Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR

“REAKSI KIMIA”

Disusun Oleh:

Aufa Ali Fajar Nanda Nasukha (18010152)

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR

(Jalan Kumbang No.23, Babakan, Bogor Tengah, Babakan, Bogor


Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16128)
Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat
dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas kelompok yang berjudul
“REAKSI REAKSI KIMIA” dengan baik dan tepat waktu.

Laporan praktikum ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah


praktikum kimia dasar semoga laporan ini dapat berkenan dan sesuai apa yang
diharapkan oleh dosen pengampu mata kuliah praktikum kimia dasar, bermanfaat
untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah


membantu dalam penulisan laporan praktikum ini sehingga dapat diselesaikan
dengan baik. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis
harapkan demi sempurnanya laporan ini.

Bogor, 27 November 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i

DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii

BAB I .................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN ................................................................................................ 1

1.1 Latar Belakang ................................................................................................ 1


1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................... 2
1.3 Tujuan ............................................................................................................. 2

BAB II .................................................................................................................. 3

LANDASAN TEORI........................................................................................... 3

2.1 Definisi Reaksi Kimia ..................................................................................... 3

2.2 Jenis Jenis Reaksi Kimia ................................................................................. 3

2.3 Faktor Yang Mempengaruhi Reaksi Kimia .................................................... 5

2.4 Indikator Reaksi Kimia ................................................................................... 6

BAB III ................................................................................................................. 7

METODE KERJA .............................................................................................. 7

3.1 Alat dan Bahan ................................................................................................ 7


3.2 Cara Kerja ....................................................................................................... 7
3.2.1 Reaksi yang menghasilkan gas .......................................................... 7
3.2.2 Reaksi yang menghasilkan larutan berwarna ..................................... 9
3.2.3 Reaksi yang menghasilkan endapan..................................................... 10

ii
BAB IV ................................................................................................................. 11

DATA DAN PEMBAHASAN ............................................................................ 11

4.1 Reaksi pembentukan gas ................................................................................. 11

4.2 Reaksi yang menghasilkan larutan berwarna .................................................. 11

4.3 Reaksi yang menghasilkan endapan................................................................ 12

BAB V................................................................................................................... 13

KESIMPULAN .................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 14

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kimia merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan alam


yang membahas tentang unsur, senyawa, dan molekul-molekul alam baik
yang organic maupun non organic, ilmu ini sama seperti ilmu-ilmu alam
yang lain baik dalam mengkaji, meneliti dan mengembangkan masalah
alam yaitu dengan proses ilmiah karena melakukan penelitian dengan
system mencari masalah dan menyelesaikan masalah.
Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari materi, komposisi,
dan sifat-sifat alam sekitar. Materi merupakan segala hal yang menempati
ruang dan memiliki masa. Komposisi merupakan bagian dari materi-materi
alam yang ada yang dihubungkan dengan materi yang lain. Sedangkan
sifat merupakan ciri khas dari materi tersebut.
Karena ilmu kimia membahas tenteng materi, komposisi dan sifat
mak diperlukan suatu riset tertentu untuk dapat membedakan dan
mengklasifikasikan meteri materi yang ada berdasarkan kemiripan sifat
yang dimilikinya. Jadi segala sesuatu yang memiliki masa dan menempati
ruang diteliti oleh ilmu kimia. Hal ini dilakukan untuk memenuhui
kebutuhan hidup manusia, menjaga, melindungi, dan mencegah hal-hal
yang tidak diinginkan terjadi pada manusia karena pada dasarnya zat-zat
kimia (bagian dari materi) yang ada di alam ini ada yang menguntungkan
dan ada yang merugikan .
Hal-hal tersebut diatas merupakan hal-hal yang dilakukan oleh para
ahli dan yang peduli sama lingkungan serta memiliki kemapuan untuk
melakukan tersebut.
Penelitian atau pengamatan yang dilakukan oleh mahasiswa
didalam laboratorium merupakan salah satu bagian untuk mengetahui
keadaan alam sekitar, hal tersebut dilakukan juga untuk bisa lebih
memahami teori-teori yang ada, yang pernah mereka terima dalam

1
ruangan. Pembuktian-pembuktian dari teori-teori kimia yang ada juga
merupakan bagian dari tujuan seseorang untuk mengadakan riset yang ada.
Jadi sangatlah penting bagi mahasiswa untuk melakukan suatu
penelitian guna lebih memantapkan pengetahuan yang telah diterimanya.
Dengan kata lain bahwa praktikum kimia dilakukan untuk
memahami dan membuktikan semua materi dan teori yang telah diterima
oleh mahasiswa. Sedangkan bagi para ahli kimia untuk meneliti dan
mencari hal-hal baru guna kemaslahatan umum.

1.2 Rumusan Masalah


a. Apa indikasi terjadinya reaksi kimia atau perubahan kimia?
b. Bagaimana cara membedakan indikasi perubahan antara zat zat asal
(reaktan) dengan hasil reaksi (produk) nya?

1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui indikasi indikasi terjadinya reaksi kimia atau
perubahan kimia
b. Mampu membedakan indikasi perubahan antara zat zat asal (reaktan)
dengan hasil reaksi (produk) nya

2
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Reaksi Kimia

Reaksi kimia merupakan suatu proses alam yang menghasilkan


perubahan senyawa kimia. Senyawa yang terlibat dalam reaksi disebut
reaktan dan sesuatu yang dihasilkan dari reaksi disebut produk. Reaksi
kimia biasanya dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi, dan akan
menghasilkan satu atau lebih produk yang biasanya memiliki ciri-ciri yang
berbeda dari reaktan Secara klasik, reaksi kimia melibatkan perubahan
yang melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan dan pemutusan
ikatan kimia.

2.2 Jenis Jenis Reaksi Kimia


2.2.1 Reaksi Redoks
Reaksi redoks adalah suatu reaksi di mana bilang oksidasi
(biloks) dari atom-atom yang bereaksi mengalami perubahan.
Apabila terjadi pengurangan bilangan oksidasi disebut reduksi dan
bila terjadi penambahan disebut oksidasi. Perubahan bilangan
oksidasi ini terjadi karena pada reaksi redoks melibatkan transfer
elektron antara senyawa kimia.

2.2.2 Reaksi Pembakaran

Reaksi pembakaran adalah reaksi antara suatu zat dengan


oksigen menghasilkan zat yang jenisnya baru. Reaksi pembakaran
adalah jenis reaksi redoks di mana bahan yang mudah terbakar
bergabung dengan oksidator untuk membentuk produk teroksidasi
dan menghasilkan panas (reaksi eksotermis). Biasanya dalam
oksigen, reaksi pembakaran bergabung dengan senyawa lain untuk
membentuk karbon dioksida dan air.

2.2.3 Reaksi Penggabungan


Reaksi penggabungan adalah suatu reaksi senyawa kimia
sederhana yang bergabung untuk membentuk produk yang lebih
kompleks

3
2.2.4 Reaksi Penguraian
Reaksi penguraian adalah kebalikan dari reaksi
penggabungan, yaitu reaksi senyawa kimia yang kompleks mengurai
menjadi senyawa yang lebih sederhana

2.2.5 Reaksi Penggantian Tunggal


Reaksi pertukaran tunggal terjadi apabila sebuah unsur
menggantikan kedudukan unsur lain dalam suatu reaksi kimia.
Reaksi penggantian tunggal ini sering disebut juga dengan reaksi
pendesakan

2.2.6 Reaksi Penggantian Rangkap


Dalam reaksi penggantian rangkap atau reaksi metatesis, dua
senyawa obligasi atau ion ditukar untuk membentuk senyawa yang
berbeda.

2.2.7 Reaksi Pengendapan


Reaksi pengendapan adalah suatu proses reaksi yang
membentuk endapan, seperti pada reaksi antara timbal(II) nitrat dan
kalium iodida menghasilkan endapan bewarna kuning yaitu
timbal(II) iodida dan larutan kalium nitrat.

2.2.8 Reaksi Asam Basa


Reaksi netralisasi atau reaksi asam-basa adalah jenis reaksi
penggantian rangkap yang terjadi antara asam dan basa. Ion
H+ dalam asam bereaksi dengan ion OH- dalam basa untuk
membentuk senyawa air dan garam ionic

2.2.9 Reaksi Pembentukan Gas


Reaksi pembentukan gas adalah reaksi kimia yang pada
produknya dihasilkan gas. Contoh reaksi pembentukan gas adalah
reaksi antara besi dengan asam klorida membentuk besi(II) klorida
dan gas hidrogen.

2.2.10 Reaksi Hidrolisis


Reaksi Hidrolisis merupakan reaksi kimia dimana H2O
(molekul dari air) akan diurai/dipecah kedalam bentuk kation
H+ (hidrogen) serta anion OH– (hidroksida) melalui proses kimiawi

4
2.3 Faktor Yang Mempengaruhi Reaksi Kimia

2.3.1 Luas Permukaan Sentuh


Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat
penting, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu
juga, apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka
semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju
reaksi pun semakin kecil. Karakteristik kepingan yang direaksikan
juga turut berpengaruh, yaitu semakin halus kepingan itu, maka
semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi sedangkan
semakin kasar kepingan itu, maka semakin lama waktu yang
dibutuhkan untuk bereaksi.

2.3.2 Suhu
Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi.
Apabila suhu pada suatu reaksi yang berlangsung dinaikkan, maka
menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan
yang terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi semakin besar.
Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka partikel semakin tak
aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil

2.3.3 Katalis
Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia
pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh
reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tetapi bukan
sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi
berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih
rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi

2.3.4 Molaritas
Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan
volum zat pelarut. Hubungannya dengan laju reaksi adalah bahwa
semakin besar molaritas suatu zat, maka semakin cepat suatu reaksi
berlangsung. Dengan demikian pada molaritas yang rendah suatu
reaksi akan berjalan lebih lambat daripada molaritas yang tinggi.

2.3.5 Konsentrasi
Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk
konsentrasi reaktan maka dengan naiknya konsentrasi maka naik
pula kecepatan reaksinya. Artinya semakin tinggi konsentrasi, maka

5
semakin banyak molekul reaktan yang tersedia, dengan demikian
kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga
kecepatan reaksi meningkat. Jadi semakin tinggi konsentrasi,
semakin cepat pula laju reaksinya

2.4 Indikator Reaksi Kimia

Indikator merupakan istilah kimia suatu senyawa yang mempunyai


sifat khas, yakni warnanyadapat berubah oleh perubahan pH larutannya.
Umumnya kelompok senyawa tersebut tergolong senyawa organik.Sumber
indikator alam umumnya berasal dari tumbuhan (akar, daun, bunga, buah
dan biji) dan dapat dibuat melalui ekstraksi dengan pelarutnya yang sesuai.
Selain indikator alam kini dikenal pula indikator sintetis. Indikator sintetis
mampu memberikan perubahan warna yang lebih jelas.Berikut adalah
beberapa macam indikator :

1. Indikator asam basa ( contohnya lakmus, fenolfftalin, fenol merah,


metiljingga, metilmerah, brom-timol biru, brom-kresol hijau, brom-
kresol ungu dll)

2. Indikator redoks ( contohnya metilen biru, difenil amin, difenil


benzidin, feroin,nitroferoin, asam difenil sulfonat dll)

3. Indikator kulometrik
Berupa elektroda pembanding indikator. Indikator kelometrik
(Contohnya eriochrome blak T yang sering disingkat dengan
EBT,murexid)

4. Indikator pengendapan ( sontohnya eosin, ion ferri, ion kromat dll)

5. Indikator pendar flour ( contohnya eoson, eritrosin, resorufin dll)

6
BAB III
METODE KERJA

3.1 Alat Dan Bahan


3.1.1 Alat
a. Tabung reaksi
b. Batang pengaduk
c. Rak abung reaksi
d. Pembakar bunsen

3.1.2 Bahan
a. Na2CO3 1%
b. NaHCO3 1%
c. HCL encer
d. Larutan Ca(OH)2
e. Logam Zn
f. NaOH 1M
g. KIO3 1 M
h. KI 10%
i. H2SO4 encer
j. FeCl3 10%
k. KSCN 1 M
l. CuSO4 0,1 M
m. NH4OH 6 M
n. AgNO3 0,1 M
o. NaCl 0,1 M
p. K2CrO4 10%
q. MgCl2 10%
r. Kertas Lakmus Merah
s. Kertas Kanji Iodida

3.2 Cara Kerja

1. Reaksi Yang Menghasilkan Gas


a.

1 ml Na2CO3
Beberapa Tetes HCL
encer

Amati gas yang terjadi dan kenakan


pada batang pengaduk yang telah dibasahi
dengan larutan Ca(OH)2

7
b.

1 butir Zn 1 ml HCL

Amati gas yang terjadi jika


perlu dengan pemanasan

c.

1 ml NaOH encer 1 ml NH4OH

Amati gas yang terjadi dengan penciuman


gas yang terbentuk. Jika perlu dengan
menggunakan kertas lakmus merah yang telah
dibasahi air. Amati perubahan warna pada
kertas lakmus

d.
Beberapa tetes
H2SO4 encer
1 ml KI encer

1 ml KIO3

Amati gas berwarna yang terbentuk.


Jika perlu dengan kertas kanji iodide dan
amati perubahan yang terjadi

8
2. Reaksi yang menghasilkan larutan berwarna

a.

1 ml FeCl3 Beberapa tetes


H2SO4 encer + beberapa
tetes KSCN

Amati perubahan
warna larutan

b.

NH4OH tetes
1 ml CuSO4
demi tetes hingga
berbau amoniak

Amati perubahan yang terjadi dari


awal penetesan hingga penambahan
NH4OH berlebih

9
3. Reaksi yang menghasilkan endapan
a.

1 ml NaCl
AgNO3 Beberapa
tetes

Amati perubahan
yang terjadi

b.

1 ml AgNO3
K2CrO4 beberapa
tetes

Amati perubahan
yang terjadi

c.

1 ml HgCl2 KI encer beberapa


tetes hingga terjadi
perubahan

Amati perubahan
yang terjadi

10
BAB IV

DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Reaksi Pembentukan Gas

No Perlakuan Pengamatan Gas Yang Reaksi


Terbentuk
1 Reaksi Tidak terlihat gas H2 dan Na2CO3 + 2HCl 2NaCl +
Pembentukan yang terbentuk tetapi CO2 H2O + CO2
Gas Na2CO3 + menimbulkan bau
HCl Warna ungu makin
pekat
Tidak ada yang
terjadi pada batang
pengaduk
2 Reaksi Tidak ada gas yang H2 2HCl + Zn ZnCl2 + H2
Pembentukan terbentuk
Gas Zn + HCl
3 Reaksi Tercium bau gas H2 NH4Cl + NaOH NH4OH +
Pembentukan yang terbentuk NaCl
Gas NH4Cl +
NaOH
4 Reaksi Terjadi gelembung H2 KIO3 + 5KI + 3H2SO4
Pembentukan gas pada saat 3K2SO4 + 3H2O + 2I3
Gas diteteskan pada
KIO3 + KI + H2SO4 kertas kanji
Warna berubah
kuning pekat agak
kecoklatan
Tabel 4.1

4.2 Reaksi Yang Menghasilkan Larutan Berwarna


No Perlakuan Pengamatan Reaksi
1 Reaksi FeCl3 + H2SO4 + Dari warna 2FeCl3 + 3H2SO4 + 6KSCN
KSCN kuning muda Fe2(SO4)3 + 6KCl + 6HSCN
berubah menjadi
agak orange dan
menimbukan bau
2 Reaksi CuSO4 + NH4Cl Awal penetesan CuSO4 + 2NH4Cl
warna biru bening CuCl2 + (NH4)2SO4
berubah menjadi
biru keruh dan
ketika di
tambahkan
NH4OH berlebih
larutan menjadi

11
agak kental dan
terjadi
pengendapan
Tabel 4.2

4.3 Reaksi Yang Menghasilkan Endapan


No Perlakuan Pengamatan Reaksi
1 Reaksi NaCl + AgNO3 Terjadi NaCl + AgNO3 NaNO3 +
pengendapan AgCl
pada larutan NaCl
setelah ditetesi
AgNO3 dari awal
tetesan pertama
2 Reaksi AgNO3 + K2CrO4 Warna larutan 2AgNO3 + K2CrO4 Ag2CrO4
menjadi merah + 2KNO3
tua dan terbentuk
endapan sejak
AgNO3 ditetesi
K2CrO4 tetesan
pertama
3 Reaksi HgCl2 + KI encer Ketika HgCl2 HgCl2 + 2KI HgI2 + 2KCl
ditambahkan KI
encer 1 tetes
warna larutan
menjadi orange
lalu berubah
menjadi bening
dan terbentuk
endapan berwarna
orange
Ditambahkan lagi
KI encer 1 tetes
larutan berubah
lagi menjadi
orange pekat
tidak lagi
berwarna bening
Tabel 4.3

12
BAB V

KESIMPULAN

Dalam reaksi kimia zat zat yang bereaksi akan menghasilkan suatu produk
yang dapat diamati secara langsung perubahan sifat fisika maupun kimianya.
Dalam reaksi kimia dapat menyebabkan perubahan suhu, pembentukan gas,
perubahan warna, dan juga dapat terjadinya endapan yang dapat diamati secara
langsung.

13
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia ( Diakses Pada 27 November 2018//10:15)

https://blogmipa-kimia.blogspot.com/2017/08/pengertian-ciri-ciri-jenis-dan-contoh-
reaksi-kimia.html (Diakses Pada 27 November 2018 //11:01)

Sulastri, Lilik, M.Si dan Drs. Hilmawan, Herson Cahaya, M.si . PENUNTUN PRAKTIKUM
KIMIA DASAR.BOGOR

https://www.scribd.com/doc/132611269/Indikator-Dalam-Reaksi-Kimia ( Diakses pada


28 November 2018// 10:20)

14