Anda di halaman 1dari 9

Makalah

Mekanisme dan Desain Senyawa Organik

REAKSI REDUKSI

BAHRUN
H012191021

SEKOLAH PASCASARJANA
PROGRAM STUDI KIMIA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
A. Pengertian dan Mekanisme Reaksi Reduksi

Reaksi reduksi merupakan bagian dari reaksi redoks yaitu reaksi yang didalamnya

terjadi perpindahan elektron secara berurutan dari satu spesies kimia ke spesies kimia

lainnya, dimana spesies kimia yang memperoleh elektron dikatakan mengalami reaksi

reduksi. Sementara itu, spesies kimia lainnya yang kehilangan elektron dikatakan mengalami

reaksi oksidasi. Kedua reaksi ini merupakan pasangan, sebab elektron yang hilang pada

reaksi oksidasi sama dengan elektron yang diperoleh pada reaksi reduksi. Masing-masing

reaksi (oksidasi dan reduksi) disebut reaksi paruh (setengah reaksi), sebab diperlukan dua

setengah reaksi ini untuk membentuk sebuah reaksi dan reaksi keseluruhannya disebut reaksi

redoks.

Secara umum reaksi reduksi dalam kimia organik dapat dikelompokkan menjadi tiga

kategori yaitu (Firdaus, 2014):

1. pelepasan oksigen

2. adisi hidrogen

3. penambahan elektron

Secara mekanistik, terjadinya reaksi reduksi dapat melalui cara berikut (Firdaus,
2014):

1. dengan cara penambahan elektron diikuti dengan pengambilan hidrogen, seperti di dalam

reduksi alkuna dengan natrium di dalam amoniak cair;

e NH3
RC CR RC CR RC CHR
-NH2
e
R H
NH3
C C RC CHR
-NH2
H R

atau dengan cara kopling, seperti di dalam reduksi keton menjadi pinacol.
R R

R2C O
e dimerisasi
R2C O R C C R

O O

2 H+

R R

R C C R

HO OH

2. dengan cara transfer ion hidrida, seperti di dalam reduksi gugus karbonil dengan litium

hidrida.

R R

H3Al H C O H C OAlH3

R R
3. dengan cara adisi hidrogen molekul terkatalis, seperti di dalam reduksi pada molekul

alkena. Adisi hidrogen masih dapat dibagi lagi ke dalam dau bagian yaitu:

a) hidrogenasi, yakni adisi hidrogen ke dalam sistem tak-jenuh. Sebagai contoh,

katalis
H2C CH2 + H2 H3C CH3

b) hidrogenalisis, yakni adisi hidrogen dengan pemutusan ikatan secara bersamaan;

sebagai contoh,

ArCH2 NMe2 + H2 Ar CH3 + HNMe2

B. Sintesis Senyawa Organik Melalui Reaksi Reduksi

1. Reduksi Senyawa Alkil Halida

Pada umumnya senyawa alkil halida dapat direduksi menjadi senyawa alkana dengan

menggunakan logam Zn dalam larutan asam (Solomons dan Fryhle, 2011).

Reaksi:
Zn, HX
R X R H
(-ZnX2)
Mekanisme yang mungkin untuk reaksi adalah bahwa alkylzinc halida terbentuk pertama dan

kemudian bereaksi dengan asam untuk menghasilkan alkana:

HX
Zn + R X R Zn2+ X R H + Zn2+ + 2 X

Contoh reaksi:

2 CH3CH2CHCH3 Zn, HBr 2 CH3CH2CHCH3

Br (-ZnBr2) H

2. Hidrogenasi Alkena

Hidrogenasi alkena atau hidrogenasi katalitik juga merupakan reaksi adisi dimana satu

atom hidrogen ditambahkan ke setiap karbon ikatan rangkap. Laju reaksi cukup besar dengan

bantuan katalis (Solomons dan Fryhle, 2011)

Ni, Pd atau Pt
H2C CH2 + H2 H3C CH3
25 oC

Ni, Pd atau Pt
CH3HC CH2 + H2 CH3HC CH2
25 oC

Hidrogenasi katalitik dapat digunakan untuk reduksi selektif C=C di dalam adanya cincin

aromatik dan gugus akrbonil, baik itu terkonjugasi maupun tidak terkonjugasi. Reduksi

adalah stereoselektif yang tinggi, menghasilkan cis-alkena yang dominan (Firdaus, 2014).
Mekanime reaksi:
H H
H H

H H
H H H H H H

H H
H
H
H H H
H H H
H

3. Hidrogenasi Alkuna

Adisi atom hidrogen pada ikatan rangkap tiga terjadi ketika alkuna tereduksi dengan

logam litium atau natrium dalam amonia atau etilamin pada rendah suhu. Reaksi ini juga

disebut reduksi logam terlarut, menghasilkan produk (E)–atau trans-alkena (Solomons dan

Fryhle, 2011).

Contoh reaksi:

CH3(CH2)2 H
O
1. Li, C2H5NH2, -78 C
CH3(CH2)2 C C (CH2)2CH3 C C
2. NH4Cl
H (CH2)2CH3
Mekanisme reaksi:

R R H
H NHEt
Li RC CR C C C C

R R

Li
R H R H
EtHN H
C C C C
H R R

4. Reduksi Senyawa Karbonil

Alkohol primer dan sekunder dapat disintesis dengan mereduksi berbagai senyawa

yang mengandung gugus karbonil.

C
[H]
R OH R CH2OH

Asam karboksilat Alkohol 1o


O

C
[H]
R OR' R CH2OH
Ester Alkohol 1o
O

C
[H]
R H R CH2OH
Aldehid Alkohol 1o
O

C
[H]
R R' R CH2OH
Keton Alkohol 2o ]

Reduksi asam karboksilat adalah yang paling sulit, tetapi reaksi dapat dilakukan

dengan reduktor kuat seperti lithium aluminium hidrida (LiAlH 4, disingkat LAH). Ester dapat
direduksi dengan hidrogenasi tekanan tinggi (reaksi ini sering juga disebut sebagai

"hidrogenolisis" karena terjadi pemutusan ikatan C-O), atau melalui penggunaan LiAlH4.

Aldehida dan keton dapat direduksi menjadi alkohol dengan reduktor yang lebih lemah, yaitu

natrium borohidrida (NaBH4) (Solomons dan Fryhle, 2011).

Mekanisme reaksi:

R R R
H BH3
H3B H C O H C O H C OH
R R R

Langkah kunci dalam reduksi senyawa karbonil oleh LiAlH4 atau NaBH4 adalah

transfer ion hidrida dari logam ke karbon karbonil. Ion hidrida bertindak sebagai nukleofil

dan karbon karbonil bertindak sebagai elektrofil. Adapun perbandingan penggunaan LiAlH 4

dan NaBH4 dalam mereduksi senyawa karbonil sebagai berikut:

Direduksi dengan LiAlH4

Semakin mudah direduksi Direduksi dengan NaBH4

O O O O

C C C C
R O < R OR' < R R' < R H

Reduktor LiAlH4 bereaksi keras dengan pengurangan air sehingga harus dilakukan

dalam larutan anhidrat, biasanya dalam eter anhidrat. Sementara itu, penggunaan reduktor

NaBH4 dapat dilakukan dalam larutan air atau alkohol (Solomons dan Fryhle, 2011)

5. Reduksi Birch

Reduksi dengan menggunakan logam-amoniak-alkohol pada cincin aromatik dikenal

sebagai reduksi Birch, setelah ahli kimia Australia Arthur J. Birch menunjukkannya pada
tahun 1940-an. Mekanisme reduksi Birch terhadap benzena terjadi adalah analog untuk

mekanisme reduksi logam-amonia alkena. Proses ini melibatkan empat tahapan di mana

langkah 1 dan 3 adalah transfer elektron tunggal dari logam dan langkah 2 dan 4 adalah

transfer proton dari alkohol. Reduksi Birch tidak hanya menyediakan metode untuk

mempersiapkan diena dari senyawa arena yang tidak dapat dicapai dengan hidrogenasi

katalitik, tetapi juga memberikan produk dengan sistem diena nonkonjugasi (Carey, 2000).

Contoh:

Na, NH3

CH3OH

Mekanisme reaksi:

H OCH3
Na
-Na+ - OCH3

Na -Na+

H3CO H

Contoh reaksi Birch dalam Jurnal (Charbe dkk., 2010):

COOH COOH
Na, NH3

EtOH
NO2 NO2
DAFTAR PUSTAKA

Carey, F. W., 2000, Organic Chemistry Fourth Edition, Mcgraw-Hill Higher Education,
United States of America

Charbe N.B., Mehere A.P., Shende S.G., Mohod V.S., Gautam D.T., Madusudhan M. dan
Chaitanya C., 2010, Study of new developments in birch reduction process and their
applications for the synthesis and CNS depressant activity of 3- aminocyclohexa-1,4-
diene-1-carboxylic acid and 3-[5-substituted 1,3,4-thiadiazole-2-yl]-2-styryl 5,8-
dihydroquinazoline-4 (3H)-ones, International Journal of Drug Discovery, 2(1), 17-
25.
Firdaus, 2014, Laporan Hibah Penulisan Buku Ajar Mata Kuliah Kimia Organik Sintesis
Bagian 2, Makassar

Solomons, T.W.G. dan C.B. Fryhle, 2011, Organic Chemistry Tenth Edition, United States of
America