Anda di halaman 1dari 44

Cara Install dan Seting User Manager Mikrotik

Cara Install dan Seting User Manager Mikrotik - User Manager di Mikrotik sangat berguna
untuk menegemen user di Mikrotik, misalnya user pada hotspot. Dengan User Manager kita
dapat menambahkan, mengatur, dan memantau user dengan mudah. Jadi User Manager adalah
suatu aplikasi manajemen sistem di dalam mikrotik yang juga berfungsi sebagai radius server
yang dapat digunakan untuk :
> HotSpot users,
> PPP (PPtP/PPPoE) users,
> DHCP users,
> Wireless users,
> RouterOS users.

Nah, kali ini kita akan Belajar Mikrotik tantang User Manager Mikrotik. Perlu anda ketahui
bahwa tidak semua RouterOS Mikrotik sudah ter-install fitur User Manager. Jadi silakan cek
dulu apakah paket user manager sudah ter-install di Mikrotik anda apa belum. Kalo belum berarti
harus diinstall dulu.

Tutorial Cara Install dan Seting User Manager Mikrotik

Cek apakah paket User Manager sudah terinstall di Mikrotik.


Buka Winbox, masuk menu System --> Packages
Jika belum ada user-manager pada daftar packages berarti user manager belum terinstall

Anda juga bisa mengecek dengan mengakses user manager langsung dari browser. Buka browser
akses http://ipaddressmikrotik/userman, misalnya : http://192.168.10.5/userman
Jika fitur User Manager belum terinstall maka akan muncul pesan Error code 404 Not Found.
Jika fitur User Manager Mikrotik anda belum terinstall maka anda harus menginstall nya. Tapi
sebelumnya anda harus meng-upgrade RouterOS Mikrotik anda ke versi terbaru sesuai yang ada
di web Mikrotik.com. Mengapa harus upgrade dulu? Karena paket user manager kita download
dari web mikrotik.com dan paket nya hanya kompetibel dengan versi RouterOS terbaru yang ada
di halaman download Mikrotik. Jadi untuk amannya silakan upgrade dulu RouterOS mikrotik
anda ke versi terbaru. Silakan baca Tutorial Cara Upgrade RouterOS ke Versi Terbaru untuk
lebih jelasnya :)

Selanjutnya silakan anda masuk ke halaman mikrotik.com/download. Pilih jenis RouterBoard


Mikrotik anda --> Pilih versi RouterOS Mikrotik anda --> download All packages. Misalnya
seperti gambar berikut :
Extract file hasil download --> copy file user-manager.npk
Buka menu Files pada Winbox --> klik menu paste --> pastikan paket user manager sudah
muncul di daftar files.
Reboot Mikrotik untuk menginstall paket user manager secara otomatis.

Silakan cek lagi di menu System --> Packages apakah paket user manager sudah terinstall apa
belum.

Jika sudah muncul di daftar packages, coba akses user manager nya di browser seperti
sebelumnya. Buka browser, akses http://ipmikrotik/userman, misal : http://192.168.10.5/userman
Harusnya akan muncul halaman login User Manager Mikrotik.
Untuk login nya sama seperti login default nya RouterOS username : admin dan tanpa password.
Jika sudah login akan muncul dashboard user manager nya :
Sekarang User Manager Mikrotik sudah terinstall dan siap digunakan. Bagi anda yang sudah
menggunakan fitur hotspot pada Mikrotik nya bisa menggunakan fitur user manager ini untuk
memudahkan managemen user.

Oke sekian dulu Tutorial Cara Install dan Seting User Manager Mikrotik. Untuk
penggunaan user manager akan dibahas lain waktu. Simak terus artikel Tutorial Mikrotik
Indonesia di blog ini ya ;)
Anda mungkin juga meminati:

Belajar Mikrotik : Dasar Firewall Mikrotik

Tutorial Cara Belajar Mikrotik tanpa RouterBoard dengan ...

Belajar Mikrotik : Teori Dasar Mikrotik

Linkwithin

Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook


Labels: Hotspot, Mikrotik Lanjut, RouterBoard, RouterOS, Tutorial Mikrotik, Upgrade, User
Manager
Download Halaman Login Hotspot Mikrotik

Download Halaman Login Hotspot Mikrotik - Bagi anda yang ingin mengganti halaman login
hotspot mikrotik dengan tampilan yang keren, anda dapat mendownload contoh halaman login
hotspot mikrotik seperti berikut ini :

Silakan anda Download Halaman Login Hotspot Mikrotik disini :


LoginMikrotik.rar

Password : mikrotikindo.blogspot.com
Untuk cara mengedit nya bisa dibaca disini :
Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik
Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook
Labels: Download, Hotspot, Mikrotik Lanjut, RouterOS

Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik

Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik - Bagi anda yang sudah membuat Hotspot
di Mikrotik nya pastinya tau kan gimana tampilan halaman login default Mikrotik nya.
Tampilannya simple dan cenderung membosankan. Nah, sebenarnya Halaman Login Hotspot
Mikrotik dapat kita edit, modifikasi, dan ganti sesuai keinginan kita loh. Jadi halaman login
default Mikrotik yang simple itu bisa kita buat jadi keren abis. Gimana caranya? Gampang kok,
konsepnya hampir sama kaya bikin web sederhana. Jadi anda paling tidak harus ngerti bahasa
HTML sedikit-sedikit, dan sedikit sentuhan desain tentunya.

Oke, sebelum mulai Belajar Mikrotik kali ini persiapkan dulu senjatanya :
> HTML editor : Dreamweaver, Notepad++, dll
> Picture editor : CorelDraw, Photoshop, dll

Pastikan Hotspot Mikrotik anda sudah jalan, coba akses halaman login hotspot anda di Browser.

Buka Winbox, masuk ke menu Files. Semua file halaman login hotspot ada di folder hotspot.
Agar bisa mengedit file nya, copy dulu file di folder hotspot itu ke komputer. Caranya bisa
dengan mengakses file itu via FTP. Buka Windows Explorer, masukkan alamat berikut :
ftp://ipaddressmikrotik, misalnya : ftp://192.168.100.1
Login dengan username dan password seperti pada winbox.
Masuk ke folder hotspot. Copy semua file nya, ctrl + a --> copy.

Kalo sudah tinggal edit aja file .html nya pakai Dreamweaver atau Notepad++. Untuk halaman
login ada di file login.html.
Save file yang udah di edit itu, terus upload ke Mikrotik nya. Caranya sama seperti di atas,
tinggal dibalik aja copy dari komputer ke mikrotik. Coba lihat hasil editannya. Buka halaman
login Mikrotik nya, jadinya kaya gini :D

Gimana? masih membosankan tampilannya? Oke, gimana kalo diedit jadi seperti ini?
Keren ga? Itu halaman login hotspot Mikrotik yang saya pasang di kosan :D. Kalo anda ingin
juga bikin halaman login seperti itu, silakan download aja contoh halaman login hotspot
Mikrotik disini :
Download Halaman Login Hotspot Mikrotik
Terus edit aja file .html yang ada, misalnya login.html pakai Dreamweaver aja biar gampang.
Untuk gambar banner dan logo nya silakan anda cari atau buat sendiri pakai CorelDraw atau
aplikasi lainnya.

Oke cukup sekian dulu Tutorial Mikrotik Indonesia tentang Cara Mengganti Halaman Login
Hotspot Mikrotik. Silakan dicoba dan good luck :)
Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook
Labels: Download, Hotspot, Mikrotik Lanjut, RouterOS, Tutorial Mikrotik

Tutorial Cara Upgrade RouterOS ke Versi Terbaru

Tutorial Cara Upgrade RouterOS ke Versi Terbaru - Melakukan Upgrade atau Update versi
RouterOS ke versi terbaru merupakan hal yang perlu diperhatikan pengguna Mikrotik. Dengan
meng-upgrade versi RouterOS maka Mikrotik anda akan mendapatkan fitur-fitur baru juga.
Misalnya bagi Mikrotik dengan versi RouterOS 5.2 dan belum terinstall user manager maka
harus di upgrade ke versi terbaru (misal 5.24) dulu biar bisa Install paket user manager dari
halaman download Mikrotik.

Oke kali ini Tutorial Mikrotik Indonesia akan membahas tentang cara upgrade versi RuoterOS
dengan contoh buat RB751U-2HnD dari RouterOS 5.2 ke RouterOS 5.24. Sebenarnya ada versi
yang lebih baru yakni RouterOS 6.0RC12 tapi berhubung versi 6 ini belum versi Final jadi
amannya pake versi 5.24 dulu ya ;)

Langsung aja berikut Tutorial Cara Upgrade RouterOS ke Versi Terbaru :


1. Buka halaman Download Mikrotik : http://mikrotik.com/download
2. Pilih tipe RouterOS yang sesuai dengan RouterBoard anda. Misalnya buat RB751U-2HnD jadi
pake yang mipsbe RB700 Series.

3. Download file upgrade package untuk versi RouterOS nya seperti gambar berikut ini

6. Buka folder yang berisi file download di Windows Explorer, klik kanan file .npk nya --> Copy
5. Buka Winbox, masuk ke menu Files --> klik icon Paste untuk meng-upload file .npk nya.
6. Kalo proses upload nya sudah selesai reboot Mikrotik nya, System --> Reboot. Maka paket
update itu akan terinstall secara otomatis saat Mikrotik booting.

7. Untuk mengecek apakah RouterOS Mikrotik nya sudah ter-update buka menu System -->
Resources

8. Dari gambar di atas bisa dilihat kalo versi RouterOS nya sudah update dari 5.2 ke 5.24.

Gimana gampang kan? Anda bisa coba sesuai tipe dan versi Mikrotik masing-masing. Kali ini
kita sudah belajar mikrotik tentang Tutorial Cara Upgrade RouterOS ke Versi Terbaru.
Selanjutnya akan dibahas cara install fitur user manager pada artikel berikutnya.

Semoga bermanfaat :)

Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook


Labels: Dasar Mikrotik, RB751U-2HnD, RouterBoard, RouterOS, Tutorial Mikrotik, Upgrade

Tutorial Cara Menggunakan Modem USB Smartfren di Mikrotik RB751U-


2HnD

Tutorial Cara Menggunakan Modem USB Smartfren di Mikrotik RB751U-2HnD -


Sebenarnya pada artikel sebelumnya sudah pernah dibahas tentang Tutorial Share Koneksi
Internet Modem USB dengan Mikrotik dengan modem Sierra dan kartu GSM 3. Nah, kali ini
kita akan bahas hal yang sama menggunakan Modem Huawei dan kartu Smartfren. Sebelum kita
mulai, sebaiknya anda baca dulu tutorial ini Tutorial Share Koneksi Internet Modem USB
dengan Mikrotik.

Oke, kita mulai belajar mikrotik untuk mengkoneksikan modem smartfren dengan Mikrotik
RB751U-2HnD. Sebelumnya silakan cek apakah Modem Smartfren anda sudah support dan
dikenali oleh Mikrotik. Cek disini ya.

1. Tancapkan modem Smartfren nya ke port USB Mikrotik, kemudian buka Winbox.

2. Cek apakah USB Modem sudah terhubung dan dikenali oleh Mikrotik nya, buka menu System
--> Resource --> USB
3. Jika nama modem tidak muncul di daftar USB mungkin modem nya belum tertancap
sempurna atau modem belum dikenali oleh Mikrotik.

4. Masuk ke menu Interface, akan muncul interface ppp-out1 secara otomatis.


5. Buka setingan interface itu, anda bisa memberi nama interface nya misalkan SmartFren dan
klik opsi Advanced Mode untuk membuka setingan advanced lainnya.
6. Yang perlu diperhatikan pada tab General yaitu Port nya, pastikan port yang digunakan sesuai
dengan port modem nya (usb1).

7. Masuk ke Tab PPP, isikan opsi berikut :


Phone --> #777
Dial Command --> ATDT
User --> smart
Password --> smart
8. Klik Apply, lihat status dari koneksi PPP itu di pojok kanan bawah. Pastikan status nya
connected yang berarti modem sudah konek.

9. Setelah modem berhasil konek, maka secara otomatis interface PPP dengan nama SmartFren
itu akan mendapatkan IP Address Dynamic.
10. Jangan lupa membuat rule NAT Masquerade untuk interface PPP dengan nama SmartFren
tadi.
11. Set juga DNS Server nya
12. Coba ping dari terminal Mikrotik nya misal ping ke google.com. Kalo berhasil berarti sudah
bisa dipakai untuk browsing.

13. Sekarang terserah anda mau share koneksi internet nya via kabel LAN atau Wireless. Jangan
lupa set IP address interface yang mau digunakan ya.

14. Jika ingin membuat Hotspot via Wireless, silakan anda baca tutorial ini Cara Membuat
Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik.

Oke cukup sekian saja Tutorial Mikrotik Indonesia tentang Tutorial Cara Menggunakan
Modem USB Smartfren di Mikrotik RB751U-2HnD. Tutorial ini bisa anda terapkan juga
dengan modem lain dan kartu lainnya. Semoga bermanfaat :)

Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook


Labels: Mikrotik Lanjut, RB751U-2HnD, Setting Mikrotik, Tutorial Mikrotik, USB Modem

Cara Membatasi (Limit) Bandwidth Mikrotik dengan Simple Queue Mikrotik

Cara Membatasi (Limit) Bandwidth Mikrotik dengan Simple Queue Mikrotik - Mengatur
dan membatasi pemakaian Bandwidth internet memang suatu hal yang penting ketika koneksi
internet kita terbatas, misalnya kuota bandwidth yang terbatas dari ISP. Kita perlu membatasi
kuota bandwidth tiap user yang terkoneksi ke Router Mikrotik. Pada Router Mikrotik sendiri
sudah tersedia fitur yang bisa membatasi (limit) bandwidth yaitu Queue. Ada dua macam Queue
pada Mikrotik :

1. Queue Simple : merupakan cara termudah untuk melakukan management bandwidth


yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk mengatur pemakaian
bandwidth upload dan download tiap user.
2. Queue Tree : mirip seperti queue simple tapi lebih rumit, yaitu dapat melakukan
pembatasan bandwidth berdasarkan group bahkan secara hierarki. Kita harus
mengaktifkan fitur Mangle pada Firewall jika ingin menggunakan Queue Tree.

Pada artikel kali ini kita akan membahas fitur Queue Simple dulu. Oke, mari kita belajar
mikrotik bersama :)

Untuk pembahasan Queue Simple kali ini kita akan mencoba praktek membuat limit
Bandwidth semua user dengan mikrotik. Silakan buka Winbox nya dan pilih menu Queues,
maka akan muncul tampilan berikut :
Sebelum kita mulai membatasi Bandwidth internet dengan mikrotik, pastikan dulu berapa
Bandwidth Internet yang anda dapat dari ISP yang anda pakai. Sehingga nantinya nilai
Bandwidth yang dilimit tidak melebihi alokasi Bandwidth dari ISP. Misalnya bandwidth dari ISP
sebesar 1 Mbps, maka limit bandwidth nya diset lebih kecil atau sama dengan 1 Mbps.

Untuk menambahkan Simple Queue baru klik tombol +, maka akan muncul tempilan seperti
berikut :
Ada beberapa tab di jendela Simple Queue tersebut, namun kita hanya akan menggunakan tab
General dan Advanced saja.

Tab General
Pada tab General ada beberapa pilihan yang dapat diseting. Yang perlu kita perhatikan dengan
seksama yaitu pilihan Target Address dan Max Limit.

Target Address

Anda dapat mengisis Target Address dengan IP address tertentu yang ingin anda batasi
Bandwidth nya, misal 192.168.100.0/24. Dari gambar di atas bisa dilihat untuk Target Address
kosong, ini berarti konfigurasi limit Bandwidth ini berlaku untuk semua alamat IP.

Max Limit

Max Limit adalah alokasi bandwidth maksimal yang bisa didapatkan user, dan biasanya akan
didapatkan user jika ada alokasi bandwidth yang tidak digunakan lagi oleh user lain. Jangan lupa
centang Target Upload dan Target Download untuk mengaktifkan fitur ini, pilih besar
Bandwidth yang ingin dilimit pada Max Limit. Misalnya upload : 256kbps download : 1Mbps.

Besar limit Bandwidth untuk upload lebih rendah daripada download nya karena memang user
biasanya lebih banyak melakukan download (browsing, download musik, file, dll) daripada
upload. Anda dapat memilih sesuai keinginan.
Anda juga dapat menentukan waktu kapan dan berapa lama Simple Queue ini akan mulai
berjalan dengan memilih opsi Time.

Tab Advanced

Pada tab Advanced hal yang perlu diperhatikan pada opsi Interface dan Limit At.

Interface
Pilih interface mana yang ingin dibatasi bandwidth nya, misalnya interface Wlan1 untuk
membatasi koneksi internet via wireless. Jika ingin membatasi bandwidth di semua Interface
pilih all.

Limit At
Limit At adalah alokasi bandwidth trendah yang bisa didapatkan oleh user jika traffic jaringan
sangat sibuk. Seburuk apapun keadaan jaringan, user tidak akan mendapat alokasi bandwidth
dibawah nilai Limit At ini. Jadi Limit At ini adalah nilai bandwidth terendah yang akan
didapatkan oleh user. Nilai nya terserah anda mau diisi berapa. Misalnya diisi upload 128kbps
download : 512kbps.

Untuk opsi lainnya akan dibahas pada artikel Tutorial Mikrotik Indo selanjutnya.
Nah, dari konfigurasi tersebut, maka hasilnya jika semua user sedang memakai koneksi internet
dan kondisi jaringan sibuk maka tiap user akan mendapatkan bandwidth sebesar
128kbps/512kbps. Jika satu atau beberapa user tidak sedang menggunakan koneksi maka alokasi
bandwidth akan diberikan ke user yang sedang terkoneksi. Dan jika hanya satu user yang
menggunakan koneksi maka user itu akan mendapatkan alokasi bandwidth maksimal
256kbps/1Mbps.

Klik ok untuk menambahkan Simple Queue tersebut, sehingga akan muncul di queue list.

Pada gambar di atas, ada dua Simple Queue, yaitu Simple Queue yang terbentuk secara otomatis
oleh Hotspot di artikel sebelumnya Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot
Mikrotik
dan Simple Queue yang baru dibuat. Jika ada dua konfigurasi berbeda maka akan dieksekusi dari
atas ke bawah (top to bottom), jadi Simple Queue hotspot dieksekusi dulu baru kemudian Simple
Queue Mikrotik Indo. Walaupun Simple Queue hotspot Tx Rx Max limit nya unlimited, tapi
semua user hotspot akan mendapatkan bandwidth Max Tx Rx 256k/1M dari Simple Queue
MikrotikIndo, sehingga Simple Queue hotspot itu tidak berlaku.
Anda dapat mengatur konfigurasi Simple Queue sesuai selera anda sendiri. Silakan anda
kembangkan sesuai keinginan anda sendiri. oke, semoga Tutorial Mikrotik Indonesia tentang
Cara Membatasi (Limit) Bandwidth Mikrotik dengan Simple Queue Mikrotik ini
bermanfaat. Selamat belajar Mikrotik :)
Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook
Labels: Bandwidth Management, Dasar Mikrotik, Mikrotik, RouterOS, Setting Mikrotik,
Tutorial Mikrotik

Lupa Username & Password Mikrotik? Ini Solusinya


Solusi Melihat Username dan Password Mikrotik jika anda Lupa - Manusia memang tidak
bisa lepas dari penyakit LUPA. Ya, mungkin anda ada yang mengalami lupa password Mikrotik
atau lupa username Mikrotik nya. Lupa username dan password Mikrotik memang umum dan
sering terjadi apalagi kalau kita tidak menyimpan data login Mikrotik itu. Namun anda tidak
usah khawatir karena jika anda lupa username dan password login Mikrotik, kedua nya bisa di-
recovery dengan memanfaatkan file backup Mikrotik dan layanan Mikrotik Backup Password
Recovery dari situs mikrotikpasswordrecovery.com.

Oke, berikut cara recovery username dan password Mikrotik dengan Mikrotik Password
Recovery Tool :

1. Pastikan anda masih menyimpan file backup dari Router Mikrotik yang anda lupa password
nya.
2. Masuk ke situs www.mikrotikwiki.com
3. Klik Choose File dan pilih file backup Mikrotik anda --> Klik Submit.

4. Kemudian Username dan Password Mikrotik anda akan muncul seperti gambar di atas.

Gimana mudah bukan? Yang penting anda harus rajin Backup Konfigurasi Mikrotik anda supaya
hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi dan juga catat username dan password anda supaya
ketika lupa tidak repot :D.

Jika cara ini tidak bisa digunakan mungkin karena tidak ada file backup dari Mikrotik anda, cara
lainnya adalah dengan mereset Router Mikrotik anda. Saya sudah pernah membahasnya pada
artikel ini Tutorial Cara Reset Mikrotik

Oke, Semoga Tutorial Mikrotik Indonesia tentang Lupa Username & Password Mikrotik? Ini
Solusinya ini bisa bermanfaat. Selamat mencoba :)
Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook
Labels: Dasar Mikrotik, Reset, Tutorial Mikrotik

Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik

Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik - Router Mikrotik
merupakan router yang memiliki fitur lengkap. Salah satu fitur yang cukup populer dan banyak
digunakan dari Router Mikrotik itu sendiri adalah Hotspot. Tahukah anda perbedaan internet
sharing biasa dengan Hotspot? Mungkin anda sering menemukan sinyal internet wifi yang di
password dengan menggunakan WPA atau WEP. Anda akan bisa internetan jika memasukkan
password dengan benar. Jadi siapa saja bisa mengakses wifi itu jika tau password nya karena
password nya hanya ada satu. Berbeda dengan metode Hotspot, yang mana kebanyakan wifi
hotspot tidak di password dan semua user bisa konek kemudian akan diarahkan ke halaman login
di Web Browser. Tiap user bisa login dengan username dan password yang berbeda-beda.
Metode semacam inilah yang sering kita temukan di wifi Cafe, Sekolah, kampus, maupun area
publik lainnya.

Nah, sekarang kita akan membahas Tutorial Mikrotik Indonesia dengan mencoba membuat dan
seting mikrotik sebagai Hotspot. Namun sebelumnya anda perlu tau apa saja kelebihan Hotspot
dengan menggunakan Mikrotik. Dengan menggunakan Mikrotik sebagai Hotspot, anda dapat
mengkonfigurasi jaringan wireless yang hanya bisa digunakan dengan username dan password
tertentu. Anda juga dapat melakukan manajemen terhadap user-user tersebut. Misalnya,
mengatur durasi total penggunaan hotspot per user, membatasi berapa besar data yang dapat di
download tiap user, mengatur konten apa saja yang boleh diakses user, dll.

Oke, udah tau kan apa saja kelebihan dan fitur-fitur hotspot mikrotik. Sekarang lanjut Balajar
Mikrotik langsung ke praktek nya. Kita mulai dengan konfigurasi dasar hotspot nya dulu ya.

1. Tentukan interface yang akan dibuatkan hotspot. Karena kita akan membuat hotspot via wifi
maka pilih interface wlan. Disini saya asumsikan menggunakan wlan1. Aktifkan wlan1 dan
gunakan mode AP Bridge, isikan SSID dengan nama hotspot anda.
2. Beri IP address interface wlan1, misalnya 192.168.100.1/24
[admin@MikroTik] > ip address add address= 192.168.100.1/24
interface=wlan1

Atau bisa melalui winbox, masuk ke menu IP --> Address


3. Sekarang kita mulai membuat Hotspot untuk wlan1. Untuk lebih mudah nya kita
menggunakan wizard Hotspot Setup. Masuk ke menu IP --> Hotspot --> Hotspot Setup

4. Pilih Hotspot Interface : wlan1 --> klik Next

5. Selanjutnya mengisikan IP address dari wlan1 dan centang Masquerade Network. klik Next
6. Menentukan range IP address yang akan diberikan ke user (DHCP Server), misal :
192.168.100.10-192.168.100.254. Jadi user akan diberikan IP secara otomatis oleh DHCP Server
antara range IP tersebut.

7. Memilih SSL certificate. Pilih none saja, klik Next.

8. IP Address untuk SMTP Server kosongkan saja. Klik Next.


9. Memasukkan alamat DNS Server. Isikan saja dengan DNS Server nya Google : 8.8.8.8 dan
8.8.4.4. Klik Next.

10. Memasukkan nama DNS untuk local hotspot server. Jika diisi nantinya akan menggantikan
alamat IP dari wlan1 sebagai url halaman login. Jika tidak diisi maka url halaman login akan
mengguakan IP address dari wlan1. Kosongkan saja, klik next.

11. Hotspot sudah berhasil dibuat. Silakan anda coba koneksikan laptop anda ke wifi hotspot
anda.
12. Buka browser dan akses web sembarang, misalnya mikrotikindo.blogspot.com maka anda
akan dialihkan ke halaman login hotspot mikrotik.

13. Silakan coba login dengan username : admin dan password : kosong.
14. Jika berhasil login berarti Hotspot sudah beres.
15. Untuk mengedit dan menambahkan user silakan masuk ke menu IP --> Hotspot --> klik tab
Users
Oke cukup sekian dulu tutorial tentang Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar
Hotspot Mikrotik. Untuk pembahasan fitur hotspot mikrotik lainnya seperti penjelasan menu tab
Hotspot dan user manager menggunakan RADIUS Server akan dibahas pada artikel selanjutnya.
Selamat Belajar Mikrotik, Good luck :)

Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook


Labels: Hotspot, Mikrotik Lanjut, RouterOS, Setting Mikrotik, Tutorial Mikrotik

Tutorial Cara Instalasi Mikrotik RouterOS di PC

Tutorial Cara Instalasi Mikrotik RouterOS - Jika anda membeli RouterBoard Mikrotik
biasanya sudah langsung bisa digunakan tanpa perlu lagi melakukan instalasi RouterOS, tinggal
memasukkan lisensi saja. Namun jika anda tidak ingin menggunakan RouterBoard atau hanya
ingin menggunakan PC sebagai Mikrotik tentunya anda harus melakukan instalasi mikrotik ke
PC dulu. Nah, ada beberapa cara install Mikrotik ke PC. Mikrotik dapat di install di PC dengan
menggunakan beberapa cara, yaitu:

1. ISO Image; menggunakan Compact Disc (CD) instalasi. Silakan download file
berekstensi .ISO yang tersedia dan kamu harus “membakarnya” ke dalam media CD
kosong.

2. NetInstall; melalui jaringan komputer (LAN) dengan Satu Disket, atau menggunakan
Ethernet yang mendukung proses menyalakan komputer (booting) komputer melalui
Ethernet Card. NetInstall dapat dilakukan pada sistem operasi Windows
95/98/NT4/2000/XP.

3. Mikrotik Disk Maker; membutuhkan beberapa buah disket ukuran 3,5″ yang nant inya
akan disalin pada hard disk saat instalasi dilakukan. Dengan menggunakan tools
FloppyMaker.exe.

Dari ketiga cara tersebut, cara pertama yang menggunakan CD ISO image yang paling populer
dan paling banyak digunakan. Jadi kali ini kita akan membahas cara yang pertama dulu. Cara
instalasi Mikrotik menggunakan ISO image memang cukup mudah dilakukan. Anda hanya perlu
mendownload file ISO Mikrotik RouterOS, burn ke CD, boot ke CD itu dan install Mikrotik nya.
Oke Sekarang kita akan mulai bahas cara install mikrotik RouterOS di PC, silakan simak cara
berikut ini :

1. Download file ISO Mikrotik nya. Kalian bisa download disini (Udah termasuk lisensi
level 6. Mohon gunakan HANYA UNTUK TUJUAN BELAJAR SAJA!)
2. Burn file ISO nya ke CD.
3. Masukkan cd mikrotik ke dalam cd/dvd room.
4. Setting bios komputer anda, pada booting awal (first boot)nya adalah cd/dvd room anda.
5. Setelah di setting maka komputer anda akan booting pertama kale ke cd/dvd room anda.
Jika berhasil maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini.
6. Lakukan proses instalasi Mikrotik dengan memilih (check) semua pilihan yang ada
dengan tombol ‘a‘. Kalo udah dicentang semua tekan tombol ‘i’ untuk meginstall
Mikrotik.
7. Tunggu bentar sampe proses instalasi nya selesai. Sabar yahh, cuma bentar kok. Kalo
udah selesai tekan tombol Enter untuk reboot

8. Setelah komputer anda restart maka anda akan diminta untuk check disk atau tidak. Klik
tombol “Y” untuk menyetujui, atau klik tombol “N” untuk tidak menyetujui.
9. Setelah itu akan muncul tampilan login. “admin” (tanpa tanda petik) pada Mikrotik
Login. Dan pada password enter aja. karena password defaultnya tidak ada password
10. Jika berhasil maka akan muncul gambar tampilan awal mikrotik (lihat gambar dibawah
ini). Menandakan anda telah berhasil menginstal mikrotik.
Sekarang Mikrotik RouterOS nya sudah terinstall di PC anda. Namun mikrotik nya hanya bisa
digunakan selama 24 jam saja karena masih dalam masa trial. Untuk bisa membuatnya full
version menggunakan lisensi level 6, perlu dilakukan registrasi lisensi dulu. File lisensi level 6
nya sudah ada di paket ISO sebelumnya. Silakan cari file nya.

Cara Registrasi Lisensi Mikrotik :

1. Koneksikan PC Mikrotik nya dengan PC lainnya atau Laptop anda menggunakan kabel
UTP.
2. Buka Winbox (Jika belum punya Winbox silakan download Winbox disini)
3. Login ke Mikrotik menggunakan Winbox.

4. Di halaman utama Winbox “RouterOs Welcome” dengan berita router anda tidak
memiliki key dan router akan di stop dalam waktu 23 jam 50 menit.
5. Di halam Utama Winbox klik “System” dan klik “Licence”
6. Kemudian klik "Import Key" dan pilih file lisensi level 6 yang ada di folder ISO tadi
7. Router now? klik “OK” maka router akan restart dan disconnect.
8. Login lagi ke Mikrotik nya via Winbox, buka menu System --> License --> Maka akan
muncul tampilan bahwa Mikrotik sudah berhasil diregistrasi dengan lisensi level 6.

Selamat sekarang Mikrotik Anda lisensi nya sudah menjadi level 6. Anda dapat mencoba
menyeting Mikrotik PC anda ini dengan Tutorial Mikrotik Indonesia yang ada di blog ini.
Selamat mencoba :)
Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook
Labels: Artikel, Dasar Mikrotik, RouterBoard, RouterOS, Tutorial Mikrotik
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

Cara Setting User Manager dengan Hotspot Mikrotik


Cara Setting User Manager dengan Hotspot Mikrotik - Pada Artikel sebelumnya sudah
pernah dibahas tentang Cara Install dan Seting User M...

Mikrotik Simulator Gratis menggunakkan GNS3 dan Cloud Hosted Router

Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR) adalah Virtual Machine image dari Mikrotik
Router OS yang mempunyai fitur yang sama dengan Mikrotik x8...

Cara Memantau Koneksi Jaringan Mikrotik dengan Netwatch

Cara Memantau dan Monitor Koneksi Jaringan dengan Netwatch - Netwatch adalah salah
satu fitur pada Mikrotik RouterOS yang berfungsi untuk...

Cara Membuat Transparent Proxy Mikrotik

Cara Membuat Transparent Proxy Mikrotik - Transparent Proxy adalah konsep proxy
transparan yaitu konfigurasi proxy dimana client yang ter...

Cara Konfigurasi DNS Server Mikrotik

Cara Konfigurasi DNS Server Mikrotik - Mungkin anda sudah sering mendengar istilah
DNS Server ini. DNS (Domain Name System) Server berfun...


Tutorial Cara Setting Mikrotik RB750 via Winbox

Tutorial Cara Setting Mikrotik RB750 via Winbox - Mikrotik RB750 adalah salah satu
jenis RouterBoard Mikrotik yang paling banyak digunakan...

Apa itu Microtik, Mikrotic dan Microtic? Apa Bedanya dengan Mikrotik?

Apa itu Microtik, Mikrotic dan Microtic? Apa Bedanya dengan Mikrotik? - Pertanyaan
itu sebenarnya merupakan pertanyaan konyol menurut saya...

Ingin Berbagi Info Mikrotik? Bergabunglah Bersama Kami

MikrotikIndo adalah sebuah blog penyedia informasi Mikrotik gratis yang berbasis
komunitas, jadi siapa saja yang ingin berbagi tips, trick...

Blog Archive
 April (9)
 March (26)
 February (5)
 November (1)

http://mikrotik-it.blogspot.com/2016/03/