Anda di halaman 1dari 50

BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM

DASAR SISTEM TELEKOMUNIKASI

Nama: ..............................................
NIM : ..............................................

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS JEMBER
2017

i
JADWAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Pertemuan 1 Kontrak Kuliah


Pertemuan 2 Pretest / Pendahuluan Modulasi dan Demodulasi
BAB 1 MODULASI AM
Pertemuan 3 Pengambilan Data Modulasi AM
Pertemuan 4 Asistensi Modulasi AM
BAB 2 DEMODULASI AM
Pertemuan 5 Pengambilan Data Demodulasi AM
Pertemuan 6 Asistensi Demodulasi AM
BAB 3 MODULASI FM
Pertemuan 7 Pengambilan Data Modulasi FM
Pertemuan 8 Asistensi Modulasi FM
BAB 4 DEMODULASI FM
Pertemuan 9 Pengambilan Data Demodulasi FM
Pertemuan 10 Asistensi Demodulasi FM
BAB 5 KOMUNIKASI NIRKABEL
Pertemuan 11 Pretest / Pendahuluan Komunikasi Nirkabel
Pertemuan 12 Pengambilan Data Komunikasi Nirkabel
Pertemuan 13 Asistensi Pengambilan Data
Pertemuan 14 EVALUASI PRAKTIKUM
UJIAN PRAKTIKUM

iii
SOP & TATA TERTIB PRAKTIKUM

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Dosen hadir pada pelaksanaan praktikum
2. Teknisi dan asisten laboratorium harap selalu mengecek jadwal dan menyiapkan alat
maupun bahan praktikum
3. Pelaksanaan praktikum harus mengacu pada SOP & Tata Tertib Praktikum,
penjadwalan serta buku petunjuk praktikum yang telah disepakati bersama
4. Laporan praktikum berbentuk jobsheet/ LKS dengan nama "Buku Petunjuk Praktikum
(BPP)"
5. Data praktikum yang berupa angka atapun huruf dapat ditulis pada BPP
6. Data praktikum yang berupa gambar dapat dicetak kemudian ditempel pada BPP
7. Praktikum dilaksanakan 14 kali pertemuan ditambah ujian praktikum dengan jadwal
sesuai SISTER
8. Satu kali kegiatan praktikum sama dengan satu SKS sama dengan 150 menit dengan
kapasitas 20 mahasiswa
9. Kegiatan praktikum terdiri dari beberapa percobaan dengan jenis kegiatan antara lain
Pre-Test, Pengambilan Data, Post-Test, dan Asistensi
10. Tidak ada kegiatan praktikum yang diperbolehkan diluar jadwal praktikum

B. ASISTEN LABORATORIUM
1. Asisten laboratorium diperbolehkan memandu jalannya praktikum namun tetap dalam
pengawasan dosen
2. Asisten laboratorium tidak diperkenankan memberi hukuman/ sanksi serta penilaian
3. Asisten laboratorium diperbolehkan melakukan pengecekan data-data hasil praktikum

C. MAHASISWA
1. Mahasiswa wajib memakai jas lab saat pelaksanaan kegiatan praktikum. Bagi
mahasiswa yang tidak menggunakan jas lab dilarang mengikuti kegiatan praktikum.
2. Toleransi keterlambatan 15 menit bagi mahasiswa, terlambat lebih dari itu mahasiswa
dilarang mengikuti kegiatan praktikum
3. Jika dalam suatu percobaan mahasiswa tidak mengikuti salah satu dari kegiatan
tersebut, maka tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan lain.
4. Tidak ada susulan bagi mahasiswa yang melewatkan pre-test, pengambilan data
maupun post-test. Hal ini berkaitan dengan tidak diperbolehkannya kegiatan praktikum
diluar jadwal praktikum. Namun, dosen diperbolehkan (tidak wajib) memberikan tugas
pengganti/ tambahan kepada mahasiswa untuk mengganti kegiatan yang dilewatkan.
5. Sama seperti perkuliahan, mahasiswa diperbolehkan mengikuti ujian praktikum jika
memenuhi 75% kehadiran
6. Mahasiswa WAJIB mengikuti setiap instruksi dosen pengampu. Setiap tindakan
mahasiswa dalam laboratorium yang diluar instruksi atau tanpa seizin dosen pengampu
dapat disanksi nilai nol.

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ......................................................................................... i


HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii
JADWAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM ....................................................... iii
SOP & TATA TERTIB PRAKTIKUM ................................................................ iv
DAFTAR ISI ......................................................................................................... v

BAB 1 MODULASI AM ................................................................................... 1

BAB 2 DEMODULASI AM .............................................................................. 12

BAB 3 MODULASI FM .................................................................................... 20

BAB 4 DEMODULASI FM ............................................................................... 30

BAB 5 KOMUNIKASI NIRKABEL ................................................................. 40

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 45

v
1 MODULASI AM

1.1 Tujuan Praktikum


Tujuan praktikum pengukuran bati antena antara lain:
a. Memahami proses modulator AM
b. Memahami karakteristik dari modulasi amplitude

1.2 Landasan Teori


Gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh stasiun radio,
menggunakan berbagai macam frekuensi. Kita tidak dapat mendengarkan gelombang
elektromagnetik, karena kita hanya dapat mendengar pada 20 Hz sampai 20 kHz.
Stasiun radio yang menggunakan amplitude modulation (AM) berada pada rentang
frekuensi 30 kHz – 30 MHz, namun umumnya menggunakan rentang frekuensi
0.5625-1.6065 MHz. AM merupakan salah satu metode untuk memodulasi suatu
sinyal. Amplitude modulation (AM) adalah salah satu bentuk modulasi dimana sinyal
informasi digabungkan dengan sinyal pembawa (carrier) berdasarkan perubahan
amplitudonya. Modulasi AM tergolong modulasi Analog Linier. Disebut linier karena
frekuensi sinyal pembawa selalu tetap atau konstan. Besarnya amplitude sinyal
informasi mempengaruhi besarnya amplitude dari carrier, tanpa mempengaruhi
besarnya frekuensi sinyal pembawa.

Tabel 1.1 Tabel frekuensi gelombang radio


Frequency Wavelength Category

3-30 kHz 100-10 km Very Low Frequency (VLF)

30-300 kHz 10-1 km Low Frequency (LF)

300-3000 kHz 1000-100 m Medium Frequency (MF)

1 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
3-30 MHz 100-10 m High Frequency (HF)

30-300 MHz 10-1 m Very High Frequency (VHF)

300-3000 MHz 100-10 cm Ultra High Frequency (UHF)

3-30 GHz 10-1 cm Super High Frequency (SHF)

30-300 GHz 10-1 mm Extremely High Frequency (EHF)

(a) Tanpa modulasi (b) Menggunakan modulasi AM

Gambar 1.1 Gelombang radio ketika a) tanpa modulasi dan b) menggunakan modulasi AM

1.2.1 Analisa sederhana pada standart Amplitude Modulation (AM)


Mengganggap carrier wave (sine wave) pada frekuensi dan amplitude A,

(1.1)
menunjukkan bentuk gelombang modulasi. Sebagai contoh sederhana, yaitu modulasi
untuk sine wave pada frekuensi , memiliki frekuensi rendah (seperti audio frequeny)
daripada .

(1.2)
M adalah amplitude dari modulasi. Dengan menggunakan M < 1, maka selalu

positif. Hasil amplitude modulation ketika carrier dikalikan dengan , maka

(1.3)

2 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
Ketika , amplitude modulation dari sinyal menunjukkan grafik (50%
modulation), perhatikan gambar 1.2

dapat ditunjukkan menjadi penjumlahan dari sine wave.

(1.4)

Gambar 1.2 Perbedaan besar persentase pada modulasi AM

mixer

Oscillator LPF Power Amplifier

Gambar 1.3 Blog diagram rangkain AM modulator

Oscillator adalah rangkaian pembangkit sinyal yang berfungsi sebagai sinyal informasi,
perhatikan gambar 1.3. Mixer adalah rangkaian yang utama pada AM modulator yang
berfungsi menumpangkan sinyal informasi pada sinyal pembawa. Low Pass Filter (LPF)
3 Buku Petunjuk Praktikum
Dasar Sistem Telekomunikasi
adalah rangkaian tambahan yang berfungsi membuang komponen frekuensi tinggi yang
tidak diinginkan. Power amplifier adalah rangkaian tambahan yang berfungsi menguatkan
sinyal terkomudulasi sebelum ditransmisikan.

1.3. Alat-alat dan Komponen


Alat yang diperlukan antara lain;
1. PC / Laptop
2. ElectronicWorkbench (EWB)

1.4 Prosedur Percobaan


1. Membuat rangkaian modulator AM menggunakan EWB.
2. Menentukan sinyal informasi masukan sesuai yang diinginkan, perhatikan tabel
1.2.
3. Mencatat serta menggambar sinyal informasi tersebut yang muncul pada
osciloskop, perhatikan tabel 1.3.
4. Menentukan sinyal carrier masukan sesuai yang diinginakan.
5. Mencatat serta menggambar sinyal carrier tersebut yang muncul pada
osciloskop, perhatikan tabel 1.4.
6. Mencatat serta mengambil gambar sinyal termodulasi atau sinyal output dari
rangkaian tersebut yang muncul pada osciloskop, perhatikan tabel 1.5.
7. Melakukan analisa data.
Menghitung persentase dari factor modulasi menggunakan perhitungan berikut,

(1.5)
8. Memberi kesimpulan.
Rumus Perhitungan Analisis Data
 Menghitung Periode

(1.6)
 Menghitung Frekuensi
(1.7)

4 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
 Menghitung Vrms

(1.8)
 V(amplitude)

(1.9)

Gambar 1.4 Vmax dan Vmin pada oskiloskop

a. Gambar 1.5 Parameter sinus pada oskiloskop, (a) Vm, (b) Vc

Gambar Rangkaian

5 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
1.5 Data Hasil Percobaan
Tabel 1.2 Masukan sinyal Informasi
Sinyal Informasi Keterangan
No
Voltage Frequency Time/div Volt/div
1
2
3
4

Tabel 1.3 Masukan sinyal Carrier


Sinyal Carrier Keterangan
No
Voltage Frequency Time/div Volt/div
1
2
3
4

Tabel 1.4 Tabel sinyal termodulasi


Sinyal Informasi Keterangan
No
Voltage Frequency Time/div Volt/div
1
2
3
4

6 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
Tabel 1.5 Data sinyal informasi
No. Karakteristik Gambar

1 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

2 Jmlh kotak (lebar pp) = …


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=
3 Jmlh kotak (lebar pp) =
Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=
4 Jmlh kotak (lebar pp) =
Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

7 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
Tabel 1.6 Data sinyal carrier
No. Karakteristik Gambar

1 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vpp =
Vrms =
T=
F=
2 Jmlh kotak (lebar pp) =
Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vpp =
Vrms =
T=
F=
3 Jmlh kotak (lebar pp) =
Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vpp =
Vrms =
T=
F=
4 Jmlh kotak (lebar pp) =
Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vpp =
Vrms =
T=
F=
8 Buku Petunjuk Praktikum
Dasar Sistem Telekomunikasi
Tabel 1.7 Data sinyal termodulasi
No Karakteristik Gambar

1 Vmax (pp) =
Vmin (pp) =
Modulation (%) =

2 Vmax (pp) =
Vmin (pp) =
Modulation (%) =

3 Vmax (pp) =
Vmin (pp) =
Modulation (%) =

4 Vmax (pp) =
Vmin (pp) =
Modulation (%) =

9 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
1.6Analisis Data dan Pembahasan

10 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
1.7Kesimpulan

1.8 Lembar Evaluasi


No Kegiatan Keterangan Nilai TTD/tanggal

1 Pre-Test

Pengambilan
2
Data

3 Asistensi

4 Post-Test

11 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
2 DEMODULASI AM

2.1 Tujuan Praktikum


Tujuan praktikum pengukuran bati antena antara lain:
a. Memahami proses demodulator AM
b. Memahami karakteristik dari demodulator AM

2.2 Landasan Teori


Kondensator yang terpasang pada filter merupakan hubungan singkat untuk fc dan
berimpedansi tinggi untuk fm.
Modulasi Amplitudo (AM) adalah pross menumpangkan sinyal informasi ke sinyal
pembawa (carrier) dengan sedemikian rupa sehingga amplitude gelombang pembawa
berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) sinyal informasi. Pada jenis
modulasi ini, amplitude sinyal pembawa diubah-ubah secara proporsional terhadap
amplitude sesaat sinyal pemodulasi. Sedangkan frekuensinya tetap selama proses modulasi.
Index modulasi merupakan ukuran serupa dalam sinyal informasi memodulasi sinyal
pembawa. Apabila indek modulasi terlau besar maka hasil sinyal termodulasi AM
akan catat dan apabila indes modulasi terlalu rendah maka daya sinyal termodulasi
tidak maksimal. Untuk menghindari keadaan over modulasi yaitu keadaan dimana
gelombang pembawa termodulasi lebih dari 100%, maka kita harus dapat membatasi besar
kecilnya modulasi yang terjadi. Hal ini dapat diatasi dengan cara menentukan nilai index
modulasi (m). Nilai indeks modulasi dapat diketahui dengan menggunakan rumus yaitu
sebagai berikut :

(2.1)

12 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
(2.2)

Gambar 2.1 Gelombang sinyal AM (Amplitude Modulation)

Gambar 2.2 Parameter sinus pada oskiloskop, (a) Vm, (b) Vc

2.3. Alat-alat dan Komponen


Alat yang diperlukan antara lain;
a. Perangkat PC/ Laptop
b. Software ElectronicWorkbench (EWB)

13 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
2.4. Prosedur Percobaan
1. Rancang dan rencanakan detector AM seperti gambar berikut,

Sumber Penguat
Detektor
Gelombang Filter Operasi (Dua
Audio
bermodulasi AM Tingkat)

Gambar 2.3 Struktur operasi demodulator AM


2. Merubah masukan pada sinyal demodulator AM dengan beberapa variasi,
perhatikan tabel 2.1
3. Mencatat dan ambil gambar sinyal pada titik-titik tertentu setiap melakukan
variasi sinyal masukan, perhatikan tabel 2.1
titik A : diukur dari sumber sinyal bermodulasi AM
titik B : diukur diakhir.
4. Lakukan analisa data, perhatikan tabel 2.1
5. Beri kesimpulan
Rumus Perhitungan Analisis Data
 Menghitung Periode

(2.3)
 Menghitung Frekuensi
(2.4)
 Menghitung Vrms

(2.5)
 V(amplitude)

(2.6)
Gambar Rangkaian

14 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
2.5 Data Hasil Percobaan
Tabel 2.1 Sinyal dari demodulator AM
No Vc (V) Fc (KHz) m Fm (KHz)

Tabel 2.2 Sinyal Informasi


Sinyal Informasi Keterangan
No
Voltage Frequency Time/div Volt/div

15 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
Tabel 2.3 Data sinyal informasi
No. Karakteristik Gambar

1 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

2 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

3 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

4 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

16 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
Tabel 2.4 Data sinyal carrier
No. Karakteristik Gambar

1 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vpp =
Vrms =
T=
F=

2 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

3 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

4 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

17 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
2.6 Analisis Data dan Pembahasan

18 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
2.7 Kesimpulan

2.8 Lembar Evaluasi


No Kegiatan Keterangan Nilai TTD/tanggal

1 Pre-Test

Pengambilan
2
Data

3 Asistensi

4 Post-Test

19 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
3 MODULASI FM

3.1 Tujuan Praktikum


Tujuan praktikum pengukuran bati antena antara lain:
a. Memahami proses modulator FM
b. Memahami karakteristik dari modulasi Frekuensi
3.2 Landasan Teori
FM adalah teknik modulasi frekuensi, dimana frekuensi carrier adalah merubah-rubah
supaya sesuai dengan karakteristik dari sinyal modulasi baseband.

Gambar 3.1 Time domain representation of frequency modulation

Modulasi sinusoidal, persamaan untuk FM adalah

(3.1)

adalah maksimum frekuensi deviation pada modulasi sinyal

20 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
adalah frekuensi konstanta deviation pada modulator (Hz/V)

merupakan frekuensi dan amplitudepada modulasi sinusoid.

Dimana , merupakan maximum phase deviation, adalah referensi untuk modulasi index.

, ,
Modulasi frekuensi (FM) adalah bentuk dari sudut modulasi dimana frekuensi carrier
dibentuk dari perubahan proportion untuk amplitude pada sinyal modulasi. FM merupakan
salah satu teknik modulasi yang digunakan dalam industry telekomunikasi. Contoh dari FM
adalah frekuensi radio yang sekarang lebih sering digunakan radio pada umumnya. FM
digunakan untuk radio broadcasting, public-safety radio (police and fire), marine radio,
amateur radio, dan general mobile radio service (walkie-talkie).
Rentang frekuensi FM adalah 88-108 MHz sehingga dikategorikan sebagai Very High
Frequency (VHF). Sedangkan panjang gelombang adalah dibawah 1000 KHz sehingga
jangkauan sinyalnya tidak jauh. Modulasi frekuensi memiliki bandwidth yang lebih lebar
daripada modulasi amplitude sehingga bisa menghasilkan suara stereo dengan menyatukan
beberapa saluran audio pada satu gelombang carrier. FM lebih tahan terhadap gangguan
sehingga dipilih untuk sebagai modulasi standar untuk frekuensi tinggi. Keuntungan FM
antara lain potensi gangguan jauh lebih kecil (kualitas lebih baik) dan daya yang
dibutuhkan lebih kecil.
Modulasi FM digunakan untuk mengirimkan sinyal audio. Setiap stasiun radio
menggunakan pita frekuensi 38 kHz untuk menyiarkan audio. Televisi Analog menerapkan
modulasi FM juga. Bahkan , saluran televisi 0 sampai 72 memanfaatkan berbagai
bandwidth antara 54 MHz dan 825 MHz . Bandwidth ini digunakan untuk berbagai
teknologi , termasuk juga radio FM.
Tabel 3.1. Tabel frekuensi gelombang radio
Frequency Wavelength Category
3-30 kHz 100-10 km Very Low Frequency (VLF)
30-300 kHz 10-1 km Low Frequency (LF)
300-3000 kHz 1000-100 m Medium Frequency (MF)
3-30 MHz 100-10 m High Frequency (HF)
30-300 MHz 10-1 m Very High Frequency (VHF)

21 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
300-3000 MHz 100-10 cm Ultra High Frequency (UHF)
3-30 GHz 10-1 cm Super High Frequency (SHF)
30-300 GHz 10-1 mm Extremely High Frequency (EHF)
Bandwidth pada carrier FM
FM carrier sangat penting untuk mengestimasi bandwidth pada carrier FM.
Bandwidth bergantung, pada kedua bandwidth W pada pesan sinyal dan penyimpangan

frekuensi . Keadaan ditentukan dari bandwidth aturan Carson

(3.2)

Gambar 3.2 Parameter sinus pada oskiloskop, (a) Vm, (b) Vc

3.3. Alat-alat dan Komponen


Alat yang diperlukan antara lain;
a. Perangkat PC/ Laptop
b. Software Electronic Workbench

3.4 Prosedur Percobaan


1. Membuat rangkaian modulator FM menggunakan EWB.
2. Menentukan sinyal informasi masukan sesuai yang diinginkan, perhatikan tabel
3.2.
3. Mencatat serta menggambar sinyal informasi tersebut yang muncul pada
osciloskop, perhatikan tabel 3.3.
4. Menentukan sinyal carrier masukan sesuai yang diinginakan.

22 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
5. Mencatat serta menggambar sinyal carrier tersebut yang muncul pada osciloskop,
perhatikan tabel 3.4.
6. Mencatat serta mengambil gambar sinyal termodulasi atau sinyal output dari
rangkaian tersebut yang muncul pada osciloskop, perhatikan tabel 3.5.
7. Melakukan analisa data.
Menghitung persentase dari factor modulasi menggunakan perhitungan berikut :

(3.3)

8. Memberi kesimpulan.

Rumus Perhitungan Analisis Data


 Menghitung Periode

(3.4)
 Menghitung Frekuensi
(3.5)
 Menghitung Vrms

(3.6)
 V(amplitude)
(3.7)

Gambar Rangkaian

23 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
3.5 Data Hasil Percobaan
Tabel 3.2 Masukan sinyal Informasi
Sinyal Informasi Keterangan
No
Voltage Amplitude Time/div Volt/div
1
2
3
4
5

Tabel 3.3 Masukan sinyal Carrier


Sinyal Carrier Keterangan
No
Voltage Amplitude Time/div Volt/div
1
2
3
4
5

Tabel 3.4 Tabel sinyal termodulasi


Sinyal Informasi Keterangan
No
Voltage Amplitude Time/div Volt/div
1
2
3
4
5

24 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
Tabel 3.5 Data sinyal informasi
No. Karakteristik Gambar

1 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=
2 Jmlh kotak (lebar pp) =
Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=
3 Jmlh kotak (lebar pp) =
Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=
4 Jmlh kotak (lebar pp) =
Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

25 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
Tabel 3.6 Data sinyal carrier
No. Karakteristik Gambar

1 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vpp =
Vrms =
T=
F=
2 Jmlh kotak (lebar pp) =
Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vpp =
Vrms =
T=
F=
3 Jmlh kotak (lebar pp) =
Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vpp =
Vrms =
T=
F=
4 Jmlh kotak (lebar pp) =
Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vpp =
Vrms =
T=
F=

26 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
Tabel 3.7 Data sinyal termodulasi
No Karakteristik Gambar

1 Vmax (pp) =
Vmin (pp) =
Modulation (%) =

2 Vmax (pp) =
Vmin (pp) =
Modulation (%) =

3 Vmax (pp) =
Vmin (pp) =
Modulation (%) =

4 Vmax (pp) =
Vmin (pp) =
Modulation (%) =

27 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
3.6 Analisis Data dan Pembahasan

28 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
3.7 Kesimpulan

3.8 Lembar Evaluasi


No Kegiatan Keterangan Nilai TTD/tanggal

1 Pre-Test

Pengambilan
2
Data

3 Asistensi

4 Post-Test

29 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
4 DEMODULASI FM

4.1 Tujuan Praktikum


Tujuan praktikum pengukuran bati antena antara lain:
a. Memahami proses demodulator FM
b. Memahami karakteristik dari demodulator FM

4.2 Landasan Teori


Rentang frekuensi FM adalah 88-108 MHz sehingga dikategorikan sebagai Very High
Frequency (VHF). Sedangkan panjang gelombang adalah dibawah 1000 KHz sehingga
jangkauan sinyalnya tidak jauh. Modulasi frekuensi memiliki bandwidth yang lebih lebar
daripada modulasi amplitude sehingga bisa menghasilkan suara stereo dengan menyatukan
beberapa saluran audio pada satu gelombang carrier. FM lebih tahan terhadap gangguan
sehingga dipilih untuk sebagai modulasi standar untuk frekuensi tinggi. Keuntungan FM
antara lain potensi gangguan jauh lebih kecil (kualitas lebih baik) dan daya yang
dibutuhkan lebih kecil.

Gambar 4.1 Time domain representation of frequency modulation

30 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
Tabel 4.1. Tabel frekuensi gelombang radio
Frequency Wavelength Category
3-30 kHz 100-10 km Very Low Frequency (VLF)
30-300 kHz 10-1 km Low Frequency (LF)
300-3000 kHz 1000-100 m Medium Frequency (MF)
3-30 MHz 100-10 m High Frequency (HF)
30-300 MHz 10-1 m Very High Frequency (VHF)
300-3000 MHz 100-10 cm Ultra High Frequency (UHF)
3-30 GHz 10-1 cm Super High Frequency (SHF)
30-300 GHz 10-1 mm Extremely High Frequency
(EHF)

Deteksi FM

(4.1)

Tujuannya adalah mengekstrak dari , pada sinyal FM. Dengan mengasumsikan

sinyal yang diterima telah di filter, hanya akan berisi . Gelombang FM dihasilkan
dengan mengintegrasikan sinyal informasi sehingga dengan diferensiasi diterapkan dalam
demodulasi. Cara tersebut dapat bekerja baik dalam domain waktu dan frekuensi akan
dibahas keduanya.

Dimulai dengan formula untuk sinyal FM, perhatikan pers. 4.2.

(4.2)
Turunan domain waktu dari waveform,

(4.3)
Persamaan 4.3, yang terlihat sangat mirip: sinyal pesan, ditambah konstanta, dan dikalikan
dengan gelombang sinus. Perbedaannya adalah beberapa scaling constants, pilihan sine

31 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
bukan cosine, dan variasi gelombang sine. Seperti dengan AM, envelope dari turunan
sinyal tersebut sekarang berisi pesan asli dan dapat dipulihkan dengan envelope detector,
sehingga sinyal dapat kembali seperti semula.

Pemulihan hanya tergantung pada envelope tidak pernah jatuh dibawah satu,
seperti AM. Gambar 4.3, menunjukkan representasi diagram blok prosedur demodulasi.
Envelope detector, terdiri dari penyearah diode, diikuti lowpass filter RC, seperti gambar
50.

(4.4)

Gambar 4.2. Blok diagram demodulasi


Sebuah pembeda dapat dibuat menggunakan pembalik op-amp dengan resistor dan
kapasitor. Hal tersebut biasanya dilakukan dalam praktek, sebagai operasi frekuensi tinggi
dari rangkaian tersebut tidak dapat diandalkan. Untuk menerapkan pembeda, dapat beralih
ke menganalisis proses demodulasi dalam proses domain frekuensi.

Dasar dari FM ditunjukkan dengan besar nilai menghasilkan frekuensi lebih tinggi,

dan pesan informasi dengan frekuensi rendah. Akibatnya, dapat memulihan tegangan
dengan mencari cara untuk mengubah frekuensi yang lebih tinggi kembali ke tegangan
yang lebih tinggi dan frekuensi yang rendah untuk tegangan yang lebih rendah.

Gambar 4.3 Parameter sinus pada oskiloskop, (a) Vm, (b) Vc

32 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
4.3. Alat-alat dan Komponen
Alat yang diperlukan antara lain;
a. Perangkat PC/ Laptop
b. Software Electronic Workbench

4.4 Prosedur Percobaan


1. Rancang dan rencanakan circuit simulasi FM.
2. Merubah masukan pada sinyal demodulator FM dengan beberapa variasi.
3. Mencatat dan ambil gambar sinyal pada titik-titik tertentu setiap melakukan
variasi sinyal masukan.
titik A : diukur dari sumber sinyal bermodulasi FM
titik B : diukur di akhir line
4. Lakukan analisa data
5. Beri kesimpulan.

Gambar Rangkaian

33 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
4.5 Data Hasil Percobaan
Tabel 4.2 Sinyal dari demodulator FM
No Vc (V) Fc (KHz) m Fm (KHz)

Tabel 4.3 Sinyal Informasi


Sinyal Informasi Keterangan
No
Voltage Amplitude Time/div Volt/div
1

34 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
Tabel 4.4 Data sinyal informasi
No. Karakteristik Gambar

1 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

2 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

3 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

4 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vrms =
T=
F=

35 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
Tabel 4.5 Data sinyal carrier
No. Karakteristik Gambar

1 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vpp =
Vrms =
T=
F=

2 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vpp =
Vrms =
T=
F=

3 Jmlh kotak (lebar pp) =


Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vpp =
Vrms =
T=
F=

36 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
4 Jmlh kotak (lebar pp) =
Jmlh kotak (tinggi pp) =
Time/div =
Volt/div =
Vpp =
Vrms =
T=
F=

37 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
4.6 Analisis Data dan Pembahasan

38 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
4.7 Kesimpulan

4.8 Lembar Evaluasi


No Kegiatan Keterangan Nilai TTD/tanggal

1 Pre-Test

Pengambilan
2
Data

3 Asistensi

4 Post-Test

39 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
DASAR KOMUNIKASI
5
NIRKABEL

5.1 Tujuan Praktikum


Tujuan praktikum dasar komunikasi nirkabel antara lain:
a. Mampu memahami satuan decibel
b. Mampu menghitung dan mengguakan dB, dBW atau dBm
c. Mampu memahami parameter daya pemancar, penerima dan atenuasi
d. Mampu memahami pengaruh kondisi lintasan pada sistem komunikasi nirkabel

5.2 Landasan Teori


Sistem Komunikasi Nirkabel adalah sistem komunikasi dimana mdia antara
pemancar dan penerima tidak menggunakan kabel namun menggunakan media udara
dengan pembawa gelombang elektromagnetik. Contoh dari sistem komunikasi nirkabel
adalah Sistem Broadcasting TVdan Radio, Sistem Komunikasi Seluler, Sistem Komunikasi
Wi-Fi, remote control dan sebagainya. Dalam sebuah sistem komunikasi nirkabel kualitas
sinyal menjadi sebuah parameter penting. Umumnya kualitas sinyal diukur dengan sebuah
satuan yang bernama decibel. Decibel merupakan perbandingan logaritmik dari input dan
output. Persamaan decibel ditunjukan oleh Persamaan (5.1)

Gambar 5.1 Sebuah Jaringan dengan Input dan Output

....................(5.1)
40 Buku Petunjuk Praktikum
Dasar Sistem Telekomunikasi
5.3. Alat-alat dan Komponen
Alat yang diperlukan antara lain laptop yang telah terinstall software InSSIDer dan
access point.

5.4 Prosedur Percobaan


a. Siapkan sebuah access point dengan nama SSID tertentu
b. Gunakan access point sebagai perangkat transmitter (Tx) dan laptop dengan
InSSIDer sebagai perangkat receiver (Rx)
c. Catat daya SSID yang terukur pada Tabel 5.1.
d. Hitung data lain yang masih kosong
e. Lakukan pengukuran dengan beberapa kondisi seperti pada Tabel 5.2.
f. Analisa

5.5 Data Hasil Percobaan

Tabel 5.1 Data Pengukuran Daya dan Hasil perhitungan Pemancar, Penerima, dan Atenuasi
Daya Terukur/ Rx Atenuasi Daya Tx
No
dBm mW dBm mW dBm mW
1 -2
2 -2,5
3 32
4 15.103
5 -31
6 29
7 15.103
8 -6

41 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
Tabel 5.2 Data Pengukuran Daya Terima dengan Berbagai Kondisi Pengukuran
No Kondisi Daya Terukur/ Rx (dBm)
1 LOS 1 meter
2 LOS 4 meter
3 Terhalang tembok 1 meter
4 Terhalang tembok 4 meter
5 Terhalang Bangunan 10 meter

42 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
5.6 Analisis Data dan Pembahasan

43 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
5.7 Kesimpulan

5.8 Lembar Evaluasi


No Kegiatan Keterangan Nilai TTD/tanggal

1 Pre-Test

Pengambilan
2
Data

3 Asistensi

4 Post-Test

44 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi
DAFTAR PUSTAKA

Oberg, T., “Modulation, Detection, and Coding”, England: John Wiley & Sons Ltd, ISBN
0-471-49766-5, 2001.
UD Physics. “Electronics WorkBench tutorial.”
www.physics.udel.edu/~nowak/phys645/EWB_tutorial.pdf
https://en.wikipedia.org/wiki/Amplitude_modulation
https://en.wikipedia.org/wiki/Frequency_modulation

45 Buku Petunjuk Praktikum


Dasar Sistem Telekomunikasi