Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

A. Deskripsi Teori

1. Hakikat Prestasi Belajar Siswa

a. Hakikat Prestasi

Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah

dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati, yang memperoleh

dengan jalan keuletan kerja, baik secara individu maupun kelompok

dalam bidang tertentu.

Prestasi akademik merupakan hasil yang diperoleh dari

kegiatan pembelajaran di sekolah yang bersifat kognitif dan

biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian. Prestasi

belajar merupakan penguasaan terhadap mata pelajaran yang

ditentukan lewat nilai atau angka yang diberikan guru.

Berhasil atau tidaknya seseorang dalam belajar

disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian

prestasi belajar yaitu berasal dari dalam diri orang yang belajar

(internal) meliputi kesehatan, intelegensi dan bakat, minat dan

motivasi, dan cara belajar serta ada pula dari luar dirinya (eksternal)

4
5

meliputi lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan

sekitar.1

b. Hakikat Belajar

Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang

untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk peningkatan baik

tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil

pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan

seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang

baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri

dalam interaksi dengan lingkungannya.2

Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku

seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh

pengalamannya yang berulang-ulang dalam suatu situasi. Sehingga

dengan belajar manusia menjadi tahu, memahami, mengerti, dapat

melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu.

1 Dalyono. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2012), hlm. 55.


2 Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (Jakarta:
Rineka Cipta, 2003), hlm. 13.
6

c. Hakikat Siswa

Siswa adalah istilah bagi peserta didik pada jenjang

pendidikan menengah pertama dan menengah atas. Siswa adalah

komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya

diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang

berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Sebagai suatu komponen pendidikan, siswa dapat ditinjau

dari berbagai pendekatan, antara lain: pendekatan sosial,

pendekatan psikologis, dan pendekatan edukatif/pedagogis.

Menurut Daradjat (1995) siswa adalah pribadi yang “unik”

yang mempunyai potensi dan mengalami proses berkembang.

Dalam proses berkembang itu siswa membutuhkan bantuan yang

sifat dan contohnya tidak ditentukan oleh guru tetapi oleh anak itu

sendiri, dalam suatu kehidupan bersama dengan individu-individu

yang lain.

d. Hakikat Prestasi Belajar Siswa

Prestasi Belajar siswa adalah hasil pencapaian maksimal

siswa dalam pendidikan dan proses pembelajaran yang telah

mereka pelajari dan fahami. Prestasi belajar siswa juga merupakan

kemampuan siswa yang dapat diukur, berupa pengetahuan, sikap


7

dan keterampilan yang dicapai siswa dalam kegiatan belajar

mengajar.

Prestasi Belajar harus memiliki tiga aspek, yaitu kognitif,

affektif dan psikomotor. Prestasi belajar mempunyai arti yang

penting bagi anak didik, pendidik, wali murid dan sekolah, karena

nilai atau angka yang diberikan merupakan manifestasi dari prestasi

belajar siswa dan berguna dalam pengambilan keputusan atau

kebijakan terhadap siswa yang bersangkutan maupun sekolah.

2. Hakikat Pola Pergaulan Remaja

a. Hakikat Pola Pergaulan

Pergaulan ialah salah satu kebutuhan hidup dari makhluk

manusia sebab manusia adalah makhluk sosial yang dalam

kesehariannya membutuhkan orang lain, dan hubungan antar

manusia dibina melalui suatu pergaulan.

Pergaulan merupakan kelanjutan dari proses interaksi sosial

yang terjalin antara individu dalam lingkungan sosialnya. Kuat

lemahnya suatu interaksi sosial mempengaruhi erat tidaknya

pergaulan yang terjalin.


8

Dalam kehidupan sosial ada berbagai pola pergaulan, ada

yang sehat ada pula yang dikategorikan pola pergaulan yang tidak

sehat. Pola Pergaulan sehat adalah pergaulan yang membawa

pengaruh positif bagi perkembangan kepribadian seseorang.

Sebaliknya pola pergaulan tidak sehat mengarah kepada pola

perilaku yang merugikan bagi perkembangan dirinya sendiri

maupun dampaknya bagi orang lain.

b. Hakikat Remaja

Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari

masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki

pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18

tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik

yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis,

perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual.

Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas

sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis)

dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.

Remaja artinya manusia berusia belasan tahun, dimana usia

tersebut merupakan perkembangan untuk menjadi dewasa. Oleh

sebab itu orang tua dan pendidik sebagai bagian masyarakat yang
9

lebih berpengalaman memiliki peranan penting dalam membantu

perkembangan remaja menuju kedewasaan.

Masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa

dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek / fungsi

untuk memasuki masa dewasa.3

c. Hakikat Pola Pergaulan Remaja

Pola pergaulan remaja adalah jenis-jenis pergaulan di

kalangan remaja. Terdapat dua pola pergaulan remaja, yaitu pola

pergaulan remaja yang sehat dan pola pergaulan remaja yang tidak

sehat.

Pola pergaulan remaja yang sehat ialah pola pergaulan yang

memberi dampak positif untuk remaja tersebut maupun orang-orang

disekitar remaja. Sedangkan pola pergaulan remaja yang tidak sehat

adalah pola pergaulan yang memberi dampak negatif untuk seorang

remaja maupun orang-orang di sekitarnya. Pola pergaulan tidak sehat

merupakan melencengnya pergaulan remaja dari pergaulan yang

benar.

B. Kerangka Berpikir
3 Sri Rumini dan Siti Sundari, Perkembangan Anak dan Remaja (Jakarta: PT
Rineka Cipta, 2004) hlm. 53.
10

Pergaulan merupakan kelanjutan dari proses interaksi sosial yang

terjalin antara individu dalam lingkungan sosialnya. Dalam kehidupan pola

pergaulan khususnya dikalangan remaja, terdapat dua macam pola

pergaulan yaitu pola pergaulan sehat dan pola pergaulan tidak sehat. Pola

pergaulan sehat remaja ialah pergaulan yang memberikan dampak postif

bagi pribadi dan perilaku seorang remaja dan lingkungan disekitar remaja

tersebut. Sedangkan pola pergaulan tidak sehat remaja ialah pergaulan

yang memberi dampak negatif baik untuk diri seorang remaja tersebut

maupun lingkungan disekitarnya. Akan tetapi terkadang remaja masih saja

tidak bisa membedakan manakah pola pergaulan yang sehat dan tidak,

mereka lebih mementingkan kesenangan mereka disbanding dampak apa

yang akan terjadi bagi mereka di kemudian harinya.

Pola pergaulan remaja ini berkaitan dengan berbagai aspek dalam

diri remaja tersebut. Seperti kepribadian, perilaku, dan juga motivasi

belajar seorang remaja. Ada tidaknya motivasi belajar seorang remaja ini

juga memengaruhi bagaimana prestasi belajar remaja ini sebagai siswa di

sekolah. Seorang remaja juga memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu di

sekolah dan memberikan hasil terbaik atau prestasi belajar yang baik

untuk masa depan seorang remaja.

Dari rincian hakikat yang telah dijelaskan dapat disimpulkan

bahwa maksud dari pengaruh pola pergaulan remaja terhadap prestasi


11

belajar siswa adalah bagaimana pengaruh interaksi sosial yang terjalin di

kalangan remaja dengan berbagai pola yang postif dan negatif terhadap

prestasi belajar siswa di sekolah yang harus diperhatikan, sehingga

adakah hubungan antara hasil prestasi belajar siswa dengan pola

pergaulan yang seorang remaja lakukan.