengan diameter tanpa lendutan.

Untuk pipa dengan diameter 600 mm dan lebih, pengukuran bagian


dalam dari lendutan ditentukan pada arah vertikal dan arah horizontal
pada tiap sambungan, pada titik tengah tiap panjang pipa dan pada titik
lain yang diarahkan oleh Tenaga Ahli. Dimana panjang dari pipa saluran
antara manhole atau titik akses adalah sepanjang 100 meter, pengukuran
harus dilakukan secara bertahap terhadap penyelesaian penimbunan dan
akan ditentukan setelah pembenahan sementara dari galian pipa dengan
batasan-batasan wajar dari tiap titik akses.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 6


Untuk pipa saluran dengan diameter kurang dari 600 mm, lendutan harus
diperiksa dengan menarik sebuah kayu penyumbat berbentuk silindris
yang telah disetujui untuk menentukan lendutan diameter pipa minimum
yang diperbolehkan.

4.2. Hamparan Beton dan Selimut Beton

Apabila pipa diletakkan diatas hamparan beton atau selimut beton pada
awalnya dasar galian pipa akan dipasang kayu-kayu beton sebagai patok untuk
ukurannya. Untuk pipa-pipa dengan diameter dalam 300 mm atau semakin
kecil, ukuran dan ruang antar pasangan balok harus disetujui oleh Tenaga Ahli.
Untuk pipa-pipa dengan ukuran nominal lebih besar, hamparan balok beton
harus beton dengan K-255 atau precast dan ketebalannya tidak kurang dari
450 mm dengan lebar 450 cm sesuai rencana. Untuk pipa-pipa dengan
diameter nominal kurang dari 600 mm dan dengan panjang kurang dari 2,5 m
dapat digunakan satu balok per pipa. Untuk pipa yang lebih panjang dan
dengan diameter nominal 600 mm atau lebih, digunakan dua balok per pipa.
Tiap pasangan balok beton precast untuk pipa-pipa dengan diameter nominal
kurang lebih besear dari 300 mm, pihak KSM menyediakan potongan-potongan
kayu dengan ukuran dan kekuatan yang memadai. Potongan-potongan kayu
disatukan dan diletakkan diantara balok beton dan pipa hingga pipa berada
pada ketinggian yang benar/sesuai. Balok dan kayu sebaiknya diselimuti oleh
hamparan beton atau selimutpelapis. Biaya untuk balok, potongan kayu dan
benda-benda lain yang berkaitan dimasukkan/disertakan ke dalam biaya
penawaran KSM untuk hamparan beton atau selimut/beton.

Beton untuk hamparan atau lapisan selimut diletakkan pada kedalaman yang
diinginkan dan dilakukan dalam satu kali pengerjaan, dilakukan secara
seragam pada kedua sisi pipa dengan memastikan tidak ada kekosongan
dibawah pipa. Pada setiap persimpangan pipa/sambungan, diselingi/diberi
pengisi yang lentur untuk kelenturan gerak pada setiap sambungan pipa.

4.3. Timbunan Dari Butiran Terpilih dan Hamparan Beton

Pipa saluran yang diletakkan ditimbun oleh bahan-bahan material pilihan


sebagai pelindung pipa. Bahan pilihan tersebut ditempatkan dan dipadatkan
pada galian sebagai pelindung, dalam lapisan-lapisan tidak melebihi 150 mm

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 7


sebelum dipadatkan, cara menimbunnya dilakukan penarikan per bagian
secara bersamaan. Yang selanjutnya timbunan material harus mencapai
ketebalan minimum 300 mm diatas level atas pipa.

4.4. Pembersihan dan pengawasan terhadap pipa saluran

Selama dan setelah pengerjaan konstruksi, KSM menyiapkan peralatan-


peralatan, termasuk penggunaan penyumbat ditempat yang sesuai/diperlukan,
untuk mencegah masuknya benda-benda yang masuk ke dalam pipa.

Setelah penimbunan galian pipa pipa dan manhole selesai, bagian dalam dari
pipa harus bersih dari lumpur atau benda-benda yang dapat menyumbat aliran
untuk itu agar Tenaga Ahli dapat melakukan pemeriksaan sebagai berikut :

Pipa saluran dengan diameter dalam 600 mm atau kurang dibersihkan dengan
cara melewatkan alat pembersih seperti sumbat sekaligus untuk menunjukkan
bahwa pipa bebas dari hambatan (partikel-partikel yang dapat menyumbat).
Alat pembersih seperti sumbat tersebut dapat berbentuk kerucut atau silinder
dengan diameter 25 mm atau lebih kecil dari diameter bagian dalam pipa.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa KSM telah gagal dalam


memeriksa kotoran atau materi-materi yang dapat menyumbat pipa maka KSM
harus membersihkan kembali pipa-pipa saluran tersebut dan memastikan
bahwa pipa bebas dari materi-materi penyumbat, semua biaya pengerjaannya
ditanggung oleh pihak KSM.

4.5. Pipa yang Menonjol Dari Struktur

Pipa lentur yang dipasang hingga menjadi satu rangkaian terpasang,


sambunggan antara pipanya harus menggunakan sambungan lentur yang
kedap air atau cincin neoprene, sambungan tersebut disiapkan atau disediakan
oleh pabrik pipa KSM.

Dengan pengecualian pipa-pipa HDPE, semua pipa yang lentur dan kaku yang
menonjol dari struktur pada atau dibawah permukaan tanah diberi dua
sambungan yang lentur diletakkan berdekatan dengan struktur dengan tujuan
memberikan panjang pipa yang jelas, pihak KSM diingatkan akan pentingnya
sambungan-sambungan ini. Dalam hal ini pihak KSM harus berhati-hati untuk
mencegah adanya gangguan oleh beton asing terhadap kelenturannya,

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 8


penimbunan yang tidak sesuai dll. Dimensi kedua sambungan lentur dari
struktur ditunjukkan pada gambar.

Pipa-pipa pendek dengan panjang sesuai untuk dibangun ke dalam struktur


dan untuk kejelasan panjang pipa dimasukkan ke dalam kontrak persediaan
pipa disediakan oleh KSM.

Selama proses pemasangan dapat terjadi kekosongan dibawah pipa yang


menonjol dari struktur pada atau dibawah permukaan tanah. Dalam keadaan
seperti ini, pihak KSM harus memastikan kekosongan tadi terbebas dari benda-
benda asing dan tidak terpadatkan kemudian diisi dengan betonan K-175 untuk
membentuk cradle (ayunan) dibawah pipa yang menonjol. Hal ini untuk
mencegah terjadinya penimbunan dan pergerakan akibat beban permukaan
serta kemungkinan keretakan terhadap pipa. Cradle beton ini tidak boleh
melewati sambungan lentur pertama. Jika terjadi kekosongan hingga
sambungan lentur pertama, formasi pipa saluran yang berada pada
sambungan lentur pertama harus diperbaiki dengan materi terpadatkan yang
sesuai. Biaya untuk mengisi kekosongan-kekosongan disertakan dalam
penawaran KSM untuk pamasangan.

4.6. Pengujian Pipa Saluran

Pengujian pipa-pipa saluran harus dilakukan dengan adanya kehadiran Tenaga


Ahli. Pihak KSM harus menyediakan peralatan yang lengkap dan penunjang,
balok-balok, dll., memungkinkan perlu juga uji pipa saluran terhadap tekanan
tertentu. Masing-masing satu set untuk perlengkapan uji udara dan air
disediakan untuk kebutuhan pihak KSM berdasarkan kontrak persediaan pipa.
Jika pihak KSM memerlukan perlengkapan uji tambahan, maka pihak KSM
menanggung sendiri biayanya.

ika ada pengujian yang gagal maka pihak KSM dengan biayanya sendiri harus
mengganti pipa-pipa yang cacat atau memperbaiki sambungan-sambungan
yang bocor, jika tidak mengulang pekerjaan yang belum sempurna,
pembersihan, pemeriksaan dan pengujian diulang kembali.

Pipa-pipa saluran non-tekanan dengan diameter 600 mm dan diameter dalam


lebih kecil harus diberi pengujian awal sebelum penimbunan.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 9


Jika diminta oleh Tenaga Ahli, tes akhir sebagai tambahan dilakukan setelah
penimbunan, pembersihan dan pemeriksaan.

Untuk uji awal, udara dipompakan kedalam pipa saluran dengan tekanan 100
mm berkolom air dan tekanan tidak boleh kurang dari 75 mm selama selang
waktu 5 menit.

Untuk uji akhir terhadap pipa saluran yang sedang diuji diisi dengan air hingga
1.25 m diatas titik tertingginya. Setelah berlangsung selama 30 menit air akan
dinaikkan jika perlu, dan pada 60 menit berikutnya kehilangan air tidak boleh
melebihi 25 liter per diameter per 100 m panjang pipa saluran.

Uji awal dan akhir biasanya tidak dilakukan terhadap pipa saluran dengan
diameter dalam 600 mm lebih, pengecualian untuk pipa-pipa saluran ini dinilai
dari pemeriksaan secara visual terhadap pipa-pipa dan sambungan-
sambungan.

Setelah dilakukan penimbunan dan mengembalikan keadaan tanah ke kondisi


semula, semua pipa saluran diperiksa terhadap infiltrasi. Pipa saluran, termsuk
manhole, dianggap telah sempurna jika infiltrasinya dan juga infiltrasi dari
manhole, dalam 30 menit tidak melebihi 0.5 liter per meter linear per meter
diameter nominal.

4.7. Penyimpanan dan Penangan Pipa

Kehati-hatian diperlukan untuk mencegah terjadinya distorsi (kerusakan)


terhadap pipa selama disimpan. Pipa-pipa dengan diameter 300 mm dan lebih
kecil ditumpuk pada permukaan yang rata, ditumpuk untuk mencegah
terjadinya pergerakan, atau ditumpuk pada rak yang memadai. Pada tumpukan
paling bawah tidak boleh ada lebih dari dua lapisan dan soket-soketnya berada
pada bagian ujung tidak ada penekanan terhadap soket. Tahanan kayu
ditempatkan dengan jarak tidak lebih dari 1 meter dan harus cukup lebar untuk
mencegah terjadinya penyok pada dinding pipa. Ujung-ujung yang lancip
(bahan besi) harus dihindari.

Penumpukkan pipa-pipa yang lebih besar harus disesuaikan secara ketat


dengan aturan dari pabrikan.

Perlakuan yang sama diterapkan pada pemindahan pipa.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 10


Pipa-pipa yang melengkung atau terdistorsi tidak digunakan.

Hanya dengan tali silang yang telah disetujui yang boleh digunakan untuk
mengangkat pipa-pipa, penggunaan kait, rantai dan tali kawat sebagai
pengangkat gendongan tidak diijinkan kecuali untuk pipa-pipa beton dan tanah
liat.

Menurunkan pipa dengan cara digelinding pada sebuah kayu tidak diijinkan.
Pipa-pipa dilemparkan dari kendaraan atau kedalam galian pipa tidak boleh
dilakukan.

4.8. Pemotongan pipa

Pemotongan pipa-pipa harus dilakukan sesuai dengan spesifikasi/anjuran dari


pabrikan menggunakan perlengkapan khusus yang disediakan oleh penyedia
pipa bagi pengerjaan pipa oleh KSM. Semua ujung hasil pemotongan pipa
harus rapi, pengerjaannya sisesuaikan dengan petunjuk pabrikan pipa dan
menggunakan materi-materi yang disediakan oleh pabrikan pipa sebelum
dilakukan penyambungan pipa.

Ketika membuat lubang pada pipa untuk membuat dudukan, bagian ujung dari
lubang harus rapi dengan penilaian dari Tenaga Ahli sebelum dibuat dudukan.
Tidak boleh ada dudukan yang dibuat pada pipa sebelum ada persetujuan
secara tertulis dari Tenaga Ahli.

Penyambungan dari pipa-pipa potongan dilakukan sesuai dengan petunjuk dari


pabrikan pipa.

4.9. Saluran Buangan Eksisting

Beberapa gang dan jalan memiliki saluran pembuangan seadanya yang


mengalir menuju saluran drainase terbuka yang terdekat. Hal ini tidak sesuai
aturan karena ada batasan-batasan mengenai konstruksi aliran bawah, pihak
KSM harus mempertahankan debit selama konstruksi, dengan pemompaan
aliran bawah dari ujung saluran buangan yang baru, atau dengan metoda lain
yang disetujui.

Konstruksi jalur saluran pembuangan yang baru disesuaikan dengan aturan


sehingga tidak mengganggu, aliran/debit dari saluran pembuangan eksisting
dipotong oleh saluran yang baru, dengan ketentuan dari sambungan yang

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 11


benar melalui ruang pemeriksaan atau storm overflows. Jalur saluran air
buangan yang bentrok dengan saluran buangan yang baru dihilangkan dengan
biaya yang ditanggung oleh pihak KSM. Aliran pada saluran buangan eksisting
diperhatikan sepanjang waktu.

4.10. Sambungan pada konstruksi berikutnya

Pipa potongan dibuat menjadi manhole sebagai sambungan bagi saluran


pembuangan yang akan dating sesuai dengan yang ditunjukkan pada gambar
atau sesuai instruksi dari Tenaga Ahli. Pipa yang akan dibuat menjadi manhole
harus sesuai dengan spesifikasi yang tertera pada pasal 4.13.

Ujung pipa yang menonjol dari manhole harus ditutup dengan penutup yang
disepakati atau ditutup dengan penutup yang terbuat dari pipa off-cut dengan
panjang 300 mm yang diisi dengan beton dan disambungkan dengan pipa.
Penutup akan disediakan untuk pipa dengan diameter tertentu termasuk 300
mm. Pipa-pipa dengan diameter lebih besar memerlukan penggunaan pipa-
pipa off-cut.

4.11. Belokan

Saluran pembuang dengan diameter hingga dan termasuk 500 mm diletakkan


lurus diantara manhole dengan segala perubahan arah dari manhole.

Seluruh belokan diselimuti oleh beton dengan papan fiber pada setiap soket
untuk memberikan kelenturan seperti dijelaskan pada gambar. Beton
mencakup sisi dari galian pipa pada bagian luar dari belokan.

4.12. Pipa-pipa Saluran Pembuang Dari Besi

Pihak KSM menyediakan beberapa pipa saluran pembuang dari besi yang
ukurannya pendek untuk digunakan pada keadaan khusus. Secara
umum/biasanya jenis BS 534 dan tipe dan kelas yang sesuai untuk jangka
waktu yang diperlukan. Untuk pelapis bagian dalam dan luar harus sesuai
untuk pipa sluran pembuang dan disetujui oleh Tenaga Ahli. Sebagai alternatif,
pipa besi jenis ES 4772 dapat digunakan.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 12


5. PEMASANGAN AFB

5.1 Tanki AFB harus diletakkan dalam tanah yang keras dan stabil, dasar
tanah harus di Cor dengan beton/beton rabat dengan tebal 10 cm, dan
sekeliling tanki diselimuti dengan urugan pasir setebal minimal 20 cm dan
selanjutnya urugan tanah terpilih (bersih dari kerikil/batuan) setebal
minimal 50 cm.

5.2 Untuh peletakan Tanki AFB di lingkungan air tanah tinggi, segera setelah
diletakkan dan di setting segera di isi air setengah dari kedalaman tanki.

5.3 Pastikan Perlengkapan media harus telah di pasang, sebelum tanki terisi
air dan instalasi AFB di jalankan.

5.4 Selanjutnya pada saat di lakukan commisioning Tanki AFB, harus


dilakukan Seeding (pembenihan) dan Aklimatisasi (penyesuaian) dengan
bakteri yang disesuaikan dengan karakteristik air limah domestik.

6. PERBAIKAN KEMBALI LAHAN YANG TERKENA JALUR PEMASANGAN


PIPA

6.1. Perbaikan lahan yang belum diperkeras

Secara umum perbaikan lahan terbuka yang belum diperkeras atau


dipadatkan sebaiknya kondisi tanah dibuat tidak lebih buruk daripada kondisi
sebelum lahan tersebut digunakan atau diganggu kondisinya.

Di daerah sawah saluran air harus diperbaiki atau dibuat hingga mencapai
kedalaman 1.0 m di bawah permukaan tanah, dengan material yang berasal
dari kedalaman 1 meter tersebut atau material dari tempat lain yang lebih baik.

Pada daerah lahan siap garap, berumput, dan sejenisnya ketinggian tanah
urug yang dipadatkan sebaiknya ditunggu hingga mantap atau stabil, kemudian
baru diberi tanah lapisan atas (topsoil). Pemborong hendaknya menyediakan
tambahan tanah lapisan atas dengan mutu sebanding seandainya terjadi
kekurangan.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 13


6.2. Material Sub-dasar Granular.

Material Granular Sub-dasar sebaiknya merupakan Tipe 1 atau Tipe 2 seperti


pada Tabel 5.1. Material sebaiknya berupa batu pecah,batu pecah mesin utk
beton, pasir alam atau kerikil (pasir alam dan kerikil harus sesuai dengan
material Tipe 2). Material sebaiknya digradasi dengan baik dan berada dalam
batas gradasi sebagai berikut:

Tabel 6.1. Komposisi Butiran Tipe 1 dan Tipe 2.


Persentase massa yang Persentase massa yang
Saringan Uji BS410
lolos Tipe 1 lolos Tipe 2
75 mm 100 100
37,5 mm 85-100 85-100
10 mm 40-70 45-100
5 mm 25-45 25-85
600 mikron 8-22 8-45
75 mikron 0-10 0-10

Ukuran butiran hendaknya ditentukan dengan Uji 7A dari standar BS 1377.


Material yang lolos saringan BS 425 mikron saat diuji berdasarkan BS 1377
hendaknya non-plastis untuk Tipe 1, dan memiliki Indeks Plastisitas kurang dari
6 untuk Tipe 2.

6.3. Inti perkerasan.

Inti perkerasan hendaknya terdiri atas batu belah. Dimana batu harus bebas
dari lempung, debu, dan bahan-bahan berbahaya lainnya, dan sebaiknya tak
mengandung pecahan yang melebihi 150 mm atau kurang dari 60 mm.

6.4. Lapisan Macadam.

Lapisan Macadam untuk jalan dan permukaan dengan perkerasan lainnya


hendaknya memenuhi standar BS 4987 atau standar Bina Marga.

Pengikat harus lapisan aspal (cut back) atau berupa bitumen petroleum sesuai
BS 3680.

Material yang digunakan harus sesuai dengan yang terdaftar pada BS 4987.

Lapisan dasar untuk jalan harus berukuran nominal 40 mm tekstur terbuka


sesuai Pasal 2.2.1. BS 4987.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 14


Lapisan penutup untuk jalan hendaknya berukuran nominal 10 mm padat
sesuai pasal 2.3.5. BS 4987.

Penutupan hendaknya sesuai pasal 2.3.7. BS 4987.

6.5. Penyiapan Pembuatan Jalan, dan Perbaikan Sementara.

Setelah penggalian dan pengurugan selesai, pembuatan dan pembentukan


jalan sebaiknya sesuai dengan kontur dan pemadatannya sesuai dengan yang
disyaratkan.

Jika ada daerah yang masih lunak atau gembur terjadi selama pemadatan,
harus dilakukan penggalian hingga kedalaman yang ditetapkan oleh Tenaga
Ahli, pengisian kembali dengan material butiran yg sesuai setelah mendapat
izin, kemudian dilakukan perataan, dan pemadatan kembali sebelum lapisan
sub-dasar dikerjakan.

6.6. Lapisan Sub base jalan, selama Perbaikan Sementara.

Setelah persiapan pembuatan jalan, harus dilakukan 2 kali penyemprotan


dengan emulsi bitumen untuk jalan sesuai standar Bina Marga atau BS 434,
Bagian 1:1973, yang mengandung tidak kurang dari 53% bitumen primer
dengan kadar 0,55 m2/liter tiap penyemprotan, dan dilapisi secara merata
dengan material butiran sub base Tipe 1 atau Tipe 2 yang telah disetujui, dan
dipadatkan hingga ketebalan minimum 250 mm dalam 2 lapisan ,yang mana
pemadatannya dilakukan masing-masing setiap ketebalan 125 mm.

6.7. Inti Perkerasan untuk Pekerjaan Perbaikan Pondasi Jalan.

Inti perkerasan sesuai Pasal 5.03 hendaknya dipasang pada sub-dasar,


ditutupi dengan batu pecahan dan dipadatkan hingga ketebalan minimum 200
mm.

6.8. Lapisan Dasar Macadam Bitumen pada Perbaikan Sementara.

Lapisan dasar macadam bitumen hendaknya ditebarkan merata pada pondasi,


dan dipasang dan digiling sesuai dengan BS 1621:1961. Ketebalan
terpadatkan minimum hendaknya 60 mm. Permukaan hendaknya ditutupi oleh
grit mengandung bitumen dengan ukuran nominal tidak melebihi 5 mm dengan
kadar 82,5 m2 tiap tonne.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 15


6.9. Perbaikan Jalan Permanen.

KSM akan bertanggung jawab terhadap pemeliharaan perbaikan sementara


hingga pekerjaan tersebut diperbaiki secara permanen. Semua pekerjaan
harus disetujui oleh Kotamadya Bandung baik untuk perbaikan sementara
maupun permanen. KSM dalam biayanya harus memasukkan semua
pekerjaan dalam rangka memenuhi peraturan Kotamadya dan biaya yang
harus dibayarkan untuk pengawasan Kotamadya.

6.10. Perbaikan Kerbs.

Kerbs harus diletakkan sesuai pada tempat sebelum dibongkar dan bagian
bawah diratakan diberi semen mortar atau adukan beton setebal 150 mm yang
sebaiknya dipasang sebelum sub base yang disetujui dipasang. Kerbs
sebaiknya didukung oleh beton setebal 150 mm.

6.11. Pembersihan dan Pernyiapan Permukaan Lapisan Dasar pada Perbaikan


Jalan Permanen.

Segera sebelum pelaksanaan lapisan penutup atau lapisan aus jalan,


permukaan jalan pada bagian dasar dibersihkan dari semua lempung dan
benda-benda asing, jika terjadi penurunan harus segera diperbaiki hingga
mencapai ketinggian yang sesuai dan dengan material lapisan dasar yang
benar-benar padat. Permukaan dilapisi dengan lapisan resap pelekat dari
emulsi bitumen yang dipasang dengan kadar 2,5 m 2/liter. Pada saat pekerjaan
ini berlangsung semua lalu lintas dialihkan untuk menghindari adanya
gangguan pekerjaan ini ,hingga lapisan penutup konstruksi jalan terpasang.

6.12. Pengupasan atau sepanjang Tepi Saluran dan sekitar Manhole pada Perbaikan
Permanen Jalan.

Segera sebelum dilakukan pengupasan lapisan penutup jalan , tepi saluran


yang berbatasan dengan jalan harus dikupas atau digali mengikuti garis
permukaan jalan dan harus diusahakan tidak mengenai tepi saluran.
Pengupasan lapisan penutup tersebut lebar minimum 150 mm sepanjang
saluran dan di sekitar galian manhole, dengan kedalaman 40 mm. Semua
ceceran material hasil kupasan harus dibersihkan dan dipindahkan ke bagian
lahan lain untuk digunakan sebagai material sub-base. Galian hasil kupasan
hendaknya dipadatkan dan dilapisi oleh emulsi bitumen dengan kadar 2,5
Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 16
m2/liter dimana pejerjaan ini dilaksanakan bersamaan dengan penyiapan
lapisan pondasi atas (base coarse surface).

6.13. Lapisan Penutup Macadam Bitumen.

Lapisan penutup macadam bitumen hendaknya dihamparkan merata pada


lapisan dasar dan dipasang dan dipadatkan sesuai dengan standar Bina Marga
atau BS 1621:1961 dengan ketebalan terpadatkan minimum 40 mm.

6.14. Lapisan Pengisi pada Perbaikan Permanen Jalan.

Lapisan penutup baru pemadatannya harus dilakukan lapis demi lapis dengan
ketebalan nominal tak melebihi 5 mm dengan ukuran 82,5 m 2 tiap ton.

6.15. Perbaikan Trotoir.

Setelah penggalian atau pengurugan diselesaikan lengkap seperti ditentukan,


pekerjaan trotoir harus rapih dan dilaksanakan pada permukaan yang datar
dan pemadatannya harus seragam.

Bila ada bagian yang lunak atau gembur selama pemadatan untuk lapisan
dasar trotoir, harus dilakukan penggalian, pengisian kembali dengan material
butiran sub-base Tipe 2, kemudian diratakan, dan dipadatkan kembali.

Susunan lapisan trotoir hendaknya ditutupi secara merata dengan lapisan pasir
dengan ketebalan minimum 75 mm.

Pekerjaan plat beton untuk permukaan trotoir harus dipasang diatas lapisan
pasir sesuai dengan cara pemasangan batu dan disambung menggunakan
mortar semen.

Permukaan trotoir beton, kecuali yang akan diperbaharui oleh sektor proyek
lainnya, hendaknya dipasang pada lapisan pasir dengan ketebalan tidak
kurang dari 100 mm hingga menutupi seluruh lebar trotoir sesuai batas pagar
properti atau saluran drainase. Beton hendaknya memenuhi mutu yang
ditetapkan atau standar PBI.

Mortar untuk sambungan pekerjaan batu hendaknya diukur dengan


perbandingan satu bagian semen tiga bagian pasir seperti ditetapkan dalam
Tabel 1, atau standar SNI.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 17


Mortar semen hendaknya diaduk dalam jumlah kecil atau tidak banyak untuk
mencukupi pekerjaan selama 30 menit dan hendaknya tidak dicampur kembali
atau digunakan kembali setelah menempel atau mengeras, mortar yang telah
menempel atau mengeras harus dibuang atau disingkirkan dari lokasi
pekerjaan.

Bahan-bahan harus diukur sesuai takarannya menggunakan kotak ukur dan


sebaiknya dituangkan dan diaduk sempurna pada permukaan kayu.

Untuk saluran air kotor utama yang dilaksanakan pada gang, gang harus
diperbaiki menggunakan beton mengikuti standar ketebalan minimum 100 mm,
menutupi seluruh lebar gang yang telah ditentukan di atas. Hal ini dilaksanakan
untuk kepentingan pemeliharaan dan akses, bahkan bila kondisi permukaan
semula lebih rendah daripada beton yang direncanakan maka harus diperbaiki
dengan mutu yang lebih baik. Bila kondisi permukaan semula lebih baik
daripada beton, maka gang tersebut hendaknya diperbaiki sesuai kondisinya
atau lebih baik lagi.

Catatan: untuk trotoir yang tak diperkeras, perbaikan saluran dan pengurugan
menggunakan material granular terpilih hendaknya menjadikan kondisi trotoir
tidak lebih buruk daripada kondisi semula.

Perbaikan Saluran Air Kotor Utama di Gang (Pasal 5.15)

Permukaan setebal 100 mm dari beton (tak bertulang) dimiringkan dengan


kelandaian 2½%

Dinding pagar properti

Saluran drainase di kedua sisi gang yang harus disediakan bila belum ada,
lebar min. m 300 mm, kedalaman min. m 300 mm.

Lapisan pasir setebal min. 75 mm

Garis saluran Urugan dipadatkan. Titik-titik tunak dihilangkan dan diisi dengan
material sub-dasar granular Tipe 2

7. MACAM-MACAM PERLENGKAPAN PERPIPAAN

7.1. Penutup Dan Bingkai Manhole Dari Besi Tuang

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 18


Penutup dan bingkai manhole dari besi tuang harus dipesan dari pabrikan
yang sudah memiliki reputasi yang baik. Rincian dari penutup dan bingkai
diajukan terlebih dahulu kepada Tenaga Ahli sebelum dipesan. Harus
berdasarkan satandar yang berlaku.

Ukuran tutup manhole beserta logonya dapat dilihat pada gambar rencana.

Penutup dan bingkai harus dibuat dari bahan besi tung abu-abu sesuai
dengan standar internasional.

Tutup manhole harus mampu memikul beban berat yang mampu


membawa beban 10 ton dengan kepadatan tinggi, kecepatan tinggi,
kemacetan lalu lintas. Penutup lubang kunci dirancang dirancang
sedemikian rupa untuk menghidari rotasi/putaran yang berbahaya/salah
akibat kunci yang terangkat. Lubang kunci dilindungi dengan diberi sumbat
yang terbuat dari plastic atau dari bahan lainnya untuk mencegah
masuknya kotoran ke dalam lubang kunci. Setidaknya harus ada dua
lubang kunci dan melonggarkan penutup sebelum diangkat.

Tutup manhole dan bingkai juga termasuk didalamnya rancangan non-


rocking yang permanent baik dengan suspensi segitiga atau dengan
menggerakkan permukaan atap horizontal dan vertikal agar ruang antara
penutup dan bingkai maksimal tidak melebihi 0.3 mm pada setiap titik.
Ketika muka mesin tidak digunakan, jarak maksimal antara penutup dan
bingkai tidak boleh melebihi 0.3 mm. Penutup dan bingkai harus kedap
udara dan kedap air ketika dilolesi pelumas tipis pada permukaan langit-
langit, atau ditutup/dilumasi dengan bahan lainnya.

Tutup manhole dan bingkai dipasang sesuai dengan petunjuk dari


pabrikan. Untuk pekerjaan ini digunakan tipe beban berat digunakan pada
jalan-jalan arteri.

Bingkai penutup manhole dihamparkan diatas semen yang dipangkalkan


diatas dasar dan sisi-sisi. Pengerjaannya bata ditunjukkan pada gambar
dan disesuaikan agar bingkai dapat ditaruh/dipasang pada tingkatan dan
inklinasi yang diperlukan.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 19


Permukaan bagian dalam dari penutup dan bingkai yang terkena gas
saluran pembuang dicat dengan menggunakan dua lapisan cat pitch epoxy
(sebagai coating anti karat).

Permukaan penutup dan bingkai yang saling bertemu dibersihkan dan


dilapisi pelumas setelah seluruh aktifitas konstruksi telah diselesaikan.

Pasangan kunci-kunci pengungkit yang tercantum pada faktur diserahkan


kepada pihak Tenaga Ahlisebelum KSM memberitahukan bahwa pekerjaan
telah selesai.

7.2. Pengerjaan Balok Untuk Hamparan Bingkai Manhole

pengerjaan balok untuk menciptakan bingkai penutup manhole dari besi


tuang hingga selesai pada 200 x 100 x 75 mm balok beton yang dibuat dari
beton K-125 dengan jumlah nominal ukuran 10 mm. Dihamparkan dalam
1 : 3 semen dan pasir.

7.3. Pemasangan Baut Dll

Pemasangan/pemakaian baut, mur dan ring harus terbuat dari stainless


steel (besi anti karat) Kelas 316S16 hingga BS 970 : Bagian 4. Bautnya
boleh baut hasil pemuaian, atau baut yang diikat oleh resin. Pihak KSM
harus memberitahukan tipe rancanganm yang ingin dia gunakan, termasuk
literatur dari pabrikan, untuk disetujui oleh Tenaga Ahli. Tenaga Ahli dapat
melakukan pengujian untuk memastikan kelayakannya.

7.4. Saluran-saluran Manhole

Saluran berbentuk setengah lingkaran untuk membuat fondasi/dasar


manhole untuk memberikan pembalikan yang halus pada saluran
pembuang, harus disiapkan bersamaan dengan pipa dengan diameter
sampai dengan 200 mm. Untuk diameter lebih besar dari 200 mm, saluran
berbentuk setengan lingkaran dapat digunakan oleh KSM..

Perencanaan seperti yang ditunjukkan pada gambar. Saluran-saluran ini


harus terdiri dari bahan/materi yang sama dengan pipa saluran dan sesuai
dengan spesifikasi pipa. Jika KSM tidak dapat menyediakan saluran
dengan bahan/materi yang sama dengan pipa, KSM boleh mengusulkan
penggunaan bahan lain yang cocok dengan persetujuan Tenaga Ahli.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 20


Saluran-saluran dapat dilakuakan dengan memotong pipa-pipa secara
memanjang yang dibeli dari pabrikan pipa tetapi dalam kasus ini metoda
penutupan dari ujung potongan harus disetujui oleh pihak Tenaga Ahli.

7.5. Pos-pos Indikator

Pos-pos indikator mungkin diperlukan dimana saluran pembuang tidak


berada di jalan-jalan umum dan dipasang pada tempat-tempat yang
sebelumnya disetujui oleh Tenaga Ahli. Pos-pos indikator dibuat dari beton,
berbentuk segitiga dengan ukuran sisi-sisinya 250 mm x 150 mm x 150 cm
tetapi bundar pada sudut-sudutnya dengan radius 10 mm.

Pos-pos diberi tulangan dengan menggunakan batang besi ringan Dia 10


mm sebanyak 3 buah dan dan ditandai dengan huruf sebagaimana
digambarkan pada sketsa SFY/OS/2/1 yang disertakan dengan dokumen
ini. Pos-pos dibuat dengan panjang 1500 mm dan kedalaman 750 mm
diselimuti oleh beton K-175 setebal 150 mm.

7.6. Saluran Overfows

Ruang Saluran Overfows dibuat pada pipa-pipa eksisting, pipa penyalur


dan saluran-saluran dalm berbagai bentuk dan ukuran. Hanya untuk
dimensi dan tingkatan maksimal eksisting. Kecepatan untuk storm overflow
sudah termasuk untuk menangani aliran eksisting, pemindahan,
pemasangan seluruh pipa eksisting, pipa penyalur dan saluran-saluran
serta membuat fondasi yang baik dengan beton jika diperlukan. Pada
sistem yang digabungkan, dinding pemantul saluran pembuang terbuka
(brand gangs) mungkin diperlukan dan tambahan pengerjaan yang tidak
tercantum pada gambar akan dibayar. Perubahan kecil tidak dianggap
sebagai pengerjaan tambahan.

7.7. Saringan untuk storm overflow

Saringan untuk storm overflow dibuat sesuai dengan dimensi yang tertera
pada gambar. Saringan untuk tiap storm overflow dibuat bagian yang
sama, disatukan dengan baut ditengah-tengah. Saringan dibuat dengan
plastic kaca bertulang (GRP) atau besi ringan yang dilas dan dilapisi
dengan jarak 90 mm diantara muka bagian luar dari batang.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 21


Saringan GRP dibuat dengan menggunakan proses pultrusion oleh
pabrikan yang disetujui. Semua komponen disediakan dengan permukaan
luar yang terlapisi oleh 0.5 mm lapisan permukaan veil bertulang yang
mengandung 90 % berat resin. Sambungan dari batang ke bingkai
menggunakan akrilik bertulang yang diperkuat oleh nilon atau GRP jika
diangap perlu. Batang berbentuk segitiga pada bagian bawah.

Saringan yang terbuat dari besi ringan dilas dan dilapisi dengan dua
pelapis resin pitch epoxy yang disepakati untuk memberikan ketebalan
akhir tidak kurang dari 0.3 mm.

Semua pengerjaan untuk dinding harus dari bahan stainless steel (besi anti
karat) sesuai spesifikasi.

7.8. Rantai pengaman

Rantai pengaman adalah tali polypropylene sepanjang 50 mm dengan


mata sambungan seputar tudung nilon pada tiap ujungnya. Setelah selesai
dipasang, dia mampu menahan benturan sebesar 1950 N m/s tanpa
kerusakan. Pemasangan disesuaikan dengan dimensi yang diberikan pada
gambar. Penggunaan stainless steel dengan kelas 316S16 dari BS 970 :
bagian 4.

7.9. Tangga plastik bertulang kaca

Tangga plastik bertulang kaca (GRP) dibuat menggunakan proses


pultrusion oleh pabrikan tangga yang disetujui. Semua komponen
disediakan dengan permukaan luar yang terlapisi oleh 0.5 mm lapisan
permukaan veil bertulang yang mengandung 90 % berat resin. Sambungan
dari balok ke anak tangga menggunakan akrilik bertulang yang diperkuat
oleh nilon atau GRP jika diangap perlu. Balok berbentuk persegi panjang
pada bagian bawah atau bagian saluran, terpisah dengan jarak 400 mm
dan anak tangga dibentuk bundar di bagian dasar pada 300 mm bagian
tengah. Tangga dipasang pada dinding dan lantai dengan menggunakan
stainless steel merujuk pasal 7.3.

7.10. Susuran Tangga Plastic Bertulang Kaca

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 22


Susuran tangga plastic bertulang kaca (GRP) dibuat dengan proses
pultrusion dan digunakan sistem propierity. Semua komponen disediakan
dengan permukaan luar yang terlapisi oleh 0.5 mm lapisan permukaan veil
bertulang yang mengandung 90 % berat resin. Sambungan dari susuran ke
tiang penyangga disambungkan dengan komponen GRP tertentu dengan
akrilik adhesif yang diperkuat.

Susuran tangga yang digunakan adalah tipe susuran ganda dan kedua
susuran memiliki dimensi luar minimum 40 mm.

Tiang penyangga diberi jarak untuk mengakomodasi beban horizontal


sebesar 740 Newton per meter linear pada bagian atas susuran tanpa ada
pemantulan.

(i.e. greater then span/100)

Semua perlengkapan/peralatan dasar dari bahan stainless steel sesuai


pasal 7.3

8.3.5 Gasket (paking) Karet.

Gasket karet yang digunakan pada sambungan harus sesuai dengan


syarat penerapan dalam ASTM C443. Bila kerah baja yang digunakan
harus terbuat dari pelat baja tahan karat sesuai S.S, 316 dengan
ketebalan minimum 4,5 mm. Kerah harus memiliki diameter luar sama
dengan pipa jacking.

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 23


SPESIFIKASI
TEKNIK

Sfesifikasi Teknis Pengolahan Air limbah Rumah Tangga Page 24