Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

PEREDARAN PLANET

Diajukan untuk Memenuhi UAS Mata Kuliah Kosmografi

Yang Diampu oleh :

Anggoro Putranto, M.pd., M.Sc

Oleh :

1. Khoirul Arifin (12209173027)


2. Rachma Faiza Maharani (12209173033)
3. Shofa Ulin Nuha (12209173052)
4. Nur Alfiah (12209173071)
5. Margarita Irnatus Sholikah (12209173073)
6. Aufa Nur Fahmidah (12209173093)

PROGAM STUDI TADRIS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
SEPTEMBER 2019
Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi maha penyayang,
puja dan puji syukur penuis panjatkan kehadirat-Nya sehingga penulis dapat
merampungkan makalah Kosmografi dengan judul ”Peredaran Planet” yang diampu oleh
Anggoro Putranto, M.pd., M.Sc. tepat pada waktunya.

Penulisan makalah ini telah maksimal penulis upayakan dan didukung bantuan
dari berbagai pihak, sehingga dapat memperlancarkan dalam penyusunanya. Untuk itu
tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam pembuatan makalah ini.

Namun tidak lepas dari itu semua penulis menyadari bahwa masih terdapat
kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainya. Oleh karenanya, dengan
lapang dada penulis membuka pintu bagi pembaca yang ingin memberi saran maupun
kritik demi memperbaiki makalah ini.

Akhirnya penulis sangat mengharapkan semoga dari makalah sederhana ini dapat
diambil manfaatnya dan besar keinginan penulis dapat menginspirasi para pembaca untuk
memahami makalah selanjutnya.

Tulungagung, September 2019

PENULIS
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui sekarang, semua planet memiliki orbit, atau lintasan
untuk beredar mengelilingi pusatnya. Semua planet berputar mengelilingi
pusatnya, dan matahari adalah pusatnya. Jika orbit merupakan lintasan untuk
beredar mengelilingi pusatnya, maka seluruh benda dilangit akan memiliki orbit
yang digunakan untuk berputar mengelilingi pusatnya.
Planet merupakan benda angkasa yang tidak memiliki cahaya sendiri,
berbentuk bulatan dan beredar mengelilingi matahari. Sebagian besar planet
memiliki pengiring atau pengikut planet yang disebut satelit yang beredar
mengelilingi planet. Dalam sistem tata surya, planet-planet berputar mengelilingi
matahari dengan peredaran yang teratur.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja aspek peredaran planet?
2. Bagaimana fase peredaran planet?
3. Bagaimana peredaran satelit?
4. Bagaimana pergerakan komet?
5. Bagaimana proses terbentuknya meteor?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui aspek peredaran planet
2. Untuk mengetahui fase peredaran planet
3. Untuk mengetahui peredaran satelit
4. Untuk mengetahui pergerakan komet
5. Untuk mengetahui proses terbentuknya meteor
D. Manfaat Penulisan
1. Bagi rekan-rekan mahasiswa
2. Makalah ini dapat menambah pengetahuan mengenai sistem tata surya yang
merupakan salah satu materi dalam mata kuliah Kosmografi dan Astronomi.
3. Bagi Pembaca Makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca atau
tenaga pendidik mengenai sistem tata surya .
E. Sistematika Penulisan
Sistematika uraian makalah ini terdiri dari tiga bagian yaitu pendahuluan
yang meliputi latar belakang masalah, tujuan, sistematika uraian. Kedua isi atau
kajian teori dan pembahasan. Ketiga penutup yang berisi kesimpulan dan saran
dilengkapi dengan daftar pustaka.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Aspek Peredaran Planet
Planet merupakan benda angkasa yang tidak memiliki cahaya sendiri, berbentuk
bulatan dan beredar mengelilingi matahari. Sebagian besar planet memiliki
pengiring atau pengikut planet yang disebut satelit yang beredar mengelilingi
planet. Dalam sistem tata surya, planet-planet berputar mengelilingi matahari
dengan peredaran yang teratur. Beberapa pandangan para ahli tentang peredaran
planet dinyatakan dengan teori sebagai berikut.
1. Hukum Kepler
Kepler adalah penganut Copernicus, dia berusaha mencari bukti-bukti atas
kebenaran anggapan teori Heliosentris dan menyatakan teorinya sebagai berikut.
2. Hukum Kepler I:
Hukum Kepler pertama berbunyi sebagai berikut: Lintasan tiap-tiap planet berupa
elips dengan matahari di salah satu titik apinya.
3. Hukum Kepler II:
Hukum Kepler kedua berbunyi sebagai berikut: Planet-planet bergerak sepanjang
lintasannya dengan kecepatan sedemikian, sehingga dalam waktu-waktu yang
sama garis-garis sinar matahari dan planet membentuk petak-petak yang sama
luasnya.
4. Hukum Kepler III:
a. Hukum Kepler yang ketiga berbunyi sebagai berikut: Pangkat dua waktu
peredaran planet (W2) tiap-tiap planet dalam mengelilingi matahari
berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet dan matahari
(d3).
b. Hukum Kepler 3 digunakan untuk menghitung jarak dari planet ke
matahari, serta waktu peredarannya, dengan membandingkannya dengan
bumi, yang jaraknya (d) ke matahari dan waktu peredarannya (W) telah
diketahui. Cara ini banyak digunakan, karena lebih mudah dan lebih
cermat daripada dengan mengukurnya secara langsung.

5. Hukum Titius-Bode
Cara lain untuk menentukan jarak antara planet dan matahari dengan
menggunakan hukum Titius-Bode (1766) yang berbunyi sebagai berikut: Jarak
antara planet-planet dan matahari merupakan deret ukur: 0, 3, 6, 12, 24, 48 dan
seterusnya (dengan mengecualikan suku pertama) dengan perbandingan dua, dan
kemudian tiap-tiap suku ditambah dengan 4.1

B. Fase Peredaran Planet


1. Merkurius
Planet Merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan matahri
dengan jarak 58 juta km. Karena jaraknya paling dekat ke Matahari, maka suhu
pada siang hari di Merkurius mencapai 450oC , sedangkan pada malam hari
suhunya manjadi sangat rendah yaitu mencapai -180oC. Planet merkurius
merupakan planet terkecil dalam system tata surya dengan diameter 4.878 km.
Periode revolusi Merkurius adalah 88 hari dan periode rotasinya adalah 59 hari.
Planet merkurius tidak memiliki satelit.

1
https://blogmipa-geografi.blogspot.com/2018/05/hukum-kepler-dan-titius-bode.html diakses
tanggal 8 september 2019 pada pukul 11.56
2. Venus
Planet Venus lebih dikenal sebagai Bintang Kejora atau Bintang Senja.
Venus merupakan planet yang paling dekat dengan bumi. Permukaan planet
Venus terdiri dari awan tebal karbondiaksida sehingga memiliki efek rumah kaca
yang menjadikan Venus sebagai planet paling panas pada sisitem tata surya
dengan suhu konstan 460°C. Periode revolusinya yaitu 225 hari dan periode
rotasinya yaitu 241 hari. Diameter planet Venus yaitu 12.104 km dan jarak antara
Venus dengan Matahari yaitu 108 juta km.
3. Bumi
Planet Bumi merupakan satelit matahari seperti halnya planet-planet lain yang
sampai kini dianggap satu-satunya planet dalam anggota tata surya yang dapat
mendukung adanya kehidupan, karena di dalam bumi terdapat atmosfer yang
terdiri dari Nitrogen dan Oksigen. Jarak Bumi ke Matahari sekitar 150 juta km
dengan periode revolusi 365,3 hari dan periode rotasi 23 jam 56 menit. Bumi
memiliki satelit yaitu Bulan.
4. Mars
Jarak rata-rata planet Mars ke Matahari adalah 228 juta kilometer. Mars berputar
mengelilingi Matahari dengan kala revolusi 687 hari dan kala rotasi 24 jam 37
menit. Mars mempunyai dua buah satelit yaitu Phobos dan Deimos. Diameter
planet Mars 6.787 km. Atmosfer terdiri atas 95% karbondioksida (CO₂) dan
selebihnya nitrogen (N₂) dan argon (Ar). Mars banyak mengandung besi oksida
(FeO) membuat Mars tampak sebagai planet merah. Mars memiliki atmosfer yang
tipis sehingga tidak bisa menyimpan banyak panas. Oleh karena itu suhu di Mars
berkisar dari sekitar -87°C di musim dingin, maksimal -5°C di musim panas.

5. Jupiter
Jarak planet Yupiter ke Matahari adalah 780 juta km dengan periode revolusi
11,86 tahun dan periode rotasi 9 jam 50 menit. Planet Jupiter merupakan planet
terbesar dalam sistem tata surya dengan diameter 139.822 km. Yupiter
diperkirakan mempunyai 17 satelit (data sampai tahun 1992). Empat buah
satelitnya yang berukuran besar bernama IO, Europa, Ganymede, dan Callisto.
6. Saturnus
Jarak rata-rata Saturnus ke Matahari adalah 1.425 juta km. Periode revolusi
Saturnus adalah 29,5 tahun dan periode rotasi 10 jam 2 menit. Planet Saturnus
merupakan planet terbesar kedua setelah jupiter dengan diameter 120.500 km.
Saturnus dihiasi oleh gelang dan cincin yang indah, mempunyai 9 buah satelit
yaitu Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan, Hyperion, Lapetus, dan
Phoebe.
7. Uranus
Jarak planet Uranus ke Matahari adalah 2.880 juta km dengan periode revolusi 84
tahun dan periode rotasi 10 jam 8 menit. Uranus mempunyai cincin dan
mempunyai 5 buah satelit yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberion.
Uranus merupakan planet gas yang berwarna biru kehijauan dengan awan tebal
yang menutupinya2. Uranus merupakan planet terdingin di sistem tata surya
dengan suhu atmosfer -224°C.
8. Neptunus
Planet Neptunus merupakan planet terjauh dari matahari. Jarak Neptunus ke
matahari adalah 4.510 juta kilometer dengan periode revolusi 164,8 tahun dan
periode rotasi 19 jam. Neptunus mempunyai eksentrisitas 0,009. Neptunus
mempunyai dua buah satelit yaitu Triton dan Nereid. Neptunus adalah planet yang
memiliki angin badai sehingga disebut planet yang paling berangin dalam tata
surya.

C. Satelit
Satelit adalah benda langit yang paling kecil beredar mengelilingi benda langit
yang lebih besar (planet) dan tetap berada dalam gaya tarik benda langit yang
lebih besar. Bersama-sama dengan planetnya, satelit beredar
mengelilingi matahari dengan arah peredarannya sama dengan arah peredaran
planetnya dan bidang edarnya hampir berimpit dengan bidang edar
planetnya. Ada dua jenis satelit yakni :

2
Drs. Ramlawati,dkk. Sumber Belajar Penunjang PLPG 2017 (BAB XIV Sitem Tata Surya).
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm 9
1. Satelit Alami
Satelit alami merupakan benda yang terdapat di luar angkasa yang
mengorbit suatu planet dan bukan buatan manusia. Satelit alami bumi ialah
bulan. Selama bulan mengelilingi bumi, bulan mengalami 3 gerakan
sekaligus, yaitu rotasi, revolusi bulan mengelilingi bumi, serta revolusi bulan
dalam mengelilingi matahari. Rotasi adalah gerakan perputaran bulan pada
porosnya, waktu rotasi bulan sama dengan satu bulan (29hari), sedangkan
revolusi adalah gerakan beredarnya bulan dalam mengelilingi bumi. Hal ini
mengakibatkan apabila dilihat dari bumi, bentuk dari bulan itu akan berubah-
ubah, kejadian ini disebut fase bulan. Selain berotasi serta berevolusi, bulan
bersama dengan bumi juga mengitari matahari. Waktu yang ditempuh bulan
guna mengitari matahari sama dengan waktu yang diperlukan oleh bumi guna
mengelilingi matahari, yaitu 1 tahun. Bulan mengelilingi matahari dalam
setahun sekali dan mengelilingi bumi 12 kali dalam 1 tahun, sehingga revolusi
bulan dijadikan penanggalan masehi atau hijriah. Berikut fungsi satelit alami
(bulan) :
1. Secara tidak langsung satelit alami dapat melindungi bagi planet yang
diorbitnya dari berbagai hantaman benda luar angkasa lainnya seperti komet
dan asteroid.
2. Dapat mengontrol kecepatan rotasi sebuah planet sebab efek gravitasional
tidal wave.
3. Menyeimbangkan perputaran pada siklus air laut sehingga terdapat pasang
surut air laut.
4. Mengurangi efek dari akibat radiasi sinar ultraviolet.
5. Adanya siang dan malam.
2. Satelit Buatan
Satelit buatan ialah salah satu benda yang terdapat di luar angkasa yang
merupakan buatan manusia dan mengorbit pada suatu planet. Satelit buatan
mempunyai jenis serta fungsi tertentu dan dengan tujuan bagi kepentingan
manusia. Berikut adalah jenis-jenis satelit yang berdasarkan fungsinya.
a. Satelit navigasi, berfungsi bagi dunia penerbangan dan pelayaran. Satelit
navigasi dapat memberikan informasi tentang posisi pesawat terbang serta
kapal yang dalam perjalanan.
b. Satelit geodesi, berfungsi guna melakukan pemetaan bumi serta
mendapatkan berbagai informasi tentang gravitasi.
c. Satelit komunikasi, berfungsi bagi dunia komunikasi seperti televisi,
telepon, dan sebagainya.
d. Satelit meteorologi, berfungsi guna menyelidiki atmosfer bumi untuk
melakukan peramalan cuaca.
e. Satelit penelitian, berfungsi guna menyelidiki tata surya serta alam
semesta secara lebih luas dan bebas tanpa dipengaruhi oleh atmosfer.
Satelit penelitian berusaha mendapatkan berbagai data-data mengenai
matahari dan juga bintang-bintang lainnya guna mengetahui rahasia alam
semesta.
f. Satelit militer, berfungsi dalam dunia militer suatu negara, misalnya untuk
mengintai kekuatan dari senjata musuh.
g. Satelit survei sumber daya alam, berfungsi dalam memetakan serta
menyelidiki berbagai sumber-sumber alam yang terdapat dibumi untuk
kepentingan pertambangan,perikanan,pertanian.

3. Garis Peredaran Satelit


a. Satelit LEO (Low Earh Orbit)
Satelit LEO adalah satelit yang mempunyai garis edar yang rendah yaitu
antara 500 km hingga 10000 km dari permukaan bumi. Waktu untuk
revolusi satelit LEO adalah 2 hingga 6 jam. Contoh satelit LEO adalah
Global Star, Iridium, Elipsat, Constellation, dan Odessey.
b. Satelit MEO (Medium Earth Orbit)
Satelit MEO adalah satelit yang mempunyai garis edar menengah yaitu
sekitar antara 10000 km hingga 20000 km dari permukaan bumi. Waktu
untuk revolusi satelit MEO adalah 6 hingga 12 jam.
c. Satelit GEO (Geostatinonary Earth Global)
Satelit GEO adalah satelit yang berada pada orbit geostasioner yaitu
sekitar 36000 km dari permukaan bumi. Orbit stasioner merupakan orbit
yang dapat mengakibatkan waktu revolusi satelit GEO sama dengan rotasi
bumi, yaitu 1 hari. Contoh satelit GEO adalah satelit palapa dan satelit
intelsat.3

D. Komet
Komet merupakan objek “primitive” (sederhana). Tetapi karena massanya,
yang tidak begitu besar tampak adanyainti(nuclei) komet, yang sangat kecil dan
berevolusi dalam daerah yang sangat dingin. Akibat temperatur yang rendah di
lingkungannya, komet juga berkemampuan "melindungi" dirinya dan tidak cepat
rusak tidak hanya dari materi yang terkondensasi, tapi juga elemen yang mudah
menguap. Ini menjelaskan mengapa komet kaya akan es dibanding planet minor.
Komet bergerak sangat cepat. Pada jarak heliosentrik yang besar,komet
mengandung nucleus lembam, tidak dapat dilihat mata bugil dan kemungkinan
terdiri dari debu dan es, dengan diameter tidak lebih dari beberapa kilometer.
Orbit komet membawa objek-objek yang dekat dengan Matahari, bersamaan
dengan itu nukleus mengalami pemanasan oleh radiasi Matahari dan mulai
menyublim, gas menguap, dan memancarkan partikel-partikel debu. Karena
komet terus bergerak mengikuti orbitnya semakin dekat jaraknya ke Matahari
semakin cepat proses ini, bekerja, itulah sebabnya kenapa terang maksimum akan
terlihat ketika komet berada di perihelion.4

3
http://woocara.blogspot.com/2015/11/pengertian-satelit-fungsi-satelit-macam-macam-
satelit.html/ ( pada tanggal 10 september 2019 pukul 12.59)
4
Suryadi Siregar, Fisika Tata Surya, (Bandung : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam ITB, 2017)Cet 1,hal 51
1. Struktur Komet
Struktur komet, inti, koma dan ekor. Komet terdiri dari inti, koma dan
ekor komet. Inti terdiri dari molekul air (H2O), karbondioksida (CO2), amonia
(NH3), metana (CH4) dan debu yang bercampur di dalamnya. Ekor komet terdiri
dari ekor debu dan ekor gas. Ekor debu disebabkan oleh partikel debu yang
berasal dari es pada inti komet yang terbentuk saat terjadinya penguapan,
bergerak berlawanan arah dengan arah orbitnya. Ekor gas terdiri dari gas yang
bergerak keluar akibat angin Matahari.Selubung hidrogen merangkum kawasan
sampai 10 juta kilometer, sedangkan ekornya dapat mencapai 100 juta kilometer.
Gas dan debu menyembur dari koma ke ekor. Ditilik dari periodenya, komet dapat
dibagi menjadi dua bagian: Komet periode pendek, memiliki orbit elips dengan
periode kurang dari 200 tahun, dalam beberapa kasus periodenya hanya beberapa
tahun Komet periode panjang,mempunyai periode lebih besar dari 200 tahun,
orbitnya mungkin elips, parabola atau hiperbola, penemuannya tidak dapat
diprediksi.
Komet berasal dari awan Oort (awan dengan massa total 1 sampai 10 kali massa
Bumi), menyebar dari kawasan setelah Neptunus hingga jarak 106 au atau lebih.
Untuk komet periode pendek, selain berasal dari awan Oort bagian dalam (inner
Oort), ia juga bisa berasal dari sabuk trans-Neptunians (Kuiper Belt). Inti komet
merupakan konglomerasi es dan debu dengan bentuk tidak beraturan, terdiri dari
buliran-buliran kecil yang mengalami keruntuhan gravitasi dalam awan komet,
akibat ketidak stabilan gaya gravitasi sehingga membentuk kumpulan yang lebih
besar.
Proses akreasi komet dengan kandungan sebagian besar komponen yang
mudah menguap memerlukan temperatur dan kecepatan rendah (sekitar
0,05km/detik). Proses ini tidak memungkinkan inti komet bisa tumbuh lebih besar
dari 10 kilometer. Pembentukan selubung kerak pada komet terjadi akibat
keberadaan materi yang mudah menguap dan batu-batuan dalam inti komet.
Lapisan kerak berasal dari kepingan-kepingan yang tidak mudah menguap.
Kemudian kembali lagi ke inti setelah dilepaskan akibat tekanan gas pada daerah
sublimasi. Akibatnya aktivitas komet menurun dan komet menjadi pasif. Proses
penguapan akan menyebabkan terbentuknya atmosfer gas dan debu yang disebut
koma.
Awan Oort sebagai reservoir komet berlokasi pada kawasan 100000 au
dari Tata Surya. Gaya gravitasi pusat galaksi menarik sebagian materi awan Oort
yang kemudian memasuki Tata Surya kita. Laju produksi gas dan debu
bergantung secara dominan pada radiasi matahari, demikian juga dengan ukuran
inti dan sifat penguapan unsur es. Sebagian gas yang membentuk koma
mengalami ionisasi. Gas terionisasi dipengaruhi oleh medan magnetik yang
dibawa angin Matahari sehingga terbentuk ekor plasma komet. Ekor plasma ini
dapat putus dari kepala komet ketika terjadi penurunan produksi ion, peningkatan
tekanan angin Matahari, dan hantaman medan maknit.5

2. Inti Komet
Inti komet pada dasarnya dapat dibedakan dalam beberapa macam yaitu;
1) Model sandbank
a. Inti merupakan awan partikel, menyebar dan bergerak secara bersamaan
b. Inti merupakan kumpulan es
2) Model struktur konglomerasi es
a. Adanya material yang mudah menguap dan tidak mudah menguap
b. Adanya gaya non-gravitasional

5
Ibid. Hal 88
c. Adanya pemecahan inti komet
d. Kesamaan penampakan komet sebelum dan setelah melewati perihelion
(inti komet harus berukuran besar)
e. Inti terdiri dari bebatuan yang keropos. Pori-pori diisi oleh es
3) Model modifikasi struktur bola salju dari akumulasi planet
Pembentukan kerak akibat keberadaan materi yang dapat menguap dan
berbatu-batu pada inti. Sublimasi materi meninggalkan kerak yang dapat
mudah menguap. Tebal kerak bertambah seiring peningkatan sublimasi.
Penipisan kerak diakibatkan oleh erosi dan proses pengangkutan.6
3. Model Permukaan
Radiasi yang datang pada inti komet sebagian dipantulkan dan sebagian lagi
diserap oleh lapisan permukaan inti. Terjadi pertukaran energi antara bagian
permukaan dan interior (konduksi). Komet akan mantap bila energi yang
diserap sama dengan energi yang dilepas. Whipple mengusulkan bahwa
permukaan komet ditutupi oleh lapisan debu tipis. Model permukaan tidak
bergantung pada radius komet, jadi temperatur permukaan dan kecepatan
berkurangnya radius komet tidak berubah setelah melakukan revolusi
berulangkali. Peroses pemanasan atau pendinginan sebanding dengan jarak
kuadrat, R2.7
4. Model Pembungkusan Debu
Bulir debu yang tinggal pada permukaan inti makin banyak terkumpul
sehingga menutupi daerah sublimatif sampai akhirnya terbentuk lapisan
debu penyekat. Akibatnya daerah inti yang tadinya aktif menjadi tidak aktif
lagi. Ketika evolusi berlangsung, inti mengalami perubahan, daerah
sublimasi berkurang aktifitasnya dan akhirnya inti komet menjadi mati,
komet menjadi mirip asteroid. Misalnya, komet keluarga Jupiter. Dalam
jangka panjang kedua skenario itu dapat memprediksi berkurangnya luas
daerah sublimasi dan kecerlangan absolut (B) inti komet. Dalam jangka
pendek, model mass-loss dapat memprediksi berkurangnya radius inti (R)

6
Ibid,hal 92
7
Ibid, hal 107
sedangkan pada model pembungkusan debu dapat menjelaskan
berkurangnya fraksi sublimasi bebas (f) dari luas daerah permukaan. Kita
tahu percepatan non-gravitasi A f/R . Akibatnya adalah, pada model
mass-loss akan menambah percepatan non-gravitasi, sedangkan pada model
pembungkusan debu akan mengurangi percepatan non-gravitasi.8
5. Perturbasi Planet dan Bintang
Setelah komet mengitari kawasan planet beberapa kali, maka orbit komet
akan berubah dari elips menjadi parabola atau hiperbola sehingga terlepas
Tata Surya
a) Komet periode panjang akan kehilangan energi
b) Jarak aphelion berkurang dan periode semakin pendek
c) Energi total E berubah tapi tidak mengubah jarak perihelion,
d) kecuali untuk komet periode pendek.
Untuk komet periode panjang perturbasi dapat disebabkan oleh;
a) Planet utama
b) Gaya non gravitasional
c) Bintang lewat secara random
Disintegrasi komet dapat terjadi oleh;
a) Tabrakan dengan planet atau dengan Matahari
b) Pecahnya komet akibat gaya pasang surut ketika berpapasan
c) dengan planet
d) Hilangnya materi akibat penguapan
6. Lepasnya Komet dari Tata Surya
Laju kehilangan komet dari Tata Surya dapat ditinjau sebagai fungsi waktu ketika
pertama kali melewati perihelion dan fungsi jumlah revolusi mengelilingi
Matahari. Untuk menghitungnya digunakan metode random walk yang didasarkan
pada perubahan energi (1/a) komet berlangsung random hingga hilang ke ruang
antar bintang atau masuk ke kawasan planet bagian dalam, angka kritis yang
diperoleh adalah 1/a = 1/1300/AU Fakta statistik menunjukkan bahwa;

8
Ibid, hal 112
a) Lebih dari 90% komet terlempar dari Tata Surya dalam 100 satuan waktu (5
juta tahun) dan prosentasi komet yang tetap tinggal dalam Tata Surya hampir
tidak bergantung pada energi awalnya
b) Prosentase komet yang tetap terikat pada Tata Surya setelah T satuan waktu
sebanding dengan T-2/3 Peluang agar komet tetap terikat pada Tata Surya
mengikuti pernyataan;

(3.10)

Jika N- menyatakan laju kehilangan setelah komet melakukan beberapa


9( terikat pada Tata Surya akan
revolusi. Probabilitas komet agar tetap
mengikuti pernyataan berikut;

(3.11)

Dari pernyataan ini diperoleh sekitar 90% komet akan terlempar dari Tata
Surya setelah 409(kali revolusi
E. Meteor
Meteor adalah lintasan cahaya terang di langit yang terjadi karena pecahan
meteoroid masuk ke atmosfer bumi. Meteor habis terbakar sebelum mencapai
permukaan bumi. Pecahan meteoroid bergerakcepat dari angkasa luar menembus
atmosfer bumi. Ketika memasuki atmosfer bumi, meteoroid mengalami tekanan
yang menghasilkan panas. Panas yang sangat tinggi menghasilkan pijaran sangat
terang dan berkilauan. Dari bumi, pijaran itu tampak seperti bintang jatuh.
Semakin malam semakin sering mata kita melihat meteor, sedang pada
waktu siang hari meteor dapat dilihat dan diselidiki dengan melalui pengamatan
radar yang dapat mencatat getaran elektromagnetik yang disebabkan meteor.
Meteor atau bintang beralih ialah suatu benda seperti batu yang memasuki
atmosfir bumi sehingga terjadi pergesekan dengan udara yang menimbulkan
panas dan batu meteor terbakar hangus. Kebanyakan sebelum jatuh ke permukaan
tanah, batu meteor sudah habis terbakar dan apinya padam.
Pada waktu benda-benda meteor masih di angkasa, benda itu disebut
“meteoroid”. Apabila telah memasuki atmosfir bumi, dan masih ada sisanya yang
jatuh ke bumi disebut “meteorite”. Berdasarkan penyelidikan meteorite yang ada
di bumi dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
1. Meteor yang materinya besi batu.
2. Meteor yang materinya besi atau logam lunak.
3. Meteor yang materinya batu dan mengandung 10-15% campuran besi dan
nekel, jenis inilah yang banyak diketemukan di bumi.
Maka jika seseorang menyebut ada bintang jatuh, itu yang dimaksud
adalah meteor. Meteor bukanlah bintang tetapi pecahan - pecahan materi yang
berasal dari angkasa luar yang kemudian terbakar akibat pergesekan dengan udara
ketika memasuki atmosfer bumi.
Meskipun benda-benda akan mengalami perlambatan setelah memasuki
atmosfer Bumi, tetapi tetap saja akan menghantam Bumi dengan kecepatan yang
sangat tinggi. Gesekan dengan materi Bumi membuat benda tersebut meleleh.
Jika benda-benda tersebut pecah menjadi serpihan-serpihan, terbentuklah hujan
meteor. Hujan meteor merupakan pemandangan yang sangat indah. Di langit yang
gelap tampak pijaran cahaya berkilauan di langit. Sayangnya, ribuan meteor
terlihat berkilauan hanya dalam waktu sangat singkat. Hujan meteor Leonid
merupakan salah satu hujan meteor yang terkenal. Hujan meteor jenis ini terjadi
sekitar tanggal 16–17 November tahun 1833. Pada bulan November 1833 terjadi
hujan meteor Leonid yang sangat deras selama 1 jam. Sekitar lebih dari 35.000
meteor jatuh pada peristiwa itu. Sungguh pemandangan yang sangat indah
sekaligus menakutkan bagi setiap orang yang melihatnya.9

9
Fathul Mufid, Diskursus Tentang Benda-benda Angkasa Luar Menurut Para Mufassir dan
Astronom, (Hermeneutik, Vol. 7, No.1, 2013), hlm. 95.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Planet merupakan benda angkasa yang tidak memiliki cahaya sendiri,berbentuk
bulatan dan beredar mengelilingi matahari. Sebagian besar planet memiliki pengiring
atau pengikut planet yang disebut satelit yang beredar mengelilingi planet
Planet Merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan matahri dengan jarak 58
juta km. Planet Venus lebih dikenal sebagai Bintang Kejora atau Bintang Senja. Venus
merupakan planet yang paling dekat dengan bumi.Planet Bumi merupakan satelit
matahari seperti halnya planet-planet lain yang sampai kini dianggap satu-satunya planet
dalam anggota tata surya yang dapat mendukung adanya kehidupan. Mars banyak
mengandung besi oksida (FeO) membuat Mars tampak sebagai planet merah. Planet
Jupiter merupakan planet terbesar dalam sistem tata surya dengan diameter 139.822 km.
Planet Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah jupiter dengan diameter 120.500
km. Uranus merupakan planet gas yang berwarna biru kehijauan dengan awan tebal yang
menutupinya. Planet Neptunus merupakan planet terjauh dari matahari
Satelit adalah benda langit yang paling kecil beredar mengelilingi benda langit
yang lebih besar (planet) dan tetap berada dalam gaya tarik benda langit yang lebih besar.
Meteor adalah lintasan cahaya terang di langit yang terjadi karena pecahan meteoroid
masuk ke atmosfer bumi. Meteor habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi.
B. Saran
Jika penulisan makalah ini kurang lengkap diharapkan teman-teman juga membaca buku
terkait pembahasan kali ini. Terimakasih
DAFTAR PUSTAKA

Fathul Mufid, Diskursus Tentang Benda-benda Angkasa Luar Menurut Para Mufassir dan
Astronom, (Hermeneutik, Vol. 7, No.1, 2013), hlm. 95.
Suryadi Siregar, Fisika Tata Surya, (Bandung : Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam ITB, 2017)Cet 1,hal 51
Drs. Ramlawati,dkk. Sumber Belajar Penunjang PLPG 2017 (BAB XIV Sitem Tata
Surya). Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm 9
https://blogmipa-geografi.blogspot.com/2018/05/hukum-kepler-dan-titius-bode.html
diakses tanggal 8 september 2019 pada pukul 11.56
http://woocara.blogspot.com/2015/11/pengertian-satelit-fungsi-satelit-macam-macam-
satelit.html/ ( pada tanggal 10 september 2019 pukul 12.59)