Anda di halaman 1dari 10

http://sulyhadi28.blogspot.com/2016/12/mengenal-steady-rest-lebih-detail.

html

MENGENAL STEADY REST LEBIH DETAIL

STEADY REST,merupakan salah satu alat bantu mesin bubut yang berfungsi
sebagai penyangga ketika membubut benda kerja yang panjang.Benda di
maksud tentu saja tidak semua jenis benda kerja yang ukurannya panjang,tetapi
mempunyai syarat dan kriteria tertentu.Diantara syarat dan kriteria tersebut
adalah benda kerja mempunyai ukuran diameter yang besar,dalam arti tidak
masuk di lubang as mesin bubut dan masih mampu di ikat oleh rahang steady
rest.Syarat lain tentu saja adalah mempunyai permukaan diameter yang rata dan
akan lebih bagus lagi jika permukaan diameternya halus supaya dapat di ikat
oleh rahang steady rest dengan sempurna,sebagai contoh untuk benda kerja
semacam ini adalah as hidrolik atau tabung hidrolik.

BAGIAN - BAGIAN PENTING STEADY REST

Untuk mengenal lebih dalam tentang steady rest ini,sudah tentu kita harus
mengetahui bagian-bagian yang termasuk kategori penting dari bagian-bagian
steady rest.Bagian yang di tandai dengan no 1 merupakan bagian yang berfungsi
untuk menggerakkan rahang steady rest,baik itu gerakan maju atau mundur.Cara
untuk menggerakkannya adalah dengan memutar bagian ini searah jarum jam
atau sebaliknya.Bagian ini akan menyatu dengan bagian lain yaitu baut ( no 3 )
yang akan di ikat dengan menggunakan pin ( no 2 ).Pada steady rest model ini
baut pada no 3 ini mempunyai dua buah ulir yaitu ulir kiri dan kanan.Pada model
lain biasanya hanya terdapat satu macam ulir saja,ulir kiri atau ulir kanan
saja.Oleh karena itu terkadang sistem pergerakan rahang steady rest ini terjadi
perbedaan,yaitu ketika di putar searah jarum jam,rahang steady rest akan
bergerak maju atau mundur.Hal ini dipengaruhi oleh jenis ulir pada baut no 3 ini.

Bagian penting lainnya dari steady rest adalah bagian no 4.Bagian ini merupakan
sebuah mur dari baut no 3.Fungsi dari mur ini sama persis dengan mur pada
umumnya.Sebagai ilustrasi ambillah sebuah baut kemudian pasangkan
murnya.Peganglah murnya kemudian putarlah bautnya.Yang terjadi ketika baut
di putar dan mur di pegang adalah baut akan bergerak maju atau mundur sesuai
dengan arah memutar bautnya.Begitu pula yang terjadi pada steady rest
ini,ketika baut di putar,rahang akan bergerak maju atau mundur.Perbedaannya
terletak pada pemegang murnya,pada steady rest ini mur di pasang pada bodi
dan di kunci dengan baut stut ( no 6 ) sebagai pemegang mur supaya tidak ikut
berputar ketika baut di putar.

Perhatikan bagian pada no 5.Bagian inilah yang bergerak maju mundur pada
rahang steady rest.Pada bagian ini terdapat suatu alur spei yang berfungsi
sebagai alur untuk pergerakan rahang steady rest.Supaya tidak ikut berputar
ketika bagian no 1 di putar,bagian no 5 ini tahan oleh baut stud no 9.Dengan
adanya baut stud dan alur ini,maka rahang dapat bergerak maju mundur dan
tidak ikut berputar.Pada bagian ini,juga terdapat lubang yang berfungsi sebagai
tempat untuk memasang bantalan rahang ( no 11 ).Bantalan inilah yang akan
bersentuhan langsung dengan benda kerja,oleh karena itu biasanya bantalan ini
terbuat dari bahan yang lunak,biasanya besi ancuran atau bronze.Ada kalanya
bantalan ini juga diganti dengan bearings.

Bagian lain yang termasuk penting adalah adanya pin ( 10 ) dan engsel.Pin dan
engsel ini berfungsi untuk sebagai penahan ketika bodi atas steady rest di buka
untuk memasang atau melepas benda kerja.Kebalikan dari bagian no
10,perhatikanlah bagian pada no 17,18,19 dan 20.Bagian ini merupakan suatu
rangkaian yang berfungsi sebagai pengunci ketika bodi di tutup supaya benda
kerja benar-benar diam saat proses membubut.Bagian no 12,13,15 dan 16
merupakan satu rangkaian yang berfungsi untuk mengikat steady rest terhadap
bed / meja mesin bubut.

Uraiana singkat tentang steady rest ala TUKANG BUBUT amatiran ini semoga
bermanfaat dan silahkan di koreksi.Mengenai cara penggunaannya silahka klik
pada link di bawah ini.

CARA SETTING STEADY REST PADA


BENDA KERJA PANJANG
Benda kerja panjang.Mengerjakan benda kerja seperti ini memang tidak sama
seperti benda kerja umumnya yang cenderung pendek.Dalam proses
pembubutannya benda kerja ini memerlukan alat bantu kelengkapan mesin bubut
yang berfungsi sebagai penyangga yang biasa disebut dengan steady rest /
penyangga tetap.Alat ini di sebut dengan penyangga tetap karena pada saat
digunakan alat ini akan diam,tidak ikut berjalan seperti penyangga yang lain atau
biasa disebut dengan penyangga jalan / follower rest.
CARA MENGGUNAKAN STEADY REST

Steady rest,mengapa seorang tukang bubut membutuhkan alat bantu ini,dan


kapan ia harus menggunakannya ?.Seperti yang sudah disinggung tadi di awal
bahwa alat ini berfungsi sebagai penyangga ketika membubut benda kerja
panjang.Sebagai perumpamaan maka cobalah untuk mengangkat besi as 25 mm
yang panjangnya sekitar satu meter.Pegang salah satu ujungnya dan angkat
dengan posisi horisontal.Apa yang terjadi dan apa yang anda rasakan ?.Tangan
akan merasakan berat dan di ujung benda kerja terasa seperti akan jatuh.Hal ini
terjadi karena adanya gravitasi dan berat benda itu sendiri.Hal ini tentu akan
berbeda jika kita meletakkan ujung yang satunya pada sebuah penyangga atau
bangku misalnya,tentu besi ini akan terasa lebih ringan dan tidak seperti akan
jatuh.Maka kira-kira begitulah maksud dari fungsi steady rest ini.

Setelah mengetahui fungsi dan maksud penyangga pada steady rest ini
sekarang akan kita coba untuk membahas tentang cara penggunaannya.Supaya
lebih lebar pembahasannya bahan yang akan kita gunakan sebagai benda kerja
adalah sebuah as hidrolik.As hidrolik ini mempunyai permukaan yang halus dan
tidak boleh cacat atau rusak karena proses apapun.Pembahasan lebih jauh
tentang proses ini ada di link berikut ini,

Cara membubut as hidrolik supaya tidak cacat dengan


menggunakan steady rest
Setelah benda kerja terpasang pada ragum dan steady rest maka langkah
selanjutnya adalah menyetelnya supaya lurus dan terikat dengan kuat.Setel
benda kerja yang dekat dengan ragum.Dalam kondisi seperti ini tangan akan
terasa berat ketika memutar ragum,hal ini terjadi karena antara ragum dan posisi
steady rest belum lurus.Saran saya jangan mengencangkan rahang ragum
terlalu kenang dulu karena steady restnya belum di setel.

Langkah selanjutnya setelah proses seting benda kerja yang dekat dengan
ragum adalah proses seting rahang steady rest.Caranya adalah pasanglah
terlebih dahulu senter hidup pada tail stock,bisa juga dengan senter mati.Setelah
itu dekatkan pada benda kerja dan kunci tail stock terhadap bed mesin
bubut.Atur putaran mesin pada putaran rendah, sekitar 50 rpm.Nyalakan mesin
dan dekatkan senter ke benda kerja hingga menyentuhnya.dengan memutar
handel tail stock.Dalam kondisi seperti ini biasanya pada permukaan benda kerja
akan membentuk goresan berupa lingkaran.Hal ini berarti bahwa antara ikatan
benda kerja di ragum dengan rahang steady rest ini belum lurus atau belum
sama tinggi.Berhati-hatilah dan perhatikan secara seksama,karena dalam kondisi
ini benda kerja akan bergeser maju atau mundur dengan sendirinya.Supaya
posisinya lurus dan sama tinggi maka putarlah penyetel rahang steady rest
hingga tidak lagi ada goresan berupa lingkaran pada permukaan benda kerja
tetapi hanya akan berbentuk titik saja.Jika sudah berbentuk titik saja, maka ini
artinya benda kerja ini sudah lurus dan sama tinggi.Langakah selanjutnya adalah
kembali mengecek setingan benda kerja pada ragum dan kekencangan rahang
ragum itu sendiri.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Diantara beberapa hal yeng perlu diperhatikan ketika menggunakan steady rest
antara lain :

1. Gunakan selalu putaran rendah antara 200 sampai 300 rpm.


2. Sebelum melalui proses pembubutan periksalah kembali benda
kerja,adakah kemungkinan benda kerja ini bergeser atau tidak.Caranya
adalah dengan mendekatkan pisau atau benda lain terhadap permukan
benda kerja.Putar mesin layaknya proses membubut.Perhatikan pisau ini
pada permukaan benda.Jika makin lama makin dekat jarak keduanya atau
makin jauh,maka ini artinya benda kerja ini bergeser dan perlu setting
ulang.
3. Berikanlah pelumas pada benda kerja yang menempel di rahang
steady rest.
4. Jangan mengencangkan rahang steady rest bagian paling atas
terlalu kencang,hal ini justru akan membuat putaran menjadi berat dan
benda kerja seperti terjepit.Nantinya putaran mesin akan berpotensi untuk
berhenti sendiri dan membuat benda kerja rusak atau cacat.kencangkan
rahang secukupnya sampai benda kerja terasa tidak getar ketika proses
membubut.

Penyangga merupakan perlengkapan mesin bubut yang berfungsi untuk


menyangga atau menyokong benda kerja yang dibubut jika benda kerja
tersebut mempunyai ukuran yang cukup panjang. Karena jika benda
kerja yang panjang tersebut tidak didukung oleh alat penyangga, maka
sewaktu dilakukan penyayatan, benda kerja akan bergetar atau bahkan
bisa melentur terutama di bagian tengahnya antara senter kepala tetap
dan senter kepala lepas, sehingga hasil pembubutan akan menjadi
kasar.

Ada dua jenis penyangga yang biasa dipakai pada mesin bubut, yaitu
penyangga tetap (steady rest) dan penyangga jalan (follower rest).
Penyangga tetap memiliki 3 buah batang penyokong yang bagian
ujungnya agak lancip. Ketiga batang penyokong ini dapat digerakkan
maju atau mundur dengan memutarkan baut pengaturnya, sehingga
batang-batang penyokong ini bisa merapat ke permukaan benda kerja.

Gbr 16. Penyangga tetap Gbr 17. Pemakaian


penyangga tetap

Pada pemakainnya penyangga tetap dipasang pada alas mesin dan


diikat dengan baut pada posisi yang dikehendaki. Karena dipasang pada
alas mesin maka penyangga tetap akan tetap diam pada posisinya.

Penyangga jalan memiliki fungsi yang sama dengan penyangga tetap,


yaitu untuk menyangga benda kerja yang panjang dan memiliki diameter
yang kecil. Perbedaan antara penyangga jalan dan penyangga tetap,
terletak pada cara pemasangan dan posisinya. Jika penyangga tetap
dipasang pada alas mesin dan posisinya tetap diam tidak bergerak
mengikuti eretan. Sedangkan penyangga jalan dipasang pada eretan
memanjang dan posisinya tidak tinggal diam tetapi bergerak mengikuti
gerakan eretan memanjang tersebut.

Gbr 18. Penyangga jalan Gbr 19. Pemakaian


penyangga jalan

Penyangga jalam biasanya hanya mempunyai dua buah batang


penyokong, di mana sebuah menyokong bagian atas benda kerja dan
batang penyokong yang satunya lagi menyokong bagian samping benda
kerja yang letaknya berhadapan dengan posisi pahat.

http://achmadarifin.com/kacamata-jalan-pada-mesin-bubut-cara-memasang

Penyangga merupakan perlengkapan mesin bubut yang


digunakan untuk menahan benda kerja yang memilki ukuran
cukup panjang. Benda kerja dengan ukuran yang cukup
panjang tersebut, apabila tidak didukung menggunakan alat
penyangga, maka sewaktu dilakukan proses penyayatan
dimungkinkan benda kerja akan bergetar atau bahkan melentur
sehingga ukuran diameter akan menjadi elips/oval, tidak
silindris dan tidak rata. Sangat disarankan untuk pengerjaan
benda kerja yang panjang dan dimungkinkan terjadi lenturan
maka sebaiknya menggunakan kacamata jalan pada mesin
bubut.

Ada dua jenis penyangga yang dapat digunakan, yaitu


penyangga tetap (steady rest) dan penyangga jalan (follower
rest). Penyangga tetap dipasang pada alas/meja mesin dengan
menggunakan baut pada posisi yang dikehendaki, sehingga
kedudukannya dalam keadaan tetap tidak mengikuti gerakan
eretan. Penyangga tetap memiliki 3 buah batang penjepit
dengan bagian ujung berbentuk agak lancip dan dapat
digerakkan maju atau mundur dengan memutar baut
pengaturnya, sehingga batang-batang penjepit tersebut
mendukung benda kerja.
. Steady Rest
digunakan untuk menopang benda kerja yang panjang dan ditopang pada
badan/diameter benda kerja. penopang ini tidak ikut bergerak bersama
carriage/eretan dan dikunci pada bed mesin

4. Follower Rest
Alat ini berfungsi sama dengan Steady rest namun pemasanganya pada
carriage/ereten utama sehingga dapat bergerak bersama pada waktu penyayatan

Secara prinsip penyangga jalan memiliki fungsi yang sama


dengan penyangga tetap, perbedaannya adalah pada cara
pemasangan dan posisinya. Penyangga jalan jalan dipasang
pada eretan memanjang sehingga dapat bergerak mengikuti
gerakan eretan memanjang tersebut. Perbedaan lainnya
adalah penyangga jalan hanya memiliki dua buah batang
penjepit, di mana sebuah batang berada di bagian atas benda
kerja dan batang penjepit yang satunya lagi berada di samping
benda kerja yang letaknya berhadapan dengan posisi pahat.

Cara memasang kacamata jalan pada mesin bubut


Berikut ini dijelaskan cara memasang kacamata jalan pada
mesin bubut yang akan digunakan untuk membubut poros yang
panjang.

 Menyiapkan kacamata jalan yang akan digunakan untuk


mendukung benda kerja yang akan dibubut.
 Mengendorkan dan melepaskan dua baut pengikat yang
terdapat pada bagian bawah kacamata jalan.
 Menempatkan kacamata jalan pada sisi sebelah kiri atau di
depan eretan kemudian memasang dan mengencangkan
kembali baut pengikatnya.
 Memeriksa dan memastikan posisi kacamata jalan berdiri tegak
lurus pada eretan mesin bubut, kemudian kencangkan secara
maksimal baut pengikatnya
 Mengatur poisisi 2 batang penjepit yang terdapat
pada kacamata jalan agar dapat menompang benda kerja
setinggi senter dengan cara memutar baut pemutar/pengatur
dari setiap batang penjepit tersebut.

Demikian penjelasan singkat mengenai kacamata jalan pada


mesin bubut dan cara memasangnya. Semoga bermanfaat dan
silahkan dishare agar dapat membantu teman-teman dan sobat
mesin lain yang memerlukan.