Anda di halaman 1dari 15

2016

Psikotes
15 Menit Pahami Cara Jitu Lolos Psikotes untuk Seleksi Kerja dan Masuk Perguruan Tinggi (Bagian 1)

Diposkan oleh Argo Satrio di 02.48 Label: JOB HUNTING PREPARATION, tips n trik

Cara, Tips & Trik Mengerjakan Soal Psikotes Beserta Contoh untuk fresh graduates dan Profesional
(Bagian 1 - pengantar dan tes kemampuan menggambar orang, pohon dan rumah)

#JOB HUNTING PREPARATION

Setelah sebelumnya saya telah membuat postingan tentang cara membuat surat lamaran kerja dan riwayat
hidup (curriculum vitae), kali ini saya akan berbagi kepada anda semua tentang teknik mengerjakan soal
psikotes yang disertai dengan contoh agar mudah dipahami. Mengerjakan soal dalam tes psikologi
(psikotes) memerlukan teknik tersendiri. Dalam tes ini, umumnya terbagi dalam beberapa tahap dan
dibatasi dengan waktu yang terbatas. Proses belajarnya pun bukanlah hal yang instan. Semakin anda sering
berlatih, semakin cepat anda menelesaikannya. Namun, jika anda telah mengetahui teknik mengerjakan
soal psikotes, anda akan lebih mudah dalam mengerjakannya.

Seberapa pentingkah psikotes ?

Psikotes sendiri merupakan suatu tahapan yang selalu ada dalam proses seleksi untuk karyawan di
perusahaan maupun instansi pemerintah. Tidak jarang, beberapa program beasiswa dan proses perguruan
tinggi juga biasanya menagadakan psikotes dalam tahapan seleksinya. Dari hasil psikotes inilah dapat
menggambarkan kondisi jiwa dan sesuai atau tidaknya kepribadian calon karyawan dengan jenis pekerjaan
dan lingkungan kerja di perusahaannya kelak. Hasil psikotes bersifat kulitatif, artinya laporan hasil tesnya
berupa data yang memberikan kesimpulan sesuai atau tidaknya kepribadian anda dengan jenis pekerjaan
yang anda lamar. Sebagai contoh, standar hasil psikotes akan berbeda jika anda melamar pekerjaan sebagai
engineer di sebuah perusahaan tambang bila dibandingkan dengan saat anda melamar sebagai teller
disebuah bank. Bisa saja kulifikasi anda cocok dengan pekerjaan sebagai teller, namun tidak sebagai
engineer. Begitu pun sebaliknya.

Apa saja yang diujikan dalam psikotes ?


Psikotes terdiri dari beberapa tahap. Secara umum, dalam tes ini anda akan diuji kemapuannya dalam
menggambar, menghitung dan berpikir dengan logika. Dengan waktu yang terbatas (3-4 jam), anda harus
mengerjakan ratusan soal dalam format pilihan ganda dan isian singkat. Adapun beberapa tahap dalam
psikotes adalah :

1. Tes Kemampuan Menggambar (orang, pohon dan rumah)


2. Wartegg Test
3. Tes Kemampuan Berhitung Cepat (Kraeplien/Pauli)
4. Edward Personal Preference Schedule (EPPS) atau PAPI test
5. Tes Army Alpha
6. Tes Ketelitian
7. Tes Kode Ingatan
8. Tes Analog Verbal (analogi/padanan, sinonim dan antonim kata)
9. Tes Logika Penalaran
10. Tes Logika Aritmatika
1
11. Tes Angka
12. Logika Number
13. Tes Aritmatika
14. Tes Spasial
15. Deret Gambar
16. Pencerminan Gambar
17. Pasangan Gambar

Dengan banyaknya soal yang diberikan pada psikotes, postingan ini juga saya akan bagi dalam beberapa
bagian. Kali ini saya akan bagikan tips dan trik mengerjakan soal psikotes beserta contoh dan pembahasan
dalam tahap tes kemampuan menggambar orang, pohon dan rumah (Draw A Person, Tree and House-Tree-
Person ). Simak ulasan saya berikut ini :

1. Psikotes tahap pertama : kemampuan menggambar (orang, pohon dan rumah)


Peralatan : 3 lembar kertas HVS polos, pensil HB, stop watch
Tenggat waktu : 3 x 10 menit

a. Menggambar Orang Lengkap (Draw A Person Test)


Petunjuk : Gambarlah orang lengkap. Kemudian dibalik kertas beri keterangan berupa umur, jenis kelamin,
pekerjaan, aktivitas yang sedang berlangsung, ciri fisik, kelemahan, kelebihan

2
Pembahasan : Tes ini dipergunakan untuk mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan, dan
ketahanan kerja dari peserta psikotes yang akan menjadi calon karyawan atau calon mahaiswa. Adapun
poin yang dinilai dalam menggambar orang ini adalah : Proporsi anggota tubuh. Semakin proporsional
(seimbang perbandingan ukuran satu anggota tubuh dengan anggota tubuh yang lain) maka semakin tinggi
skor yang anda peroleh. Kelengkapan anggota tubuh. Semakin lengkap semakin tinggi nilainya.
Diantaranya kepala, leher, badan, tangan, kaki, dan seterusnya. Detail gambar. Semakin detail gambar yang
anda buat semakin tinggi pula nilai yang anda peroleh.

Tips dan Trik : Saat wawancara dengan psikolog, adakalanya gambar ini dibawa oleh dia dan tanyakan
kepada anda. Mengapa anda menggambar orang seperti diatas dan anda akan disuruh mendeskripsikannya
secara detil. Untuk itu, gambarlah orang yang benar-benar nyata, bukan tokoh kartun (anime) yang
menyerupai orang. Ada baiknya anda menggambar orang yang sudah dikenal dan dekat dengan anda,
sehingga anda tidak kesulitan dalam mendeskripsikannya. Biasanya saya menggambarkan dosen saya yang
akan berangkat kerja ke kampus. Tentunya saya sudah hafal betul perawakan dan sifat beliau.

3
b. Menggambar Pohon (Tree Test)
Petunjuk : Gambarlah pohon berkayu atau berkambium. Tidak diperbolehkan menggambar pohon
kelapa,pohon pisang, bambu, semak belukar, dan jenis tanaman monokotil. Setelah Anda selesai
menggambar, tuliskan mama pohon tersebut di halaman kertas sebaliknya!

Pembahasan :Bagus tidaknya gambar bukanlah kriteria lolos tes karena Tree Test bukanlah tes kemampuan
menggambar. Sebagai salah satu alat menggali kepribadian, setiap tarikan garis dan tebal-tipis garis pun
akan dievaluasi dengan cermat oleh psikolog. Jadi yang bisa kita persiapkan hanyalah berlatih menggambar
semirip mungkin dengan pohon yang dimaksud dan menyelesaikan gambar tepat waktu.

Tips dan Trik : Pada awalnya mengikuti tes psikotes, saya suka menggambar pohon seperti diatas.
Kemudian saya beri keterangan bahwa gambar itu adalah pohon jati, pohon yang dikenal sebagai pohon
yang kokoh dan kuat. Dengan harapan psikolog akan melihat saya sebagai pribadi yang tangguh hehehe.
Namun saat mengikuti tes-tes untuk seleksi kerja, belakangan saya lebih suka menggambar pohon mangga

4
lengkap dengan buahnya. Penampilan pohonnya pun, sangat berbeda dengan gambar pohon jati di atas.
Ranting (besar dan kecil) serta daun (sampai urat daun) saya gambar dengan teliti satu per satu. Dengan
begitu mungkin psikolog akan berpikir saya adalah orang yang teliti (menggambar detil dari ujung akar
sampai ujung daun) dan orang yang suka dengan hasil kerjanya (dilihat dari gambar buah mangga yang
menggantung di batang pohon).

c. Menggambar Rumah-Pohon-Orang (House-Tree-Person)


Petunjuk : Gambarlah sebuah rumah, sebuah pohon dan seorang manusia.

Pembahasan : Garis dan dinding mewakili ego seseorang. Garis dan dinding yang terlalu samar
menunjukkan ego yang lemah. Sedangkan bila terlalu tebal menunjukkan kecemasan yang berlebihan. Atap
mewakili fantasi. Jika anda terlalu memperhatikan atap, maka artinya anda terlalu memperhatikan fantasi
dalam kehidupannya. Pintu dan jendela mewakili keterbukaan untuk berinteraksi dengan orang lain dan
berinteraksi dengan lingkungan. Jika anda menggambar gordin atau penutup jendela lain maka diartikan
dia kurang terbuka dan kurang suka berinteraksi dengan orang lain. Pintu dan jendela yang terbuka
menandakan orang tersebut sangat terbuka dan sangat suka berinteraksi dengan orang lain.

Tips dan Trik : Dalam beberapa versi ada yang memaknai rumah sebagai seorang ayah, pohon adalah ibu,
dan orang adalah diri kita sendiri. Semakin besar ukurannya, maka semkin besar pengaruh kepada
kehidupan kita. Saya juga sering menambahkan pagar disekeliling rumah. Dengan begitu, psikolog akan
berpikir bahwa saya adalah pribadi yang memperhatikan keamanan dan cukup waspada.

Sumber : Pengalaman pribadi

Sekian Tips & Trik Mengerjakan Soal Psikotes Beserta Contoh untuk fresh graduates dan Profesional Bagian
1. Ini baru awal, selanjutnya insyaAllah akan saya bagikan lagi tips dan trik dalam mengahadapi tes psikologi
bagian selanjutnya, yaitu tentang wartegg tes, dan bagian-bagian lainnya dalam psikotes. Sebagai
gambaran awal tentang wartegg tes, silahkan lihat gambar berikut :

5
to be continued......

Bagaimana, semakin penasaran mempelajari Tips dan Trik Psikotes untuk Seleksi Kerja dan Masuk
Perguruan Tinggi ? :D Tunggu ulasan saya selanjutnya ya. Kita bisa belajar bersama :) Bila ada yang ingin
didiskusikan, monggo mengisi kolom komentar.

Semoga bisa membantu anda lolos seleksi tahap psikotes.

Salam hangat,

Argo Satrio Wicaksono

6
Wartegg Test : 15 Menit Pahami Cara Jitu Lolos Psikotes untuk Seleksi Kerja dan Masuk Perguruan Tinggi
(Bagian 2)

Diposkan oleh Argo Satrio di 23.08 Label: JOB HUNTING PREPARATION, tips n trik

Cara, Tips & Trik Mengerjakan Soal Psikotes Beserta Contoh untuk fresh graduates dan Profesional
(Bagian 2 - pengantar dan tes kemampuan menggambar Wartegg Test)

#JOB HUNTING PREPARATION

UPDATE 13 Juli 2014 :

Untuk membaca ulasan saya mengenai tips dan trik dalam mengahadapi tes psikologi bagian
selanjutnya (Bagian-3), yaitu tentang kraepelin dan pauli test, dan bagian-bagian lainnya dalam psikotes
silahkan klik disini

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan saya sebelumnya yang berjudul 15 Menit Pahami Cara Jitu
Lolos Psikotes untuk Seleksi Kerja dan Masuk Perguruan Tinggi (Bagian 1). Melihat antusias dari para
pembaca/pengunjung blog, saya pun membuat postingan lanjutan tentang tips dan trik ini. Dengan
harapan, dapat bermanfaat dan digunakan bagi anda yang akan menghadapi tes psikologi untuk melamar
pekerjaan maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Seperti pada postingan saya sebelumnya
(bila anda belum pernah membacanya,silahkan klik disini ), tes psikologi terdiri dari beberapa tahap. Salah
satu tahap yang yang cukup membuat para peserta tes psikologi harus berpikir lebih keras adalah wartegg
test. Jika dalam tahap "Tes Kemampuan Menggambar (orang, pohon dan rumah)" para peserta bebas
berimajinasi sesuai dengan apa yang dipikirkan atau diinginkan. Namun saat memasuki tahap wartegg test,
peserta harus menuangkan imajinasinya dalam melanjutkan bentuk-bentuk gambar sebelumnya sesuai
dengan ketentuan-ketentuan tertentu dalam waktu yang singkat.

Untuk lebih jelasnya, silahkan simak ulasan saya tentang wartegg test sebagai berikut :

2. Psikotes tahap kedua : Wartegg Test


Peralatan : 1 lembar kertas HVS , pensil HB, stop watch
Tenggat waktu : 1 x 15 menit

Petunjuk :Berikut merupakan bentuk-bentuk gambar dengan pola tertentu yang belum bisa diartikan.
Tuangkanlan imajinasi anda untuk membuat bentuk-bentuk tersebut (melanjutkan gambar) menjadi
gambar yang berarti. Gambarkan terlebih dahulu bentuk gambar yang paling mudah anda kembangkan
(tidak perlu berurutan). Kemudian berilah judul sesuai dengan makna gambar yang Anda buat, dan
cantumkan urutan ketika Anda mengerjakan. Sebutkan nomor gambar yang paling anda sukai, yang tidak
disukai, yang paling sulit, dan yang paling mudah menurut Anda.

7
Pembahasan : wartegg test menjadi cara bagi seorang penguji/psikolog untuk mengetahui kepribadian
calon karyawan dilihat dari cara menggambar dan apa yang digambar. Tes Wartegg mengharuskan peserta
untuk melengkapi 8 (delapan) gambar menjadi gambar-gambar yang memiliki makna.

Tips dan Trik :


a. Urutan menggambar sebaiknya dikombinasikan antara sesuai nomor/urut dan acak, misalnya 1, 2, 3, 4
kemudian 8, 7, 6, 5. Banyak pendapat awam menyebutkan jika Anda menggambar berdasarkan urutan 1, 3,
4, 5, 6, 7, 8 akan dipandang sebagai orang yang kaku/konservatif. Sebaliknya, apabila Anda menggambar
seluruh gambar secara acak misalnya 5, 7, 6, 8, 3, 2, 4, 1 Anda akan dipandang HRD sebagai orang yang
terlalu kreatif, inovatif, dan cenderung tidak peduli pada aturan. Urutan menggambar bisa jadi
menggambarkan skala prioritas seseorang dalam kehidupan atau pekerjaan dan kecen-derungan sikap
dalam menghadapi situasi tertentu.

b. Jika diperhatikan, bentuk-bentuk pola gambar dasar tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua
kelompok besar. Empat di antaranya berupa garis lurus (Gambar III, IV, V, dan VI) dan 4 (empat) lainnya
berupa garis lengkung (Gambar I, II, VII, VIII). Tips dalam menggambar adalah untuk awalan berupa garis
lengkung, sebaiknya Anda menggambar benda hidup. Untuk garis lurus, sebaiknya Anda menggambar
benda mati. Seperti kita tahu, benda buatan alam lebih menunjukkan bentuk bentuk yang tidak kaku
seperti pada buatan manusia.

c. Hindari menempatkan Gambar V untuk digambar dan diberi judul terlebih dahulu. Saat berdiskusi
dengan teman sesama peserta tes dahulu, banyak yang berpendapat bahwa orang yang mengutamakan
untuk manggambar bentuk Gambar V terlebih dahulu, memiliki orientasi seks yang besar. Saya sendiri
sebenarnya juga tidak tahu alasan mengenai hal itu. Jika anda psikolog mungkin bisa paham maksud dari
gambar itu. Dalam setiap tes saya selalu menempatkan Gambar V untuk digambar terakhir.

Berikut contoh gambar dari wartegg test yang biasa saya gambarkan :

8
Keterangan gambar :
Gambar I : Target Panahan
Gambar II : Bebek/Itik
Gambar III : Tiang Listrik
Gambar IV : Jendela
Gambar V : Mobil Balap
Gambar VI : TV
Gambar VII : Sandal
Gambar VIII: Wanita Berkerudung

Sekian Tips & Trik Mengerjakan Soal Psikotes Beserta Contoh untuk fresh graduates dan Profesional Bagian
2 tentang wartegg test. Ini baru sebagian, selanjutnya insyaAllah akan saya bagikan lagi tips dan trik dalam
mengahadapi tes psikologi bagian selanjutnya, yaitu tentang Tes Kemampuan Berhitung Cepat
(Kraeplien/Pauli) dan bagian-bagian lainnya dalam psikotes. Sebagai gambaran awal tentang Tes
Kemampuan Berhitung Cepat (Kraeplien/Pauli) , silahkan lihat gambar berikut :

9
to be continued......

UPDATE : 13 Juli 2014 Untuk membaca ulasan saya mengenai tips dan trik dalam mengahadapi tes
psikologi bagian selanjutnya (Bagian-3), yaitu tentang kraepelin dan pauli test, dan bagian-bagian
lainnya dalam psikotes silahkan klik disini

Bagaimana, semakin penasaran mempelajari Tips dan Trik Psikotes untuk Seleksi Kerja dan Masuk
Perguruan Tinggi ? :D Tunggu ulasan saya selanjutnya ya. Kita bisa belajar bersama :) Bila ada yang ingin
didiskusikan, monggo mengisi kolom komentar.

Semoga bisa membantu anda lolos seleksi tahap psikotes.

Salam hangat,

Argo Satrio Wicaksono

10
Kraepelin dan Pauli Test : 15 Menit Pahami Cara Jitu Lolos Psikotes untuk Seleksi Kerja dan Masuk
Perguruan Tinggi (Bagian 3)

Diposkan oleh Argo Satrio di 03.11 Label: JOB HUNTING PREPARATION, tips n trik

Cara, Tips & Trik Mengerjakan Soal Psikotes Beserta Contoh untuk fresh graduates dan Profesional
(Bagian 3 - pengantar dan tes kemampuan mengerjakan/menghitung Kraepelin Test dan Pauli Test )

#JOB HUNTING PREPARATION

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan saya sebelumnya yang berjudul 15 Menit Pahami Cara Jitu
Lolos Psikotes untuk Seleksi Kerja dan Masuk Perguruan Tinggi - Bagian 1 (menggambar orang, rumah dan
pohon) dan Bagian 2 - (Wartegg Test) . Melihat antusias dari para pembaca/pengunjung blog, saya pun
membuat postingan lanjutan tentang tips dan trik ini. Dengan harapan, dapat bermanfaat dan digunakan
bagi anda yang akan menghadapi tes psikologi untuk melamar pekerjaan maupun melanjutkan studi ke
jenjang yang lebih tinggi. Seperti pada postingan saya sebelumnya (bila anda belum pernah
membacanya,silahkan klik disini ), tes psikologi terdiri dari beberapa tahap. Salah satu tahap yang yang
cukup membuat para peserta tes psikologi harus berpikir lebih keras adalah Kraepelin dan Pauli Test. Jika
dalam tahap "Tes Kemampuan Menggambar (orang, pohon dan rumah) dan Wartegg Test" para peserta
diharuskan menggambar sebuah obyek. Namun saat memasuki tahap Kraepelin dan Pauli Test, peserta
harus dapat menghitung deretan angka dalam waktu tertentu.

Untuk lebih jelasnya, silahkan simak ulasan saya tentang Kraepelin dan Pauli Test sebagai berikut :
Kraepelin dan Pauli test atau yang sering disebut "hitungan koran" adalah tes kemampuan dasar
menghitung cepat. Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka dari 1-9 yang tersusun secara membujur (atas-
bawah) dalam bentuk lajur. Pada saat tes anda harus menjumlahkan dua angka yang berdekatan di setiap
lajur dalam waktu tertentu. Adapun cara mengerjakannya adalah dengan menjumlahkan dua buah
bilangan, kemudian hasilnya dituliskan disela-sela kedua bilangan yang dijumlahkan. Jika hasil dari
penjumlahan berupa bilangan puluhan atau terdiri dari dua digit angka, maka cukup dengan menuliskan
digit terakhir atau angka satuannya saja. Sebagai contoh lihatlah gambar 1 berikut :

Gambar 1 : Teknik Penulisan Hasil Penjumlahan

Elemen yang akan diukur dalam hasil tes ini adalah konsistensi, produktivitas kerja, sikap terhadap tekanan,
daya tahan kerja, pengendalian emosi, kemampuan daya penyesuaian diri, keuletan kerja, sikap kerja, serta
ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan.

Lalu apa perbedaan antara Kraepelin dan Pauli test ?

11
Secara umum,kraepelin dan pauli test dikerjakan dengan cara dan teknik yang hampir sama. Adapun
perbedaannya adalah dari segi penulisan hasil penjumlahan (dari atas-bawah atau daribawah-atas),
penandaan pergantian waktu, banyaknya lembar kerja, dan waktu pengerjaan.

Dalam pauli test, penjumlahan angka dilakukan dari atas ke kebawah. Kemudian dalam interval waktu
tertentu terdapat instruksi atau aba-aba "garis". Saat itu anda harus menggaris batas terakhir hasil kerjaan
anda, kemudian dengan segera mungkin melanjutkan proses penjumlahan. Durasi waktu untuk pauli test
biasanya sekitar 60 menit, dengan instruksi "garis" disetiap selang waktu beberapa menit. Lembar kerja
dalam pauli test berupa kertas selebar koran yang sudah penuh dengan angka-angka bolak-balik disetiap
lembarnya. Jika anda telah selesai menjumlahkan diseluruh lembaran kerja (bolak-balik), anda dapat
meminta untuk menambah kertas lembar kerja. Sebagai contoh, lihatlah gambar 2 berikut.

Gambar 2 : Teknik Penulisan Hasil Penjumlahan Pauli Test

Sedikit berbeda dengan pauli test, dalam kraepelin test penjumlahan angka dilakukan dari bawah ke atas.
Kemudian dalam interval waktu tertentu terdapat instruksi atau aba-aba "pindah". Saat itu anda harus
berpindah dari kolom terakhir hasil kerjaan anda, kemudian dengan segera mungkin melanjutkan proses
penjumlahan pada kolom berikutnya (sebelah kanan). Durasi waktu untuk kraepelin test biasanya sekitar
10-15 menit, dengan instruksi "pindah" disetiap selang waktu beberapa menit. Lembar kerja dalam
kraepelin test berupa kertas seukuran A4 atau F4 yang sudah penuh dengan angka-angka bolak-balik
disetiap lembarnya. Dalam tes ini anda tidak dapat menambah kertas lembar kerja. Sebagai contoh, lihatlah
gambar 3 berikut.

12
Gambar 3 : Teknik Penulisan Hasil Penjumlahan Kraepelin Test

2. Psikotes tahap ketiga : Kraepelin dan Pauli Test


Peralatan : lembaran Kerja Kraepelin dan Pauli test , bolpoint, stop watch
lembaran kerja dapat diunduh disini (download via dropbox)
Tenggat waktu : 1 x 15 menit untuk kraepelin test (setiap menit instruksi "pindah"); 1 x 60 menit untuk pauli
test (setiap 2 menit instruksi "garis")

PETUNJUK : Pada nomor-nomor berikut ini terdapat kolom dan deret angka-angka. Jumlahkanlah angka-
angka tersebut dari bawah ke atas! Tuliskan hasil penjumlahan di sebelah kanan, di antara 2 angka yang
dijumlahkan!

lembaran kerja dapat diunduh disini (download via dropbox)

Tips dan Trik :

1. Persiapkan alat tulis berupa pulpen atau pensil biasa yang terbukti lancar digu-nakan/tidak seret. Kalau
perlu, sediakan cadangannya. Jangan memakai pensil mekanik. Tes ini sangat terikat dengan waktu. Pensil
mekanik membutuhkan reload/pengisian ulang ketika ujung granitnya habis. Mekanisme ini membutuhkan
waktu sekitar 0.5-1 detik. Seandainya Anda melakukan reload dalam 10 lajur berarti Anda kehilangan waktu
5-10 detik.

2. Pada soal tes Pauli yang sebenarnya, jumlah angka yang diberikan sangat banyak, yaitu sebesar lembar
koran. Sehingga tes Pauli ini sering disebut dengan Tes Koran. Silakan anda berlatih mengerjakan soal
psikotes jenis ini untuk memberikan pengalaman pada diri anda sendiri. Sehingga nantinya anda dapat
mengerjakan soal yang sesungguhnya dengan kondisi mental dan fisik yang lebih matang.

Usahakan jumlah angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil. Grafik yang terbentuk akan lebih
baik dibandingkan jika Anda memaksakan diri menjumlah seluruh kolom di awal tes, namun sangat
kewalahan di pertengahan, hingga akhir tes. Kendalikan diri untuk menghemat tenaga sampai lajur selesai
mengingat lajur angka mencapai 45. Jika tes dilakukan secara komputerisasi, Anda tidak bisa mengetahui
berapa lajur yang masih akan dijumlahkan. Maka lebih baik Anda berkonsentrasi dan menyimpan tenaga
hingga tes benar-benar selesai.
13
3. Buatlah patokan penjumlahan yang benar-benar sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan memaksakan
diri untuk menggarap per deret hingga selesai di ujung atas, apalagi di deret 1 (pertama). Anda akan
merasa sangat terburuburu dan keletihan dilajur berikutnya. Tapi,usahakan mematok lebih dari 11
perhitungan dan teruslah stabil mencapainya pada seluruh lajur.

4. Jangan melakukan kecurangan terhadap waktu maupun hasil penjumlahan. Hal ini akan merugikan Anda
sendiri karena justru akan menghabiskan waktu sekian detik untuk memutuskan. Anda pasti membuang
waktu untuk berpikirjumlah berikutnya. Hasilnya akan membuat grafik penjumlahan Anda tidak alami.

5. Hal mendasar untuk menyelesaikan keseluruhan tes Kraeplien/Pauli dengan baik adalah konsentrasi.
Terkadang Anda akan merasa blank pada pertengahan tes. Namun Anda harus kembali fokus pada
penjumlahan berikutnya. Lebih baik tidak mengingat hasil penjumlahan sebelumnya. Kalaupun Anda akan
mengubahnya, Anda harus cermat mengatur waktu supaya grafik pengerjaan tidak terpengaruh.

6. Kondisi fisik sangat berpengaruh. Usahakan tidak begadang dan perut terisi dahulu sebelum berangkat
tes karena model tes ini sangat menyedot energi.

to be continued......

Bagaimana, semakin penasaran mempelajari Tips dan Trik Psikotes untuk Seleksi Kerja dan Masuk
Perguruan Tinggi ? :D Tunggu ulasan saya selanjutnya ya. Kita bisa belajar bersama :) Bila ada yang ingin
didiskusikan, monggo mengisi kolom komentar.

Semoga bisa membantu anda lolos seleksi tahap psikotes.

Salam hangat,

Argo Satrio Wicaksono

http://asatrio.blogspot.co.id/2014/07/kraepelin-dan-pauli-test-15-menit.html

14