Anda di halaman 1dari 16

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

TUGAS BISNIS INTERNASIONAL

Disusun oleh:

PARMAN SIMANULLANG 178111456

STMIK-STIE MIKROSKIL

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MIKROSKIL

JUNI 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat,
Nikmat, dan Karunianya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Etika Bisnis Dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan”.
Makalah ini terselesaikan dengan bantuan berbagai pihak dalam menyelesaikan hambatan-
hambatan selama mengerjakan makalah ini. Maka dari itu, Saya mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak, khususnya teman-teman semua yang telah membantu
dalam menyusun makalah ini.
Selanjutnya, semoga makalah ini memberikan wawasan yang luas kepada kita semua
selaku mahasiswa. Kami menyadari masih banyak kekurangan yang mendasar. Oleh karena itu,
kami mohon saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami selaku penyusun makalah memohon maaf yang sebesar-besarnya bila ada
kata-kata yang salah, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Amin

Medan , 24 Juni 2019

Penyusun

PARMAN SIMANULLANG
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebelum mendalami mengenai persoalan-persoalan etika dan tanggung jawab sosial, yang
perlu diperhatikan perusahaan dalam menjalankan kegiatannya, ada baiknya apabila terlebih
dahulu memahami arti etika dan tanggung jawab sosial.
Etika berasal dari kata yunani, yaitu ethos, yang berarti karakter atau sifat-sifat individu
yang baik. Pada dasarnya etika dapat didefinisikan sebagai prinsip-prinsip moral dalam hidup
manusia yang akan menentukan tingkah laku yang benar yang harus dijalankan, dan tingkah laku
yang salah yang harus dihindari.
Setiap orang ingin mempunyai uang yang banyak supaya hidup dengan sejahtera. Untuk
memperolehnya dapat digunakan berbagai cara seperti bekerja keras, mencuri atau korupsi.
Kita dapat menentukan sendiri cara mana yang secara etika merupakan tindakan yang dapat atau
tidak dapat dilakukan dalam usaha untuk memperoleh banyak yang uang.
Menyadari tentang pentingnya memperhatikan isu etika dan tanggung jawab sosial dalam
mengelola perusahaan, para pengkaji menejemen telah mendorong untuk mengembangkan
pemikiran dalam persoalan tersebut. Beberapa aspek dari pemikiran tersebut akan diterangkan
dalam makalah ini. Isu-isu tersebut dikenal sebagai etika perusahaan dan tanggung jawab sosial
perusahaan. Tujuan dari mengembangkan pemikiran ini bukanlah untuk membatasi kegiatan usaha
dan menghukum usaha, tetapi untuk mendorong mereka mengelola perusahaannya dengan lebih
dinamis dan bertanggung jawab. Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan perkembangan
kegiatan perusahaan serta dunia bisnis dan pada waktu yang sama meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.

1.2 Permasalahan
Agar tidak menyimpang lebih jauh dari materi pembahasan, kami hanya membatasi pada
“Etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan”
Berdasarkan pembatasan tersebut, kami dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa fungsi perusahaan dalam etika bisnis?
2. Faktor apa saja yang mendorong timbulnya masalah etika bisnis?
3. Teori apa saja yang menjadi dasar pemikiran etis?
4. Apa saja tanggung jawab sosial perusahaan?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah:
1. Memenuhi tugas mata kuliah
2. Untuk mengetahui teori dan fungsi perusahaan dalam etika bisnis
3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong timbulnya masalah etika bisnis
4. Agar mengetahui tanggung jawab sosial perusahaan

1.4 Metode Penulisan


Makalah ini disusun dengan metode kepustakaan, dalam hal ini kami mengumpulkan
beberapa buku bacaan yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang akan dibahas.

1.5 Sistematika Penulisan


Adapun sistematika penulisan makalah ini adalah:
Bab I: Pendahuluan, pada bab ini dikemukakan latar belakang, permasalahan, tujuan penulisan,
metode penulisan, dan sistematika penulisan.
Bab II: Pembahasan, dalam hal ini diuraikan tentang Etika bisnis dan tanggung jawab sosial
perusahaan
Bab III: Penutup, berisi kesimpulan dari pembahasan.
DAFTAR PUSTAKA
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Landasan Teori

Kata “Etika” berasal dari dari kata Yunani yaitu ‘Ethos,’ yang artinya adat istiadat. Etika

bisa dibilang sebagai kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu

masyarakat. Etika itu punya kaitan sama nilai-nilai, tatacara hidup yang baik, aturan hidup yang

baik, dan termasuk juga semua kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang

lain, atau dari satu generasi ke generasi yang lain. Seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli

berikut ini:

1. O.P. Simorangkir: etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut

ukuran dan nilai yang baik.

2. Sidi Gajalba: etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi

baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

3. Burhanudin Salam: etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma

moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

4. Griffin and Ebert (1999): Etika Bisnis (business ethics) merupakan penerapan etika secara
umum terhadap perilaku bisnis. Secara lebih khusus lagi makna etika bisnis menunjukkan

perilaku etis maupun tidak etis yang dilakukan manajer dan karyawan dari suatu organisasi

perusahaan.

5. Epstein (1989): menyatakan etika bisnis menunjukkan refleksi moral yang dilakukan oleh

pelaku bisnis secara perorangan maupun secara kelembagaan (organisasi) untuk menilai suatu

isu, dimana penilaian ini merupakan pilihan terhadap nilai yang berkembang dalam suatu

masyarakat. Melalui pilihan nilai tersebut, individu atau organisasi akan memberikan

penilaian apakah sesuatu yang dilakukan itu benar atau salah, adil atau tidak serta memiliki
kegunaan (utilitas) atau tidak.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi

manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu

berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam

menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang

tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat

diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi

menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.

Etika dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai:

1. Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia.

2. Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang

umum diterima

2.1.1 Beberapa Prinsip Etika

1. Prinsip Otonomi (Sadar sendiri tentang kebaikan)

2. Prinsip Kejujuran

3. Prinsip Keadilan

4. Prinsip Saling Menguntungkan

2.1.2 Jangkauan Etika Bisnis

1. Etika bisnis sebagai etika profesi membahas prinsip, kondisi dan masalah praktek etis.

2. Etika bisnis berfungsi menggugah kesadaran moral pelaku bisnis agar berbisnis secara baik

dan etis.

3. Etika bisnis sebagai acuan bagi pebisnis agar berbisnis tidak merugikan konsumen, tenaga

kerja dan masyarakat luas.


2.1.3 Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Menciptakan Etika Bisnis:

1. Pengendalian Diri (Tdk menerima apapun)

2. Pengembangan tanggung jawab social

3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya

perkembangan informasi dan teknologi

4. Menciptakan persaingan yang sehat

5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”

6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)

7. Mampu menyatakan yang benar itu benar

8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan

pengusaha kebawah

9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama

10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati

11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa

peraturan perundang-undangan

2.1.4 Masalah etika dalam bisnis

1. Suap (Bribery)

2. Paksaan (Coercion)

3. Penipuan (Deception)

4. Pencurian (Theft)

5. Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination)

2.1.4 Pengertian Bisnis

Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan

institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari.


“Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan

masyarakat” (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs

of our society) [Huat, T Chwee,1990].

“Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk

mendapatkan keuntungan”[Griffin & Ebert]

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh

individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui

penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.

2.1.5 Aspek - Aspek Bisnis

1. Kegiatan individu dan kelompok

2. Penciptaan nilai

3. Penciptaan barang dan jasa

4. Keuntungan melalui transaksi

2.1.6 Fungsi Bisnis


Fungsi bisnis dilihat dari kepentingan mikro ekonomi dan makroekonomi

1. Fungsi Mikro Bisnis yaitu Kontribusi terhadap pihakyang berperan langsung

a) Pekerja/ Karyawan
Pekerja menginginkan gaji yang layak dari hasil kerjanya sementara manajer

menginginkan kinerja yang tinggi yang ditunjukkan besarnya omzet penjualan dan

laba.
b) Dewan Komisaris
Memantau kegiatan dan mengawasi manajemen, memastikan kegiatan akan berjalan

mencapai tujuan.

c) Pemegang Saham
Pemegang saham memiliki kepentingan dan tanggung jawab tertentu terhadap

perusahaan.

2. Fungsi Makro Bisnis yaitu kontribusi terhadap pihak yang terlibat secara tidak

langsung

a) Masyarakat sekitar perusahaan


Memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab

perusahaan

b) Bangsa dan Negara


Tanggung jawab kepada bangsa dan negara yang diwujudkan dalam bentuk kewajiban

membayar pajak.

2.2 Etika Bisnis Pada Berbagai Fungsi Perusahaan


Permasalahan etika yang terjadi diperusahaan bervariasi antara fungsi perusahaan yang
satu dengan fungsi perusahaan lainnya. hal ini terjadi karena operasionalisasi perusahaan sangat
terspesialisasi kedalam berbagai bidang profesi, sehingga setiap fungsi perusahaan cenderung
memiliki masalah-masalah tersendiri.
Berikut ini akan dibahas berbagai permasalahan etika yang terjadi dibeberapa bidang
fungsional perusahaan, yaitu etika dibidang akuntansi (accounting ethics), keuangan (finance
ethict), produksi dan pemasaran (production and marketing athics), sumber daya manusia (human
resources ethics), dan teknologi informasi (information technology ethics).
2.2.1 Etika dibidang akuntansi (accounting ethics)
Fungsi akuntansi merupakan komponen yang sangat penting bagi perusahaan. Para
manajer perusahaan, investor luar, pemerintah, instansi pajak, dan serikat pekerja membutuhkan
data-data akuntansi untuk membuat berbagai keputusan penting. Dengan demikian kejujuran,
integritas dan akurasi dalam melakukan kegiatan akuntansi merupakan syarat mutlak yang harus
ditetapkan oleh fungsi akuntansi.
Salah satu praktik akuntansi yang dianggap tidak etis, misalnya penyusunan laporan
keuangan yang berbeda untuk berbagai pihak yang berbeda dengan tujuan memperoleh
keuntungan dari penyusunan laporan keuangan seperti itu. Dalam realita kegiatan bisnis sering
kali ditemukan perusahaan yang menyusun laporan keuangan yang berbeda untuk pihak-pihak
yang berbeda. Ada laporan keuangan intern perusahaan, laporan keuangan untuk bank, dan laporan
keuangan untuk kantor pajak. Dengan melakukan praktik ini, bagian akuntansi perusahaan secara
sengaja memanipulasi data-data akuntansi dengan tujuan memperoleh manfaat atau keuntungan
finansial dari penyusun laporan palsu tersebut.

2.2.2 Etika dibidang keuangan ( financial ethics )


Skandal keuangan yang berasal dari pelaksanaan fungsi secara tidak etis telah
menimbulkan berbagai kerugian bagi para investor. Pelanggaran etika dalam bidang keuangan
dapat terjadi misalnya melalui praktik windaw dressing terhadap laporan keuangan perusahan
yang akan mengajukan pinjaman ke bank. Melalui praktik ini seolah-olah perusahaan memiliki
rasio-rasio keuangan yang sehat sehingga layak untuk mendapat kucuran kredit. Padahal
sebenarnya kondisi keuangan perusahaan tidak sesehat seperti yang dilaporkan dalam laporan
keuangan yang telah dipercantik. Contoh lain pelanggaran etika keuangan misalnya melalui
penggelembungan nilai agunan perusahaan, sehingga perusahaan dapat memperoleh kredit
melebihi nilai agunan kredit yang sesungguhnya.

2.2.3 Etika dibidang produksi dan pemasaran ( production and marketing ethics )
Hubungan yang dilakukan perusahaan dengan para pelanggannya dapat menimbulkan
berbagai permasalahan etika dibidang produksi dan pemasaran. Untuk melindungi konsumen dari
pelakuan yang tidak etis yang mungkin dilakukan oleh perusahaan, pemerintah Indonesia telah
memberlakukan undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Undang-
undang ini menjelaskan berbagai perbuatan yang dilarang dilakukan oleh pelaku usaha, antara
lain pelaku usaha dilarang memproduksi dan memperdagangkan barang dan jasa yang:
a. Tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
b. Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau neto, dan jumlah dalam hitungan
sebagaimana yang dinyatakan dalam tabel atau etiket barang tersebut.
c. Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan, dan jumlah hitungan menurut ukuran
yang sebenarnya.
d. Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan, atau kemanjuran sebagaimana
dinyatakan dalam label, etika, atau keterangan barang dan jasa tersebut.

2.2.4 Etika dibidang teknologi informasi ( Information technology ethics )


Salah satu area yang memiliki pertumbuhan masalah etika paling besar diera 1990-an
sampai awal tahun 2000 adalah bidang teknologi informasi. Hal-hal yang dapat memunculkan
permasalahan etika dalam bidang ini meliputi serangan terhadap wilayah privasi seseorang;
pengumpulan, penyimpanan, dan akses terhadap informasi usaha terutama melalui transaksi e-
commerce; perlindungan hak cipta yang menyangkut pembuatan software, music, dan hak
keyakinan intelektual ( Spinello, 1997 ).

2.3. Faktor-Faktor Yang Mendorong Timbunya Masalah Etika Bisnis


Berbagai permasalahan etika diperusahaan dapat muncul dalam berbagai bentuk.
Identifikasi terhadap berbagai faktor yang umum ditemui sebagai penyebab munculnya
permasalahan etika diperusahaan, merupakan suatu langkah penting untuk meminimalisasi
pengaruh masalah etika bisnis terhadap kinerja perusahaan.
Post, et al., (2002: 112-113) menguraikan empat faktor yang pada umumnya menjadi
penyebab timbulnya masalah etika bisnis diperusahaan, yaitu:

1. Mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi (personal gaint and selfish interest)
Ambisi mengejar keuntungan untuk diri sendiri, bahkan sikap serakah, dapat
mengakibatkan masalah etika. Perusahaan kadang-kadang mempekerjakan pekerja yang
memiliki nilai-nilai pribadi tidak layak. Para pekerja ini akan menempatkan
kepentingannya untuk memperoleh kekayaan melebihi kepentingan lainnya meskipun di
dalam melakukan akumulasi kekayaan tersebut dia merugikan pekerja lainnya, perusahaan,
dan masyarakat.

2. Tekanan persaingan terhadap laba perusahaan (competitive pressure on profits)


Perusahaan berada dalam situasi persaingan yang sangat keras, perusahaan sering
kali terlibat dalam berbagai aktivitas bisnis yang tidak etis untuk melindungi tingkat
profitabilitas mereka. Berbagai perusahaan makanan dan minuman di Indonesia ditengarai
menggunakan bahan pewarna makanan dan minuman yang tidak aman untuk dikonsumsi
manusia tetapi haranya murah, agar mereka dapat menekan biaya produksi dan
mendapatkan harga jual produk yang rendah. Bahkan, industry makanan berani
menggunakan formalin yang merupakan bahan untuk pengawet mayat sebagai bahan
pengawet makanan.

3. Pertentangan antara nilai-nilai perusahaan dengan perorangan (business goals vs


personal values)
Masalah etika dapat pula muncul pada saat perusahaan hendak mencapai tujuan-
tujuan tertentu atau menggunakan metode-metode baru yang tidak dapat diterima oleh para
pekerjanya. Sebagai contoh, kegiatan restrukturisasi perusahaan dengan tujuan
meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja perusahaan dapat menimbulkan penurunan
moral karyawan yang sangat hebat, sebagaimana yang terjadi diperusahaan nynex
(micklethwait dan Wooldridge, 1996: 12)

4. Pertentangan etika lintas budaya (cross-cultiral contradiction)


Berbagai permasalahan etika sering kali muncul pada saat perusahaan melakukan
kegiatan usahanya diberbagai Negara dimana standar etika Negara luar berbeda dengan
standar etika di Negara asal perusahaan. Hal ini timbul karena adanya relativisme etis
(ethical relativism), yaitu ketidaksamaan cara pandang terhadap suatu perbuatan etis atau
tidak etis yang terjadi antara masyarakat suatu Negara dengan Negara lainnya atau antara
satu agama dengan agama lainnya.
2.4 Teori-Teori Yang Menjadi Dasar Pemikiran Etis
Beberapa teori, atau pemikiran, telah berkembang sejak beberapa abad yang lalu yang
menerangkan tentang landasan-landasan pemikiran yang perlu dipertimbangkan untuk mengambil
keputusan dalam kehidupan sehari-hari, dalam melaksanakan kebijakan perusahaan dan dalam
pemerintah. Teori atau pandangan yang terutama adalah:
1. Pendekatan utilitarian: pemikiran yang berpendapat bahwa sesuatu tindakan dipandang
baik apabila jumlah orang yang memperoleh keuntungan jauh lebih besar daripada yang
menderita kerugian.
2. Pendekatan perilaku: dua prinsip perlu digunakan sebagai dasar bertindak. Yang pertama
adalah niat yang baik sebagai dasar untuk menjalankan berbagai tindakan. Yang kedua
ialah tidakan harus didasarkan kepada peraturan yang universal- yaitu berlaku kepada
siapapun tanpa membuat perbedaan.
3. Pendekatan hak individu: pada dasarnya pendekatan ini berpendapat bahwa setiap
keputusan yang dibuat harus menghormati hak-hak individu, asal saja tindakan individu
tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
4. Pendekatan keadilan: pendekatan ini menekankan tentang perlunya menggunakan
prinsip keadilan dalam mengambil keputusan. Sesuai dengan prinsip ini setiap orang harus
diperlakukan sama dan memperoleh kesempatan yang sama.
5. Pendekatan islam: dalam falsafah islam, terdapat lima prinsip yang perlu diperhatikan,
yaitu: kesatuan, kesamaan, keinginan, tanggung jawab, dan kemurahan hati.

2.5 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan tanggung jawab perusahaan terhadap
berbagai tindakan perusahaan yang memengaruhi manusia, komunitas, maupun lingkungan secara
umum.
Devinisi tersebut menyiratkan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab terhadap
lingkungannya dengan cara melakukan tindakan perbaikan (corrective actions), apabila aktivitas
yang dilakukan perusahaan memberikan dampak yang tidak menguntungkan
terhadap stakeholders dalam ini masyarakat pada umunya (society). Untuk mengatasi dampak
yang tidak menguntungkan tersebut, perusahaan sering kali harus menyisihkan sebagian
keuntungannya.
Dalam usahanya mencari keuntungan sering sekali perusahaan melupakan efek dari
tindakannya kepada pihak lain dan kepada masyarakat pada keseluruhannya. Pada masa lalu
tindakan seperti ini telah menimbulkan berbagai macam kerugian kepada masyarakat. Timbul
kritik terhadap cara mereka mengelola perusahaan dan pada masa ini para manajer digalakkan
untuk memperhatikan tanggung jawab sosial mereka.
Hal-hal yang perlu diperhatikan perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab
sosialnya adalah:
1. Menjaga kelestarian lingkungan alam disekitar kita
2. Menjaga kepentingan dan kesejahteraan pekerja
3. Menjaga kepentingan masyarakat umum, konsumen, dan pemegang saham
4. Menjaga agar setiap tindakan tidak menyalahi undang-undang dan norma-norma yang
berlaku
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Etika Bisnis Pada Berbagai Fungsi Perusahaan:


a. Etika dibidang akuntansi (accounting ethics)
b. Etika dibidang keuangan ( financial ethics )
c. Etika dibidang produksi dan pemasaran ( production and marketing ethics)
d. Etika dibidang teknologi informasi ( Information technology ethics )

2. Faktor-Faktor Yang Mendorong Timbunya Masalah Etika Bisnis:


a. Mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi (personal gaint and selfish interest)
b. Tekanan persaingan terhadap laba perusahaan (competitive pressure on profits)
c. Pertentangan antara nilai-nilai perusahaan dengan perorangan (business goals vs
personal values)
d. Pertentangan etika lintas budaya (cross-cultiral contradiction)

3. Teori-Teori Yang Menjadi Dasar Pemikiran Etis:


a. Pendekatan utilitarian
b. Pendekatan perilaku
c. Pendekatan hak individu
d. Pendekatan keadilan
e. Pendekatan islam

4. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan:


a. Memperhatikan kepentingan masyarakat umum
b. Menjaga kelestarian lingkungan alam disekitar kita
c. Menjaga kepentingan dan kesejahteraan pekerja
d. Menjaga kepentingan konsumen
e. Menjaga kepentingan pemegang saham
f. Menjaga agar setiap tindakan tidak menyalahi undang-undang
Daftar Pustaka

Agustian,Bemby. 2012. Etika dalam Berbisnis.


Ismail,Solihin. 2006. Pengantar bisnis: Pengenalan Praktis Dan Studi Kasus. Jl. Lele I
No.7 Rawamangun-Jakarta 13220: Kencana Prenada Media Group.
Sukirno Sadono, 2006. Pengantar Bisnis. Jl. Lele I No.7 Rawamangun-Jakarta 13220:
Kencana Prenada Media Group.