Anda di halaman 1dari 70

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebelum memulai tugas sebagai sebagai seorang Aparatur Sipil Negara
(ASN), calon pegawai negeri sipil (CPNS) harus mengikuti pelatihan dasar.
Pelatihan dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan
yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran,
semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang
unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi
bidang. Output dari pelatihan dasar CPNS adalah tersusunnya laporan aktualisasi
setelah melaksanakan habituasi di tempat kerja dengan mengaktualisasikan nilai –
nilai dasar PNS dalam melaksanakan tugas jabatannya.
Salah satu fungsi ASN seperti yang tercantum dalam Undang - Undang
Nomor 5 tahun 2014 adalah sebagai pelayan publik. Pelayanan publik meliputi
banyak hal dalam berbagai ruang lingkup kehidupan. Seperti pelayanan kesehatan,
pelayanan pendidikan, pelayanan administrasi negara, pelayanan sosial, dan
pelayanan publik lainnya. Tentunya setiap ruang lingkup pelayanan tersebut
memiliki unit pelaksana mulai dari unit terkecil sampai unit terbesar dalam lingkup
nasional.
Puskesmas adalah salah satu penyelenggara pelayanan publik di daerah –
daerah di Indonesia. Puskesmas merupakan unit yang sarana pelayanan kesehatan
dasar yang amat penting di Indonesia. Puskesmas merupakan unit yang strategis
dalam mendukung terwujudnya perubahan status kesehatan masyarakat. Puskesmas
dalam menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh dan terpadu
dilaksanakan melalui upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan, dan
pemulihan disertai dengan upaya penunjang yang diperlukan.
Tenaga kesehatan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas
pelayanan publik dalam kaitannya pelayanan kesehatan. Penyelenggaraan upaya
kesehatan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang bertanggung jawab,
memiliki etika dan moral tinggi, keahlian, dan kewenangan yang secara terus

1
menerus ditingkatkan mutunya melalui pendidikan dan pelatihan, pembinaan serta
pengawasan. Tenaga kesehatan dapat melakukan pelayanan maksimal kepada
masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan
hidup sehat yang nantinya akan terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya
sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum sebagaimana dimaksud dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.
Perilaku merokok merupakan perilaku yang sangat mempengaruhi
kesehatan sebuah keluarga. Salah satu dari 12 indikator utama untuk penanda status
kesehatan sebuah keluarga adalah anggota keluarga tidak ada yang merokok. Jika
ditemukan ada anggota keluarga yang merokok, maka indeks keluarga sehat pada
keluarga tersebut menjadi turun. Merokok merupakan aktivitas yang memiliki
dampak yang buruk. Banyak penyakit yang disebabkan oleh aktivitas merokok.
Menurut data World Health Organization (WHO), Indonesia merupakan
negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India.
Peningkatan konsumsi rokok berdampak pada makin tingginya beban penyakit
akibat rokok dan bertambahnya angka kematian akibat rokok. Selain berbahaya
untuk diri sendiri, merokok juga berbahaya bagi diri orang lain atau disebuh dengan
perokok pasif. Merokok merupakan perilaku yang berbahaya bagi kesehatan,
karena mengandung 4000 bahan kimia yang berbahaya. Selain itu juga terdapat 60
zat diantaranya yang bersifat karsinogenik, sehingga merokok diketahui menjadi
faktor resiko yang kuat terhadap kejadian kanker paru, bronkhitis kronis, dan
penyakit kardiovaskular. Merokok menyebabkan perubahan struktur, fungsi
saluran pernafasan dan jaringan paru. Kebiasaan merokok akan mempercepat
penurunan faal paru. Asap rokok dan zat iritan lain akan mengaktifkan mikrofag
dan sel epitel disaluran pernapasan yang melepaskan neutrofil dan faktor
kemotaktik termasuk interleukin – 8 dan leukotrien B4. Neutrofil dan makrofag
kemudian melepaskan enzim protease yang menghancurkan jaringan ikat di
parenkim paru sehingga mengakibatkan terjadinya emfisema dan juga merangsang
hipersekresi mukus yang menyebabkan terjadinya obstruksi saluran pernafasan.

Kebiasaan merokok merupakan perilaku yang sulit untuk dihentikan.


Adiksi/kecanduan nikotin menjadi salah satu faktor kendala berhenti merokok bila

2
dilihat dari aspek biologis atau fisiologis. Diperlukan upaya yang sinergis dari
perokok, masyarakat, tenaga kesehatan dan pemerintah agar program anti merokok
dapat berhasil. Upaya berhenti merokok merupakan salah satu pendekatan program
berhenti merokok sebagai sarana penyampaian informasi tentang dampak buruk
rokok bagi kesehatan. Keuntungan tidak merokok sebagai upaya prevensi dan
motivasi untuk menghentikan perilaku merokok. Dengan menumbuhkan motivasi
dari dalam diri untuk berhenti merokok diharapkan akan membuat perokok mampu
tidak terpengaruh oleh godaan merokok yang datang dari lingkungan, baik
lingkungan internal maupun eksternal.
Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama,
dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Promosi
kesehatan di puskesmas merupakan upaya puskesmas dalam memberdayakan
pengunjung dan masyarakat baik di dalam maupun di luar puskesmas, agar
berperilaku hidup bersih dan sehat untuk mengenali masalah kesehatan, mencegah
dan menanggulanginya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melaksanakan
program ini, diantaranya memberikan edukasi kepada masyarakat melalui
penyuluhan dengan menggunakan media poster, poster, spanduk, atau banner yang
berisi informasi kesehatan.
Dokter sebagai bagian dari profesi kesehatan mempunyai tugas dan
tanggung jawab dan peran yang sangat penting dalam upaya promosi kesehatan.
Salah satunya menghentikan kebiasaan merokok. Peran ini dapat dilakukan dalam
bentuk memberikan informasi pendidikan kesehatan terutama mengenai bahaya
merokok, memberikan dukungan kepada pasien yang sedang menderita penyakit
yang disebabkan oleh perilaku merokok.
Kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama dan dalam hal ini sesuai
dengan visi Puskesmas Belimbing yaitu: “Mewujudkan Masyarakat Sehat di
Wilayah Kerja Puskemas Belimbing 2019”. Kesehatan masyarakat dimulai dari
kesehatan individu dan keluarga. Adapun salah satu indikator dari keluarga sehat
adalah anggota keluarga tidak ada yang merokok. Untuk itu puskesmas belimbing

3
sudah berupaya untuk melakukan intervensi terhadap individu yang merokok
melalui pelaksanaan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-
PK), melakukan penyuluhan mengenai bahaya merokok baik dalam ruangan
maupun di luar ruangan. Namun, upaya berhenti merokok ini dinilai belum optimal
dilihat dari jumlah penyuluhan yang berjumlah 2 kali dalam gedung dan 2 kali
diluar gedung selama tahun 2018. Dibandingkan dengan banyaknya kejadian
penyakit dengan faktor risiko merokok seperti ISPA (pneumonia) sebanyak 99
orang dari data tahun 2018, penyakit TB Paru yang sedang diobati saat ini
berjumlah sebanyak 13 orang dan penyakit lainnya seperti Penyakit paru obstruksi
kronis dan penyakit jantung.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penulis menyusun Rancangan
Aktualisasi ini dengan judul “Konseling berhenti merokok pada pasien di
Puskesmas Belimbing”.

B. Identifikasi Isu
Adapun beberapa isu yang akan peserta angkat didalam pembuatan aktualisasi
ini adalah sebagai berikut :
1. Belum optimalnya konseling berhenti merokok pada pasien di Puskesmas
Belimbing.
2. Belum optimalnya penggunaan alat pelindung diri saat melakukan tindakan di
Puskesmas Belimbing.
3. Belum optimalnya kepatuhan petugas dalam penerapan handhygiene di
Puskesmas Belimbing.

C. Perumusan dan Penetapan Isu


Teknik analisis dalam perumusan dan penetapan isu pada Rancangan
Aktualisasi ini adalah dengan memakai teknik USG (Urgency, Seriously, Growth):

1. Urgency
Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas, dikaitkan dengan judul yang
diangkat.
2. Seriously

4
Seberapa serius isu itu harus dibahas, dikaitkan dengan akibat yang timbul.
3. Growth
Seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani
sebagaimana mestinya.
Tabel 1.1 Indikator Skor
Skala Nilai
5 Sangat Besar
4 Besar
3 Sedang
2 Kecil
1 Sangat Kecil

Tabel 1. 2 Seleksi Isu Menggunakan Metode USG


NO ISU U S G Total
1 Belum optimalnya konseling berhenti 4 5 5 14
merokok pada pasien di Puskesmas
Belimbing
2 Belum optimalnya penggunaan alat 4 4 4 12
pelindung diri saat melakukan tindakan
3 Belum optimalnya kepatuhan petugas dalam 3 4 4 11
penerapan handhygiene

Berdasarkan penentuan kualitas isu dengan metode analisis USG maka


tergambar ranking tertinggi yang merupakan isu final yang perlu di carikan
pemecahan masalahnya yaitu: Belum optimalnya konseling berhenti merokok
pada pasien di Puskesmas Belimbing. Isu ini berkaitan dengan pelayanan publik.

5
D. Rencana Kegiatan

Unit kerja : Dokter Ahli Pertama di Puskesmas Belimbing


Identifikasi isu : 1. Belum optimalnya konseling berhenti merokok pada pasien di Puskesmas Belimbing
2. Belum optimalnya penggunaan alat pelindung diri saat melakukan tindakan
3. Belum optimalnya kepatuhan petugas dalam penerapan handhygiene di Puskesmas Belimbing
Isu yang diangkat : Belum optimalnya konseling berhenti merokok pada pasien di Puskesmas Belimbing
Gagasan pemecahan isu : Konseling berhenti merokok pada pasien di Puskesmas Belimbing

6
Kontribusi
Penguatan
Keterkaitan Substansi Mata Terhadap Visi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/Output Nilai
Pelatihan Misi
Organisasi
Organisasi
1. Menghadap Hasil: Dengan Dengan
mentor/ kepala Mentor sepakat melakukan diterapkannya
puskesmas dengan rancangan kegiatan aktualisasi ini
untuk memulai aktualisasi aktualisasi, mencerminkan
aktualisasi berkontribusi sikap
1. Menemui mentor/ kepala Output:  Saya akan bersikap sopan saat ke misi melayani
puskesmas  Foto menemui mentor/ kepala puskesmas, dalam
puskesmas (Etika Publik) yaitu memberikan
2. Mendiskusikan rencana Output:  Saya akan berdiskusi dengan memelihara pelayanan
kegiatan yang akan  Foto mentor tentang kegiatan yang dan kepada pasien
dilakukan  Hasil diskusi akan dilakukan (Nasionalisme) meningkatkan

(catatan)  Saya akan bersikap santun saat kesehatan


berdiskusi dengan mentor (Etika perorangan,
Publik) keluarga dan

 Saya akan mencatat hasil diskusi masyarakat


dengan mentor dengan cermat beserta

7
dan teliti (akuntabilitas) lingkungannya
.
3. Menyepakati jadwal Output :  Saya akan mengerjakan rencana
rencana kegiatan yang  Foto kegiatan secara profesional
akan dilakukan  Jadwal (Akuntabilitas)
kegiatan  Saya akan disiplin pada jadwal
kegiatan yang telah dibuat
(Etika publik)
2 Membuat alur Hasil: Dengan Dengan
pelayanan Alur pelayanan membuat alur diterapkannyak
berhenti berhenti merokok pelayanan alur pelayanan
merokok berhenti berhenti
1. Mencari referensi tentang Output: 1. Saya akan bekerja sama dengan merokok, merokok, ini
pelayanan berhenti  Foto pemegang program promosi berkontribusi mencerminkan
merokok  Dokumen kesehatan untuk mencari ke misi sikap
referensi referensi tersebut puskesmas, melayani yaitu
(Nasionalisme) yaitu memberikan
2. Agar lebih efektif, Saya akan memelihara pelayanan

8
mencari referensi melalui dan kesehatan
internet secara kreatif meningkatkan kepada
(Komitmen Mutu) kesehatan masyarakat
2. Membuat draft alur Output: 3. Saya membuat draft alur perorangan, sesuai dengan
pelayanan berhenti  Draft alur pelayanan yang sebelumnya keluarga dan standar
merokok pelayanan tidak ada menggunakan masyarakat operasional
berhenti komputer supaya efektif dengan beserta prosedur.
merokok cara yang inovatif. (Komitmen lingkungannya
Mutu)
4. Saya akan membuat draft alur
pelayanan dengan cermat dan
teliti (Akuntabilitas)
5. Saya akan merancang alur
pelayanan yang sederhana dan
dapat dimengerti oleh pasien dan
petugas. (Anti Korupsi)
3. Melakukan koreksi Output: 6. Saya akan melakukan koreksi
pada draft alur  Hasil koreksi draft yang saya buat dengan
kegiatan upaya cermat dan teliti (Etika publik)

9
berhenti merokok  Foto

3. Sosialisasi alur Hasil : Dengan Dengan


pelayanan Terlaksananya melakukan diterapkannya
berhenti sosialisasi ke kegiatan sosialisasi alur
merokok seluruh pegawai sosialisasi alur pelayanan ini
Puskesmas pelayanan mencerminkan
1. Membuat surat Output : 1. Saya akan membuat surat berhenti sikap
undangan sosialisasi Surat undangan undangan dengan cermat dan merokok, melayani
ke Pegawai puskesmas teliti (Akuntabilitas). berkontribusi yaitu
Belimbing di Poli BP ke misi memberikan
dan Lansia puskesmas, pelayanan
2. Melaksanakan  Foto 1. Saya akan memberikan yaitu kesehatan
sosialisasi alur  video sosialisasi kepada pegawai memelihara kepada
konseling berhenti puskesmas tentang alur dan masyarakat
merokok kepada pelayanan berhenti merokok meningkatkan sesuai dengan
pegawai Puskesmas di Poli BP dan Lansia secara kesehatan standar
Belimbing di Poli BP jelas dan transparansi perorangan, operasional
dan Lansia (akuntabilitas) keluarga dan

10
2. Saya akan memberikan masyarakat
sosialisasi secara sopan dan beserta
santun (Etika Publik) lingkungannya
3. Melakukan solialisasi  Foto Saya akan mensosialisasikan
alur konseling berhenti  Video penerapan alur konseling berhenti
merokok kepada merokok kepada pasien secara
pasien. profesional (akuntabilitas) dan
ramah (etika publik)

4. Membuat desain Hasil: Dengan Dengan


poster upaya Desain poster tersedianya tersedianya
berhenti upaya berhenti desain poster, desain poster
merokok merokok berkontribusi ini
1. Memperlihatkan design Output:  Saya akan memperlihatkan ke misi mencerminkan
poster upaya berhenti  Desain poster desain poster upaya berhenti puskesmas, sikap inisiatif
merokok yang telah dibuat  Foto merokok yang saya buat dengan yaitu dalam
kepada pemegang program jelas (Akuntabilitas) memelihara memberikan
promosi kesehatan. dan pelayanan

11
2. Melakukan konsultasi Output:  Saya akan melakukan konsultasi meningkatkan kepada pasien
tentang desain poster upaya  Hasil dengan sopan. (Etika Publik) kesehatan
berhenti merokok yang konsultasi  Saya akan menghargai perorangan,
telah dibuat  Foto masukan yang diberikan kepala keluarga dan
puskesmas (Nasionalisme) masyarakat
3. Meminta persetujuan/ Output:  Saat meminta persetujuan kepala beserta
pengesahan kepala  Desain poster puskesmas, saya akan berbicara lingkungannya
puskesmas tentang desain  Foto dengan sopan santun. (etika
poster yang telah dibuat publik)

5 Mencetak poster Hasil : Dengan Dengan


upaya berhenti Tersedianya hasil tersedianya tersedianya
merokok cetak poster poster ini, poster ini
berkontribusi mencerminkan
1. Mengantarkan desain Foto Saya akan mengantarkan desain ke misi sikap inisiatif
poster ke tempat percetakan poster ke tempat percetakan secara puskesmas, dalam
mandiri (anti korupsi) yaitu memberikan

12
memelihara pelayanan
2. Mengkomunikasikan Video Saya akan mengkomunikasikan hasil dan kepada pasien
desain poster kepada desain poster kepada percetakan meningkatkan
percetakan dengan jelas (akuntabilitas) kesehatan
perorangan,
3. Menjemput hasil cetakan  Foto Saya akan menjemput hasil poster keluarga dan
Poster  Hasil dengan penuh tanggung jawab masyarakat
cetakan (akuntabilitas) beserta
Poster lingkungannya
4. Menempelkan Poster pada Foto Saya akan bekerja sama
tempat strategis di Puskesmas (nasionalisme) dengan petugas
promosi kesehatan untuk meletakkan
poster di tempat strategis di
puskesmas
6 Anamnesis dan Hasil : Dengan Dengan
pemeriksaan Terlaksananya melakukan adanya
fisik pasien pemeriksaan kegiatan anamnesis dan
dengan penyakit pasien anamnesis dan pemeriksaan

13
dengan faktor pemeriksaan fisik ini
resiko merokok fisik pada mencerminkan
1. Melakukan anamnesis Output :  Saya akan memperlakukan pasien sikap
kepada pasien  Foto pasien dengan tidak berkontribusi melayani
 Video membeda-bedakan satu sama ke misi dalam
lain. (Nasionalisme) dan puskesmas, memberikan
berkomunikasi dengan bahasa yaitu pelayanan
yang jelas dan santun (Etika memelihara kepada pasien
publik) dan
meningkatkan
kesehatan
2. Melakukan pemeriksaan Output :  Saya akan memperlakukan
perorangan,
fisik kepada pasien  Foto pasien dengan tidak
keluarga dan
 Catatan hasil membeda-bedakan satu sama
masyarakat
pemeriksaan lain. (Nasionalisme) dan
beserta
berkomunikasi dengan bahasa
lingkungannya
yang jelas dan santun (Etika
dan
publik)
memelihara
 Saya akan mencatat hasil
dan

14
pemeriksaan secara cermat meningkatkan
dan teliti. (Akuntabilitas) mutu
pemerataan
dan
keterjangkauan
pelayanan
kesehatan yang
diselenggaraka
n.
7 Melakukan Hasil : konseling Dengan Dengan
konseling terhadap pasien konseling tersedianya
terhadap pasien terlaksana terhadap poster ini
perokok pasien mencerminkan
1. Membuat Jadwal Output:  Saya akan membuat jadwal perokok, sikap inisiatif
konseling berhenti  Jadwal konseling berhenti merokok berkontribusi dalam
merokok terhadap dengan teliti dan cermat ke misi memberikan
pasien (akuntabilitas) puskesmas, pelayanan
2. Memberikan kuisioner Output :  Saya akan memperlakukan yaitu kepada pasien
pre test kepada pasien memelihara

15
 Kuisioner pasien dengan tidak dan
hasil pre membeda-bedakan satu sama meningkatkan
test lain. (Nasionalisme) dan kesehatan
 Foto berkomunikasi dengan bahasa perorangan,
yang jelas dan santun (Etika keluarga dan
publik) masyarakat
3. Melakukan konseling Output :  Saya akan memperlakukan
terhadap pasien  Foto pasien dengan tidak
 Daftar membeda-bedakan satu sama
pasien lain. (Nasionalisme) dan
- berkomunikasi dengan bahasa
yang jelas dan santun (Etika
publik)
4. Memberikan kuisioner Kuisioner hasil  Saya akan memperlakukan
post tes terhadap post test pasien dengan tidak
pasien membeda-bedakan satu sama
lain. (Nasionalisme) dan
berkomunikasi dengan bahasa

16
yang jelas dan santun (Etika
publik)
8 Mengevaluasi Hasil : Laporan Dengan Melakukan
kegiatan upaya evaluasi kegiatan dilakukannya evaluasi,
berhenti upaya berhenti evaluasi mencerminkan
merokok merokok pelayanan, nilai disiplin
1. Membuat laporan Output :  Saya akan membuat laporan mencerminkan dalam
evaluasi  Laporan evaluasi dengan jujur dan tidak misi melaksanakan
evaluasi menipulasi dalam bentuk puskesmas tugas
apapun. (Anti korupsi) yaitu
meningkatkan
2. Memberikan laporan Output :  Saya akan memberikan laporan mutu
evaluasi tersebut  Foto evaluasi dengan jujur dan jelas. pemerataan
kepada kepala (Anti korupsi dan dan
puskesmas Akuntabilitas) keterjangkauan
pelayanan
kesehatan yang
diselenggaran.

17
BAB II

DESKRIPSI LOKUS

A. Deskripsi Umum
1. Gambaran Umum Instansi
a. Data Geografi
Secara geografis Puskesmas Belimbing titik koordinatnya adalah
0,89911 (latitude) dan 100,41234 (longitude). Secara geogafis wilayah kerja
Puskesmas Belimbing merupakan perpaduan dataran rendah dan perbukitan
serta aliran sungai.
Wilayah kerja Puskesmas Belimbing terletak di Kecamatan Kuranji
dengan wilayah kerja sebanyak 3 Kelurahan yaitu :
1) Kelurahan Kuranji
2) Kelurahan Gn. Sarik
3) Kelurahan Sei. Sapih
Luas wilayah kerjanya lebih kurang 27, 21 km2 batas – batas wilayah
sebagai berikut :
1) Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Koto Tangah
2) Sebelah Selatan berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas Kuranji
3) Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Pauh
4) Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Nanggalo.
Profil ini merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk
melaporkan pemantauan dan evaluasi terhadap pencapaian hasil
pembangunan kesehatan, termasuk kinerja dari penyelenggaraan pelayanan
minimal di bidang kesehatan di Kecamatan Kuranji yang merupakan wilayah
kerja Puskesmas Belimbing.

18
b. Data Demografi
Berdasarkan Proyeksi penduduk Indonesia 2010-2035 oleh BPS,
kemudian diolah oleh Pusdatin Kemenkes RI dan DKK Kota Padang, maka
jumlah penduduk Puskesmas Belimbing pada tahun 2018 sebanyak 63.584
jiwa yang terdiri dari 31.804 jiwa laki-laki dan 31.780 jiwa perempuan.
Distribusi kependudukan menurut kelurahan dapat dilikat pada tabel berikut
ini :

Tabel 2.1.
Distribusi Kependudukan Menurut Kelurahan Puskesmas
Belimbing Tahun 2018
No Kelurahan Jenis Kelamin Jumlah Ket
Penduduk
Laki-laki Perempuan
1 Kuranji 17.939 17.036 34.975
2 Gunung Sarik 7.915 8.323 16.238
3 Sungai Sapih 5.950 6.421 12.371
JUMLAH 31.804 31.780 63.584

Dari tabel diatas terlihat bahwa jumlah penduduk laki-laki (31.804


jiwa) lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan (31.780). Selain itu
terjadi pertambahan jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas dari tahun
2017 sampai 2018 sebanyak 819 jiwa.

Data kepadatan penduduk pada masing-masing kelurahan di wilayah


kerja Puskesmas Belimbing Tahun 2018 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

19
Tabel 2.2.
Luas Wilayah Kerja dan Jumlah Penduduk Puskesmas Belimbing
Tahun 2018
No Kelurahan Luas Jumlah Jumlah Kepadatan Ket
wilayah/ penduduk KK penduduk /
km 2 km2
1 Kuranji 9,07 km2 34.975 10.097 3.856
2 Gunung Sarik 11,08 km2 16.238 5.456 1.465
3 Sungai Sapih 7,06 km2 12.371 4.026 1.752
JUMLAH 27,21 km2 63.584 19.579 7.073
Sumber: Data Sasaran Puskesmas Belimbing tahun 2018

Dari tabel atas dapat dilihat bahwa angka kepadatan penduduk paling
tinggi adalah kelurahan Kuranji yaitu 3.856 dan yang paling rendah adalah
kelurahan Gunung Sarik yaitu 1.465.
Sedangkan untuk jumlah sasaran wilayah kerja Puskesmas Belimbing
Tahun 2018 dapat dilihat pada tabel 2.3. di bawah ini :
Tabel 2.3
Distribusi Sasaran Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing
Tahun 2018
No. URAIAN KELURAHAN
KURANJI GN. SEI SAPIH JUMLAH
SARIK
1. JLH. 39.975 16.238 12.371 63.584
PENDUDUK
2. BAYI 625 293 225 1.143
3. ANAK BALITA 2.471 1.043 859 4.373
4. BUMIL 681 316 240 1.237
5. BUFAS 650 301 230 1.181
6. BULIN 650 301 230 1.181
7. PUS 5.201 2.543 1.954 9.698
8. LANSIA 8.738 3.730 2.951 16.419
Sumber : Data Sasaran Puskesmas Belimbing Tahun 2018

Adapun keadaan status sosial ekonomi masyarakat di wilayah


Puskesmas Belimbing adalah sebagai berikut :
1) Penduduk Belimbing Kec. Kuranji sebagian besar Bertani dan Buruh,
sebagian kecil terdiri dari pedagang, swasta dan pegawai negeri.

20
2) Pada umumnya penduduk disini memeluk agama Islam sebagian kecil
agama Kristen dan agama Budha
3) Peran serta masyarakat disini cukup tinggi terbukti dengan banyaknya
organisasi masyarakat, jumlah kader kesehatan banyak yang aktif dan
sebagainya.
Dalam upaya membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
perlu diperhatikan berbagai faktor sosial budaya masyarakat. Berdasarkan
data yang ada di Puskesmas Belimbing ada beberapa kelompok yang menjadi
komponen sosial budaya antara lain dukun pijat, LKMD dan kelompok PKK.

2. Sumber Daya Puskesmas Belimbing


a. Jumlah Pegawai Puskesmas Belimbing
Tahun 2018 jumlah PNS di Puskesmas Belimbing sebanyak 38 orang,
tenaga PTT 1 orang, tenaga kontrak Blud 9 orang, tenaga honorer daerah 2
orang, tenaga volunteer 1 orang, untuk lebih rinci ketenagaan di Puskesmas
Belimbing dapat dilihat pada tabel 2.4.
Tabel 2.4.
Ketenagaan di Puskesmas Belimbing Tahun 2018
NO URAIAN JUMLAH KETERANGAN
1 Dokter Umum 3 1 orang Kontrak Blud
2 Dokter Gigi 3
3 Sarjana Kesehatan Masyarakat 3
4 Sarjana Keperawatan 2 1 orang kontrak Blud
5 Apoteker 1
6 Sarjana Ekonomi 2 1 orang kontrak Blud
7 D-IV Bidan 3
8 D-IV Kesling 2
9 Bidan ( Akbid ) 10 1 orang Bidan PTT,
2 kontrak Blud
10 Bidan ( D1 ) 1
11 Perawat ( Akper ) 8 1 orang kontrak Blud
12 Perawat Gigi 1

21
13 Kesling ( SPPH ) 1
14 TPG 2
15 Analis 2 1 orang kontrak Blud
16 Asisten Apoteker 3 1 orang pendidikan
17 TU 3 2 orang kontrak Blud
18 Sopir 1 Kontrak Daerah
19 Volunteer 1
Sumber : Data Kepegawaian Puskesmas Belimbing
Sumber daya tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Belimbing
secara kuantitatif sudah cukup memadai dengan rasio tenaga, namun dari
kualitatif memang diperlukan upaya peningkatan pendidikan dan pelatihan
terutama dalam rangka menjawab tantangan akan pentingnya peningkatan
mutu oleh provider serta tuntutan masyarakat akan mutu.

b. Sarana dan Prasarana Puskesmas Belimbing


Sarana dan prasarana yang dimiliki Puskesmas Belimbing sekarang ini
adalah sebagai berikut ;
1) Gedung yang representatif dan didukung dengan 1 buah Puskesmas
Pembantu, 3 buah Poskeskel
2) Ambulance 24 jam
3) EKG
4) Pemeriksaan HIV
5) Pemeriksaan IMS
6) Pelayanan Prolanis khusus untuk hipertensi dan diabetes mellitus
7) Klinik Sanitasi
8) Ruang Konsultasi Gizi
Data Sarana fisik yang ada di wilayah kerja Puskesmas Belimbing pada
tahun 2018 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

22
Tabel 2.5.
Sarana Fasilitas Kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing
Tahun 2018

NO SARANA FISIK JUMLAH KETERANGAN


1 Puskesmas Induk 1
2 Puskesmas Pembantu 1 Pustu Tarok Indah
3 Poskeskel 3 Kp.Tangah, Tui,
dan Sungai Sapih
4 Mobil Puskesmas Keliling 1
5 RSUD 1
6 Bidan Praktek Mandiri (BPM) 19
7 Klinik Swasta 4
8 Dokter Prakter Perorangan 9
(DPP)
9 Apotik 7
10 Toko Obat 3
Sumber : Data Dasar Puskesmas Belimbing Tahun 2018
Data posyandu yang ada di Puskesmas Belimbing pada tahun 2018
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.6.
Jumlah Posyandu Di Puskesmas Belimbing Tahun 2018

NO POSYANDU JUMLAH KELURAHAN


Kuranji Gn. Sarik Sei. Sapih
1 Posyandu Balita 37 17 10 10
2 Posyandu Lansia 7 3 3 1
3 Posbindu PTM 7 2 3 2
Sumber : Data Dasar Puskesmas Belimbing Tahun 2018
Dari tabel diatas terlihat bahwa jumlah posyandu balita terbanyak di
kelurahan Kuranji (17 Pos), sedangkan untuk posyandu lansia dan posyandu
PTM jumlahnya hampir merata di setiap kelurahan.
Sarana Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) di wilayah
kerja Puskesmas Belimbing Tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut :

23
Tabel 2.7.
Sarana UKBM di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Tahun 2018

NO SARANA JUMLAH KELURAHAN


Kuranji Gn. Sarik Sei. Sapih
1 BATRA
2 UKK 104 buah 53 30 21
3 TOGA 520 buah 245 141 134
Sumber: Data Program Kesehatan Lingkungan Puskesmas Belimbing Tahun 2018
Dari tabel diatas terlihat bahwa jumlah sarana UKBM terbanyak
terletak di Kelurahan.
Untuk sarana pendidikan, berdasarkan data dari pemegang program
UKS jumlah sarana pendidikan di Puskesmas Belimbing pada tahun 2018
dapat dilihat pada tabel 2.8
Tabel 2.8.
Jumlah Sarana Pendidikan di Puskesmas Belimbing
Tahun 2018
Sarana
No Jumlah
Pendidikan
1 TK 23 buah
2 SD 26 buah
3 SMP/MTs 6 buah
4 SMA/SMK 8 buah
Sumber: Data Program UKS Puskesmas Belimbing tahun 2018

3. Visi, Misi, dan Motto Puskesmas Belimbing


a. Visi :
“Mewujudkan Masyarakat Sehat di Wilayah Kerja Puskemas Belimbing
2019”.

24
b. Misi
1) Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan terutama dalam
bidang kesehatan lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Belimbing
2) Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di
wilayah kerja Puskesmas Belimbing
3) Memelihara dan meningkatkan mutu pemerataan dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan
4) Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan
masyarakat beserta lingkungannya.

c. Motto Pelayanan
Untuk mencapai visi, misi dan tujuan, Puskesmas Belimbing mempunyai
tata nilai, yaitu : “ IDAMAN “ yaitu :
1) Inisiatif
Seluruh staf Puskesmas Belimbing mampu memutuskan dan
memberikan solusi dalam melakukan pelayanan kesehatan namun tetap
berpedoman kepada aturan-aturan dan kebijakan-kebijakan yang
berlaku/ditetapkan.
2) Disiplin
Seluruh staf Puskesmas Belimbing taat dan patuh serta bertanggung
jawab terhadap aturan-aturan dan kebijakan-kebijakan yang
berlaku/ditetapkan.
3) Aktif
Seluruh staf Puskesmas Belimbing giat bekerja dan bersemangat dalam
melakukan semua kegiatan sesuai dengan tupoksi dan tugas tambahan
yang diberikan.
4) Melayani
Seluruh staf Puskesmas Belimbing mampu membantu dan memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan Standar
Operasional Prosedur (SOP).

25
5) Aman
Seluruh staf Puskesmas Belimbing dalam memberikan pelayanan
mengantisipasi resiko yang akan terjadi dengan berpedoman kepada
Standar Operasional Prosedur (SOP).
6) Nyaman
Seluruh staf Puskesmas Belimbing mampu memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat dengan baik, ramah dan cekatan sesuai
dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga menimbulkan
rasa senang dan puas.

4. Tugas Pokok dan Fungsi Pegawai Puskesmas Belimbing


Tugas pokok dan fungsi PNS di Puskesmas Belimbing dapat dilihat pada tabel
2.9 :
Tabel 2.9.
Tugas Dan Fungsi Pns Di Puskesmas Belimbing
Tahun 2018

No Nama Tugas Fungsi


1 dr. Versiana Kepala Puskesmas  Melaksanakan fungsi-fungsi
manajemen, bimbingan dan
supervisi.
 Mengadakan koordinasi di
tingkat kecamatan.
 Sebagai penggerak
pembangunan kesehatan di
tingkat kecamatan.
 Sebagai tenaga ahli pendamping
Camat.
 Mengkoordinir dan bertanggung
jawab terhadap semua kegiatan
di puskesmas.

2 Siti Dewi Kepala Tata Usaha, 1. Kepala Tata Usaha


Kasih, SKM Umum, Kepegawaian  Merencanakan dan mengevaluasi
kegiatan di unit TU
 Mengkoordinir dan berperan aktif
terhadap kegiatan di unit TU
 Menggantikan tugas Kepala
Puskesmas bila Kepala
Puskesmas berhalangan hadir

26
2. Umum
 Registrasi Surat Masuk dan
Keluar
 Melanjutkan disposisi Pimpinan
 Mengarsipkan surat.
3. Kepegawaian
 Membuat laporan kepegawaian
(Absensi)
 Mendata dan mengarsipkan file
pegawai.
 Mengusulkan cuti
 Merekap Absensi ( Ijin, Cuti,
Sakit )

3 Dina Hayati Fungsional Adminkes, 1. Koordinator SP2TP


Madya,SKM Koordinator SP2TP  Sebagai pusat data dan informasi
puskesmas.
 Mengumpulkan dan mengecek
laporan puskesmas sebelum
dikirim ke dinas kesehatan
 Menyajikan laporan dalam
bentuk visualisasi data
(tabel,grafik,dll)
 Mengidentifikasi masalah
program dari hasil visualisasi data
dan menyerahkan hasilnya
kepada koordinatorperencanaan
dan penilaian
 Bersama-sama team data dan
informasi menyusun semua
laporan puskesmas (Minilok,
Lap. Tahunan,)
 Pencatatan dan pelaporan.

2. Fungsional Adminkes
 Registrasi Surat Keluar
 Membuat konsep dan mengetik
surat
 Mengetik DP 3 yang sudah di isi
nilai oleh Atasan Langsung

4 Yenny, Apoteker, bendahara 1. Bendahara BLUD


S.Farm,Apt BLUD  Melakukan perencanaan
Keuangan
 Merealisasikan Keuangan
 Membuat pembukuan/penutupan
kas.
 Mengambil dana operasional
 Pencatatan dan Pelaporan

27
2. Apoteker
 Mengambilkan obat sesuai resep
yang diberikan dokter
 Menjelaskan cara minum atau
pemakaian obat kepada pasien
 Konfirmasi obat yang kurang
jelas kepada dokter

5 Yusnida, SE Pengadministrasi 1. Loket


Umum, Karcis  Mempersiapkan bahan-bahan
untuk pendaftaran pasien
 Mencatat identitas pasien yang
mendaftar dan menyiapkan status
untuk di bawa kebagian
pelayanan kesehatan
 Pencatatan dan pelaporan serta
registrasi pasien (BPJS,umum)

6 Nurmiati Bendahara Penerimaan 1. Bendahara Juru ungut


 Memberikan karcis (SKK,Catin)
kepada pasien yang
membutuhkan sesuai Perda
 Membuat laporan setoran
mingguan
 Menyetorkan pendapatan
Puskesmas dari penjualan karcis
(SKK, Catin) sesuai Perda ke
DKK
7 Drg. Dokter Gigi, Pejabat 1. Pejabat Teknis
Erlinawati Teknis  Mengkoordinir dan bertanggung
jawab dalam penyusunan
perencanaan dan evaluasi
Kegiatan di Pelayanan UKP,
UKM dan jaring jejaring
Mengkoordinir dan berperan aktif
terhadap kegiatan di unitnya
2. Dokter Gigi
 Menyusun perencanaan
 Melaksakan UKGS dan UKGMD
 Pelayanan berupa pemeriksaan,
perawatan, pengobatan,
penambalan, pencabutan,
pembersihan karang gigi
sertarujukan gigi dan mulut .
 Pencatatan dan pelaporan

28
8 Drg. Edy Dokter Gigi, PJ Jaring 1. Dokter Gigi
Azhar dan Jejaring  Menyusun perencanaan
 Melaksanakan UKGS dan
UKGMD
 Pelayanan berupa pemeriksaan,
perawatan,
pengobatan,penambalan,
pencabutan, pembersihan karang
gigi sertarujukan gigi dan mulut .
 Pencatatan dan pelaporan
2. PJ Jaring dan Jejaring
 Mengkoordinir dan bertanggung
jawab dalam penyusunan
perencanaan dan evaluasi
Kegiatan Jaring dan Jejaring
 Mengkoordinir dan berperan aktif
terhadap kegiatan di unitnya

9 Drg.Masrida Dokter Gigi, PJ UKM  Menyusun perencanaan


RE  Melaksakan UKGS dan UKGMD
 Pelayanan berupa pemeriksaan,
perawatan,
pengobatan,penambalan,
pencabutan, pembersihan karang
gigi serta rujukan gigi dan mulut .
 Pencatatan dan pelaporan

Koordinator Upaya Kesehatan


Masyarakat
 Mengkoordinir dan bertanggung
jawab dalam penyusunan
perencanaan dan evaluasi
Kegiatan di unit
P2M,PROM.KES, KIA/KB, GIZI
dan KESLING
 Mengkoordinir dan berperan aktif
terhadap kegiatan di unitnya
10 Trikumriati, Bidan (Bikor,KIA Ibu) 1. KIA Ibu
S.SiT  Membuat Rencana Kerja
 Melakukan pelayanan kepada
Ibu Hamil, bu Nifas dan Ibu
menyusui
 Melakukan Deteksi Resti Ibu
Hamil
 Memberikan Imunisasi TT 2
kali pada bumil
 Pemasangan stiker P4K
 Mendistribusikan Fe kepada Ibu
Hamil dan Ibu Nifas

29
 Mendistribusikan Vitamin A
kepada Ibu Nifas
 Melakukan penyuluhan dan
konsultasi kepada Ibu Hamil
dan Ibu Nifas
 Melakukan Kelas Ibu Hamil di
Puskesmas dan kelurahan
 Melakukan Kunjungan Rumah
kepada Ibu Hamil Resiko
Tinggi, KN2. KF2
 Pelacakan Kematian Ibu
2. Bikor
 Pembinaan BPM, klinik,
 Pencatatan dan pelaporan
11 Nuryeti, Perawat (BP,Haji,TB) 1. Perawat (BP)
Amd.Kep  Menyiapkan Perlengkapan yang
dibutuhkan untuk pelayanan
setiap hari dan menyimpannya
kembali setelah pelayanan
selesai.
 Membantu dokter dalam
memberikan pelayanan
pengobatan.
 Memberikan pelayanan
kesehatan minimal untuk setiap
pasien rawat jalan sesuai
standar pengobatan rasional.
 Mengkonsultasikan kepada
dokter tentang kasus-kasus yang
kurang dipahami.
 Membuat surat rujukan kepada
pasien yang memerlukan.

2. P3K
 Mengkoordinir kegiatan P3K
 Mempersiapkan semua
kebutuhan, jadwal acara dan
petugas P3K
 Pencatatan dan pelaporan

3. TBC/Kusta
 Penyuluhan tentang TBC/Kusta
serta kunjungan dan follow up
ke rumah pasien
 Pencatatan dan Pelaporan kasus
Penemuan secara dini penderita
TBC/Kusta
 Pengobatan penderita secara
lengkap

30
 Koordinasi dengan petugas
laboratorium terhadap
penderita/tersangka TBC untuk
mencari BTA (+)
12 Nuryeti, S.SiT Kesling (DBD) 1. Kesling
 Mencatat dan melaporkan
kegiatan yang berhubungan
dengan PAB/PLP dan
TTU/TPM
 Melakukan pembinaan terhadap
kelompok pemakai air
 Melakukan penyuluhan kesling
 Menjalin kerjasama lintas
program dan lintak sektoral
 Mengambil sampel makanan
dan minuman dalam rangka
perlindungan terhadap
konsumen
 Mengawasi kualitas air dengan
cara pengambilan dan
pemeriksaan sampel
 Melakukan pemantauan KLB
keracunan makanan dan
minuman
 Melakukan konseling kesehatan
lingkungan di klinik sanitasi
 Pencatatan dan pelaporan

2. DBD
 Memantau kasus DBD melalui
kunjungan rawat jalan
Puskesmas dan laporan kader
 Meninjau ke lapangan laporan
kasus DBD dari kelurahan atau
Rumah Sakit.
 Membuat catatan identitas
pasien tersangka DBD
 Membuat laporan setiap
didapatkan pasien tersangka
yang telah dikonfirmasi RS
dengan pemeriksaan
laboratorium.
 Pemantauan/monitoring
jumantik kelurahan endemis
13 Susfireni Farmasi (Gudang 1. Gudang Obat
Obat,Apotik)  Permintaan dan penerimaan
obat
 Penyimpanan Obat-obat
 Pelayanan dan penggunaan obat

31
 Perencanaan dan pengadaan
obat
 Pencatatan dan pelaporan
2. Apotik
 Mengambilkan obat sesuai
resep yang diberikan dokter
 Menjelaskan cara minum atau
pemakaian obat kepada pasien
 Konfirmasi obat yang kurang
jelas kepada dokter
14 Ns. Adetyoza, Perawat (BP, Surveilans, 1. Perawat (BP)
S.Kep campak)  Menyiapkan Perlengkapan yang
dibutuhkan untuk pelayanan
setiap hari dan menyimpannya
kembali setelah pelayanan
selesai.
 Membantu dokter dalam
memberikan pelayanan
pengobatan.
 Memberikan pelayanan
kesehatan minimal untuk setiap
pasien rawat jalan sesuai
standar pengobatan rasional.
 Mengkonsultasikan kepada
dokter tentang kasus-kasus yang
kurang dipahami.
 Membuat surat rujukan kepada
pasien yang memerlukan.
2. Surveilans
 Berperan aktif secara dini
melakukan pengamatan
terhadappenderita, kesling,
perilaku masyarakat dan
perubahankondisi.
 Analisis tentang KLB
 Penyuluhan kesehatan secara
intensif
 Pencatatan dan pelaporan
3. Campak
 Penyuluhan tentang Campak
 Penemuan Penderita Campak
dengan pemeriksaan
kontak,pemeriksaan anak
sekolah dan case survey
15 Vanda Lubis, PROMKES,  Melakukan penyuluhan
Amd.Keb Koordinator PIS PK kesehatan di dalam dan luar
gedung dalam rangka
meningkatkan Perilaku Hidup

32
Bersih dan Sehat pada
Masyarakat.
 Menyebarluaskan informasi
kesehatan melalui poster, radio,
televisi, billboard, leaflet da
media lainnya.
 Menyediakan data-data yang
berhubungan dengan seksi
Promosi Kesehatan.
 Mengumpulkan bahan laporan
dan evaluasi pelaksanaan
bimbingan penyuluhan dengan
instansi terkait.
 Melakukan koordinasi
pelaksanaan bimbingan
penyuluhan dengan instansi
terkait.
 Menjalin kerjasama Lintas
Program dan Lintas Sektoral.
 Menggerakkan partisipasi
masyarakat melalui organisasi
kemasyarakatan, generasi muda,
Pramuka dan LSM.
 Membina kelompok-kelompok
potensial yang ada di
masyarakat.
 Membina kader-kader
kesehatan dan posyandu.
 Membina kader-kader
Poskestren
 Membina kader-kader SBH
 Membina kader-kader UKK
 Membina kader-kader Batra
 Membina kader-kader PHBS
pada RT, Sekolah-sekolah,
TTU, RS dan lain-lain.
 Membuat dan menganalisa data
yang berkaitan denga kegiatan
seksi Promosi Kesehatan.
 Melakukan Pencatatan da
Pelaporan.

16 Murniati Bidan (BP,Lansia) 1. Bidan (BP)


 Menyiapkan Perlengkapan yang
dibutuhkan untuk pelayanan
setiap hari dan menyimpannya
kembali setelah pelayanan
selesai.

33
 Membantu dokter dalam
memberikan pelayanan
pengobatan.
 Memberikan pelayanan
kesehatan minimal untuk setiap
pasien rawat jalan sesuai
standar pengobatan rasional.
 Mengkonsultasikan kepada
dokter tentang kasus-kasus yang
kurang dipahami.
 Membuat surat rujukan kepada
pasien yang memerlukan.
2. Pemegang Program Lansia
 Pendataan usila
 Membuat Jadwal Posyandu
Lansia
 Melakukan pembinaan
Kelompok Lansia
3. Bidan
 Membuat Rencana Kerja
 Melakukan pelayanan kepada
Ibu Hamil, bu Nifas dan Ibu
menyusui
 Melakukan Deteksi Resti Ibu
Hamil
 Memberikan Imunisasi TT 2
kali pada bumil
 Pemasangan stiker P4K
 Mendistribusikan Fe kepada Ibu
Hamil dan Ibu Nifas
 Mendistribusikan Vitamin A
kepada Ibu Nifas
 Melakukan penyuluhan dan
konsultasi kepada Ibu Hamil
dan Ibu Nifas
 Melakukan Kelas Ibu Hamil di
Puskesmas dan kelurahan
 Melakukan Kunjungan Rumah
kepada Ibu Hamil Resiko
Tinggi, KN2. KF2

17 Elwiyas, S.SiT Bidan (KIA Ibu)  Membuat Rencana Kerja


 Melakukan pelayanan kepada
Ibu Hamil, bu Nifas dan Ibu
menyusui
 Melakukan Deteksi Resti Ibu
Hamil
 Memberikan Imunisasi TT 2
kali pada bumil

34
 Pemasangan stiker P4K
 Mendistribusikan Fe kepada Ibu
Hamil dan Ibu Nifas
 Mendistribusikan Vitamin A
kepada Ibu Nifas
 Melakukan penyuluhan dan
konsultasi kepada Ibu Hamil
dan Ibu Nifas
 Melakukan Kelas Ibu Hamil di
Puskesmas dan kelurahan
 Melakukan Kunjungan Rumah
kepada Ibu Hamil Resiko
Tinggi, KN2. KF2
 Pelacakan Kematian Ibu
18 dr.Dear Dokter Umum,  Melakukan pemeriksaan dan
Flowery D Koordinator Upaya pengobatan serta konsultasi
Kesehatan Perorangan medis pada pasien di Puskesmas
 Memberikan pelayanan
rujukan medis serta surat-surat
yang berhubungan dengan hasil
pemeriksaan kesehatan
 Bertanggung jawab dan
melaporkan kegiatan pelayanan
kesehatan yang dilaksanakan
kepada Kepala Puskesmas.
 Bersama dengan Kepala
Puskesmas melaksanakan
fungsi manajemen Puskesmas
 Berkoordinasi lintas
program dan lintas sektor serta
menghadiri pertemuan-
pertemuan kedinasan yang
diperintahkan atasan
 Mengikuti seminar profesi atau
kursus atau pelatihan dalam
rangka peningkatan mutu SDM.
 Melaksanakan tugas lainnya
yang diberikan atasan sesuai
ketentuan perundangan yang
berlaku.

19 dr.Rahmy Dokter Umum, Program 1. Dokter Umum


Diovany malaria  Melakukan pemeriksaan dan
pengobatan serta konsultasi
medis pada pasien di Puskesmas
 Memberikan pelayanan
rujukan medis serta surat-surat
yang berhubungan dengan hasil
pemeriksaan kesehatan

35
 Bertanggung jawab dan
melaporkan kegiatan pelayanan
kesehatan yang dilaksanakan
kepada Kepala Puskesmas.
 Bersama dengan Kepala
Puskesmas melaksanakan
fungsi manajemen Puskesmas
 Berkoordinasi lintas
program dan lintas sektor serta
menghadiri pertemuan-
pertemuan kedinasan yang
diperintahkan atasan
 Mengikuti seminar profesi atau
kursus atau pelatihan dalam
rangka peningkatan mutu SDM.
 Melaksanakan tugas lainnya
yang diberikan atasan sesuai
ketentuan perundangan yang
berlaku.
2. Penanggung Jawab Program P2
Malaria
 Memantau kasus malaria
melalui kunjungan rawat jalan
Puskesmas dan laporan kader
 Meninjau ke lapangan laporan
kasus Malaria dari kelurahan
atau Rumah Sakit.
 Membuat catatan identitas
pasien tersangka Malaria
 Membuat laporan setiap
didapatkan pasien tersangka
yang telah dikonfirmasi RS
dengan pemeriksaan
laboratorium.
 Pencatatan dan pelaporan
20 Hj. Kasniyenti, Bidan (KIA Anak)  Pengawasan dan bimbingan
Amd.Keb kepada Taman Kanak-
Kanak/PAUD
 Pengobatan bagi bayi, anak
balita dan anak pra sekolah
untuk jenis penyakit ringan.
 Pemantauan/pelaksanaan
DDTK pada bayi, anak balita
dan anak pra sekolah
 Melakukan MTBS
 Pencatatan dan pelaporan

36
21 Erlinda Afrina, Perawat (BP,LB1)  Menyiapkan Perlengkapan yang
Amd.Kep dibutuhkan untuk pelayanan
setiap hari dan menyimpannya
kembali setelah pelayanan
selesai.
 Membantu dokter dalam
memberikan pelayanan
pengobatan.
 Memberikan pelayanan
kesehatan minimal untuk setiap
pasien rawat jalan sesuai
standar pengobatan rasional.
 Mengkonsultasikan kepada
dokter tentang kasus-kasus yang
kurang dipahami.
 Membuat surat rujukan kepada
pasien yang memerlukan.
 Membuat rekapan jumlah setiap
jenis penyakit setiap bulan.
 Membuat laporan 10 Penyakit
Terbanyak
 Pencatatan dan pelaporan.

22 Maiyarlis Perawat Gigi, Inventaris 1. Perawat gigi


 Perawat gigi bertugas sebagai
pelayanan asuhan kesehatan
sekolah dan masyarakat.
 Melakukan tindakan dengan
dasar pendelegasian dari dokter
gigi penanggung jawab
2. Inventaris
 Mencatat sarana dan prasarana
yang masuk ke Puskesmas
secara terperinci dan jelas.
 Menyusun daftar inventaris
puskesmas secara terperinci dan
jelas
 Ikut merencanakan kebutuhan
sarana dan prasarana Puskesmas
 Membuat KIR masing-masing
ruangan
23 Asmara Juwita Sanitarian, Olah raga, 1. Sanitarian
diare  Mencatat dan melaporkan
kegiatan yang berhubungan
dengan PAB/PLP dan
TTU/TPM
 Melakukan pembinaan terhadap
kelompok pemakai air
 Melakukan penyuluhan kesling

37
 Menjalin kerjasama lintas
program dan lintak sektoral
 Mengambil sampel makanan
dan minuman dalam rangka
perlindungan terhadap
konsumen
 Mengawasi kualitas air dengan
cara pengambilan dan
pemeriksaan sampel
 Melakukan pemantauan KLB
keracunan makanan dan
minuman
 Melakukan konseling kesehatan
lingkungan di klinik sanitasi
 Pencatatan dan pelaporan
2. Surveilans
 Berperan aktif secara dini
melakukan pengamatan
terhadappenderita, kesling,
perilaku masyarakat dan
perubahankondisi.
 Analisis tentang KLB
 Penyuluhan kesehatan secara
intensif
 Pencatatan dan pelaporan
3. Diare
 Penyuluhan tentang Diare
 Penemuan Penderita Diare
dengan pemeriksaan
kontak,pemeriksaan anak
sekolah dan case survei
 Memberikan pengobatan yang
tepat sesuai diagnosa
danklasifikasinya.
4. Kesehatan Olah Raga
 Inventaris jumlah kelompok-
kelompok kesehatan olah raga
yang ada pada wilayah kerja
puskesmas
 Membentuk dan membina
kelompok-kelompok kesehatan
olah raga yang ada pada
wilayah kerja puskesmas
 Melakukan kegiatan Kesehatan
Olah Raga
 Pencatatan dan pelaporan

38
24 Betmawati Farmasi (Apotik) 1. Apotik
 Mengambilkan obat sesuai
resep yang diberikan dokter
 Menjelaskan cara minum atau
pemakaian obat kepada pasien
 Konfirmasi obat yang kurang
jelas kepada dokter
2. BPUMC
 Melakukan perencanaan
Keuangan
 Merealisasikan Keuangan

25 Nurhasriwati, Perawat (BP,Rabies, 1. Perawat (BP)


Amd.Kep Mata)  Menyiapkan Perlengkapan yang
dibutuhkan untuk pelayanan
setiap hari dan menyimpannya
kembali setelah pelayanan
selesai.
 Membantu dokter dalam
memberikan pelayanan
pengobatan.
 Memberikan pelayanan
kesehatan minimal untuk setiap
pasien rawat jalan sesuai
standar pengobatan rasional.
 Mengkonsultasikan kepada
dokter tentang kasus-kasus yang
kurang dipahami.
 Membuat surat rujukan kepada
pasien yang memerlukan.

2. Rabies
 Memberikan keterangan kepada
penderita gigitan hewan penular
penyakit rabies tentang tindakan
yang harus dilakukan
 Mengambil vaksin rabies ke
DKK bagi setiap pasien yang
membutuhkan
 Membuat surat persetujuan
pemberian VAR kepada setiap
penderita/wali yang akan diberi
suntikan
 Melaksanakan penyuntikan
VAR kepada pasien yag
membutuhkan
 Memantau penderita yang tidak
memenuhi jadwal suntikan
ulang

39
 Membuat catatan indentitas
setiap penderita gigitan hewan
tersangka rabies dalam buku
khusus
 Membuat laporan setiap bulan
tentang kasus gigitan hewan
tersangka rabies dan laporan
pemakaian VAR
3. Mata & Jiwa
 Mencatat kasus penyakit mata
& jiwa melalui kunjungan rawat
jalan Puskesmas
26 Zurmayeti Perawat (BP)  Menyiapkan Perlengkapan yang
dibutuhkan untuk pelayanan
setiap hari dan menyimpannya
kembali setelah pelayanan
selesai.
 Membantu dokter dalam
memberikan pelayanan
pengobatan.
 Memberikan pelayanan
kesehatan minimal untuk setiap
pasien rawat jalan sesuai
standar pengobatan rasional.
 Mengkonsultasikan kepada
dokter tentang kasus-kasus yang
kurang dipahami.
 Membuat surat rujukan kepada
pasien yang memerlukan.
 Membuat rekapan jumlah setiap
jenis penyakit setiap bulan.

27 Emna Wiyarti, Labor  Melakukan pemeriksaan


S.ST darah/urine atas rujukan dokter
 Mempersiapkan dan memeriksa
sediaan serta menegakkan
diagnosa (darah, urine, tinja,
sputum dan lepra)
 Mengirimkan sediaan untuk
diperiksa di tingkat pelayanan
yang lebih tinggi sesuai dengan
sistem rujukan pelaya
kesehatan.
 Membuat catatan medik untuk
setiap pemeriksaan yang
dilakukan
 Merencanakan kebutuhan bahan
dalam setahun

40
 Pemeriksaan khusus TB/cross
check

28 Eni Afriati, KIA Anak, Imunisasi 1. KIA Anak


Amd.Keb  Pengawasan dan bimbingan
kepada Taman Kanak-
Kanak/PAUD
 Pengobatan bagi bayi, anak
balita dan anak pra sekolah
untuk jenis penyakit ringan.
 Pemantauan/pelaksanaan
DDTK pada bayi, anak balita
dan anak pra sekolah
 Melakukan MTBS
 Pencatatan dan pelaporan
2. Imunisasi
 Membuat Rencana Kerja
 Merencanakan kebutuhan
vaksin dan peralatan imunisasi
 Menjemput vaksin secara
berkala ke DKK
 Memantau keadaan suhu vaksin
setiap hari
 Mempersiapkan kebutuhan
vaksindan buku catatan bagi
pelayanan di posyandu.
 Melaksanakan pelayanan
imunisasi di dalam dan luar
gedung
 Mengembalikan sisa vaksin
yang masih bisa dipakai ke
dalam cold chain
 Mencatat pelayanan harian
imunisasi dengan lintas program
dan lintas sektoral
 Membuat laporan hasil
pelayanan dan pemakaian
vaksin setiap bulan
 Membuat PWS imunisasi setiap
bulan dan rekap tahunan
29 Elyunetri, Gizi  Melakukan pemantauan status
AMG gizi anak balita, ibu hamil dan
ibu nifas
 Meninjau langsung ke lapangan
kasus gizi buruk di kelurahan
 Melaksanakan pemberian
makanan tambahan pada kasus
KEP sesuai daa yang tersedia

41
 Melakukan pemantauan kasus
GAKY dan kekurangan vitamin
A
 Melakukan pemeriksaan garam
beryodium pada masyarakat
dengan menggunakan Iodinatest
2 kali dalam satu tahun.
 Mendistribusikan dan
melaporkan Vitamin A pada
bayi dan balita setiap bulan
Februari dan Agustus
 Pengembangan Pojok Gizi
(POZI)
30 Yosi Sepriani, Gizi, Bendahara BOK 1. Gizi
AMG  Melakukan pemantauan status
gizi anak balita, ibu hamil dan
ibu nifas
 Melakuka penimbanga massal
 Meninjau langsung ke lapangan
kasus gizi buruk di kelurahan
 Melaksanakan pemberian
makanan tambahan pada kasus
KEP sesuai daa yang tersedia
 Melakukan pemantauan kasus
GAKY dan kekurangan vitamin
A
 Melakukan pemeriksaan garam
beryodium pada masyarakat
dengan menggunakan Iodinatest
2 kali dalam satu tahun.
 Mendistribusikan dan
melaporkan Vitamin A pada
bayi dan balita setiap bulan
Februari dan Agustus
 Pengembangan Pojok Gizi
(POZI)
 Pencatatan dan pelaporan
2. Bendahara BOK
 Menyusun Plan Of Action
(POA) kegiatan yang
menggunakan dana BOK
 Membuat semua pertanggung
jawaban keuangan puskesmas
dan melaporkan kepada
pimpinan Puskesmas.

42
31 Yuni Kartika Poskeskel Sungai Sapih
1. Melaksanakan pelayanan
Dewi, Amd. kesehatan
Keb 2. Menggerakkan, mengembangkan
dan membina kesehatan
masyarakat di wilayahnya
3. Membantu upaya masyarakat
dalam meningkatkan derajat
kesehatan
4. Pencatatan dan pelaporan
5. Perpanjangan tangan seluruh
program di Puskesmas
32 Mike Perawat (BP), P3K, 1. Perawat (BP)
Vefriyesi, Perkesmas  Menyiapkan Perlengkapan yang
Amd.Kep dibutuhkan untuk pelayanan
setiap hari dan menyimpannya
kembali setelah pelayanan
selesai.
 Membantu dokter dalam
memberikan pelayanan
pengobatan.
 Memberikan pelayanan
kesehatan minimal untuk setiap
pasien rawat jalan sesuai
standar pengobatan rasional.
 Mengkonsultasikan kepada
dokter tentang kasus-kasus yang
kurang dipahami.
 Membuat surat rujukan kepada
pasien yang memerlukan.
 Membuat rekapan jumlah setiap
jenis penyakit setiap bulan.
2. P3K
 Mengkoordinir kegiatan P3K
 Mempersiapkan semua
kebutuhan, jadwal acara dan
petugas P3K
 Pencatatan dan pelaporan
3. Perkesmas
 Koordinator Perawat dalam
Pelaksanaan KK Binaan
 Membuat renstra masing-
masing kasus keluarga
rawan,resti, penyakit kronis
33 Suri Fadilah, Perawat (BP,UKS) 1. Perawat (BP)
Amd. Kep  Menyiapkan Perlengkapan yang
dibutuhkan untuk pelayanan
setiap hari dan menyimpannya
kembali setelah pelayanan
selesai.

43
 Membantu dokter dalam
memberikan pelayanan
pengobatan.
 Memberikan pelayanan
kesehatan minimal untuk setiap
pasien rawat jalan sesuai
standar pengobatan rasional.
 Mengkonsultasikan kepada
dokter tentang kasus-kasus yang
kurang dipahami.
 Membuat surat rujukan kepada
pasien yang memerlukan.
 Pencatatan dan pelaporan.
2. UKS
 Membuat Rencana Kerja
 Inventaris jumlah sekolah,
jumlah murid dan sarana UKS
 Mengkoordinasikan kegiatan
UKS
 Melakukan pembinaan UKS
 Melakukan screening kesehatan
anak sekolah
 Melakukan pelatiha dokter kecil
 Melakukan penyuluhan ke
sekolah-sekolah
 Melakukan PKPR
34 Yantri Eki Bidan (KIA Ibu,KB) 1. Bidan
Diovani, Amd.  Membuat Rencana Kerja
Keb  Melakukan pelayanan kepada
Ibu Hamil, bu Nifas dan Ibu
menyusui
 Melakukan Deteksi Resti Ibu
Hamil
 Memberikan Imunisasi TT 2
kali pada bumil
 Pemasangan stiker P4K
 Mendistribusikan Fe kepada Ibu
Hamil dan Ibu Nifas
 Mendistribusikan Vitamin A
kepada Ibu Nifas
 Melakukan penyuluhan dan
konsultasi kepada Ibu Hamil dan
Ibu Nifas
 Melakukan Kelas Ibu Hamil di
Puskesmas dan kelurahan
 Melakukan Kunjungan Rumah
kepada Ibu Hamil Resiko Tinggi,
KN2. KF2
 Pelacakan Kematian Ibu

44
 Pencatatan dan pelaporan
2. KB
 Melakukan pelayanan
kontrasepsi
 Melakukan pembinaan dan
mengayomi medis kontrasepsi
medios peserta KB
 Melakukan pelayanan rujukan
35 Maifa Suryati, Bidan (KIA Anak,ISPA, 1. Bidan
Amd.Keb PTM)  Pengawasan dan bimbingan
kepada Taman Kanak-
Kanak/PAUD
 Pengobatan bagi bayi, anak
balita dan anak pra sekolah untuk
jenis penyakit ringan.
 Pemantauan/pelaksanaan DDTK
pada bayi, anak balita dan anak
pra sekolah
 Melakukan MTBS
 Pencatatan dan pelaporan
2. P2 ISPA
 Penyuluhan tentang ISPA
 Penemuan secara dini penderita
ISPA
 Pengobatan penderita secara
lengkap
 Pencatatan dan Pelaporan kasus
3. PTM
 Melaksanakan skrining
kesehatan penyakit tidak menular
pada masyarakat yang berumur >
15 tahun.
 Melaksanakan Posbindu di
wilayah kerja Puskesmas
 Membuat rencana kegiatan PTM
 Pencatatan dan pelaporan
36 Dewi Arfanita, Bidan Pustu Rita  Membuat Rencana Kerja
Amd.Keb  Melakukan pelayanan kepada
Ibu Hamil, bu Nifas dan Ibu
menyusui
 Melakukan Deteksi Resti Ibu
Hamil
 Memberikan Imunisasi TT 2
kali pada bumil
 Pemasangan stiker P4K
 Mendistribusikan Fe kepada Ibu
Hamil dan Ibu Nifas

45
37 Syofia Bidan (Poskeskel  Melaksanakan pelayanan
Nilsia,Amd.Ke Kp.Tangah) kesehatan
b  Menggerakkan, mengembangkan
dan membina kesehatan
masyarakat di wilayahnya
 Membantu upaya masyarakat
dalam meningkatkan derajat
kesehatan
 Pencatatan dan pelaporan
 Perpanjangan tangan seluruh
program di Puskesmas
38 Oka Yelvia, Perawat (BP)  Menyiapkan Perlengkapan yang
Amd. Kep dibutuhkan untuk pelayanan
setiap hari dan menyimpannya
kembali setelah pelayanan
selesai.
 Membantu dokter dalam
memberikan pelayanan
pengobatan.
 Memberikan pelayanan kesehatan
minimal untuk setiap pasien
rawat jalan sesuai standar
pengobatan rasional.
 Membuat surat rujukan kepada
pasien yang memerlukan.
 Pencatatan dan pelaporan
39 Lina Ariani, Bidan (Poskeskel Tui)  Melaksanakan pelayanan
Amd.Keb kesehatan
 Menggerakkan, mengembangkan
dan membina kesehatan
masyarakat di wilayahnya
 Membantu upaya masyarakat
dalam meningkatkan derajat
kesehatan
 Pencatatan dan pelaporan
 Perpanjangan tangan seluruh
program di Puskesmas
40 LAURA,SKM Fungsional Adminkes Pendidikan
41 NOVERTA Farmasi Pendidikan
MUHARNI
Sumber : Data Kepegawaian Puskesmas Belimbing Tahun 2018

46
5. Struktur Organisasi
Bagan 2.1.
Struktur Organisasi Puskesmas Belimbing

PEMIMPIN
BLUD

Dr. Versiana

PEJABAT Tata
PEJABAT Usaha
TEKNIS Siti Dewi Kasih, SKM

Yenny, S.Farm,
Apt

Keuangan Kepegawaian Rumah Tangga Simpus

Bendahara Umum/
1. SP2TP
Fedrianti, S.SiT Inventaris Dina Hayati
Madya, SKM

2. Perencanaan
dan evaluasi
Emna Wiyarti,
S.St

PJ UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT & PJ UPAYA KESEHATAN


KEPERAWATAN KESEHATAN PERORANGAN,
MASYARAKAT
KEFARMASIAN,
LABORATORIUM

Vanda Lubis, A.Md.Keb PJ UPAYA


dr. Dear Flowery, D
KESEHATAN
JEJARING DAN
I. ESENSIAL & KEPERAWATAN KESEHATAN BENCANA
MASYARAKAT  UKP
A. PROMKES : Vanda Lubis, A.Md.Keb  BP Lansia : Murniati
B. KESLING : Fedrianti,S.SiT
C. KIA & KB : 1. Ibu : Elwiyas,  BP Umum : Erlinda,A.
2. Anak : Hj.Kasniyenti,  KES Ibu : Elwiyas,
3.KB, IVA : Eni  KES Anak : Kasniyenti,
D.GIZI : Yosi Sepriani,AMG  KB/IVA : Eni Afri
E. P2P :
1. PTM : Maifa Suryati,S.Tr.Keb
 IMUNISASI : Oka Trikumriati, S.SiT
2. PM  GIGI : drg. Erlinawati
a. Surveilens : Ns.Adetyoza,  TB : Nuryetti,
b. DBD : Nuryetti, S.SiT
c. Malaria : dr.Rahmy
Dyanovani I. JEJARING
d. TB,kusta : Nuryetti,  KONSULTASI:
e. Diare : Asmara 1. Kesling : Nuryetti,
f. ISPA dan : Erlinda A 2. Gizi : Elyunetri, AMG 1. Pustu Tarok Indah
g. Pneumonia : Maifa Permai (TIP)
h. Imunisasi : Trikumriati,
i. Rabies : Nurhasriwati,
j. Campak : Ns.Adetyoza,  KEFARMASIAN - Dewi Arfanita,
k. Filariasis : Ns.Adetyoza, 1. Apotik :Yenny, S.Farm,Apt
l. HIV/AIDS : Trikumriati, A.Md.Keb
Gudang Obat : Suspireni
S.SiT
m. Hepatitis : Trikumriati,
F. PERKESMAS : Zurmayeti,

47
B. Deskripsi Khusus
1. Program dan Kegiatan Saat Ini
Penulis bertugas di UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat Belimbing terhitung
sejak 1 Februari 2019 sebagai Dokter Ahli Pertama. Puskesmas berfungsi
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan
tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk
mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah
kerjanya. Dalam menjalankan fungsi promosi kesehatan, banyak cara yang bisa
dilakukan, diantaranya penyuluhan kesehatan, program dokter kecil, bina keluarga
balita, posyandu, keluarga sadar gizi, pembinaan tanaman obat keluarga,
pembinaan pengobatan tradisional, dan lain-lain. Pemberian informasi kesehatan
kepada pasien ini bisa menggunakan beberapa media, diantaranya pamflet, poster,
leaflet, spanduk, ataupun banner.
Adapun kegiatan yang akan penulis lakukan adalah melakukan konsultasi
dengan mentor tentang isu atau permasalahan di puskesmas yang akan diselesaikan.
Program promosi kesehatan merupakan salah satu bentuk dari upaya kesehatan
masyarakat, dalam hal ini penulis menitikberatkan kepada pasien yang merokok
sehingga diharapkan pasien bisa mengetahui dampak perilaku merokok kemudian
bisa berhenti merokok. Pelaksanaan rencana kegiatan berdasarkan dengan SKP
dokter.
Adapun rangkaian kegiatan yang akan dilakukan adalah :
a. Melaporkan rencana kegiatan aktualisasi kepada mentor
b. Membuat alur kegiatan pelayanan berhenti merokok
c. Membuat pamflet konseling berhenti merokok
d. Anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien
e. Melakukan konseling berhenti merokok
f. Melakukan evaluasi pelaksanaan konseling berhenti merokok

48
2. Role Model

Role Model adalah sosok atau tokoh yang akan dijadikan panutan di unit
kerja atau instansi kerja. Di Puskesmas Belimbing yang saya anggap menjadi Role
Model adalah Kepala Puskesmas Belimbing, dr Versiana. Saya memilih beliau
karena beliau adalah sosok yang disiplin, rajin, bertanggung jawab, adil, tegas
namun tetap memiliki jiwa yang humble kepada karyawan lainnya.. Sebagai sosok
yang disiplin, beliau selalu datang lebih awal dan pulang lebih akhir. Pada saat
memimpin apel, beliau selalu mengajarkan banyak hal, berbagi ilmu dan
pengalaman dengan karyawannya. Belian juga mengajarkan untuk selalu
memberikan pelayanan kepada pasien yang membutuhkan meskipun meskipun jam
pelayanan mau berakhir.
Sebagai sosok yang bertanggung jawab, beliau selalu membimbing
karyawan dalam melaksanakan tugas, selalu mengingatkan karyawannya akan
deadline-deadline tugas yang harus diselesaikan. Beliau memperlakukan
karyawannya secara adil, tidak pernah membeda-bedakan karyawan. Dari
beberapa alasan diatas makanya saya menjadikan kepala puskesmas sebagai Role
Model atau sebagai panutan dan saya berharap bisa mencontoh sikap-sikap teladan
beliau.

Gambar 3.1. Role Model

49
BAB III
REALISASI AKTUALISASI

A. Realisasi Kegiatan dan Output

Tabel 3.1. Realisasi Aktualisasi Kegiatan 1


Kegiatan 1 Melakukan Persiapan pelaksanaan kegiatan habituasi

Waktu Pelaksanaan 8 Mei 2019

Bukti Fisik Foto,Video

Penjelasan Realisasi Tahapan Kegiatan


Pada hari Senin tanggal 8 Mei 2019, saya menemui atasan/mentor (dengan sikap
yang sopan (etika publik), dr Versiana, di ruangannya untuk meminta izin
melakukan aktualisasi rancangan yang telah diseminarkan. Ibu sangat
menyambut baik kegiatan ini. Saya berdiskusi (Nasionalisme) dengan mentor
tentang kegiatan yang akan dilakukan dengan membawa rancangan aktualisasi.
Saya bersikap santun (Etika publik) saat berdiskusi tentang rencana habituasi
yang akan diterapkan di Puskesmas. Saya mencatat hasil diskusi dengan mentor
dengan cermat dan teliti (akuntabilitas).
Sesuai dengan hasil diskusi dengan mentor tersebut saya mengerjakan rencana
kegiatan secara profesional (Akuntabilitas) dan disiplin (Etika publik) sesuai
jadwal kegiatan yang telah dibuat.

Gambar 3.2. Mendiskusikan rencana kegiatan

50
Tabel 3.2. Realisasi Aktualisasi Kegiatan 2
Kegiatan 2 Membuat alur pelayanan berhenti merokok

Waktu Pelaksanaan 9, 10 Mei 2019

Bukti Fisik Dokumen referensi, Draft Alur pelayanan berhenti


merokok, Foto, Video

Penjelasan Realisasi Tahapan Kegiatan

Saya mencari referensi tentang pelayanan berhenti merokok. Saya bekerja sama
(Nasionalisme) dengan pemegang program promosi kesehatan untuk mencari
referensi tersebut. Agar lebih efektif (Komitmen mutu), Saya mencari referensi
melalui internet secara kreatif (Komitmen mutu).
Setelah mendapatkan data referensi, saya membuat draft alur pelayanan berhenti
merokok. Saya membuat draft alur pelayanan yang sebelumnya tidak ada
menggunakan komputer supaya efektif (Komitmen mutu) dengan cara yang
inovatif (Komitmen mutu). Kemudian, saya membuat draft alur pelayanan
dengan cermat dan teliti (Akuntabilitas).
Dalam membuat draft alur pelayanan berhenti merokok, saya merancang alur
pelayanan yang sederhana (Anti korupsi) dan dapat dimengerti oleh pasien dan
petugas. Saat ditemukan adanya kesalahan, saya melakukan koreksi draft yang
saya buat dengan cermat dan teliti (Akuntabilitas).

51
Gambar 3.3. Membuat alur pelayanan berhenti merokok

52
Tabel 3.3. Realisasi Aktualisasi Kegiatan 3
Kegiatan 3 Sosialisasi alur konseling berhenti merokok dengan
tahapan kegiatan :

Waktu Pelaksanaan 10 Mei 2019

Bukti Fisik Materi sosialisasi, Foto, Video

Penjelasan Realisasi Tahapan Kegiatan

Setelah membuat alur konseling berhenti merokok, saya kemudian melakukan


sosialisasi alur tersebut kepada pegawai puskesmas belimbing di poli BP dan
Lansia kemudian melakukan sosialisasi kepada pasien. Sebelumnya saya
membuat surat undangan dengan cermat dan teliti (Akuntabilitas). Saya
memberikan sosialisasi kepada pegawai puskesmas pada Poli BP dan Lansia
tentang alur konseling berhenti merokok secara jelas dan transparansi
(Akuntabilitas). Saya memberikan sosialisasi secara sopan dan santun (Etika
publik). Setelah itu, saya mensosialisasikan penerapan alur konseling berhenti
merokok kepada pasien secara profesional (akuntabilitas) dan ramah (etika
publik)

Gambar 3.4. Sosialisasi alur konseling berhenti merokok

53
Tabel 3.4. Realisasi Aktualisasi Kegiatan 4
Kegiatan 4 Membuat desain poster upaya berhenti merokok
dengan tahapan kegiatan :

Waktu Pelaksanaan 20, 21, 22 Mei 2019

Bukti Fisik Desain poster, Foto, Hasil konsultasi

Penjelasan Realisasi Tahapan Kegiatan


Saya memperlihatkan desain poster upaya berhenti merokok yang telah dibuat
kepada pemegang program promosi kesehatan dengan jelas (Akuntabilitas).
Kemudian saya melakukan konsultasi tentang desain pamflet upaya berhenti
merokok yang telah dibuat dengan sopan (Etika publik). Saya menghargai
masukan (Nasionalisme) yang diberikan kepala puskesmas.
Saya meminta persetujuan/ pengesahan kepala puskesmas tentang desain poster
yang telah dibuat dengan sopan dan santun (Etika publik).

Gambar 3.5. Konsultasi desain poster upaya berhenti merokok

54
Tabel 3.5. Realisasi Aktualisasi Kegiatan 5
Kegiatan 5 Mencetak poster upaya berhenti merokok dengan
tahapan kegiatan :

Waktu Pelaksanaan 23 Mei 2019

Bukti Fisik Hasil cetakan Poster, Foto, Video.

Penjelasan Realisasi Tahapan Kegiatan


Saya mengantarkan desain poster ke tempat percetakan secara mandiri (Anti
korupsi). Saya akan mengkomunikasikan hasil desain poster kepada percetakan
dengan jelas (Akuntabilitas). Saya akan menjemput hasil poster dengan penuh
tanggung jawab (Akuntabilitas). Saya akan bekerja sama (Nasionalisme)
dengan petugas promosi kesehatan untuk meletakkan poster di tempat strategis
di puskesmas

Gambar 3.6. Mencetak poster upaya berhenti merokok

55
Tabel 3.6. Realisasi Aktualisasi Kegiatan 6
Kegiatan 6 Anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien dengan
penyakit dengan faktor resiko merokok dengan
tahapan kegiatan :

Waktu Pelaksanaan 13 – 18 Mei 2019

Bukti Fisik Foto, Video, Catatan hasil pemeriksaan

Penjelasan Realisasi Tahapan Kegiatan


Saya melakukan anamnesis kepada pasien. Saya memperlakukan pasien dengan
tidak membeda-bedakan (Nasionalisme) satu sama lain dan berkomunikasi
dengan bahasa yang jelas dan santun (Etika publik).
Saya melakukan pemeriksaan fisik kepada pasien. Dalam melakukan
pemeriksaan fisik, saya memperlakukan pasien dengan tidak membeda-
bedakan (Nasionalisme) satu sama lain dan berkomunikasi dengan bahasa yang
jelas dan santun (Etika publik). Saya akan mencatat hasil pemeriksaan secara
cermat dan teliti (Akuntabilitas).

Gambar 3.7. Memperkenalkan diri dan anamnesis pasien

56
Gambar 3.8. pemeriksaan fisik pasien

57
Tabel 3.7. Realisasi Aktualisasi Kegiatan 7
Kegiatan 7 Melakukan konseling terhadap pasien perokok dengan
tahapan kegiatan :

Waktu Pelaksanaan 13 – 18 Mei 2019

Bukti Fisik Jadwal, Foto, Video, Kuisioner hasil pre test,


Kuisioner hasil post test, daftar pasien
Penjelasan Realisasi Tahapan Kegiatan
Saya membuat Jadwal konseling berhenti merokok terhadap pasien dengan teliti
dan cermat (Akuntabilitas). Saat pelaksanaan konseling, saya memberikan
kuisioner pre test kepada pasien terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat
pengetahuan pasien terhadap bahaya merokok sebelum diberikan konseling. Saya
memperlakukan pasien dengan tidak membeda-bedakan (Nasionalisme) satu
sama lain dan berkomunikasi dengan bahasa yang jelas dan santun (Etika
publik).
Saya melakukan konseling terhadap pasien. Saat konseling, saya memperlakukan
pasien dengan tidak membeda-bedakan (Nasionalisme) satu sama lain dan
berkomunikasi dengan bahasa yang jelas dan santun (Anti korupsi).
Saat konseling selesai, saya memberikan kuisioner post test kepada pasien untuk
mengetahui tingkat pengetahuan pasien setelah mengikuti konseling.

Gambar 3.9. Mengisi kuisioner pre test

58
Gambar 3.10. Melakukan konseling terhadap pasien perokok

Gambar 3.11. Mengisi kuisioner post test

59
Tabel 3.8. Realisasi Aktualisasi Kegiatan 8
Kegiatan 8 Mengevaluasi kegiatan upaya berhenti merokok
dengan tahapan kegiatan :

Waktu Pelaksanaan 13 Juni 2019

Bukti Fisik Foto, laporan evaluasi

Penjelasan Realisasi Tahapan Kegiatan


Saya membuat laporan evaluasi dengan jujur (Anti korupsi) dan tidak
menipulasi dalam bentuk apapun. kemudian saya memberikan laporan evaluasi
kepada kepala puskesmas dengan jujur dan jelas (akuntabilitas).

Gambar 3.12. Mengevaluasi kegiatan upaya berhenti merokok

60
Kegiatan Tambahan Selama Aktualisasi
Tabel 3.9. Kegiatan Tambahan 1 Selama Aktulisasi
Kegiatan 9 Membuat kuisioner pengetahuan tentang bahaya
merokok dengan tahapan kegiatan :

Waktu Pelaksanaan 6, 7, 8 Mei 2019

Bukti Fisik Foto, Dokumen referensi, Kuisioner

Penjelasan Realisasi Tahapan Kegiatan


Saya mencari contoh kuisioner pengetahuan tentang bahaya merokok. Agar lebih
efektif (Komitmen mutu), Saya akan mencari referensi melalui internet secara
kreatif (Komitmen mutu). Saya mencetak kuisioner pengetahuan tentang
bahaya merokok secara mandiri (Anti korupsi).
Saya melaporkan kuisioner kepada kepala puskesmas. Saya melakukan
konsultasi dengan sopan (Etika publik). Saya menghargai masukan
(nasionalisme) yang diberikan kepala puskesmas.

Gambar 3.13. Membuat kuisioner pengetahuan tentang bahaya merokok

61
Gambar 3.14. Mencetak kuisioner pengetahuan tentang bahaya merokok

62
Tabel 3.10. Kegiatan Tambahan 2 Selama Aktulisasi
Kegiatan 10 Melakukan Intervensi Program Indonesia Sehat –
Pendekatan Keluarga

Waktu Pelaksanaan 29, 30 April 2019

Bukti Fisik Foto

Penjelasan Realisasi Tahapan Kegiatan


Kegiatan Intevensi PISK-PK merupakan program Puskesmas yang dilaksanakan
setiap bulan.
Saya melakukan intervensi dengan jujur (Anti korupsi) sesuai data keluarga
bermasalah yang saya dapatkan.
Saya mengentrikan nilai perubahan keluarga yang telah diintervensi secara
efektif (Komitmen mutu) ke aplikasi keluarga sehat Indonesia.
Saya melaporkan secara transparansi (Anti korupsi) kepada pemegang
program PIS-PK terkait keluarga yang telah saya intervensi.

Gambar 3.15. Melakukan intervensi PIS-PK pada warga di kelurahan


Gunung Sarik

63
Tabel 3.11. Kegiatan Tambahan 3 Selama Aktuslisasi
Kegiatan 11 Melakukan seminar dan workshop mengenai “Mutu
dan Audit Internal”

Waktu Pelaksanaan 2, 3, 4 Mei 2019

Bukti Fisik Foto

Penjelasan Realisasi Tahapan Kegiatan


Untuk menjamin bahwa perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan
manajemen risiko dilaksanakan secara berkesinambungan di Puskemas,
diperlukan adanya penilaian oleh pihak eksternal dengan menggunakan standar
yang ditetapkan, yaitu melalui mekanisme akreditasi. Akreditasi puskesmas
merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tiga tahun. Untuk meningkatkan
pengetahuan peserta akreditasi, kementrian kesehatan mengadakan seminar dan
workhop mengenai mutu dan audit internal. Saya melakukan pertemuan Mutu
dan audit internal sesuai jadwal (Etika publik) yang telah ditentukan.

Gambar 3.16. Melakukan Pertemuan seminar dan workshop mutu dan


audit internal di Hotel Pangeran

64
B. Faktor Pendukung Realisasi Aktualisasi
Adapun faktor – faktor pendukung realisasi aktualisasi selama proses
habituasi adalah :
1. Adanya dukungan dari atasan, mentor, pemegang program, dan rekan
kerja dalam pelaksanaan realisasi aktualisasi..
2. Lingkungan kerja yang kondusif selama proses realisasi aktualisasi.
Adanya kerja sama yang sangat membantu dari sesame rekan kerja
dalam persiapn dan pelaksanaan sosialisasi kepada pasien.
3. Keterbukaan dan respon positif selama berdiskusi dengan pemegang
program
4. Adanya bantuan pada bagian pelayanan dari mahasiswa kepaniteraan
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, sehingga penulis bisa fokus
pada pelayanan konseling berhenti merokok.
5. Respon positif dari pasien yang mempunyai niat untuk berhenti
merokok.

C. Faktor Penghambat Realisasi Aktualisasi


1. Penulis tidak langsung mengerjakan aktualisasi di tempat kerja setelah
masa on campus selesai. Dikarenakan penulis ditugaskan oleh Kepala
Puskesmas untuk mengikuti seminar dan workshop mutu dan audit
internal pada tanggal. Selain itu penulis juga harus melaksanakan
Intervensi Program Indonesia Sehat – Pendekatan Keluarga sebelum bulan
April berakhir.
2. Pasien yang banyak selama proses pelayanan di Puskesmas, sehingga
penulis ada beberapa kegiatan yang dimajukan terlebih dahulu
dibandingkan kegiatan lainnya, agar tidak mengganggu proses
pelayanan pasien puskesmas.
3. Adanya keterbatasan waktu dan sumber daya, menyebabkan penulis
tidak bisa melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien kemudian
dilanjutkan konseling berhenti merokok secara berkesinambungan,
sehingga kegiatan anamnesis dan pemeriksaan fisik hanya bisa

65
dilaksanakan pada beberapa orang pasien saja.
4. Mencocokkan jadwal diskusi dengan pemegang program rujuk balik
5. Menjalankan program atau tugas yang diberikan kepala Puskesmas
Selama proses habituasi.
6. Melaksanakan dinas luar dan workshop pada waktu menjalankan
realisasi aktualisasi.
7. Jadwal aktualisasi yang lebih banyak berada pada bulan Ramadhan
berpengaruh pada menurunnya kunjungan pasien di Puskesmas
sehingga proses penjaringan pasien merokok menjadi lebih sulit.

D. Analisa Dampak
Nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS)
dikenal dengan istilah ANEKA, yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu dan anti korupsi. Diharapkan setiap PNS dapat menerapkan
setiap nilai dalam melakukan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari sehingga
terciptanya lingkungan kerja yang baik serta hasil kerja yang maksimal.
Penerapan nilai ANEKA dalam melakukan aktualisasi ini sangat penting
karena berdampak terhadap setiap proses aktualisasi serta tujuan akhir
kegiatan. Jika nilai ANEKA ini tidak diaplikasikan maka akan menimbulkan
dampak negatif seperti berikut:
1. Jika Saya menggunakan tutur kata yang buruk saat melapor kepada mentor
maka mentor tidak akan mendukung dan membantu Saya dalam
pelaksanaan kegiatan aktualisasi.
2. Jika Saya tidak berdiskusi dengan mentor, maka mentor tidak akan
mengetahui rancangan pelaksanaan aktualisasi yang akan dilaksanakan
dan pelaksanaan tidak sesuai dengan kebutuhan puskesmas yang lebih
dipahami oleh mentor (atasan).
3. Saat pembuatan draft alur pelayanan, jika penulis tidak bersikap
profesional, cermat dan teliti (Akuntabilitas), maka draft alur pelayanan
akan lama selesainya dan akan banyak koreksi nantinya.

66
4. Saat berkomunikasi dalam sosialisasi, bila penulis tidak bertutur kata
sopan dan bersikap santun (Etika Publik), maka peserta sosialisasi yaitu
pasien dan petugas lainnya tidak akan bersedia mendengarkan sehingga
informasi juga tidak tersampaikan.
5. Bila tidak bekerja sama (Nasionalisme) dengan petugas yang lain seperti
pemegang program promosi kesehatan dalam membuat desain poster,
maka akan lama selesainya dan banyak koreksi nantinya
6. Bila tidak bekerja sama (Nasionalisme) dengan petugas yang lain seperti
pemegang program promosi kesehatan dalam menempelkan poster di
tempat strategies di puskesmas, maka bisa terjadi kesalahan pada tempat
meletakkan poster.
7. Penggunaan media saat melakukan aktualisasi membuat kegiatan akan
lebih efektif (Komitmen Mutu). Seperti penggunaan internet untuk
pencarian referensi dan pengunaan komputer untuk membuat draft. Bila
tidak memakai media, maka kegiatan akan lebih lama selesainya.
8. Saat melakukan anamnesis dan pemeriksaan pasien, penulis tidak
membeda-bedakan pasien (Nasionalisme). Bila pasien merasa dibedakan,
maka itu akan berdampak pada citra pelayanan Puskesmas secara
keseluruhan.
9. Saat melakukan konseling, penulis tidak membeda-bedakan pasien
(Nasionalisme). Bila pasien merasa dibedakan, maka itu akan berdampak
pada citra pelayanan Puskesmas secara keseluruhan.
10. Penulis jujur dalam membuat laporan evaluasi, tidak memanipulasi dalam
bentuk apapun (Anti Korupsi). Bila tidak dilakukan seperti itu, maka
laporan evaluasi tidak bisa digunakan sebagai acuan untuk
mengaplikasikasikan kegiatan konseling berhenti merokok ini
kedepannya.

67
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi merupakan salah satu tahapan pelatihan
dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang penulis ikuti. Dalam tahap
aktualisasi penulis melakukan implementasi atau kegiataan riil dari rancangan yang
telah disusun pada tahap on campus. Adapun kegiatan yang penulis lakukan dalam
tahap aktualisasi ini adalah sebagai berikut :
1. Membuat alur pelayanan berhenti merokok
2. Sosialisasi alur pelayanan berhenti merokok
3. Membuat desain poster upaya berhenti merokok
4. Mencetak poster upaya berhenti merokok
5. Membuat kuisioner pengetahuan tentang bahaya merokok
6. Anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien dengan penyakit dengan faktor
resiko merokok
7. Melakukan konseling terhadap pasien perokok Melakukan konseling
terhadap pasien perokok
8. Mengevaluasi kegiatan upaya berhenti merokok
Pelaksanaan aktualisasi yang dilakukan secara professional dan jelas
membuat semua orang yang terlibat didalamnya mengerti tujuan aktualisasi yang
dilaksanakan dan mau ikut membantu pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini.
Pelayanan yang dilakukan dengan tidak membeda-bedakan pasien satu sama lain,
membuat pasien merasa senang dan dihargai. Saat pasien merasa senang dan merasa
dihargai, pasien cenderung lebih berkomitmen dalam mematuhi anjuran dari dokter.
Selain itu, pelayanan yang sopan dan santun yang merupakan salah satu wujud dari
nilai etika publik juga membuat pasien merasa lebih dihargai dan merasa puas
dengan pelayanan kesehatan yang diberikan. Sehingga, adanya feedback dari pasien
yaitu keinginan pasien untuk melakukan meningkatkan pengetahuan mengenai
merokok dan keinginan untuk berhenti merokok secara bertahap.

68
Semua kegiatan aktualisasi yang telah direncanakan dapat berjalan dengan
baik meskipun penulis mendapatkan tugas tambahan dalam menjalankan aktivitas
di Puskesmas. Adanya dukungan dari atasan, mentor, maupun rekan kerja sangat
mempengaruhi kelancaran jalannya proses habituasi. Meskipun masih terdapat
penolakan dari pasien saat di jelaskan mengenai bahaya merokok dan diminta untuk
berhenti merokok secara bertahap, namun penulis menemukan beberapa orang
pasien yang menyatakan berniat berhenti merokok.
Saat penulis menggunakan media dalam mencari bahan referensi,
pelaksanaan aktualisasi dirasakan menjadi lebih efektif. Hal ini merupakan
penerapan nilai komitmen mutu. Penerapan nilai Anti Korupsi (kemandirian,
disiplin) selama proses mengantar desain poster ke tempat percetakan membuat
penulis lebih memiliki jiwa tanggung jawab serta rasa nyaman dalam pelaksanaan
realisasi aktualisasi. Selain itu, sikap disiplin pada nilai ini memberikan manfaat
bagi penulis untuk lebih berkomitmen dengan waktu dalam pelaksanaan habituasi.
Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa, penerapan nilai ANEKA
(Akuntabilitas, nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
dalam pekerjaan sangat bermanfaat dan dapat meningkatkan mutu pelayanan yang
diberikan kepada masyarakat. Selain itu, juga dapat meningkatkan integritas diri
sebagai ASN yang memiliki nilai-nilai moral yang baik khususnya bagi penulis
dalam menjalankan tugas.

B. Saran
1) Untuk Program Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di
lingkungan Pemerintah Kota Padang tahun 2019, pemberian materi
ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi) diharapkan lebih menarik lagi, sehingga peserta pelatihan tidak merasa
bosan dan nilai – nilai yang diberikan bisa diinternalisasi secara lebih efektif.
2) Berdasarkan penerapan nilai – nilai yang telah dilakukan selama proses
realisasi aktualisasi diharapkan dapat menjadi habituasi ataupun kebiasaan
bagi petugas Puskesmas dalam memberikan pelayanan ke pasien dan
masyarakat. Sehingga dapat tercapainya ASN yang memiliki moral serta

69
integritas yang lebih baik dan terciptanya kepuasan bagi pasien dan
masyarakat selama proses pengobatan di pelayanan kesehatan. Selain itu,
nilai – nilai ANEKA yang diterapkan hendaknya dapat memberikan dampak
positif bagi petugas kesehatan di pelayanan kesehatan yakni seperti
memiliki pribadi yang bertanggung jawab, jujur, disiplin, serta
responsibilitas yang baik dalam menjalankan tugasnya.
3) Untuk peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
Penerapan nilai ANEKA selama proses habituasi ini diharapkan dapat
dilaksanakan lebih lanjut saat menjalankan tugas sehari-hari sebagai
pelayan masyarakat.

70

Anda mungkin juga menyukai