Anda di halaman 1dari 6

BAB II

HASIL DAN ANALISA PEMECAHAN MASALAH

A. Identifikasi Masalah Kesehatan


Berdasarkan hasil SMD, masalah yang ditemukan adalah sebagai berikut:

NO UPAYA MASALAH
1. Kesehatan Masih banyak masyarakat yang belum menggunakan
Lingkungan jamban sehat
2. Gizi ASI eksklusifmasih rendah
3. Gizi Kunjungan balita ke Posyandu masih rendah
4. Gizi Adanya kasus BGM
5. Kesehatan SPAL belum memenuhi syarat
Lingkungan
6. Kesehatan Masih banyak masyarakat yang buang sampah
Lingkungan sembarangan

B. Prioritas Masalah
Untuk menentukan prioritas masalah digunakan rumus USG sebagai berikut:
NO MASALAH URGENCY SERIOUSLES GROUT TOTAL
KESEHATAN (U) (S) (G) NILAI
USG
1. Masih banyak masyarakat
yang belum menggunakan 4 5 5 100
jamban sehat
2. ASI eksklusifmasih rendah 4 4 5 80
3. Kunjungan balita ke
4 4 4 64
Posyandu masih rendah
4. Adanya kasus BGM 4 3 4 48
5. SPAL belum memenuhi
3 4 2 32
syarat
6. Masih banyak masyarakat
yang buang sampah 2 2 3 12
sembarangan
C. Pemecahan Masalah

NO PRIORITAS PENYEBAB MASALAH ALTERNATIF PEMECAHAN PEMECAHAN MASALAH KET


MASALAH MASALAH TERPILIH
1. Masih banyak  Belum optimalnya penyuluhan  Sosialisasi tentang STBM  Pemicuan pekon ODF
masyarakat yang kepada masyarakat yang tepat  Peningkatan kemauan masyarakat  Sosialisasi tentang STBM
belum sasaran untuk menggunakan jamban  Penyuluhan langsung kepada
menggunakan  Kurangnya kesadaran Sehat masyarakat tentang jamban
jamban sehat masyarakat tentang pentingnya  Penyuluhan langsung kepada sehat
kesehatan lingkungan masyarakat tentang jamban sehat
 Belum termotivasinya  Pemicuan pekon ODF
masyarakat untuk mengeluarkan
niaya demi lingkungan sehat
 Masih ada sungai yang
dijadikan sebagai SAB dan
JAGA
 Kebersihan lingkungan masih
rendah
 Keadaan sosial ekonomi
penduduk
 Tingkat pendidikan dan
pengetahuan
2. ASI eksklusif  Dukungan dari keluarga yang  Meningkatkan kegiatan di Pos  Meningkatkan kegiatan di Pos
masih rendah masih rendah dalam pemberian Penimbangan Penimbangan
ASI eksklusif  Meningkatkan deteksi dini tumbuh  Meningkatkan deteksi dini
 Pengaruh lingkungan yang kembang pada bayi dan balita tumbuh kembang pada bayi dan
masih memberikan MP ASI  Meningkatkan pendidikan balita
sebelum anak berusia 6 bulan kesehatan bahwa ASI eksklusif  Meningkatkan frekuensi
 Kurangnya kesadaran banyak manfaatnya penyuluhan pada bumil dan busui
masyarakat tentang pentingnya  Meningkatkan frekuensi  Meningkatkan PSM dalam upaya
ASI eksklusif penyuluhan pada bumil dan busui meningkatkan ASI eksklusif
 Kurangnya peran petugas  Kunjungan rumah
kesehatan dalam mendukung  Meningkatkan PSM dalam upaya
pemberian ASI eksklusif meningkatkan ASI eksklusif
 Belum optimalnya informasi
tentang ASI eksklusif
 Keadaan sosial ekonomi
penduduk
 Tingkat pendidikan dan
pengetahuan
3. Kunjungan balita  Masih banyak ibu beranggapan  Pemberian PMT dan kegiatan lain  Meningkatkan kegiatan di Pos
ke Posyandu masih tidak perlu ke posyandu setelah yang menarik di Posyandu Penimbangan
rendah selesai imunisasi  Monitoring secara rutin terhadap  Meningkatkan deteksi dini
 Aktifitas/pekerjaan ibu yang kunjungan posyandu tumbuh kembang pada bayi dan
banyak di pagi hari  Meningkatkan deteksi dini tumbuh balita
 Masyarakat beranggapan bahwa kembang pada bayi dan balita  Meningkatkan frekuensi
setelah selesai imunisasi tidak  Meningkatkan frekuensi penyuluhan pada bumil dan
perlu ke posyandu penyuluhan pada bumil dan keluarga balita
 Kesibukan orang tua (ibu) keluarga balita  Meningkatkan PSM dalam upaya
 Masih belum optimalnya kerja  Kunjungan rumah meningkatkan kunjungan ke
sama lintas sektoral  Meningkatkan kegiatan di Pos posyandu
 Keadaan sosial ekonomi Penimbangan  Monitoring secara rutin terhadap
penduduk  Meningkatkan PSM dalam upaya kunjungan posyandu
 Tingkat pendidikan dan meningkatkan kunjungan ke  Pemberian PMT dan kegiatan lain
pengetahuan posyandu yang menarik di Posyandu

4. Adanya kasus  Cakupan N/D masih rendah  Monitoring secara rutin terhadap  Meningkatkan kegiatan di pos
BGM  DDTK Kurang optimal kasus BGM dan gizi buruk penimbangan
 Cakupan D?S rendah  Meningkatkan deteksi dini tumbuh  Meningkatkan deteksi dini
 Kunjungan posyandu meningkat kembang pada bayi dan balita tumbuh kembang pada bayi dan
sehingga ditemukan bayi  Pemberian PMT balita
ditemukan BGM juga lebih  Meningkatkan frekuensi  Meningkatkan frekuensi
meningkat penyuluhan pada bumil dan penyuluhan pada bumil dan
 Pada umumnya setelah bayi keluarga balita keluarga balita
mendapat imunisasi lengkap,  Kunjungan rumah  Meningkatkan PSM dalam upaya
anak tidak rutin ditimbang tiap  Meningkatkan PSM dalam upaya menurunkan kasus BGM dan Gizi
bulan menurunkan kasus BGM dan Gizi buruk
 Masyarakat belum buruk  Monitoring secara rutin terhadap
menggunakan gizi seimbang  Meningkatkan kegiatan di pos kasus BGM dan gizi buruk
 Pekarangan belum dimanfaatkan penimbangan  Pemberian PMT
untuk taman gizi 
 \kebersihan lingkungan dan
personal hygiene tidak terjaga
 Sosial ekonomi masyarakat
yang relatif rendah
 Tingkat pendidikan dan
pengetahuan relatif rendah
5. SPAL belum  Belum optimalnya penyuluhan  Sosialisasi tentang STBM  Sosialisasi tentang STBM
memenuhi syarat kepada masyarakat yang tepat  Peningkatan kemauan masyarakat  Penyuluhan langsung kepada
sasaran untuk menggunakan SPAL Sehat masyarakat tentang SPAL sehat
 Kurangnya kesadaran
masyarakat tentang pentingnya
kesehatan lingkungan
 Belum termotivasinya
masyarakat untuk mengeluarkan
niaya demi lingkungan sehat
 Masih ada sungai yang
dijadikan sebagai SAB dan
JAGA
 Kebersihan lingkungan masih
rendah
 Keadaan sosial ekonomi
penduduk
 Tingkat pendidikan dan
pengetahuan
6. Masih banyak  Belum optimalnya penyuluhan  Sosialisasi tentang STBM  Sosialisasi tentang STBM
masyarakat yang kepada masyarakat yang tepat  Peningkatan kemauan masyarakat  Penyuluhan langsung kepada
buang sampah sasaran untuk buang sampah yang masyarakat membuang sampah
sembarangan  Kurangnya kesadaran memenuhi syarat kesehatan
masyarakat tentang pentingnya
kesehatan lingkungan
 Belum termotivasinya
masyarakat untuk mengeluarkan
niaya demi lingkungan sehat
 Masih ada sungai yang
dijadikan sebagai SAB dan
JAGA
 Kebersihan lingkungan masih
rendah
 Keadaan sosial ekonomi
penduduk
 Tingkat pendidikan dan
pengetahuan

D. Harapan masyarakat kepada Puskesmas dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat adalah sebagai berikut:
1. Sering mengadakan penyuluhan langsung ke warga
2. Pengadaan media penyuluhan
3. Penyediaan jamban bagi warga yang belum mampu
4. Sosialisasi langsung ke masyarakat mengenai masalah kesehatan dan lingkungan sehat
5. Puskesmas mengadakan lomba pekon dengan PHBS dan lingkungan sehat
6. Melakukan sosialisasi tentang PHBS
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan masyarakat di 9 Pekon Wilayah UPTD Puskesmas
Gisting diperoleh hasil akan dilaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Pemicuan pekon ODF
2. Sosialisasi tentang STBM
3. Penyuluhan langsung kepada masyarakat tentang jamban sehat, SPAL, dan membuang
sampah
4. Meningkatkan kegiatan di Pos Penimbangan
5. Meningkatkan deteksi dini tumbuh kembang pada bayi dan balita
6. Meningkatkan frekuensi penyuluhan pada bumil, busui, dan keluarga balita
7. Meningkatkan PSM
8. Monitoring secara rutin terhadap kunjungan posyandu
9. Pemberian PMT dan kegiatan lain yang menarik di Posyandu

B. Saran
Demikian penyusunan laporan kegiatan analisis kebutuhan masyarakat UPTD Puskesmas
Gisting dengan saran-saran sebagai berikut:
1. Masyarakat wilayah UPTD Puskesmas Gisting
Masyarakat diharapkan untuk meningkatkan pemahaman dan kemauan untuk
melakukan perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan dapat mengatasi masalah kesehatan
yang dihadapi dan menindaklanjuti masalah kesehatan yang terjadi di lingkungannya
sehingga dapat menurunkan masalah kesehatan.
2. Bidan Desa
Diharapkan untuk bidan desa agar kegiatan Analisis Kebutuhan Masyarakat dapat
digunakan sebagai acuan dlam pelaksanaan kegiatan di Pekon sehingga masalah
tentang kesehatan di pekon dapat teratasi dengan baik.
3. Puskesmas Gisting
Penyusunan laporan kegiatan analisis kebutuhan masyarakat di UPTD Puskesmas
Gisting dapat digunakann sebagai acuan rencana kerja semua program di tahun yang
akan datang.
4. Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus
Penyusunan Laporan Analisis Kebutuhan Masyarakat di UPTD Puskesmas Gisting ini
dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk memantau sejauh mana kinerja staf UPTD
Puskesmas Gisting.