Anda di halaman 1dari 2

Faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengukuran kinerja pemerintah di Indonesia

Banyak studi yang mencoba meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi


keberhasilan pengukuran kinerja pemerintah daerah, baik pemerintah pusat, maupun
pemerintah daerah. Penelitian yang dilakukan Kurrohman (2013) yang meneliti tentang
evaluasi penganggaran berbasis kinerja melalui kinerja keuangan yang berbasis value for
money di kabupaten/kota di Jawa Timur. Penelitian ini menjelaskan kinerja keuangan
pemerintah daerah setelah menggunakan anggaran berbasis kinerja dengan pendekatan value
for money. Dengan melakukan uji beda sebelum menggunakan anggaran berbasis kinerja
dengan sesudah menggunakan anggaran berbasis kinerja. Hasil dari penelitian ini adalah
pemerintah daerah lebih ekonomis dan efisien dalam pengelolaan keuangannya setelah
menggunakan anggaran berbasis kinerja. Hal ini dapat dibuktikan dari tingkat rasio efisiensi
daerah kabupaten dan kota menunjukkan bahwa rasio efisiensi cenderung menurun dari tahun
ke tahun. Sedangakn untuk rasio ekonomi menunjukkan cenderung meningkat dari tahun ke
tahun. Peningkatan ini berarti pemerintah daerah berhasil merealisasikan penerimaan PAD
melebihi anggaran penerimaan PAD yang telah ditetapkan.

Penelitian lainya dilakukan oleh Sesotyaningtyas (2012) tentang pengaruh leverage,


ukuran legislatif, intergovernmental revenue dan pendapatan pajak daerah terhadap kinerja
keuangan pemerintah daerah, hasil penelitianya menunjukkan bahwa Hasil penelitian ini
menunjukkan pengujian secara simultan menunjukkan variabel-variabel independen, leverage,
ukuran legislatif, intergovernmental revenue, dan pendapatan pajak daerah, secara bersama-
sama memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah berdasarkan rasio
efisiensi. Sedangkan secara parsial, variabel leverage, ukuran legislatif dan intergovernmental
revenue tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah berdasarkan rasio
efisiensi kinerja. Sedangkan untuk pajak daerah berpengaruh secara positif terhadap kinerja
keuangan pemerintah daerah.

Selain mempertimbangkan metodek pengukuran kinerja yang digunakan, pemerintah


juga harus meninjau faktor apa yang bisa menghalangi kegagalan dalam pengukuran kinerja
pemerintah. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, sudah sepatutnya
pemerintah menggunakan beberapa pendekatan yang lebih aplikatif dalam pengukuran kinerja
pemerintah.
Kesimpulan

Pengukuran kinerja merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pengendalian
manajemen. Sistem pengukuran kinerja yang memadai dapat meningkatkan tercapainya tujuan
organisasi. Pengukuran kinerja merupakan salah satu alat yang digunakan oleh pemerintah
untuk memastikan bahwa tujuan dari pemerintah bisa tercapai. Pengukuran kinerja dapat
dianggap sebagai salah satu alat utama yang membantu menilai situasi dalam organisasi dan
membuat keputusan yang membantu meningkatkan kualitas layanan yang disediakan. Tujuan
utama organisasi bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan, sedangkan organisasi di sektor
publik adalah organisasi nirlaba. Model pengukuran kinerja tidak mudah untuk disesuaikan
untuk organisasi sektor publik karena organisasi Publik berorientasi pada proses dan bukan
pada hasil (Balabonienė dan Večerskienė, 2015).