Anda di halaman 1dari 2

1.

Diagnosa
Diagnosa merupakan kesimpulan yang didapatkan setelah melakukan serangkaian
pemeriksaan medik terhadap fisik hewan hidupdan yang dilihat adalah gejala klinis dari hewan.
Diagnosa digunakan untuk menyatakan status kesehatan seekor hewan, baik sehat maupun sakit.
Sangat sering terjadi juga seorang dokter hewan dihadapkan pada gejala-gejala klinis dan
temuan laboratorium klinik yang merupakan tanda-tanda klinis dari beberapa penyakit yang sama
sehingga sulit untuk ditentukan kesimpulan unggulan atau diagnosis utama. Diagnosis utama
dibuat diiringi dengan diagnosis-diagnosis pendamping yang dibuat sesudahnya. Diagnosis
pendamping merupakan diagnosis yang meiliki persamaan simptom dengan diagnosis utama.
Diagnosis ini kemudian disebut sebagai diagnosis banding atau differential diagnosis.

2. Prognosa
Setelah membuat suatu diagnosis diperlukan suatu perkiraan mengenai perjalanan penyakit
atau disebut prognosis. Dalam prognosis terangkum tiga hal yang harus menjadi pertimbangan
dokter hewan dalam persiapan melakukan terapi, yaitu pertama, memperkirakan peluang
kesembuhan optimal setelah dilakukan tindakan terapi, kedua adalah memperkirakan lama proses
kesembuhan, ketiga adalah intensitas penyakit yang berupa keterulangan, kesembuhan total atau
akan mengalami kecederaan permanen atau bahkan dapat berkhir pada kemungkinan kematian.
Prognosis dapat disampaikan sebagai bentuk dari penyakit apakah bisa disembuhkan atau
tidak dilihat dari 4 bentuk :
 bona atau certa atau fausta yang artinya baik atau pasti, artinya setelah melewati
suatu rangkaian terapi hewan dapat dipastikan sembuh.
 dubia atau incerta yang artinya ragu atau tidak pasti.
 mala atau pessima, yang artinya jelek, kebalikan dari bona.
 letalis atau infausta yang artinya tidak ada harapan (menuju kesembuhan).
3. Terapi
Terapi merupakan keseluruhan upaya pengobatan menuju persembuhan penyakit yang
diderita. Terapi dapat dilakukan melalui tiga bentuk yaitu,
(1) terapi kausatif, merupakan pengobatan yang didasarkan pada penyebab penyakit
atau pengobatan untuk menghilangkan penyebab penyakit;
(2) terapi simtomatis, merupakan terapi yang dialkukan untuk mengatasi gejala-gejala
atau simptom yang ditimbulkan akibat adanya suatu penyakit
(3) terapi suportif, merupakan terapi pendukung atau tambahan yang diberikan kepada
pasien untuk membantu mendukung proses persembuhan dari penyakit.

4. Pencegahan
Pencegahan merupakan keseluruhan tindakan yang dilakukan untuk mencegah munculnya
suatu penyakit atau mencegah terjadinya pengulangan suatu kejadian penyakit.