Anda di halaman 1dari 6

36.

37.

38. a. Prinsip dasar DNA rekombinan adalah menggabungkan DNA atau gen suatu makhluk hidup
(biasanya gen dari bakteri) kepada makhluk hidup lain yang berbeda jenis

b. Adapun keunggulan pembuatan insulin menggunakan teknik rekombinan DNA ini yaitu :

1. Insulin yang dihasilkan merupakan produk yang lebih unggul (berkualitas) dan higenis (tidak
terkontaminasi) karena langsung dihubungkan dengan DNA pembuatan yang bersangkutan dan dengan
menggunakan teknologi-teknologi canggih.

2. Bakteri yang digunakan lebih mudah didapatkan dan dapat secara efektif digunakan dalam
pembuatan hormon insulin.

3. Menghasilkan hormon insulin dengan lebih cepat dan aman.

39. Rancangan percobaan dan kesimpulan tentang kinerja enzim

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Enzim merupakan senyawa yang dibentuk oleh organisme. Enzim pencernaan banyak terdapat dalam
sel-sel tubuh. Enzim merupakan zat yang membantu semua kegiatan yang dilakukan sel. Kegunaan
enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2) bila tidak segera diuraikan, senyawa ini
akan bersifat racun dan merusak sel itu sendiri. Dengan adanya enzim katalase, senyawa Hidrogen
Peroksida (H2O2) dapat diuraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya.Cara kerja
yang dilakukan enzim adalah sebagai berikut bahwa molekul selalu bergerak dan saling bertumbukan
satu sama lainnya. Jika ada molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat maka akan
menempel pada enzim. Tempat menempelnya molekul substrat tersebut disebut dengan sisi
aktif.Kemudian terjadi reaksi dan terbentuk molekul produk.

Dalam praktikum ini saya akan menguji adanya enzim katalase yang terdapat dalam organel hati ayam.

B. RUMUSAN MASALAH

· Bagaimanakah pengaruh enzim katalase terhadap H2O2?

· Bagaimanakah pengaruh pH terhadap kerja enzim katalase?

· Faktor apa saja yang mempengaruhi kerja enzim katalase?


C. TUJUAN

· Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi aktifitas enzim khususnya katalase.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

Enzim adalah senyawa yang dibentuk oleh sel tubuh organisme. dalam sel enzim ini diproduksi oleh
organel badam mikro peroksisok. Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida
(H2O2), merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses pencernaan makanan.
Hidrogen peroksida dengan rumus kimia bila H2O2 ditemukan oleh Louis Jacquea Thenard pada tahuna
1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun
dalam tubuh.
Senyawa peroksida harus segera di uraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya.
Enzim katalase mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2).
Penguraian peroksida (H2O) ditandai dengan timbulnya gelembung
Bentuk reaksi kimianya adalah:

H2O --> H2O + O2

Enzim tertentu dapat bekerja secara optimal pada kondisi tertentu pula. Beberapa faktor yang
mempengaruhi kerja enzim adalah sebagai berikut :

a. Derajat keasaman (pH)

Enzim menjadi nonaktif jika diperlakukan pada asam dan basa yang sangat kuat. Sebagian besar enzim
bekerja paling efektif pada kisaran pH lingkungan yang sedikit sempit (pH = ±7). Di luar pH optimal,
kenaikan atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat.

b. Konsentrasi enzim, substrat, dan kofaktor

Jika pH dan suhu suatu sistem enzim dalam keadaan konstan serta jumlah substrat berlebihan, maka
laju reaksi sebanding dengan jumlah enzim yang ada. Jika pH, suhu dan konsentrasi enzim dalam
keadaan konstan, maka reaksi awal hinga batas tertentu sebanding dengan substrat yang ada. Jika
enzim memerlukan suatu koenzim atau ion kofaktor, maka konsentrasi substrat dapat menetukan laju
reaksi.

c. Inhibitor enzim

Kerja enzim dapat dihambat, baik bersifat sementara maupun tetap oleh inhibitor berupa zat kimia
tertentu. Pada konsentrasi substrat yang rendah akan terlihat dampak inhibitor terhadap laju reaksi.
Ø Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan,
tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini
dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang
bersifat racundan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkannitrogen dari asam
amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.Lobus hati terbentuk
dari sel parenkimal dan sel non-parenkimal. Sel parenkimal pada hati disebut hepatosit, menempati
sekitar 80% volume hati dan melakukan berbagai fungsi utama hati. 40% sel hati terdapat pada lobus
sinusoidal. Hepatosit merupakan sel endodermal yang terstimulasi oleh jaringan mesenkimal secara
terus-menerus pada saat embriohingga berkembang menjadi sel parenkimal. Selama masa tersebut,
terjadi peningkatan transkripsi mRNA albumin sebagai stimulan proliferasi dan diferensiasi sel
endodermal menjadi hepatosit.

B. Rumusan Hipotesis

Enzim katalase berpengaruh terhadap penguraian racun H2O2

BAB III

METODE PENELITIAN

A. WAKTU PENELITIAN

o Tanggal pelaksanaan :

o waktu :

o tempat :

B. VARIABEL BPENELITIAN

· Variabel terikat : letupan api yang ditimbulkan

· Variabel bebas : NaOH, HCl

· Variabel terkontrol : H2O2, ekstrak hati ayam

C. ALAT DAN BAHAN

· Air suling

· Ekstrak hati ayam

· H2O2

· HCl
· NaOH

. CH3COOH/ Asam cuka

. NH3/ amoniak

· Korek api

· Lidi

· Pipet tetes dan kertas pH universal

· Gelas kimia

D. CARA KERJA

1) Siapkan potongan hati ayam

2) Siapkan 5 buah tabung reaksi beserta raknya. Beri label I-V

3) Tabung I, II, III, IV, V isi dengan potongan hati ayam dan larutan H2O2.

4) Tabung I tidak ditambahkan larutan asam atau basa,

5) Tambahkan Larutan Asam Kuat (HCl) ke dalam tabung II,

6) Tambahkan larutan asam lemah (asam cuka/CH3COOH) ditambahkan ke dalam tabung III,

7) Tambahkan larutan basa kuat (NaOH) ke dalam tabung IV,

8) Dan tambahkan larutan basa lemah (NH3) ke dalam tabung V

9) Amati perubahan yang terjadi

BAB IV

DATA DAN PEMBAHASAN

A. Tabel pengamatan letupan pada pH tertentu.

Yang diujikan pH Jumlah Gelembung O2

Asam kuat (HCl) 4 Tidak ada

Basa kuat (NaOH) 10 Tidak ada

Netral (tanpa tambahan) 7 Banyak

Asam lemah (CH3COOH) 6 Sedikit


Basa Lemah (NH3) 8 Sedikit

B. Pembahasan

Enzim adalah katalis yang terbuat dari protein dan dihasilkan oleh sel. Enzim mempunyai sifat spesifik
yaitu hanya mengatalisis reaksi kimia tertentu. Sebagai contoh enzim katalase yang hanya menguraikan
H2O2menjadi H2O dan O2 dengan reaksi sebagai berikut :

2H2O2 à 2H2O + O2

Hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan hati
ayam jantung,lemak,tumbuhan melinjo dan daun muda melinjo (sebagaiperbandingan). Hati ayam
digunakan karena banyak mengandung enzim katalase.Kemudian semua itu dibuat ekstrak. Yang terjadi
pada ekstrak saat diberi perlakuan adalah sebagai berikut :

· Pada Hati + H2O2 (hidrogen peroksida)

Saat hati diberi H2O2 terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak. Hal ini membuktikan bahwa
enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O (air), sedangkan pada
waktu dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api. Hal ini membuktikan bahwa H2O2 juga
diuraikan menjadi oksigen (O2). Dan itu membuktikan bahwa di dalam hati mengandung enzim
katalase.dalam percobaan hati +H2O2 terjadi kejadian gelembung yang sangat banyak karena di dalam
hati mengandung enzim katalase yang berguna untuk menetralkan racun dimana hanya dapat bekerja
optimal pada ph netral. kita dapat bekerja optimal pada pH netral

· Pada Hati +HCL+H2O2

Pada percobaan yang kedua kami menggunakan tambahan HCL yang dimaksudkan agar keaadaan hati
menjadi terlalu asam.Dan dalam hasil pengamatan dapat dilihat bahwa tidak jauh berbeda hasilnya dari
percobaan Hati+H2O2 yang berfungsi sebagai pembanding akan tetapi yang terjadi hanya ada sedikit
gelembung itu membuktikan bahwa dalam bekerja hati tidak dapat mengubah secara sempurna
dari H2O2 menjadi H2O (air) dan tidak timbul nyala api itu berarti tidak adanya penguraian dari
H2O2menjadi O2. Dan membuktikan bahwa pada keadaan yang terlalu asam yaitu dengan ditambahnya
HCL enzim tidak dapat bekerja secara optimal.

· Pada Hati+NaOH+H2O2

Pada percobaan yang ketiga kali ini Hati dengan H2O2 ditambah lagi dengan NaOH.Penambahan NaOH
disini dimaksudkan untuk membuat Hatidalam keadaan terlalu basa. Kemudian ditambah
H2O2 ternyata terbentuk gelembung udara yang sedang,itu membuktikan bahwa tidak terjadi
penguraaian yang sempurna dari H2O2 menjadi H2O (air) tetapi saat bara api dimasukkan ke dalamnya
tidak terjadi nyala api. Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja secara optimal
dalam kondisi yangterlalu basa.
BAB V

PENUTUP

Ø KESIMPULAN

1. Faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase diantaranya :

Salah satunya faktor pH. Enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral.

2. Enzim katalase berperan dalam menguraikan racun dari H2O2 menjadi H2O dan O2
2H2O2 à 2H2O + O2

40.