Anda di halaman 1dari 4

B.

Indonesia
Unsur dan Pola Kalimat

A. UNSUR
 Subjek

Kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis. Bagian yang
merujuk pada pelaku, tokoh, sosok, sesuatu hal, atau suatu masalah
yang menjadi pokok pembicaraan.

Contoh =

a. Kakek itu sedang melukis. (S yang diisi kata benda/frasa nominal)


b. Berjalan kaki menyehatkan badan. (S yang diisi kata kerja/frasa
verbal)
c. Gunung Kidul itu tinggi. (S yang diisi kata beda/frasa nominal)

 Predikat

Baian kalimat yang menandai apa yang dinyatakan penulis tentang subjek.
Kaliamt yang memberi tahu melakukan perbuatan. Predikat biasanya
berbentuk kata kerja, frasa kta kerja, frasa numeral, kata benda, frasa
kata benda, frasa preposisi, kata sifat, frasa kata sifat.

Contoh =

a. Ibu sedang tidur siang (P diisi dengan kata kerja/frasa verbal)


b. Soal ujian ini sulit sekali (P diisi dengan kata sifat/frasa verbal)
c. Karangan itu sangat bagus (P diisi dengan kata sifat/frasa adjektif )
d. Santi adalah seorang kolektor (P dengan pemakaian kata adalah pada
frasa nominal)
 Objek

Bagian kalimat yang melengkapi kata kerja. Biasanya diisi oleh nominal,
frasa nominal/klausa.

Contoh =

a. Mereka memancing ikan Pari ( O diisi kata benda/frasa nominal)


b. Orang itu menipu adik saya ( O diisi kata benda/frasa nominal)

 Pelengkap/komplemen

Sering disamakan oleh objek, padahal pelengkap beda dengan objek karena
tidak dapat menjadi subjek jika kalimat dipasifkan.

Contoh =

a. Kita benci pada kemunafikan. (Pel-nya frasa preposional)


b. Mayang bertubuh mungil. (Pel-nya frase adjektiva)
c. Pak Liam suka bermain tenis. (Pel-nya frasa verbal)

 Keterangan

Bagian kalimat yang berfungsi meluaskan atau membatasi makna subjek


atau predikat. Keterangan dapat berupa keterangan waktu, tempat cara,
alat, simlatif.

Contoh =

a. Aulia memotong tali dengan gunting. (alat)


b. Mahasiswa fakultas hokum berdebat bagaikan pengacara. (similatif)

Posisi keterangan boleh dimana saja. Di awal, di tengah, atau di akhir


kalimat.

Contoh =
a. Dewi menjilid makalah kemarin pagi
b. Dewi kemarin pagi menjilid makalah
c. Kemarin pagi, Dewi menjilid makalah

B. POLA

Kalimat dasar terdiri dari beberapa struktur kalimat yang dibentuk dengan
lima unsur kalimat, yaitu S, P, O, Pelengkap, dan Keterangan.

Kalimat dasar Bahasa Indonesia minimal terdiri dari subjek dan predikat
dan kedua unsur tersebut tersusun runut. Sukini (2010: 81) mengatakan
bahwa kalimt dasar mengandung unsur klausa yang lengkap dan runut
yaitu subjek dan predikat.

Sukini (2010: 82) menegaskan tentang perbedaan kalimat dasar dan kalimat
tunggal, berikut persamaan dan perbedaannya.

Persamaannya:

 Terdiri atas satu klausa bebas,


 Unsur klausanya lengkap yaitu S-P,
 Bisa juga ditambah unsur manasuka, yaitu objek, pelengkap, atau
keterangan,
 Sama sama bisa diperluas unsur S-P nya.

Perbedaannya:

 Kalimat dasar memiliki urutan dasar yang runut yaitu S-P, sedang
kalimat tunggal tidak,
 Kalimat dasar tidak mengandung pengingkaran, sedang kalimat
tunggal bisa mengandung pengingkaran,
 Kalimat dasar bersifat aktif, sedang kalimat tunggal bisa bersifat aktif
maupun pasif.
Secara sintaksis, suatu kalimat dapat diamati berdasarkan unsur fungsi,
kategori, dan peran. Pola kalimat dasar dalam tulisan ini mengacu pada
enam pola kalimat dasar yang dipaparkan oleh Alwi et al., (2003:322).
Keenam pola tersebut adalah:

1. S-P Anak itu sedang makan


2. S-P-O Ridwan membeli buku baru
3. S-P-Pel Lina menjadi ketua kelas
4. S-P-Ket Kami tinggal di Padang
5. S-P-O-Pel Dia mengirimi ibunya surat
6. S-P-O-Ket Beliau memperlakukan kami dengan baik

Referensi = apa Tur, wak nda mencatat webnyo. Tapi wak ado filenyo di hp,
baa? Judulnyo tuh 1. Analisis Kalimat Berdasarkan Pola Kalimat Dasar
dan Kalkulus Predikat oleh Siti Ainim Liusti (jurnal ilmiah). 2. Kalimat
dalam Bahasa Indonesia oleh Nina Widyaningsih, M.Hum (jurnal ilmiah).

Nah yang iko ndak resmi webnyo, but wak cantumkan sajo la ya,
sebebaskau mau ditulis atau ndak, baiknyo sajo. 1.
Jagalkeramat.blogspot.com 2.kakakpintar.id