Anda di halaman 1dari 4

Polimeri

Pada uraian sebelumnya telah dijelaskan tentang kriptomeri. Selanjutnya, kalian


akan mempelajari tentang polimeri. Apakah perbedaan antara keduanya? Untuk
dapat menjawabnya, simaklah uraian berikut.

Polimeri atau karakter kuantitatif adalah persilangan heterozigot dengan banyak


sifat beda yang berdiri sendiri, tetapi memengaruhi bagian yang sama dari suatu
organisme. Peristiwa polimeri ditemukan oleh Lars Frederik Nelson dan Ehle, setelah
melakukan percobaan dengan menyilangkan gandum berbiji merah dengan gandum
berbiji putih.

Persilangan itu menghasilkan keturunan heterozigot berwarna merah lebih muda bila
dibandingkan dengan induknya yang homozigot (merah). Oleh karena itu, biji merah
bersifat dominan tidak sempurna terhadap warna putih. Setelah generasi F1
disilangkan sesama, pada generasi F2 diperoleh perbandingan fenotip 3 merah : 1
putih.

Supaya kalian lebih memahami, cermatilah contoh berikut.


Gandum berbiji merah : M1M1M2M2
Gandum berbiji putih : m1m1m2m2
Rasio fenotip F2 adalah 15 merah : 1 putih

Dari hasil keturunan pada diagram di atas, banyaknya jumlah faktor M


memengaruhi warna bijinya. Semakin banyak faktor M yang ada, warnanya semakin
tua atau semakin gelap.

Kapankah peristiwa polimeri dapat terjadi? Peristiwa ini terjadi pada pewarisan,
warna kulit manusia. Warna kulit disebabkan oleh zat warna kulit (pigmen). Jika
faktor pigmen kulit manusia dilambangkan dengan P, genotip orang berkulit putih
p1p1 p2p2 p3p3.

Apabila pria kulit putih menikah dengan wanita kulit hitam (negro), maka keturunan
F1 akan mempunyai kulit mulad (coklat sawo matang), yang berfenotip
P1p1P2p2P3p3. Derajat kehitaman kulit bergantung pada banyaknya faktor pigmen
P.
Gen Komplementer

Gen komplementer adalah gen-gen yang berinteraksi dan saling melengkapi.


Kehadiran gen-gen tersebut secara bersama-sama akan memunculkan
karakter (fenotip) tertentu. Sebaliknya, jika salah satu gen tidak hadir maka
pemunculan karakter (fenotip) tersebut akan terhalang atau tidak sempurna.

Perhatikan contoh berikut.


Pemunculan suatu pigmen merupakan hasil interaksi dua gen, yaitu gen C dan
gen P.

Gen C : mengakibatkan munculnya bahan mentah pigmen.


Gen c : tidak menghasilkan pigmen.
Gen P : menghasilkan enzim pengaktif pigmen.
Gen p : tidak mampu menghasilkan enzim.

Perhatikan persilangan yang menunjukkan adanya gen komplementer antara


individu CCpp (putih) dengan individu ccPP (putih) pada diagram berikut.