Anda di halaman 1dari 2

1.

Ayam mati (< 4-5 jam) atau yang disembelih dicelupkan ke air sampai basah, agar
saat melakukan bedah ayam tidak terganggu oleh bulu-bulu ayam.

2. Ayam diletakkan terlentang, dada menghadap ke atas. dengan gunting dicari kulit
antara paha-perut ayam, kemudian disayat didaerah itu (seperti garis kuning berbentuk
hurf V), Kemudian kulit paha dikelupas dan dilihat di otot paha luar dan dalam. Lihat
apakah ada garis-garis pendarahan / garis-garis merah di otot paha - ini merupakan gejala
kerusakan akibat penyakit GUMBORO.

3. Kelupas kulit dada ayam hingga kelihatan daging otot dada, dilihat juga jika ada
pendarahan di otot dada, dan lemak (bagian putih) di antara perut dan otot dada - infeksi
GUMBORO atau AI juga menunjukan pendarahan di bagian ini.

4. Sayat bagian antara daging dada-lemak perut secara mendatar, teruskan sayatan
hingga bagian dada lepas atau bisa diangkat - nanti akan kelihatan ada jantung, hati, dan
usus. Dilihat apakah bagian-bagian ini bersih atau ditutupi selaput putih tebal - lapisan
putih tebal biasanya merupakan indikasi ada infeksi COLI (umumnya karena air minum
yang tdk steril)

5. Ambil jantung, cuci bersih dan diperhatikan apakah ada bagian pendarahan di
lemak jantung (indikasi infeksi AI atau ND), atau pendarahan di otot jantung (indikasi
KOLERA).

6. Lihat bentuk hati (besar atau kecil), warna hati, (umumnya jika ada infeksi bakteri
akan tampak dgn adanya bintik-bintik putih-kuning/KOLERA, jika berwarna
kuning/kemungkinan karena danya perlemakan hati atau bisa juga krn ayam stress karena
kepanasan).

7. Hati dibalik untuk melihat kantung empedu, dilihat apakah ukurannya


normal/kecil atau besar. kantung empedu yang hijau dan membesar menunjukan bahwa
ayam tidak makan dalam waktu lama - biasanya sejalan dengan NYILET/kurus ayam
hingga terasa tulang dadanya.