Anda di halaman 1dari 18

BAB I

LATAR BELAKANG

Nama Perusahaan : OPAQUE

Bidang Usaha : Makanan

Jenis Produk : Opak & Chocolate Kolontong (Chocolont)

Alamat Perusahaan : Jl. Ketandan Wetan GM 1/558, Gondomanan


Yogyakarta

Nomor Telepon : 081935645438

1. Identifikasi Peluang Bisnis


Salah satu jenis usaha yang tidak pernah surut adalah usaha makanan. Usaha
makanan ini memberikan peluang yang sangat besar untuk diusahakan. Apalagi
makanan yang cocok dengan lidah konsumen dan khas didaerah tersebut.
Opak adalah jenis makanan ringan yang berbentuk menyerupai kerupuk yang
memiliki tekstur yang sangat renyah, hanya saja opak terbuat dari beras ketan
sedangkan kerupuk terbuat dari bahan dasar tepung tapioka. Opak ketan merupakan
makanan khas dari daerah Sukabumi Jawa Barat yang memiliki rasa yang enak dan
gurih. Opak ketan terdiri dari dua macam rasa yaitu rasa asin dan rasa manis. Dari
segi pengadaan bahan baku, proses pengolahan, sampai menjadi produk akhir pun
tidak terlalu sulit tetapi tidak semua orang yang bisa membuat makanan khas sunda
ini, biasanya opak ini sering dibuat di daerah-daerah panas karena dalam
pengolahannya membutuhkan proses penjemuran. Opak ini sering kita temukan
untuk para tamu biasanya untuk cemilan sehari-hari.

1
Berangkat dari keadaan ini maka kami melihat bahwa opak merupakan salah
satu produk yang sangat potensial untuk diusahakan. Beras ketan dikenal sebagai
makan pokok penghasil karbohidrat kompleks, yang dicernanya lebih lambat
sehingga dapat membuat kenyang lebih lama. Kuliner yang khas dengan
kebudayaan sekarang sudah jarang sekali kita temukan, karena berkembangnya
makanan yang lebih modern. Untuk itu saya akan mencoba melestarikan kuliner
unik ini, makanan opak dan kolontong semakin enak karena di modifikasi dengan
varian rasa seperti opak dengan rasa coklat, keju, dll. Yang dapat menarik
pelanggan, karena sebagian masyarakat menyukai rasa-rasa yang bervariatif.
Adapun kami bisa membuat sesuai dengan request pelanggan untuk membuat
sesuai dengan selera.

2. Penjelasan Produk
Cara membuat produk kami bisa dibilang gampang. Karena sebenarnya hanya
membutuhkan bahan pokok yang sedikit tidak terlalu banyak. Untuk membuat opak
ini, kami cukup menyediakan beras ketan, gula, coklat, keju, dan bumbu-bumbu
lainnya. Akan tetapi walaupun prosesnya begitu gampang, kami tidak sembarangan
dalam proses pembuatan karena kami mempunyai keunggulan yaitu bahan baku
berkualitas, meskipun menggunakan peralatan yang masih tradisioinal, ukuran
opak yang cukup kecil, tanpa pengawet atau bahan kimia berbahaya.

3. Latar Belakang Bisnis


Alasan kami menawarkan inovasi makanan seperti Opak adalah saat ini
masyarakat begitu konsumtif dengan makanan luar sehingga melupakan makanan
tradisional. Di sini kami membantu semua kalangan khusus para ibu rumah tangga
dan mahasiswa untuk lebih bisa mengenal makanan tradisional yang telah
dilupakan. Dan dengan adanya produk ini para ibu rumah tangga bisa mengenalkan
makan tradisional ke anak-anaknya.

2
4. Tujuan
a. Tujuan Umum
 Mendapatkan keuntungan dari produk ini
 Membudayakan makanan tradisional khas Indonesia
 Menciptakan lapangan pekerjaan untuk daerah sekitar
b. Tujuan Khusus
 Membantu masyarakat mengenalkan makanan khas kepada generasi
selanjutnya
 Menjaga kelestarian budaya dalam bidang kuliner

5. Potensi Bisnis
Produk ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Karena setiap
orang pasti butuh akan santapan ringan dan butuh dengan makanan ringan untuk
bersantai maupun berkumpul dengan teman-teman atau oleh-oleh untuk dibawa
pulang setelah liburan. Dan produk ini cocok dengan kebutuhan.

3
BAB II

ANALISIS SWOT

1. Faktor Internal
a. Strength (Kekuatan)
 Keunggulan produk
Kami menawarkan suatu produk yang mengangkat nilai kebudayaan dan
dipadukan dengan unsur kekreatifan. Yaitu produk opak dan kolontong
yang jarang dijual dipasaran akan tetapi dikenal dikalangan para ibu
rumah tangga. Kami juga menyelipkan harga yang terjangkau, tanpa
bahan pengawet dan menyajikan cita rasa yang berbeda.

 Keterampilan dan keahlian


Kami memiliki keterampilan untuk melakukan modifikasi rasa opak
dan kolontong.

 Bahan baku mudah di dapat


Bahan baku pembuatan opak kolontong ini tersedia karena sudah ada
pemasok langganan.

 Fungsi Pemasaran
Dengan majunya teknologi maka maju pula promosi. Sehingga promosi
gampang sekali dilakukan di media sosial seperti Facebook, Twitter,
Situs Web dan lain sebagainya. Dan telah ada beberapa distributor atau
toko-toko makanan oleh-oleh yang menjual produk berdasarkan target
pasar bahkan distributor perkotaan.

4
b. Weakness (Kelemahan)
 Belum memiliki cukup pengalaman. Pengalaman untuk memulai
usaha yang masih sangat minim merupakan suatu kelemahan yang
harus diatasi.
 Produksi ini volume penjualannya belum terbilang tinggi.
 Dan desain yang bisa dikatakan belum menarik.

2. Faktor Eksternal
a. Opportunities ( Peluang )

 Banyaknya konsumen
Banyaknya para tamu wisatawan yang menginginkan makanan khas oleh-
oleh daerah tersebut. Dan dengan produk ini akan menambah minat
wisatawan maupun setempat.

 Sistem pemasaran
Pemasaran bisa dibilang cukup mudah karena didaerah kami banyak toko-
toko makanan ringan untuk menjadi pemasok/ distributor produk ini.

b. Threats ( Ancaman )

 Keacuhan konsumen, terkadang masyarakat kurang memperhatikan


makanan yang dibelinya.
 Ancaman dari pesaing yaitu maraknya yang menjual opak kolontong dari
berbagai daerah. Sehingga permintaan pasar berkurang akibat adanya para
pesaing dari produk yang lain dan perilaku pasar tidak ramah lagi.
 Megenai ketersediaan bahan baku yang berkualitas bisa berkurang karena
adanya faktor tertentu.

5
BAB III

PERENCANAAN BISNIS

1. Sasaran dan Target Pasar


Sasaran kami adalah seluruh kalangan dari segala usia. Untuk itu kami
memulai promosi dari daerah yang sering dilewati kalangan wisatawan. Dan
biasanya itu di toko-toko makanan khas oleh-oleh. Karena kami menganggap
promosi akan lebih efektif jika terjadi dalam suatu tempat yang strategis.

Selain itu kami juga mempunyai rumah produksi yang siap didatangi siapa
saja dan siap melayani jasa konsultasi serta pemesanan. Untuk itu, kami
menggalakkan promosi di berbagai media baik cetak maupun elektronik. Hal
ini kami maksudkan untuk memberi kemudahan dalam pemesanan dan
pembelian produk kami.

6
2. Pembiayaan
a. Biaya Tetap (Fixed cost) per tahun
Di bawah ini sedikit alat yang kami gunakan:

No. Nama Barang Jumlah Barang Harga Satuan Jumlah


Harga

1 Pisau 3 Rp. 15.000 Rp. 45.000

2 Ayakan/ tempat 10 Rp. 15.000 Rp. 150.000


penjemuran

3 Kompor gas 2 Rp. 250.000 Rp. 500.000

4 Penumbuk/ 2 Rp. 100.000 Rp. 200.000


tempat
penggilingan

5 Oven 4 Rp. 100.000 Rp. 400.000

6 Cukil 10 Rp. 5000 Rp. 50.000

7 Tabung Gas 2 Rp. 150.000 Rp. 300.000

8 Parut Kelapa 10 Rp. 10.000 Rp. 100.000

9 Gunting 5 Rp. 25.000 Rp. 125.000


10 Magicom/ 2 Rp. 500.000 Rp. 1.000.000
Pemanas
TOTAL Rp. 3.170.000

7
b. Biaya Variabel (Variable cost) – Per Bulan

No. Nama Barang Jumlah Harga Satuan Jumlah Harga


Barang

1 Beras Ketan 200 Kg Rp. 17.000 Rp. 3.400.000

2 Kelapa Parut 60 Butir Rp 5000 Rp. 300.000

3 Coklat 30 pack Rp 24.000 Rp. 720.000

4 Keju 40 pack Rp 17.000 Rp. 680.000

5 Garam 10 bks Rp. 1000 Rp. 10.000

6 Penyedap Rasa 10 bks Rp 1000 Rp. 10.000

7 Kemasan/ plastik 30kg Rp. 30.000 Rp. 900.000

8 Gula 35 kg Rp. 15.000 Rp. 525.000

TOTAL Rp. 6.545.000

c. Biaya total
Biaya total = Variable cost + Fixed cost
= Rp 3.170.000 + Rp. 6.545.000
= Rp. 9.715.000

8
d. Biaya dan Harga Per Unit
 Biaya tetap yang dibutuhkan untuk 1 bulan adalah
Rp 3.170.000 : 12 bulan = Rp. 264.166.66
 Total biaya produksi yang dikeluarkan per bulan:
RP. 264.166.66 + Rp. 6.545.000 = Rp. 6.809.199.66
 Biaya per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 bulan : jumlah
produk yang dihasilkan per bulan:
Rp. 6.809.199.66 : 1200 bks = Rp. 5674.33
Harga jual per bungkus Rp 12.000

e. Modal Awal
Modal awal = Total Biaya Tetap + Biaya Variabel selama 1 Bulan
= Rp 3.170.000 + Rp. 6.545.000
= Rp. 9.715.000

f. Analisis Titik Impas (Break Even Point)


BEP harga = Total biaya produksi selama 1 bulan : Produksi
= Rp. 6.809.199.66 : 1200 bungkus
= Rp. 5674.33
Harga jual per bungkus Rp 12.000

BEP produksi = Total biaya produksi selama 1 bulan : Harga per unit
= Rp. 6.809.199.66 : Rp. 12.000
= 567 Bungkus

Jadi, untuk mencapai titik impas maka opak yang harus terjual adalah 567
bungkus dengan harga per produk adalah Rp 12.000

g. Analisis Keuntungan
Pendapatan : Opak yang terjual x harga jual
1200 x Rp 12.000 = Rp. 12.000.000

9
Total Biaya produksi dalam 1 bulan : Rp. 14.400.000

Keuntungan = Pendapatan –Total biaya produksi


= Rp. 14.400.000 – Rp. 6.809.199.66
= Rp. 7.590.800.34

Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual 1200 buah opak dengan
harga Rp. 12.000 per bks dalam 1 bulan adalah Rp 7.590.800.34

h. Pengembalian Modal
Total biaya Produksi: Laba usaha = Rp. 12.000.000 : Rp 7.590.800.34

= 1,58 bulan ( 52 hari )

Catatan : Dalam 1 bulan diproduksi 1200 bungkus opak

Opak yang harus dijual per bulan = 1200 : 30 hari = 40 bungkus

Maka, Pay Back Periode = BEP Produksi : Penjualan per hari


= 567 : 40 = 14 hari

Jadi modal akan kembali dalam jangka waktu 14 hari dengan penjualan 40
bungkus opak tiap harinya.

10
BAB IV

STUDI KELAYAKAN

1. Lokasi
Pembuatan opak ini dilakukan di Jl. Ketandan Wetan. Disini kami memakai
rumah sendiri yang diperuntukkan khusus membuat produk kami. Meskipun lokasi
kami tidak strategis tetapi mudah untuk mencari tenaga kerja dan dekat dengan
distributor. Selain itu, pembeli bisa datang langsung melihat-lihat proses produksi
maupun konsultasi langsung dengan kami tentang cara membuat opak ini.

2. Sarana dan Prasarana


Selain menggunakan rumah produksi kami juga memanfaatkan berbagi media
baik media elektronik maupun media cetak seperti brosur, pamflet, majalah dan
online shop, blog, facebook, twitter dan lain sebagainya. Semua sarana ini
dilengkapi dengan prosedur atau tata cara memesan produk serta kami juga
menyediakan suatu wadah konsultasi baik melalui sms, telepon, chatting,
WhatsApp, email maupun bertemu secara langsung.

3. Sumber Daya Manusia


Tingkat Pengalaman Keterampilan
JABATAN Pendidikan (tahun) Khusus

Kepala Produksi Mahasiswa 1 tahun Mengolah Proses


Produksi

Kepala Pemasaran Mahasiswa 1 tahun Merekrut distributor

Accounting Mahasiswa 1 tahun Pembukuan keuangan

11
JABATAN Jumlah Tenaga yang Tenaga yang Harus
Kebutuhan Tersedia Direkrut

Produksi 4 1 3

Pemasaran 4 1 3

Untuk saat ini, sumber daya manusia telah tersedia. Meskipun jumlahnya belum
memenuhi. Namun hal ini sudah menjadi modal yang luar biasa bagi usaha kami.

12
BAB V

REAL BUSINESS PLAN

1. Rencana Manajemen
a. Strategi Pemasaran
Menawarkan langsung kepada konsumen, Menjual/menyimpan produk di
toko-toko khusus oleh-oleh, PAUD yang biasanya banyak para ibu, membuat
akun media sosial seperti Facebook, Twitter, dan lain-lain, membuka stan pada
pameran.

 Pengembangan Produk
Membuat variasi rasa yang berbeda dan bisa request rasa. Tujuan yang ingin
dicapai, agar konsumen tidak merasa bosan dengan rasa yang cenderung
homogen.

 Pengembangan Wilayah Pemasaran


Area pemasaran utama adalah di toko yang banyak dilalui oleh wisatawan, seperti
Malioboro.

 Kegiatan Promosi
Promosi merupakan bagian dari proses pemasaran. Promosi sangat
mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan suatu usaha. Kami melakukan
promosi produk kami melalui sejumlah media baik elektronik, cetak, iklan di
radio maupun promosi langsung dari mulut ke mulut. Promosi melalui media
elektronik dilakukan dengan membuka semacam online shop di berbagai jaringan
sosial yang kini marak di dunia maya. Promosi melalui media cetak kami lakukan
dengan membuat pamflet, Mencari distributor-distributor di seluruh nusantara.

13
 Penjualan kolektif
Yaitu memberikan pilihan kepada konsumen dengan menjual lebih dari satu
produk dengan harga yang lebih miring bila dikalkulasi per produknya.
Pembelian dengan harga yang miring ini minimal 10 bungkus.

b. Strategi Produksi
Pemilihan beras ketan yang berkualitas, Perendaman dalam baskom
besar/ember beberapa jam, pematangan beras ketan dengan di nanak seperti nasi
kemudian ditumbuk agar ketan yang telah matang itu lembut, dicetak
menggunakan cara tradisional guna melibatkan banyak tenaga kerja, setelah
dicetak dan disimpan pada ayakan kemudian dijemur sampe kering, setelah itu
opak dipotong sesuai ukuran yang biasanya kemudian di oven. Tambahan untuk
memakai varian rasa setelah opak jadi kemudian dicelupkan ke coklat yang telah
dipanaskan.

c. Strategi organisasi dan SDM


Pengelolaan SDM merupakan hal yang harus dilakukan suatu perusahaan
sehingga produktivitas dapat semakin berkembang dan kualitas karyawan pun
semakin baik. Tahap-tahap pengembangan SDM tersebut antara lain:

 Seleksi karyawan
Kami melakukan seleksi terhadap karyawan sesuai dengan bidangnya.
Contohnya di bidang produksi harus yang berpengalaman dari cara segi
menumbuk misalnya.

 Pelatihan karyawan
Karyawan yang telah diseleksi kemudian dilatih dan diberi motivasi
tentang apa tujuan kami membuat opak. Sehingga mereka memiliki kesamaan
persepsi dan pemikiran. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kualitas
dan ciri khas yang membedakan produk kami dengan yang lain.

14
 Sistem Remunerasi yang Seimbang dan Adil
Pembagian keuntungan dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan pada
saat seleksi. Namun, tidak menutup kemungkinan kami akan memberikan
bonus pada karyawan yang memiliki produktivitas yang tinggi dan sungguh-
sungguh dalam bekerja.

d. Strategi Keuangan
Mencatat semua pemasukan harian, bulanan, dan tahunan, mencatat
pengeluaran harian, bulanan dan tahunan dan mencatat keuntungan harian,
bulanan dan tahunan. Sehingga dapat mengetahui laba dan rugi atau mencatat
sesuai dengan sistem akuntansi. Memperkejakan tenaga kerja yang ahli dalam
akuntansi.

e. Strategi penetapan harga


Harga merupakan suatu variable yang mempunyai peranan penting dalam
dunia bisnis. Harga menunjukkan level dari suatu produk juga menjadi acuan
tentang bagaimana produk itu seharusnya bila dilihat dari harganya. Kami hanya
akan mengutamakan kualitas barang. Bukan mengambil keuntungan, karena
kami mempunyai tujuan yaitu membantu semua kalangan untuk melestarikan
makanan khas Indonesia yang sudah dilupakan.

f. Analisis resiko usaha dan antisipasinya


1. Resiko Usaha
Setiap tindakan tentu melahirkan resiko. Demikian pula produk kami
akan mendatangkan berbagai resiko sebagai berikut:
 Produk kurang menarik minat masyarakat.
Manusia memiliki selera yang berbeda satu sama lain. Demikian pula
dalam hal masalah makanan. Semua kalangan, khususnya ibu kurang
memperhatikan makanan yang diberikan oleh anaknya, sehingga
kebanyakan anak lebih suka berdiam lama di KFC, MCd dan lain-lain
yang banyak menjual minuman bersoda .

15
 Opak yang Kurang diminati.
Adakalanya barang tidak mudah terjual dan memenuhi stand, toko atau
bahkan gudang. Sehingga menimbulkan kesan monoton dan menurunkan
kualitas produk. Karena orang menganggap opak suatu makanan yang
tidak modern.

 Modal usaha
Opak isi ini memang tidak memerlukan modal yang terlalu besar.
Tetapi juga tidak bisa dibilang memerlukan modal yang relatif kecil.
Sebagai usaha membangun suatu kualitas, modal awal demi terwujudnya
suatu produksi yang maksimal sangat dapat mendukung keberlangsungan
usaha.

2. Antisipasi terhadap resiko

 Produk kurang menarik minat masyarakat


Setiap orang pasti memiliki persepsi terhadap apa yang mereka lihat. Cara
kami mengantisipasi kurangnya minat konsumen ini adalah dengan
melakukan promosi secara mendalam dan menyeluruh. Jadi bukan hanya
kami bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi kami juga
bertujuan untuk selalu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Dan
tidak lupa yang mencintai produk tanah air sendiri, apalagi itu dalam hal
melestarikan makanan khas Indonesia. Maka dengan ini menarik
pelanggan mencoba produk kami.

 Opak yang kurang laris.


Kami melakukan antisipasi dengan membuat membuat kreasi yaitu bisa
request isi sesuai dengan selera dan masukan dari para pelanggan.
Sehingga masyarakat tidak memberikan kesan bahwa opak makanan yang
tidak modern.

16
 Modal usaha
Modal usaha adalah hal terpenting dalam melakukan suatu bisnis. Untuk
memenuhi modal usaha kami memilih untuk melakukan peminjaman
kepada bank yang memiliki bunga peminjaman terkecil.

3. Struktur Organisasi
Dalam menjalankan usaha ini kami telah menyusun struktur organisasi,
yaitu :

1. Pemilik : Saskia Katrine N.


2. Bagian Keuangan : Zoevania Marchinta R.
3. Bagian Personalia : Zoevania Marchinta R.
4. Bagian Pemasaran : Rian Aditaha
5. Bagian Produksi : Rian Aditaha

Pemilik

Bag. Bag. Bag. Bag.


Keuangan Personalia Pemasaran Produksi

17
BAB VI

PENUTUP

1. Kesimpulan

Demikianlah proposal ini kami ajukan, semoga mendapatkan sambutan


yang positif. Dan dapat menjadi bahan pertimbangan serta dapat menjalin
kerjasama yang baik dengan pihak- pihak yang bersangkutan. Tiada lain harapan
kami adalah bersama-sama membangkitkan dunia usaha nasional
Indonesia menjadi industri yang mandiri dan dapat memberi kontribusi baik
kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Usaha yang kami dirikan merupakan Perusahaan Perseorangan yang


didirikan oleh keluarga dengan harapan akan memperoleh keuntungan dan akan
diperluas lagi pendiriannya.

2. Rekomendasi

Dari hasil proposal diatas maka kami harap anda bersedia untuk bekerja
sama atau menanamkan modal bagi perusahaan kami dengan memperhatikan
aspek-aspek diatas. Terimakasih atas perhatian Anda dan kami ucapkan
terimakasih.

18