Anda di halaman 1dari 5

B.

Dasar teori
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat
tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh,
mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh
terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata
hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah (Anawari.
2011).
Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari
darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel darah merah yang
dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan
yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.
Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :-
 Albumin
 Bahan pembeku darah
 immunoglobin (antibodi)
 hormon
 Berbagai jenis protein
 Berbagai jenis garam
Darah sebagai alat transpor utama pada hewan tingkat tinggi juga memiliki fungsi
lainnya. Darah mengandung berbadai macam zat organik, anorganik dan gas. Zat-zat tersebut
hanya akan berada sementara dalam darah dan harus disampaikan ke jaringan atau organ yang
memerlukan. Fungsi perlindungan darah terutama dilakukan oleh trombosit (pembekuan darah
dan menutup luka) dan leukosit (fagositik zat-zat asing dan produksi antibodi)( Frandson, RD.
1992).
Darah terdiri atas sel-sel dan cairan darah atau plasma. Sel sel darah terdapat dalam
plasma yang terdiri dari tiga macam, yaitu Erythrocyte, Leucocyte dan Thrombocyte. Ketiga
macam sel darah tersebut dibentuk dalam sistem reticuloendothelial. Pembentukan sel-sel
tersebut pada hewan muda terjadi di dalam kantung yolk, kemudian dalam hati, spleen, dan
lymfa. Setelah hewan dewasa, sumsum tulang merupakan tempat utama pembentukan sel-sel
darah merah
Sel darah terdiri atas sel-sel diskret yang memiliki bentuk khusus dan fungsi yang
berbeda, sedangkan komponen dari plasma selain fibrinogen, juga terdapat ion-ion inorganik
dan organik untuk fungsi metabolik.
1. Erythrocyte (sel darah merah)
Ikan, sebagaimana vertebrata lain, memiliki sel darah merah atau Erythrocyte yang
berbentuk lonjong dan berinti dengan diameter 7 – 36. 71 mikron (tergantung spesies ikannya).
Warna merah dari darah disebabkan oleh hemoglobin yang terdapat dalam erythrocyte. Jumlah
erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20.000 – 3.000.000. Pengangkutan oksigen sebagai
fungsi utama sel darah bergantung kepada komponen Fe pada hemoglobin (pigmen
pernapasan) yang terdapat di dalam erythrocyte. Kemampuan mengikat oksigen pada tingkat
kejenuhan 95%, kandungan besi dalam darah dan jumlah sel darah merah sangat bervariasi
bergantung pada stadia hidup, kebiasaan hidup dan kondisi lingkungan(Guyton, D.C. 1993).
2. Leucocyte (sel darah putih)
Leucocyte terdiri atas dua kelompok sel yakni yang mengandung butir-butir (granula)
yang disebut granulacyte dan yang mengandung sedikt sekali bahkan tidak mengandung
butirbutir disebut agranulacyte. Yang mengandung granula terdiri atas: neutrophil, eosinophil
dan basophil sedang yang tidak mengandung granula terdiri atas: limphocyte dan monocyte.
Leucocyte pada ikan tidak berwarna, berjumlah antara 20.000 – 150.000 dalam tiap mm3
darah. Leucocyte dapat dibedakan menjadi tiga macam sel, yaitu granulocyte, limphocyte, dan
monocyte. Walaupun leucocyte merupakan unsur darah, tetapi fungsi utama dari padanya ada
di luar pembuluh darah. Mereka mempunyai sifat da pat menerobos keluar dari pembuluh
darah, dan bergerak secara amoeboid di antara jaringan sekelilingnya. Mereka tidak hanya
mempunyai sifat daya fagositose saja, tetapi kaya terhadap enzim yang dapat menimbulkan 72
reaksi kimia. Di luar pembuluh darah, leucocyte hanya berumur pendek(Guyton, D.C. 1993).
Berdasarkan penyerapan warna, granulocyte terdiri dari neutrophil, acidophil
(eosinophil) dan basophil. Agranulocyte yang merupakan komponen terbesar leucocyte terdiri
dari lympocyte, monocyte dan thrombocyte .
3. Thrombocyte
Thrombocyte ukurannya jauh lebih kecil dari erytrocyte, besarnya bervariasi antara 2
sampai 3 mikron. Mereka merupakan penghasil utama dari thrombokinase.
Pembuluh darah kapiler (dari bahasa Latin capillaris) ialah pembuluh darah terkecil di
tubuh, berdiameter 5-10 μm, yang menghubungkan arteriola dan venula, dan memungkinkan
pertukaran air, oksigen, karbon dioksida, serta nutrien dan zat kimia sampah antara darah dan
jaringan di sekitarnya(Frandson, RD. 1992).
Darah mengalir dari jantung ke arteri, yang bercabang dan menyempit ke arteriola, dan
kemudian masih bercabang lagi menjadi kapiler. Setelah terjadinya perfusi jaringan, kapiler
bergabung dan melebar menjadi vena, yang mengembalikan darah ke jantung.
Dinding kapiler adalah endotel selapis tipis sehingga gas dan molekul seperti oksigen,
air, protein, dan lemak dapat mengalir melewatinya dengan dipengaruhi oleh gradien osmotik
dan hidrostatik.
Istilah distribusi adalah bahan makanan yang perlu disalurkan atau disebarkan Untuk
mengangkut berbagai bahan agar dapat sampai ke tempat tujuan, dan itu diperlukan pembuluh
darah. Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair seperti air yang disebut plasma. Unsure
jadi adalah gabungan antara sel-sel dan fragmen-fragmen yang merupakan unsure darah. Ada
tiga tipe unsure jadi dalam darah merah yaitu sel-sel darah merah atau eritrosit, sel-sel darah
putih atau leukosit dan keeping-keping darah atau trombosit. Diantara tiga tipe tersebut sel
darah merah yang paling banyak jumlahnya.
Berdasarkan jenis cairan yang diedarkan, sistem peredaran darah pada hewan (vertebrata
) dibedakan menjadi dua macam, yakni sistem peredaran darah dan sistem limfatik (peredaran
getah bening). Berdasarkan cara peredarannya, sistem sirkulasi pada vertebrata ada 2 macam/
yaitu: sistem peredaran darah terbuka pada limfa, dan sistem peredaran darah tertutup pada
darah.Sistem peredaran darah pada vertebrata berbeda dengan sistem peredaran darah pada
invertebrata dalam hal ada tidaknya pusat koordinasi peredaran. pada invertebrata dijumpai
suatu pusat koordinasi peredaran. Dalam sistem sirkulasi dikenal tiga pembuluh utama yang
berperan dalam proses sirkulasi tersebut, yiatu arteri, kapiler clan vena(Guyton, D.C. 1993).
Darah merupakan cairan tubuh yang terdapat dalam jantung dan pembuluh darah. Darah
mempunyai peranan sbb :
 Merupakan alat pengangkut bermacam-macam substansi
 Mengatur keseimbangan cairan antra daerah dengan cairan jaringan.
 Mengatur keseimbangan asam basa darah
 Mencegah pendarahan
 Merupaan alat pertahanan tubuh mengatur suhu tubuh.
Darah yang terdapat di dalam darah arteri warnaya merah muda. Sedangkan darah yang
terdapat di dalam vena warnaya merah tua, berat jenis darah bervariasi dari 1,054-1,060
sedangkan berat jenis plasma bervariasi dari 1.024-1.028. viskositas darah adalah 3-5 kali
viskositas air(Guyton, D.C. 1993).
DAFTAR PUSTAKA

Anawari. 2011. Fisiologi Hewan Thermoregulasi . Diakses tanggal 21 Oktober 2017. Online
tersedia di :
http://anawinarni.blogspot.com/2011/10/fisiologi-hewan-sesi-5-thermoregulasi.html.
Frandson, RD. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak Edisi IV. Gadjah Mada University Press:
Yogyakarta.

Guyton, D.C. 1993. Fisiologi Hewan, edisi 2. EGC. Jakarta.


Haryanto. ilmu pengetahuan alam (ipa) jilid 4 untuk sd kelas 6. Jakarta : Erlangga