Anda di halaman 1dari 1

DEMOKRASI DALAM ISLAM

Berangkat dari khutbah Abu Bakar yang beliau ucapkan setelah terpilih sebagai
khalifah pertama, “Wahai sekalian manusia, kalian telah mempercayakan kepemimpinan
kepadaku, padahal aku bukanlah orang yang terbaik diantara kalian. Jika kalian melihat aku
benar, maka bantulah aku, dan jika kalian melihat aku dalam kebatilan, maka luruskanlah
aku.Taatilah aku selama aku taat kepada Allah, Maka bila aku tidak taat kepadaNya,
janganlah kalian mentaatiku.” Dari pidato singkat beliau, kita sudah bisa menyimpulkan
bahwa pada saat itu masyarakat diadakan hukum sudah dianggap mempunyai kedudukan
yang sama. Kenyataan ini merupakan suatu fakta bahwa benih-benih demmokrasi sudah
dimunculkan oleh islam jauh sebelum para negara negara sekuler mengagung agungkan
demokrasi. Dalam demokrasi terdapat beberapa prinsip baku yang harus diaplikasikan dalam
sebuah negara demokrasi diantaranya:

1. Kebebasan berbicara bagi seluruh warga


2. Pemimpin dipilih secara langsung yang dikenal di Indonesia dengan pemilu
3. Kekuasaan dipegang oleh suara mayoritas tanpa mengabaikan yang minoritas
4. Semua harus tunduk kepada hukum atau yang dikenal dengan supremasi hukum

Dari prinsip-prinsip demokrasi diatas sesuai dengan syariat islam yang mengutamakan
kebebasan, mulai dari kebebasan jiwa yang harus dijaga dan juga kebebasan berpendapat.
Mekanisme pemimpin dalam islam juga sejalan dengan prinsip-prinsip diatas, dalam sebuah
hadis rasulullah menganjurkan untuk memlih pemimpin dari sekelompok orang atau
komunitas, dan juga kepemimpinan dalam islam yang tidak dianggap sah kecuali bila
dilakukakn dengan bai’at secara terbuka oleh semua anggota masyarakat. Seseorang khalifah
sebagai pemimpin tertinggi tidak boleh