Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENGOLAHAN

-MANISAN DAN ASINAN-

NAMA ANGGOTA KELOMPOK 6:

1. ATHALIA DWIYANSARI QOMAR (06)


2. MUH. FADH FATTA DARWIS (13)
3. MUH. FAUZAN ALI (16)
4. RAFIDAH NUR ANNISA (27)
5. SHADDAM ZAINAL (30)

KELAS X MIPA 1

SMA NEGERI 1 MAROS

TAHUN AJARAN 2018/2019


A. Manisan Pepaya

Manisan buah yaitu buah yang diawetkan dengan gula pasir. Pemberian gula
dilakukan dengan kadar gula yang cukup tinggi, yang bertujuan untuk memberikan rasa
manis juga bertujuan sebagai pengawet alami sehingga bisa mencegah tumbuhnya
mikroorganisme yang menyebabkan buah cepat membusuk. Pada proses pembuatan
manisan buah ini juga biasa menggunakan air garam dan air kapur untuk
mempertahankan bentuk atau tekstur buah serta menghilangkan rasa gatal atau getir,
namun air kapur bisa diganti dengan air beras.

Buah pepaya adalah salah satu jenis buah yang sering dijadikan manisan. Seperti
kebanyakan manisan buah, kita juga mengenal adanya manisan buah pepaya basah dan
kering (dijemur atau dikeringkan). Kita dapat membuat manisan kering dan basah dapat
dibuat dari buah pepaya mentah, mengkal maupun yang sudah matang, perbedaan
terletak pada jumlah gula yang digunakan dan juga selera kita.

Dalam bahasan ini, akan dibuat manisan pepaya basah dalam kemasan mangkok
plastik.

1. Sistem Pengolahan
a. Alat dan Bahan
Alat:
1) Wadah kemasan
2) Pisau
3) Talenan
4) Baskom plastik
5) Panci stainless steel
6) Kompor

Bahan:
1) Buah pepaya mengkal
2) Gula pasir
3) Larutan garam
4) Air bekas cuci beras (pengganti air kapur sirih)

b. Langkah Pengolahaan
1) Buah pepaya yang akan digunakan, dikupas kulitnya dan dibuang bijinya.
2

2) Kemudian, iris buah pepaya sesuai selera.

3) Potongan buah pepaya direndam di dalam larutan garam sampai buah pepaya
mengkal. Tiriskan. Kemudian rendam ke dalam larutan air beras selama satu
malam. Tiriskan lalu cuci sampai air cucian bening.

4) Masukkan 250 gram gula ke dalam pepaya, aduk rata, diamkan selama 2 jam
hingga keluar air. Tiriskan dan sisihkan airnya. Tambahkan air gula bekas
rendaman dengan 150 gram gula lalu masak hingga mengental. Angkat lalu
dinginkan Tuangkan air gula ke pepaya. Rendam semalaman di toples hingga
keluar air. Lakukan langkah ini sebanyak 2 kali hingga gula habis. Tiriskan
pepaya lalu sajikan(masukkan ke dalam kemasan).

5) Kemasan yang sudah terisi harus segera ditutup untuk menghindari


kontaminasi.

6) Setelah itu, kemasan diangin-anginkan (agar dingin/suhu ruangan), dilakukan


pemberian label, dan kemudian dikemas. Sebelum dipasarkan, perhatikan
kestabilan mutu produk.
3

2. Perhitungan Biaya
a. Investasi Alat dan Mesin

Jumlah
No. Jenis Alat Harga Satuan Jumlah
(Unit)
1. Pisau 5 Rp. 20.000,- Rp. 100.000,-

2. Talenan 5 Rp. 15.000,- Rp. 75.000,-

3. Baskom Plastik 5 Rp. 25.000,- Rp. 125.000,-

4. Panci Stanless Steel 2 Rp. 100.000,- Rp. 200.000,-

5. Kompor&Gas 1 Rp. 300.000,- Rp. 300.000,-

Total Rp. 800.000,-


Biaya penyusutan/bulan = Total investasi/umur alat
Rp. 66.700,-
= Rp. 800.000,- / 12 bulan

b. Biaya Tidak Tetap (Variabel)

Jumlah
No. Bahan Baku Harga Satuan Jumlah
(Unit)
1. Buah Pepaya 50 Rp. 14.000,- Rp. 700.000,-
2. Gula Pasir 100 kg Rp. 12.000,- Rp. 1.200.000,-
3. Kemasan Mangkok 500 Rp. 100,- Rp. 50.000,-
4. Tutup Mangkok 500 Rp. 100,- Rp. 50.000,-
Jumlah per satu kali produksi Rp. 2.000.000,-
Jumlah per bulan Rp. 166.700,-

c. Biaya Tetap

No. Items Jumlah


1. Tenaga Kerja Tetap (6 orang x Rp. 500.000) Rp. 3.000.000,-
2. Listrik/Air Rp. 1.500.000,-
3. Gas Rp. 1.200.000,-
4. Penyusutan Alat Rp. 66.700,-
5. Biaya Lainnya Rp. 100.000,-
Total biaya per bulan Rp. 5.866.700,-
Total biaya per hari Rp. 195.500,-
4

d. Total Biaya
Total Biaya = Biaya Variabel + Biaya Tetap
= Rp. 166.700,- + Rp. 5.866.700,-
= Rp. 6.033.400,-

e. Harga Pokok Produksi (HPP)


HPP = Total Biaya / Jumlah Produksi
= Rp. 6.033.400,- / 500
= Rp. 12.100,-

f. Harga Jual
Perusahaan menginginkan keuntungan sebesar 75%

No. Satuan Harga Satuan


1. Mangkok Rp. 20.000,-
2. Karton isi 12 mangkok Rp. 240.000,-

g. Penerimaan Kotor
Mangkok sebanyak 500 cup = Rp. 20.000,- x 500
= Rp. 10.000.000

h. Pendapatan Bersih (Laba)


Pendapatan Bersih = Penerimaan kotor – Total Biaya
= Rp. 10.000.000,- - Rp. 6.033.400,-
= Rp. 3.966.600,-

Jadi, perkiraan pendapatan untuk satu kali produksi, yaitu sebanyak 500 mangkok
manisan pepaya, akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 3.966.600,-
5

B. Asinan Rambutan

Beberapa minggu belakangan, asinan rambutan jadi tagar viral di Instagram.


Asinan buah yang lagi tren ini rupanya membuat para pengguna Instagram ngiler ingin
membuat sendiri di rumah. Bahkan ada beberapa IG-ers yang mencoba memvariasikan
resep asinan rambutan dengan kiamboi (asinan plum kering) atau mengganti bahan
utamanya dengan anggur asam. Jadilah asinan rambutan disebut makanan kekinian.

Kalau biasanya asinan dibuat dengan buah mangga muda atau sayuran, kali ini
rambutan yang jadi bahan utama. Ini bisa jadi solusi untuk mengolah buah rambutan
yang terlalu masam. Buah-buahan lain yang masih kecut juga bisa diolah menjadi
hidangan segar seperti ini.

Dalam bahasan ini, akan dibuat asinan rambutan basah dalam kemasan mangkok
plastik.

1. Sistem Pengolahan
a. Alat dan Bahan
Alat:
1) Wadah kemasan
2) Pisau
3) Talenan
4) Baskom plastik
5) Panci stainless steel
6) Kompor

Bahan:
1) Buah rambutan
2) Gula pasir
3) Garam
4) Jeruk purut/Jeruk nipis/Lemon
5) Cabai Rawit

b. Langkah Pengolahaan
1) Buah rambutan yang akan digunakan, dikupas kulitnya dan dibuang bijinya.
6

2) Buatlah campuran untuk air rendaman buah rambutan.

3) Rendam buah rambutan ke dalam air rendaman selama satu malam. (bisa
menambahkan buah lain)

4) Sebagai catatan, semakin lama asinan didiamkan, semakin banyak air yang
akan keluar. Setelah didiamkan, masukkan ke dalam kemasan.

5) Kemasan yang sudah terisi harus segera ditutup untuk menghindari


kontaminasi.

6) Setelah itu, kemasan diangin-anginkan (agar dingin/suhu ruangan), dilakukan


pemberian label, dan kemudian dikemas. Sebelum dipasarkan, perhatikan
kestabilan mutu produk.
7

2. Perhitungan Biaya
a. Investasi Alat dan Mesin

Jumlah
No. Jenis Alat Harga Satuan Jumlah
(Unit)
1. Pisau 5 Rp. 20.000,- Rp. 100.000,-

2. Talenan 5 Rp. 15.000,- Rp. 75.000,-

3. Baskom Plastik 5 Rp. 25.000,- Rp. 125.000,-

4. Panci Stanless Steel 2 Rp. 100.000,- Rp. 200.000,-

5. Kompor&Gas 1 Rp. 300.000,- Rp. 300.000,-

Total Rp. 800.000,-


Biaya penyusutan/bulan = Total investasi/umur alat
Rp. 66.700,-
= Rp. 800.000,- / 12 bulan

b. Biaya Tidak Tetap (Variabel)

Jumlah
No. Bahan Baku Harga Satuan Jumlah
(Unit)
1. Buah Rambutan 100 kg Rp. 15.000,- Rp. 1.500.000,-
2. Gula Pasir 2 kg Rp. 12.000,- Rp. 24.000,-
3. Kemasan Mangkok 500 Rp. 100,- Rp. 50.000,-
4. Tutup Mangkok 500 Rp. 100,- Rp. 50.000,-
5. Garam 5 kg Rp. 10.000,- Rp. 50.000,-
6. Jeruk Sambal 25 kg Rp. 18.000,- Rp. 450.000,-
7. Cabai Rawit 2 kg Rp. 50.000,- Rp. 100.000,-
Jumlah per satu kali produksi Rp. 2.224.000,-
Jumlah per bulan Rp. 185.400,-
8

c. Biaya Tetap

No. Items Jumlah


1. Tenaga Kerja Tetap (6 orang x Rp. 500.000) Rp. 3.000.000,-
2. Listrik/Air Rp. 1.500.000,-
3. Gas Rp. 1.200.000,-
4. Penyusutan Alat Rp. 66.700,-
5. Biaya Lainnya Rp. 100.000,-
Total biaya per bulan Rp. 5.866.700,-
Total biaya per hari Rp. 195.500,-

d. Total Biaya
Total Biaya = Biaya Variabel + Biaya Tetap
= Rp. 185.400,- + Rp. 5.866.700,-
= Rp. 6.052.100,-

e. Harga Pokok Produksi (HPP)


HPP = Total Biaya / Jumlah Produksi
= Rp. 6.052.100,- / 500
= Rp. 12.100,-

f. Harga Jual
Perusahaan menginginkan keuntungan sebesar 75%

No. Satuan Harga Satuan


1. Mangkok Rp. 20.000,-
2. Karton isi 12 mangkok Rp. 240.000,-

g. Penerimaan Kotor
Mangkok sebanyak 500 cup = Rp. 20.000,- x 500
= Rp. 10.000.000

h. Pendapatan Bersih (Laba)


Pendapatan Bersih = Penerimaan kotor – Total Biaya
= Rp. 10.000.000,- - Rp. 6.033.400,-
= Rp. 3.966.600,-

Jadi, perkiraan pendapatan untuk satu kali produksi, yaitu sebanyak 500 mangkok
manisan pepaya, akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 3.966.600,-
9

DOKUMENTASI