Anda di halaman 1dari 39

RANCANGAN AKTUALISASI

” PENINGKATAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI


PUSKESMAS BONTANG UTARA 1”

DISUSUN OLEH

Alvintari Amalia Safitri


NIP. 19910726 201903 2 016

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III ANGKATAN V
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
2019
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI

Yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa Laporan Rancangan Aktualisasi


Pelatihan Dasar Calon PNS Angkatan V Tahun 2019:

Nama : dr. Alvintari Amalia Safitri


NDH : 03
NIP : 19910726 201903 2 016
Jabatan : Dokter Ahli Pertama
Instansi : Puskesmas Bontang Utara 1
Judul Rancangan Aktualisasi : Peningkatan Kepatuhan Berobat Pada Pasien
Hipertensi di Puskesmas Bontang Utara 1

Dinyatakan LAYAK untuk diajukan dalam Seminar Rancangan Aktualisasi pada Senin,
9 September 2019 bertempat di UPTD BPPSDM (Balai Penyuluhan dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia).

Mentor, Coach,

drg. Erwin Wahyudiono Daniel Muttaqin, SP, MP


NIP. 19780615 200903 1 005 NIP. 19821124 200903 1 006

ii
LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI

Yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa Laporan Rancangan Aktualisasi


Pelatihan Dasar Calon PNS Angkatan V Tahun 2019:

Nama : dr. Alvintari Amalia Safitri


NDH : 03
NIP : 19910726 201903 2 016
Jabatan : Dokter Ahli Pertama
Instansi : Puskesmas Bontang Utara 1
Judul Rancangan Aktualisasi : Peningkatan Kepatuhan Berobat Pada Pasien
Hipertensi di Puskesmas Bontang Utara 1

Dinyatakan LAYAK untuk diajukan dalam Seminar Rancangan Aktualisasi pada Senin,
9 September 2019 bertempat di UPTD BPPSDM (Balai Penyuluhan dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia).

Penguji, Coach,

Rokip Purnomo, S.E. Daniel Muttaqin, SP, MP


NIP. 19740430 200804 1 001 NIP. 19821124 200903 1 006

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................................... i


LEMBAR PERSETUJUAN ............................................................................................. ii
LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................................. iii
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... iv
BAB I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang .................................................................................................... 1
1.2. Tujuan Aktualisasi............................................................................................... 4
1.3. Manfaat Aktualisasi............................................................................................. 4
1.4. Ruang Lingkup Aktualisasi ................................................................................. 4
BAB II Gambaran Umum Organisasi
2.1. Gambaran Umum Puskesmas Bontang Utara 1 .................................................. 6
2.2. Visi dan Misi Puskesmas Bontang Utara 1 ......................................................... 7
2.3. Tata Nilai Puskesmas Bontang Utara 1 ............................................................... 7
2.4. Struktur Organisasi .............................................................................................. 9
2.5. Sasaran Kinerja Pegawai ..................................................................................... 9
BAB III Landasan Teori
3.1. Konsep Aktualisasi (ANEKA) .......................................................................... 11
3.1.1. Akuntabilitas ............................................................................................. 11
3.1.2. Nasionalisme ............................................................................................. 12
3.1.3. Etika Publik ............................................................................................... 13
3.1.4. Komitmen Mutu ........................................................................................ 14
3.1.5. Anti Korupsi .............................................................................................. 15
3.2. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI ......................................................... 15
3.2.1. Manajemen ASN ....................................................................................... 15
3.2.2. Pelayanan Publik ....................................................................................... 16
3.2.3. Whole of Government ............................................................................... 17
BAB IV Rancangan Aktualisasi
4.1. Identifikasi Isu ................................................................................................... 18
4.2. Prioritas (Tekhnik Analisis) .............................................................................. 20
4.3. Isu Terpilih ........................................................................................................ 21

iv
4.4. Judul dan Deskripsi .............................................. Error! Bookmark not defined.
4.5. Jadwal Kegiatan ................................................................................................ 32

v
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan
Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah, pengertian tersebut sesuai dengan Undang-Undang No.5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara. Di dalam Undang-Undang tersebut, pegawai ASN
memiliki peranan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berfungsi
sebagai : (1) Pelaksana Kebijakan Publik; (2) Pelayan Publik; (3) Perekat dan
Pemersatu Bangsa. Untuk tugas ASN menurut UU ASN adalah melaksanakan
kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Negara, memberikan pelayanan publik
yang professional dan berkualitas, serta mempererat persatuan dan kesatuan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam sistem Pelatihan Dasar Calon PNS, setiap peserta pelatihan dituntut
untuk mampu mengaktualisasikan substansi materi pembelajaran yang telah
dipelajari melalui proses pembiasaan diri yang difasilitasi dalam pembelajaran
agenda Habituasi. Pembelajaran Agenda Habituasi memfasilitasi peserta melakukan
kegiatan pembelajaran aktualisasi dari materi Pelatihan yang telah dipelajari.
Pengalaman belajar pada agenda habituasi dirancang agar peserta mendapatkan
pemahaman tentang konsep habituasi melalui kegiatan pembelajaran aktualisasi di
tempat kerja dan kegiatan pembelajaran aktualisasi sehingga peserta akan memiliki
kemampuan merumuskan substansi mata pelatihan ke dalam rancangan aktualisasi,
pembimbingan pembelajaran aktualisasi, melaksanakan seminar rancangan
aktualisasi, melaksanakan aktualisasi di tempat kerja dan menyusun laporan
aktualisasi serta melakukan analisis dampak (apabila nilai-nilai dasar
tidakditerapkan dalam pelaksanaan tugas jabatan), menyiapkan rencana presentasi
laporan pelaksanaan aktualisasi, dan melaksanakan seminar aktualisasi. Substansi
dari keseluruhan materi pelatihan yang diberikan selama pelatihan dasar calon
pegawai negeri sipil tersebut pada dasarnya adalah untuk mewujudkan sistem

1
pemerintahan yang baik, adapun materi tersebut isinya yaitu ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi),
Whole of Government, Manajemen ASN, serta Pelayanan Publik. Semua materi
tersebut apabila diterapkan diseluruh lapisan pemerintahan mulai dari yang terendah
yaitu Desa dan Kelurahan, serta diterapkan pada tiap tahapan pemerintahan baik
mulai dari perencanaan, pengorganisasian, sampai pelaksanaaan, maka akan mudah
dalam mewujudkan tujuan suatu organisasi pemerintahan maupun mewujudkan
Good Government.
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota
yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu
wilayah kerja (PMK No. 74, 2016). Upaya pembangunan kesehatan yang
dilaksanakan di puskesmas dapat berjalan dengan baik jika dilakukan proses
manajemen yang baik, proses manajemen yang baik dapat tercipta salah satunya
dengan menaati tugas pokok dari puskesmas itu sendiri yaitu salah satunya upaya
pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular diantaranya Hipertensi.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit kronis dan tidak
menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat global karena prevalensi yang
tinggi dan risiko bersamaan untuk penyakit kardiovaskular dan ginjal. Saat ini, lebih
dari 25% dari populasi dunia adalah hipertensi dengan perkiraan bahwa persentase
ini dapat meningkat menjadi 29% pada tahun 2025 (Amaral et al, 2015). Menurut
World Health Organization (2011), dari 50% penderita hipertensi yang diketahui
hanya 25% yang mendapat pengobatan dan hanya 12,5% yang diobati dengan baik.
Diperkirakan pada tahun 2025 jumlah kasus hipertensi terutama di negara
berkembang akan mengalami peningkatan sekitar 80% dari 639 juta kasus pada
tahun 2000 dan menjadi 1,15 milyar kasus seiring dengan pertambahan jumlah
penduduk. Jumlah penderita hipertensi secara nasional mengalami penurunan
sebesar 25,8% dari 31,7% pada tahun 2007 (Riskesdas, 2013). Puskesmas Bontang
Utara 1 memiliki jumlah kasus hipertensi pada tahun 2018 sebanyak 3059 kasus,
meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 2912 kasus, dimana kasus tersebut
menempati peringkat pertama dari 10 kasus penyakit di Puskesmas Bontang Utara
1.

2
Dalam melaksanakan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak
menular yaitu Hipertensi di Puskesmas Bontang Utara 1 terdapat beberapa kendala
yang didapatkan salah satunya tentang kepatuhan pasien untuk kontrol ke
Puskesmas dan minum obat hipertensi. Dari hasil observasi penulis di Puskesmas
Bontang Utara 1 didapatkan informasi bahwa penderita hipertensi umumnya
berobat ketika sudah mengalami gejala yang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari
seperti kaku kuduk, sakit kepala dan menurunnya fungsi penglihatan serta kebiasaan
berobat secara tidak teratur sesuai dengan anjuran dokter dikarenakan pasien lupa
mengingat waktu kontrol pengobatan, sibuk dengan aktivitas atau pekerjaanya atau
pun tidak ada support dari keluarga/orang terdekat. Biasanya penderita hipertensi
berhenti minum obat hipertensi ketika gejala yang dirasakannya berkurang tanpa
ada instruksi untuk menghentikan terapi. Penderita hipertensi merupakan salah satu
pasien yang harus diberikan konseling agar patuh terhadap pengobatan yang
dijalani, karena hipertensi merupakan penyakit yang secara pelan-pelan dapat
menimbulkan kematian karena payah jantung, infark miokard, stroke atau gagal
ginjal. Dengan demikian pemeriksaan tekanan darah secara teratur memiliki arti
penting dalam perawatan hipertensi (Onzenoort, 2010). Kepatuhan menjalani
pengobatan sangat diperlukan untuk mengontrol tekanan darah serta mencegah
terjadinya komplikasi. Kepatuhan pasien berpengaruh terhadap keberhasilan suatu
pengobatan. Hasil terapi tidak akan mencapai tingkat optimal tanpa adanya
kesadaran diri pasien itu sendiri, bahkan dapat mengakibatkan kegagalan terapi,
serta dapat pula menimbulkan komplikasi yang sangat merugikan penderita dan
pada akhirnya akan berakibat fatal (Hussar, 1995 dalam Pratiwi, 2011).
Berdasarkan dari uraian diatas, penulis akan melakukan aktualisasi di
wilayah kerja Puskesmas Bontang Utara 1 terhadap pasien hipertensi. Pelayanan
medis yang diberikan untuk pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi yaitu
dengan cara meningkatkan kepatuhan untuk kontrol ke Puskesmas dan minum obat
anti hipertensi.

3
1.2. Tujuan Aktualisasi
Tujuan Aktualisasi ini adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan medis
terhadap pasien hipertensi dengan meningkatkan kepatuhan berobat pasien hipertensi
di Puskesmas Bontang Utara 1. Selain itu, tujuan aktualisasi bagi peserta adalah
dapat mengetahui dan menerapkan substansi nilai-nilai dasar profesi PNS, yaitu
ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi), Manajemen Publik, Whole of Government, dan Pelayanan Publik serta
mengetahui dampak-dampaknya terhadap pencapaian visi misi organisasi apabila
nilai-nilai dasar tersebut tidak diaplikasikan dalam pekerjaan sehari-hari dengan baik.

1.3. Manfaat Aktualisasi


Manfaat kegiatan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN adalah sebagai
berikut :
1. Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
Mampu mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN yaitu ANEKA sebagai
landasan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
2. Bagi Satuan Kerja
Membantu upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular yaitu
Hipertensi di Puskesmas Bontang Utara 1.
3. Bagi Pihak lain
Pasien dengan Hipertensi menjadi lebih patuh untuk berobat ke Puskesmas
Bontang Utara 1.

1.4. Ruang Lingkup Aktualisasi


Ruang Lingkup Aktualisasi ini dilakukan di Puskesmas Bontang Utara 1.
Batas waktu yang telah ditentukan untuk melaksanakan aktualisasi nilai – nilai dasar
ini adalah selama off kampus atau lebih tepatnya pada 11 September 2019 – 15
Oktober 2019. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah dengan menerapkan
penggunaan kartu kendali berobat (KALIBER), media banner hipertensi. kelas
edukasi hipertensi, kegiatan PENSI (Peduli Hipertensi) di Posyandu Lansia wilayah
Puskesmas Bontang Utara 1 untuk meningkatkan kepatuhan berobat di Puskesmas

4
Bontang Utara 1. Kegiatan didasarkan pada tugas pokok dan fungsi peserta sebagai
dokter umum.

5
BAB II

GAMBARAN UMUM ORGANISASI

2.1. Gambaran Umum Puskesmas Bontang Utara 1


Seiring dengan bergantinya konsep pelayanan yang berbasis Kecamatan,
maka wilayah kerja Puskesmas Bontang Utara 1 menjadi satu kecamatan yang terdiri
dari 4 kelurahan. Keadaan geografis dan fisiografi berupa daerah pesisir pantai, rawa
dan pegunungan, dengan sarana transportasi antar desa dan kelurahan sebagian besar
berupa darat yang mudah diakses. Keadaan alam yang sedemikian rupa sangat
dipengaruhi oleh iklim yang terjadi di daerah ini. Hampir sepanjang tahun ada hujan
yang turun yang mengakibatkan keadaan iklim di wilayah ini menjadi basah atau
lebih dikenal dengan tropika basah. Keadaan iklim ini berpengaruh pada pola-pola
penyakit setiap tahun.

Keempat kelurahan binaan mempunyai luas wilayah 25,5 (Km²) batas –


batas wilayah:

a) Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kab.Kutai Timur.


b) Sebelah Timur : Berbatasan dengan Selat Makassar.
c) Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Bontang Selatan.
d) Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Bontang Barat

Gambar 1. Peta wilayah kerja Puskesmas Bontang Utara 1

6
Puskesmas Bontang Utara 1 memiliki fungsi pelayanan kesehatan tidak
hanya sebagai sarana kuratif tapi juga preventif dan promotif. Puskesmas Bontang
Utara 1 sendiri terletak di Kelurahan Api-api.

2.2. Visi dan Misi Puskesmas Bontang Utara 1


 Visi
“Menjadi Puskesmas yang Bermutu untuk mewujudkan masyarakat yang
Sehat dan Mandiri”
 Misi
a. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia untuk mendukung Smart
City;
b. Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat untuk mendukung Green City;
c. Meningkatkan kesadaran masyarakat berprilaku sehat untuk mendukung
Creative City;
d. Mengimplementasikan sistem manajemen mutu dan keselamatan pasien.

2.3. Tata nilai Puskesmas Bontang Utara 1


Berdasarkan kesepakatan organisasi, ada 5 nilai yang menjadi tata nilai bagi
Puskesmas Bontang Utara 1, yaitu :
1. Jujur yaitu dalam melaksanakan tugas/kewajiban sebagai Pimpinan,
Penanggung Jawab, Pengelola Program dan Pelaksana kegiatan melaporkan
kegiatan dengan terbuka, transparan dan akuntabel.
2. Tanggung Jawab yaitu dalam melaksanakan tugas/kewajiban sebagai
Pimpinan, Penanggung Jawab, Pengelola Program dan Pelaksana kegiatan
melaksanakan kegiatan dengan amanah, penuh kesadaran akan
kewajibannya sesuai dengan perintah dan uraian tugasnya.
3. Disiplin yaitu dalam melaksanakan setiap tugas/kewajiban sebagai
Pimpinan, Penanggung Jawab, Pengelola Program dan Pelaksana kegiatan
melaksanakan tugas dengan tepat waktu, patuh, dan taat terhadap peraturan,
tata tertib, dan prosedur yang berlaku.
4. Kerjasama yaitu setiap tugas/ kewajiban sebagai Pimpinan, Penanggung
Jawab, Pengelola Program dan Pelaksana kegiatan memiliki kesadaran

7
bahwa untuk mencapai tujuan kegiatan dan mengutakanan keselamatan
pasien membutuhkan bantuan orang lain (lintas program dan lintas sektor).
5. Menghargai yaitu dalam melaksanakan tugas/ kewajiban sebagai Pimpinan,
Penanggung Jawab, Pengelola Program dan Pelaksana kegiatan dalam
melaksanakan tugas harus berfikir positif, memandang penting, memuliakan
dan menghormati setiap peran/ upaya orang lain dan kebutuhan pasien
(lintas program dan lintas sektor)

8
2.4. Struktur Organisasi

Gambar 2. Struktur Organisasi

2.5. Sasaran Kinerja Pegawai


Sebagai dokter umum memiliki tugas :
1. Melakukan pelayanan medik umum rawat jalan tingkat pertama
2. Membuat catatan medik pasien rawat jalan
3. Melakukan tindakan khusus tingkat sederhana

9
4. Melakukan tindakan darurat medik/pertolongan pertama pada kecelakaan
(P3K)
5. Melakukan tindakan pemulihan fisik tingkat sederhana
6. Melakukan pemulihan mental tingkat sederhana
7. Melakukan penyuluhan medik
8. Melakukan pengamatan epidemiologi penyakit
9. Melakukan pemeliharaan kesehatan ibu, bayi, balita dan anak
10. Melakukan pelayanan KB, gizi, Imunisasi
11. Melakukan penyuluhan medik
12. Melayani/menerima konsultasi dari dalam
13. Melayani konsultasi dari luar atau keluar
14. Menguji kesehatan individu

10
BAB III
LANDASAN TEORI

3.1. Konsep Aktualisasi (ANEKA)


Penyelenggaraan Pelatihan Dasar ini bertujuan sebagai penguatan nilai-nilai
dasar profesi ASN yang merupakan nilai-nilai yang harus di implementasikan oleh
seluruh ASN, meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu
dan Anti Korupsi (ANEKA), serta kedudukan dan peran ASN dalam NKRI yaitu
Whole Of Government, Manajemen ASN dan Pelayanan Publik. Berikut Nilai-nilai
dasar profesi ASN, kedudukan dan peran ASN dalam NKRI yang meliputi
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi
(ANEKA) serta Whole Of Government, Manajemen ASN dan Pelayanan Publik :

3.1.1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggungjawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang
PNS adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik berikut :
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik
kepentingan, antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor,
kelompok, dan pribadi;
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah
keterlibatan PNS dalam politik praktis;
c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan publik;
d. Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai
penyelenggara pemerintahan.
Selain itu, akuntabilitas juga memiliki aspek-aspek yang mencangkup beberapa
hal antara lain :
a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a relationship)
b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is results oriented)

11
c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability requires
reporting)
d. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability is meaningless
without consequences)
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves performance)

Akuntabilitas publik memiliki 3 fungsi utama, yaitu :


a. Untuk menyediakan kontrol demokratis
b. Untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan
c. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas

Nilai-nilai dasar yang terkandung pada aspek akuntabilitas antara lain :


a) Jujur
b) Transparan
c) Integritas
d) Tanggungjawab (responsibilitas)
e) Keadilan
f) Kepercayaan
g) Keseimbangan
h) Kejelasan target
i) Konsisten
j) Partisipatif

3.1.2. Nasionalisme
Nasionalisme dapat dirumuskan sebagai satu paham yang menciptakan dan
mempertahankan kedaulatan sebuah negara (nation) dengan mewujudkan satu
identitas sebagai ikatan bersama dalam satu kelompok. Nasionalisme Pancasila
adalah pandangan atau paham kecintaan Warga Negara Indonesia terhadap bangsa
dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Dengan adanya nilai-
nilai Pancasila diharapkan setiap ASN memiliki rasa nasionalisme yang kuat dan

12
lebih memikirkan kepentingan publik, bangsa dan negara dibanding kepentingan
pribadi dalam menjalankan tugasnya.
Nilai-nilai dasar nasionalisme yang harus diperhatikan, antara lain :
a) Religius
b) Amanah
c) Disiplin
d) Non Diskriminasi
e) Saling Menghormati
f) Persamaan Derajat
g) Mencintai sesama manusia
h) Rela Berkorban
i) Menjaga Ketertiban
j) Kerja Sama
k) Cinta Tanah Air
l) Musyawarah
m) Kekeluargaan
n) Kepentingan Bersama
o) Hidup Sederhana
p) Tidak menggunakan hak yang bukan miliknya.
q) Kerja Keras
r) Menghargai karya orang Lain
s) Menghormati Keputusan Bersama
t) Tenggang Rasa

3.1.3. Etika Publik


Etika publik adalah refleksi tentang baik/buruk, benar/salah perilaku,
tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggungjawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar etika publik antara lain :
a) Memegang teguh nilai-nilai ideologi Pancasila

13
b) Setia dan mempertahankan UUD NKRI 1945
c) Profesional
d) Tidak berpihak
e) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
f) Non diskriminatif
g) Beretika luhur
h) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik
i) Memberikan pelayanan dengan jujur, tanggap, cepat, tepat dan akurat
j) Berdaya guna dan berhasil guna
k) Santun dalam berkomunikasi, berkonsultasi dan bekerjasama
l) Transparan
m) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai
n) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
o) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir

3.1.4. Komitmen Mutu


Penilaian mutu sesuatu berdasarkan pada subyektifitas seseorang, maka
dari itu untuk mengukur penilaian tersebut perlu adanya standar pelayanan sehingga
sebuah mutu pelayanan dapat terkontrol dengan baik. Berikut adalah nilai-nilai yang
perlu diperhatikan dalam komitmen mutu antara lain :
a) Bekerja dengan berorientasi pada mutu
b) Inovatif
c) Selalu melakukan perbaikan mutu
d) Membangun komitmen pegawai untuk jangka panjang
e) Membangun kerjasama kolegial antar pegawai yang dilandasi kepercayaan
dan kejujuran
f) Memfokuskan kegiatan pada kepuasan pelanggan, baik internal maupun
eksternal

14
g) Menampilkan kinerja tanpa cacat (zerodefect) dan tanpa pemborosan
(zerowaste), sejak memulai setiap pekerjaan
h) Efektif dan efisien dalam bekerja

3.1.5. Anti Korupsi


Korupsi adalah tindakan melanggar hukum dengan tujuan untuk
memperkaya diri sendiri maupun golongan.
Nilai-nilai yang terkandung dalam aspek anti korupsi antara lain :
a) Jujur
b) Peduli
c) Mandiri
d) Disiplin
e) Tanggungjawab
f) Kerja Keras
g) Sederhana
h) Berani
i) Adil

3.2. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI

3.2.1. Manajemen ASN


Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN
yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih
dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada
pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar tersedia sumber daya aparatur
sipil negara yang unggul selaras dengan perkembangan zaman.
Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri dari :
a) Pegawai Negeri Sipil (PNS), b) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian
Kerja (PPPK), c) Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang
menjalankan kebijakan yang ditetapkan pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas
dari pengarugh dan intervensi semua golongan dan partai politik.

15
Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka ASN berfungsi sebagai
pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa. Agar
dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik dapat meningkatkan
produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN yang akuntabel, maka setiap ASN
diberikan hak. PNS berhak memperoleh Gaji, tunjangan dan fasilitas, Cuti, Jaminan
pensiun dan jaminan hari tua, perlindungan, dan pengembangan kompetensi. Kewajiban
pegawai ASN yang disebutkan dalam UU ASN adalah: 1) Setia dan taat pada Pancasila,
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan
Republik Indonesia dan pemerintah yang sah; 2) Menjaga persatuan dan kesatuan
bangsa; 3) Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang
berwenang; 4) Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan; 5) Melaksanakan
tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran dan tanggung jawab;
6) Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan
kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan; 7) Menyimpan rahasia
jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan; dan 8) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia. ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan
kode prilaku. Kode etik dan kode prilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan
kehormatan ASN. Kode etik dan kode prilakuyang diatur dalam UU ASN menjadi
acuan bagi para ASN dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah.

3.2.2. Pelayanan Publik


Pelayanan publik adalah pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang
merupakan kewajiban ASN sebagai abdi masyarakat.
Terdapat 7 sikap pelayanan prima, yakni :
a) Passionate (bersemangat)
b) Progressive (memakain cara terbaik)
c) Proaktive (antisipatif, tidak menunggu)
d) Promth (positif, tanpa curiga)
e) Patience (sabar)

16
f) Proporsional (tidak mengada-ada)
g) Functional (tepat waktu)

3.2.3. Whole of Government


WOG merupakan suatu upaya dalam sistem pemerintahan yang bersatu
dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. WOG juga memiliki
pemahaman yakni suatu pendekatan penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan
upaya-upaya kolaboratif pemerintah dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup
yang lebih luas di pemerintahan. Oleh karenanya WoG juga dikenal sebagai
pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan
yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan.

17
BAB IV
RANCANGAN AKTUALISASI

4.1. Identifikasi Isu


Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis ditemukan beberapa isu
yang dalam pelaksanaannya masih dapat dilakukan perbaikan di Puskesmas Bontang
Utara 1. Berikut masalah-masalah terkait diantaranya:

1. Kurangnya kepatuhan berobat pasien dengan hipertensi


2. Kurangnya pemahaman pasien mengenai rujukan BPJS
3. Rendahnya cakupan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit)

Berdasarkan prinsip-prinsip kedudukan dan Peran Pegawai Negeri Sipil


dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, dapat di identifikasi isu-isu sebagai
berikut:
Kondisi yang
No. Identifikasi Isu Prinsip ASN Kondisi Saat Ini
Diharapkan

1. Masih kurangnya Pelayanan Banyak pasien yang Peningkatan


kepatuhan berobat Publik kurang patuh untuk kepatuhan berobat
pasien hipertensi kontrol berobat tepat pasien dengan
waktu karena pemberian edukasi
kurangnya mengenai penyakit
pemahaman pasien dan pentingnya
tentang edukasi yang berobat serta
diberikan oleh pemberian alat
tenaga medis dan pendukung untuk
tidak ada alat bantu pasien agar mengingat
yang diberikan untuk jadwal kontrolnya
mengingatkan pasien sehingga tekanan
darah dapat terkontrol

18
dan mencegah
terjadinya komplikasi.

2. Kurangnya Pelayanan Banyak pasien yang Pasien paham akan


pemahaman pasien Publik kurang paham alur BPJS yang jelas
tentang rujukan mengenai rujukan dan mencegah
BPJS BPJS ke FKTRL terjadinya
karena alur yang kesalahpahaman
rumit sehingga mengenai rujukan
membuat pasien BPJS
salah alur rujukan

3. Rendahnya Pelayanan Banyak balita sakit Semua balita sakit


cakupan MTBS Publik yang belum dilayani dengan
(Manajemen mendapat pelayanan pendekatan MTBS
Terpadu Balita MTBS karena tidak oleh tenaga medis
Sakit) semua perawat agar meningkatkan
melakukan MTBS cakupan MTBS di
pada balita sakit di Puskesmas.
Poli Anak.

Tabel 1. Identifikasi Isu

Analisis yang digunakan dalam mengidentifikasi isu adalah analisis USG.


Analisis USG merupakan alat yang digunakan untuk menyusun urutan prioritas yang
penting, serius dan berkembang untuk diselesaikan. Isu yang memiliki total skor
tertinggi merupakan isu prioritas. Untuk lebih jelasnya, pengertian urgency,
seriousness, dan growth dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Urgency
Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang
tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang
menyebabkan isu tadi.
b. Seriousness

19
Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang
timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau
akibat yang menimbulkan masalah-masalah lain kalau masalah penyebab isu tidak
dipecahkan. Perlu dimengerti bahwa dalam keadaan yang sama, suatu masalah yang
dapat menimbulkan masalah lain adalah lebih serius bila dibandingkan dengan suatu
masalah lain yang berdiri sendiri.
c. Growth
Seberapa kemungkinan-kemungkinannya isu tersebut menjadi berkembang
dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk kalau dibiarkan.
Penggunaan metode USG dalam penentuan prioritas masalah dilaksanakan apabila
pihak perencana telah siap mengatasi masalah yang ada, serta hal yang sangat
dipentingkan adalah aspek yang ada dimasyarakat dan aspek dari masalah itu sendiri.
Dari beberapa masalah diatas maka akan dipilih satu isu. Dalam penetapan
isu digunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth).

4.2. Prioritas (Tekhnik Analisis)


Cara menggunakan metode USG adalah dengan menentukan nilai tingkat
urgensi, keseriusan, dan perkembangan masalah pada masing-masing masalah pokok
dengan memberikan skala nilai 1-5 (keterangan : 5 = sangat besar, 4 = besar, 3 =
sedang, 2 = kecil, 1 = sangat kecil). Berikut tabel analisis metode USG yang
menjelaskan proses penentuan skala prioritas isu.

No Isu Kriteria Isu


Total Ranking
U S G
1. Kurangnya kepatuhan berobat
5 5 5 15 1
pada pasien hipertensi
2. Kurangnya pemahaman pasien
tentang rujukan BPJS 3 3 3 9 3

3. Rendahnya cakupan MTBS


4 4 3 11 2
(Manajemen Terpadu Balita Sakit)
Tabel 2. Teknik Analisis USG

20
4.3. Isu Terpilih
Sebagaimana hasil analisis USG di atas telah terpilih satu Isu yang dominan
yaitu “Masih kurangnya kepatuhan berobat pasien dengan Hipertensi di Puskesmas
Bontang Utara 1”. Isu tersebut dinilai berdasarkan tiga kriteria yaitu USG. Untuk
urgensinya, isu yang pertama termasuk penting dan mendesak sehingga diberikan
nilai 5, serioussness mempunyai nilai 5 karena apabila dibiarkan akan menimbulkan
masalah lain yang serius dan growth memiliki nilai 5 karena dapat memburuk bila
dibiarkan. Isu ini selalu terjadi setiap tahunnya dan dampaknya bila kepatuhan
berobat pasien hipertensi kurang maka berpengaruh pada pasien itu sendiri karena
tekanan darah akan menjadi tidak terkontrol dan semakin tinggi resiko terjadinya
komplikasi. Menurut penulis, isu ini layak diangkat untuk meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan. Hal ini sejalan dengan visi puksesmas “Mewujudkan
Puskesmas yang bermutu untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan mandiri”.
Dengan adanya solusi bagi isu tersebut diharapkan pasien dengan hipertensi dapat
meningkatkan kepatuhan berobatnya ke Puskesmas.

4.4. Judul dan Deskripsi


Nama Peserta : Alvintari Amalia Safitri
NIP : 19910726 201903 2 016
Unit Kerja : Puskesmas Bontang Utara 1
Identifikasi Isu : Masih kurangnya kepatuhan berobat pada pasien
Hipertensi di Puskesmas Bontang Utara 1
Gagasan : Menggunakan beberapa kegiatan/metode untuk
meningkatkan kepatuhan berobat pasien Hipertensi di
Puskesmas Bontang Utara 1.
Adapun rencana kegiatan yang akan dilakukan berkaitan dengan antara lain
sebagai berikut :

21
1. Mengadakan kelas edukasi Hipertensi
Kegiatan ini berkolaborasi dengan tim Akupresur, Bartra dan gizi yang
nantinya sama-sama akan memberikan informasi dan edukasi seputar
hipertensi dengan tujuan agar pasien hipertensi paham akan penyakit
hipertensi dan rutin untuk kontrol berobat.
2. Membuat kartu kendali berobat (KALIBER)
Kegiatan ini adalah kegiatan memberikan kartu kendali berobat pada pasien
hipertensi saat berobat ke puskesmas sebagai alat bantu pasien agar
memudahkan pasien untuk mengingat waktu kontrolnya dan obat apa saja
yang harus diminum secara rutin.
3. Membuat banner tentang Hipertensi
Kegiatan ini dilakukan karena di Puskesmas Bontang Utara 1 belum ada
media yang dibuat untuk memberikan informasi pada pasien mengenai
hipertensi selain leaflet, yang nantinya akan ditempatkan di ruang tunggu.
4. Mengadakan kegiatan Peduli Hipertensi (PENSI) di Posyandu Lansia
Kegiatan ini dilakukan di posyandu lansia untuk memberikan informasi dan
edukasi mengenai hipertensi untuk pasien-pasien hipertensi yang jarang
kontrol ke puskesmas namun hanya datang ke posyandu lansia saja jika ada
keluhan dengan tujuan agar pasien-pasien tersebut memiliki kesadaran
untuk patuh berobat ke Puskesmas.

22
RANCANGAN AKTUALISASI

Output atau hasil Kontribusi terhadap Penguatan Nilai-


No Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai – nilai Dasar
kegiatan Visi-Misi Organisasi Nilai Organisasi
1. Mengadakan a. Melakukan a. Terbentuknya Akuntabilitas : Kegiatan ini sesuai Dengan adanya
Kelas Edukasi koordinasi dengan susunan tim Bertanggung jawab dengan visi kegiatan ini
Hipertensi kepala Kelas Edukasi dalam melaksanakan puskesmas menjadi meningkatkan nilai
puskesmas yang organisasi yaitu
puskesmas, PJ HT kegiatan dengan baik
bermutu untuk tanggung jawab,
UKP dan PJ b. Terkoordinasika serta menyampaikan mewujudkan disiplin,
terkait mengenai nnya kegiatan informasi sesuai masyarakat yang kerjasama,
kegiatan yang kelas edukasi dengan materi dan sehat dan mandiri menghargai
akan dilakukan HT kepada tim referensi yang serta misi puskesmas
b. Menyusun tim c. Tersusunnya didapatkan meningkatkan
Kelas Edukasi HT jadwal kelas kesadaran masyarakat
berperilaku sehat
(dokter, petugas edukasi HT
Nasionalisme : untuk mendukung
akupresur dan d. Adanya notulen
Bartra, petugas rapat koordinasi Sesuai sila ke-3, kerja Creative City
gizi, PJ Prolanis) e. Terkumpulnya sama dalam tim untuk
c. Melakukan rapat data pasien yang mensukseskan kegiatan
koordinasi tim akan mengikuti yang dilaksanakan turut
d. Merencanakan kelas mencerdaskan bangsa
jadwal kelas f. Terlaksananya melalui informasi
Edukasi HT kelas edukasi kesehatan
e. Mengumpulkan HT Sesuai sila ke-5,
data pasien HT g. Hasil monitoring Melakukan kegiatan

23
f. Mempersiapkan dan evaluasi tanpa membeda-
materi dan bedakan merupakan
menyusun materi bentuk keadilan.
dalam bentuk Sila ke -2 dan 3 secara
powerpoint humanis peduli
g. Melaksanakan terhadap kesehatan
kelas edukasi HT masyarakat, menjadikan
h. Melakukan masyarakat sehat
monitoring dan merupakan cinta tanah
evaluasi air

Etika Publik :
Melaksanakan
koordinasi dengan baik
dan sopan kepada
atasan maupun dengan
tim penyusun

Memberikan
informasi/edukasi
dengan bahasa yang
santun dan sesuai
dengan keilmuan.

24
Cermat dalam
mempersiapkan apa
yang diperlukan dalam
kegiatan demi
lancarnya kegiatan

Komitmen Mutu
Menjalin komunikasi
yang efektif dalam
diskusi

Anti Korupsi :
Jujur dengan data yang
ada serta tidak
memanipulasi data
yang didapatkan serta
Jujur terhadap materi
yang disampaikan
berdasarkan referensi

25
2. Membuat kartu a. Melakukan a. Tersusun dan Akuntabilitas: Kegiatan ini sesuai Dengan adanya
kendali berobat koordinasi dengan terbentuknya Mempersiapkan segala dengan visi kegiatan ini
(KALIBER) kepala puskesmas draft penyusunan sesuatunya dengan puskesmas menjadi meningkatkan nilai
HT dan PJ UKP untuk kartu kendali matang untuk lancarnya puskesmas yang organisasi yaitu
melakukan berobat kegiatan merupakan bermutu untuk jujur, tanggung
kegiatan b. Tercetaknya bentuk dari mewujudkan jawab, disiplin,
pembuatan kartu kartu kendali tanggungjawab masyarakat yang kerjasama.
kendali berobat berobat sehat dan mandiri
b. Menetapkan isi dan c. Pemahaman Nasionalisme : serta misi puskesmas
penyusunan kartu petugas Sesuai sila ke 5, meningkatkan
kendali berobat mengenai tata meningkatkan kesadaran masyarakat
c. Melakukan cara pengisian kepedulian pada pasien berperilaku sehat
konsultasi dan kartu kendali dalam pemantauan untuk mendukung
meminta berobat kesehatan Creative City
persetujuan d. Setiap pasien Etika Publik :
mengenai draft Hipertensi Menyampaikan
kartu kendali memiliki kartu edukasi dan informasi
berobat kepada kendali beerobat kepada pasien Prolanis
Kepala Puskesmas dengan dengan sopan
d. Mencetak kartu dibuktikan
kendali berobat adanya tanda Komitmen Mutu :

26
e. Melakukan terima dari Hasil dan kegiatan
sosialisasi pasien. menjadi inovasi baru,
mengenai tata cara e. Pemahaman berorientasi mutu dan
pengisian kartu pasien efektif bagi kesehatan
kendali berobat Hipertensi
pada tenaga medis mengenai Anti Korupsi:
di Poli Umum penggunaan Melaksanakan dan
f. Memberikan kartu kartu kendali pengisian kartu kendali
kendali berobat berobat. tanpa adanya
kepada pasien manipulasi dan
hipertensi di Poli intervensi adalah bentuk
Umum kejujuran
g. Memberikan
informasi dan
edukasi mengenai
kartu kendali
berobat tersebut
h. Meminta tanda
tangan kepada
pasien sebagai
tanda terima kartu
kendali berobat
i. Melakukan
monitoring dan

27
evaluasi
3. Mengadakan a. Melakukan a. Terlaksananya Akuntabilitas: Kegiatan ini sesuai Dengan adanya
Peduli koordinasi dengan kegiatan Menyampaikan dengan visi kegiatan ini
Hipertensi kepala puskesmas b. Meningkatknya informasi dan edukasi puskesmas menjadi meningkatkan nilai
pemahaman
(PENSI) di mengenai kegiatan secara jelas dan terbuka puskesmas yang organisasi yaitu
pasien mengenai
Posyandu yang akan pentingnya kepada audiens bermutu untuk jujur, tanggung
Lansia dilakukan berobat Bertanggung jawab mewujudkan jawab, disiplin,
b. Mengumpulkan c. Hasil evaluasi dalam melaksanakan masyarakat yang kerjasama,
data posyandu yang kegiatan dengan baik sehat dan mandiri menghargai
memiliki jumlah dan melaksanakan serta misi puskesmas
pasien hipertensi kegiatan sesuai dengan meningkatkan
paling banyak dan materi dan referensi kesadaran masyarakat
yang jarang kontrol yang didapatkan berperilaku sehat
ke posyandu untuk mendukung
maupun ke fasilitas Nasionalisme : Creative City
kesehatan untuk Sesuai dengan Sila ke-
dipilih menjadi 3, kerja sama dengan
tempat tim dalam melakukan
diadakannya kegiatan
kegiatan Etika Publik :
c. Melakukan Memberikan
koordinasi dengan penyuluhan dengan
PJ Posyandu lansia bahasa yang santun
dan kader dan sesuai dengan

28
posyandu untuk keilmuan.
mengadakan
kegiatan Komitmen Mutu :
d. Menyiapkan materi Penyampaian informasi
e. Melakukan dan edukasi yang efektif
kegiatan Peduli tepat pada sasaran
Hipertensi di
Posyandu Lansia Anti Korupsi:
f. Melakukan Disiplin melakukan
evaluasi kegiatan kegiatan sesuai jadwal
yang telah yang sudah ditentukan
dilakukan

4. Membuat a. Melakukan Terpasangnya Akuntabilitas : Kegiatan ini sesuai Dengan adanya


banner tentang koordinasi dengan banner hipertensi Membuat banner dengan visi kegiatan ini
hipertensi kepala puskesmas berdasarkan referensi puskesmas menjadi meningkatkan nilai
untuk memasang yang sesuai agar dapat puskesmas yang organisasi yaitu
banner di ruang menyampaikan bermutu untuk jujur, tanggung
tunggu informasi kesehatan mewujudkan jawab, disiplin,
b. Mencari referensi yang benar masyarakat yang menghargai
c. Menyusun materi sehat dan mandiri
untuk mengisi serta misi puskesmas

29
banner Nasionalisme : meningkatkan
d. Meminta masukan Sesuai Sila ke-4, dalam kesadaran masyarakat
mentor/kepala proses pembuatan berperilaku sehat
puskesmas menerapkan koordinasi untuk mendukung
e. Mencetak banner dan musyawarah Creative City
f. Memasang banner dengan pihak yang
terkait serta informasi
yang disampaikan dapat
turut meningkatkan
kecerdasan dalam
bidang kesehatan.

Etika Publik :
Memperhatikan standar
etika dalam
menampilkan desain
poster dan
menggunakan bahasa
dan gambar yang
santun.

Komitmen Mutu
Meningkatkan mutu dan
efektivitas media

30
informasi milik instansi
karena dapat
menyajikan informasi
yang beragam

Anti Korupsi :
Pembuatan poster ini
dilakukan secara
mandiri dan
menggunakan sarana
sesuai dengan
kebutuhan serta jujur
menggunakan referensi
materi yang didapat

31
4.5. Jadwal Kegiatan
Berikut adalah rencana kegiatan aktualisasi nilai dasar ASN :

Bulan
NO Kegiatan September Oktober Portofolio / Bukti Kegiatan
2 3 4 1 2
Materi, Presensi, Notulen,
1 Melaksanakan Kelas Edukasi Hipertensi Agenda (Susunan Acara),
Dokumentasi foto

Foto kegiatan, hasil kartu


2 Membuat Kartu Kendali Berobat (KENDALI) kendali berobat, buku
tanda terima pasien

Foto kegiatan, hasil banner


3 Membuat banner hipertensi
hipertensi

Materi, Presensi, Notulen,


Melakukan kegiatan PENSI (Peduli Hipertensi) di Posyandu
4 Agenda (Susunan Acara),
Lansia
Dokumentasi foto

32
33

Anda mungkin juga menyukai