Anda di halaman 1dari 1

a.

Hukum adat (common law)


Hukum adat atau biasa disebut juga hukum kebiasaan menginterpretasikan apa yang diartikan
hukum atas subyek tertentu sangatlah dipengaruhi oleh adat istiadat atau kebiasaan dan
keputusan-keputusan pengadilan sebelumnya. Hukum adat didasarkan pada tradisi, preseden dan
kebiasaan serta pemakaian di masa lalu, dan pengadilan melakukan peran penting dalam
menafsirkan undang-undang menurut karakteristik-karakteristik tersebut. Akibatnya hukum adat
yang mempengaruhi praktik bisnis di berbagai negara sangat bervariasi.

b. Hukum perdata (code law) atau hukum sipil (civil law)


Hukum perdata didasarkan pada seperangkat undang-undang atau peraturan-peraturan yang
sangat rinci serta komprehensif dan diorganisasikan menurut subyek permasalahan menjadi
sebuah kitab undang-undang. Kitab undang-undang ini merupakan dasar bagi suatu perusahaan
dalam melaksanakan bisnis.

c. Hukum Agama (theocratic law)


Hukum agama didasarkan pada perintah agama. Contoh yang paling baik adalah hukum Islam
yang digunakan di Arab Saudi dan sampai kadar tertentu digunakan oleh berbagai negara yang
mayoritas penduduknya muslim. Hukum Islam lebih merupakan hukum moral daripada hukum
komersial, dan dimaksud untuk mengatur semua aspek kehidupan. Di dalam bisnis perbankan,
misalnya, telah berkembang bank syariah.

d. Hukum Adat (customary law)


“Hukum Adat adalah seluruh peraturan, yang ditetapkan dalam keputusan-keputusan, dan yang
dalam pelaksanaan diterapkan serta merta dan mengikat”, artinya Hukum Adat yang berlaku itu,
hanyalah yang dikenal dari keputusan-keputusan fungsionaris hukum dalam masyarakat itu,
kepala-kepala, hakim-hakim, rapat-rapat desa dan pejabat-pejabat desa. Dengan demikian,
Hukum Adat hanya dapat diketahui dan dilihat dalam bentuk keputusan-keputusan para
fungsionaris hukum, tidak saja hakim, tetapi juga kepala adat dan petugas-petugas desa lainnya.
e. Sistem Hukum Campuran
Model mixed legal system atau sistem hukum campuran dapat terjadi karena sejarah pengaruh
hukum asing dalam hukum lokal yang dianut oleh negara tersebut atau dapat pula terjadi karena
pengaruh dari hukum internasional yang diadopsi oleh negara sebagai bagian dari komunitas
internasional (translokasi hukum/ translocation of laws atau transplantasi hukum/ legal
transplants).