Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN PRAKTEK KLINIS

SMF ILMU KESEHATAN ANAK


RUBELA
2016
RSUP SANGLAH No. Revisi Halaman
No. Dokumen
DENPASAR 00 1/3
Ditetapkan oleh:
Direktur Utama
PPK Tanggal terbit:
Dr. I Wayan Sudana, M.Kes
NIP 19650409 199509 1 001
No.ICD 10 B06.0† Rubella with neurological complications
Rubella:
 encephalitis (G05.1*)
 meningitis (G02.0*)
 meningoencephalitis (G05.1*)
B06.8 Rubella with other complications
Rubella:
 arthritis† (M01.4*)
 pneumonia† (J17.1*)
B06.9 Rubella without complication
Rubella NOS
Pengertian Rubela merupakan penyakit virus (RNA) yang umum pada
anak yang ditandai dengan suatu masa prodormal yang
pendek, pembesaran kelenjar getah bening servikal,
suboksipital, postaurikular, disertai erupsi yang
berlangsung 2-3 hari.
Anamnesis 1. Demam
2. Sakit kepala
3. Nyeri tenggorokan
4. Kemerahan pada konjungtiva
5. Bintik/bercak merah di kulit/mukosa, langit-langit mulut
Pemeriksaan 1. Erupsi kulit, demam ringan, sakit kepala, nyeri
Fisik tenggorokan, kemerahan pada konjungtiva, rinitis,
batuk dan limfadenopati
2. Eksantema dimulai dari retroaurikular atau pada muka
meluas ke kraniokaudal berupa makula berbatas tegas
dan kadang-kadang dengan cepat meluas dan
menyatu, memberikan bentuk morbiliform.
3. Enantema, forschheimer spot yaitu makula atau
petekie pada palatum molle, bisa saling merengkuh
sampai seluruh permukaan faucia.
4. Pembesaran kelenjar limfa yang bisa timbul 5-7 hari
sebelum eksantema, pada suboksipital, postaurikular
daan servikal dan disertai nyeri tekan.
Kriteria 1. Demam
Diagnosis 2. Bercak merah pada kulit dan langit-langit mulut
3. Mata merah
4. Nyeri tenggorokan
5. Pembesaran kelenjar limfa
PANDUAN PRAKTEK KLINIS
SMF ILMU KESEHATAN ANAK
RUBELA
2016
RSUP SANGLAH No. Revisi Halaman
No. Dokumen
DENPASAR 00 2/3
6. Pemeriksaan serologi yang positif
Diagnosis 1. Campak
Banding 2. Scarlet fever (skarlatina)
3. Erupsi obat
Pemeriksaan Darah rutin
Penunjang Serologi (Ig M anti Rubela)
Konsultasi -
Perawatan Rubela tanpa komplikasi : rawat jalan
Rumah Sakit Rubela dengan komplikasi berat atau penyulit berat harus
rawat inap
Terapi/tindakan Simptomatis
(ICD 9 CM)
Tempat Triage anak
Pelayanan Poliklinik Anak
Rawat inap : Ruang isolasi
Penyulit 1. Artritis
2. Atralgia
3. Ensefalitis
4. Epistaksis
5. Perdarahan gusi dan saluran cerna
6. Hematuria
7. Ekimosis pada palatum dan periorbita
Informed Lisan dan Tertulis
Consent
Tenaga Standar 1. Dokter Spesialis Anak
2. Dokter Spesialis Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit
Tropis
3. Residen madya dan senior
Lama Perawatan 5-7 hari
Masa Pemulihan Ditandai dengan perbaikan gejala klinis, ruam telah
hilang, kelenjar getah bening tidak membesar
Hasil - Demam menghilang
- Ruam menghilang
Patologi -
Otopsi -
Prognosis Dubius ad bonam
Tindak Lanjut Kontrol Poliklinik
Tingkat Eviden
& Rekomendasi -
Indikator Medis 1. Demam menghilang
2. Ruam menghilang
3. Kelenjar getah bening tidak membesar
PANDUAN PRAKTEK KLINIS
SMF ILMU KESEHATAN ANAK
RUBELA
2016
RSUP SANGLAH No. Revisi Halaman
No. Dokumen
DENPASAR 00 3/3
Edukasi 1. Perlu nutrisi adekuat dan penanganan penyulit yang
tepat
2. Profilaksis dengan vaksinasi MMR
Kepustakaan 1. Edwards MS. Rubella. (Diunduh tanggal: 24 Nopember
2016). Didapat dari:
http://www.uptodate.com/contents/rubella.
2. Anonim. Rubela. Dalam: Soedarmo SP, Garna H,
Hadinegoro SRS, Satari HI, penyunting. Buku ajar infeksi &
pediatri tropis. Edisi 2. Jakarta: Badan Penerbit IDAI; 2008.
h.122-7.