Anda di halaman 1dari 33

Oleh :

Ns. Mohammad Mahish, S. Kep


Tim BCLS RS. Semen Gresik
TEMPAT PEMASANGAN EKG
Menghitung Nadi

 Menggunakan kotak
besar
300 : kotak besar

 Menggunakan kotak kecil


1500 : kotak kecil
ELEKTROKARDIOGRAFI SIMULATOR

8
DC SHOCK
Cardio Pulmonary Resusisation
(CPR)
REATHIBNG (B) CIRCULATION (C) AIRWAY (A)

C –A- B
Urutan sikap penolong

Gudeline 2010
CPR

Pijat jantung sinkronisasi 30 : 2


( satu atau dua penolong)

Segera ECG
Siapkan DC Shock

VT/VF Asystole / PEA

DC Shock CPR terus 3 menit


DC SHOCK ?

DEFIBRILASI ?

KARDIOVERSI ?
DEFIBRILILASI ?
• Pemberian tenaga listrik yang menyebabkan
kejutan (shock) pada klien dengan VT atau VF
menjadi suatu irama jantung yang menunjang
hidup.

• Makin cepat defibrilasi dilakukan maka


kemungkinan keberhasilan suatu RKP makin besar.

• Setiap kelambatan 1 menit maka kemungkinan


konversi menurun sebanyak 5 %. Karena itu sangat
penting segera mengenal terjadinya VT atau VF.
KARDIOVERSI ?

• Bentuk defibrilasi yang sinkronis, yang


digunakan untuk menghentikan irama
jantung yang mengancam jiwa menjadi
irama sinus.

• Energi yang dikeluarkan akan jatuh pada


gelombang R dari QRS kompleks.
INDIKASI
1. Defibrilasi
a. VT pada klien tak sadar atau tak ada denyut nadi (Pulseless)
b. VF
c.
Kardioversi
1. a. Elektif
SVT yang tak mempan dengan obat-obatan (PAT, AF rapid,
Atrial Flutter, Jungtional tachicardia )
b. Darurat
Gangguan irama jantung dengan hemodinamik tak stabil
(hipotensi atau perfusi jelek), untuk mencegah gangguan yang
lebih berat
PERSIAPAN ALAT / OBAT

1. Mesin DC Shock
2. EKG monitor
3. Jelly electrode
4. Alat / obat resusitasi
5. Terapi oksigen
6. Peralatan suction dengan kateter suction
ALAT DC SHOCK
- Arde untuk disambungkan pada ground atau lap basah
- Padle yang berfungsi baik (dewasa 10 cm, anak 4 cm)
- Elektrode :
¤ 3 macam (merah di kanan, kuning di kiri, putih di
apek)
¤ 6 macam
- Tombol-tombolnya :
¤ Kuning / Charge untuk mengisi energi
¤ Monitor ON untuk menentukan joulenya
¤ Record
¤ EKG
¤ Sinkron
CARA KERJA DEFIBRILASI
1. Ambil Padle
2. Olesi dengan jelly tipis dan rata
3. Nyalakan monitor
4. siapkan energi di 360 joule
5. Tempelkan padle di pasien
¤ Untuk sternum : Pada ICS 2-3 kanan
¤ Untuk Apex : Pertemuan garis mid clavucula kiri
dan garis mid axilla kiri ICS 5-6
6. Charge / isi energi (Asyncronized)
7. Beri aba-aba : saya bebas atas bebas, semua bebas
8. Pastikan lagi gambaran EKG
9. Lepas energi dengan tekanan 11 Kg untuk dewasa,
untuk anak-anak disesuaikan
DC shock
Oles dulu paddles
dengan jelly ECG tipis
rata, baru kemudian
switch ON

1. Switch ON
2. Pasang paddles pada
posisi apex dan
parasternal
(boleh terbalik)
CARA KERJA KARDIOVERSI
1. Persiapan alat = Defibrilasi
2. Indikasi
Diberikan pada pasien yang mengalami gangguan irama
dengan terapi obat-obat digitalis tidak mempan maka
dipersiapkan untuk Kardioversi sehingga harus ada:
- Inform concent
- Valium
- Pasien puasa
- Gigi palsu dilepas
3. Pelaksanaan = Defibrilasi
4. Joulenya sesuai dengan diagnosa masing-masing diklat
5. Energinya syncronized yaitu irama EKG yang ada
gelombang QRS-nya
6. Energinya dijatuhkan pada gelombang R
HARUS DIPERHATIKAN SAAT
MELAKUKAN DC SHOCK
1. Stand clear, penolong tidak boleh menyentuh pasien
2. Hanya orang yang melakukan DC Shock yang
harus mengerjakan Charge dan Discharge padle
3. Charging dilakukan pada saat padle sudah kontak
dengan pasien
4. Tidak boleh ada cairan sekitar klien
5. Oksigen harus dijauhkan
6. Barang-barang metal dan perhiasan harus
dijauhkan
7. Hati-hati kalau pasien memakai Pace-Maker
Kegagalan suatu Defibrilasi / kardioversi
dapat disebabkan :
1. Adanya hipoksia yang belum teratasi
2. Gangguan keseimbangan asam-basa
3. Obat-obatan
4. Lamanya pasien mengalami VF atau VT

5. Hambatan Transthorak : ukuran pasien, padle tidak


kontak dengan pasien secara baik, obesitas. Pemberian
jelly dan tekanan padle yang cukup dapat mengurangi
pengaruh hambatan tersebut.

6. Posisi padle, idealnya 1 padle di depan sedangkan padle


yang lain di belakang sehingga tenaga listrik dapat melalui
jantung, tetapi posisi ini tidak selalu dapat dilakukan,
karena itu diupayakan posisi yang tidak mengenai tulang,
1 padle di daerah parasternal kanan di bawah klavikula
sedangkan padle yang lain diletakkan pada garis mid
klavicula di daerah apex jantung.
Komplikasi Defibrilasi/Kardioversi

1. Perlukaan miokard
2. Luka bakar
3. Disritmia post DC Shock
4. Emboli
Dokumentasi

1. Fungsi vital sebelum dan sesudah DC


Shock
2. Kesadaran
3. ECG sebelum DC Shock
4. Jam dan jumlah energi yang diberikan
5. Nama yang melakukan DC Shock
6. ECG setelah DC Shock
7. Komplikasi yang timbul
Cardiac arrest = carotis (-)
check ECG !

 VF / VT pulseless = ada gelombang khas


– shockable rhythm, harus segera DC-shock

 Asystole = ECG flat, tak ada gelombang


– UN-shockable

 PEA = EMD = ada gelombang mirip ECG normal


– UN-shockable
VT / Ventricular Tachycardia
|
| |
carotis (+) carotis (-)

Lidocain a single shock


1 mg/kg iv cepat 360 Joules
atau CPR 30:2 - 5
Amiodaron 300 mg SIKLUS
dst
Managemen VT/ VF
Fine VF : If there is a doubt about whether
the rhythm is asystole or fine-VF
do NOT attempt defibrilation,
continuous chest compression and
ventilation

Fine Ventriculer
chest compression
Fibrilation
NO DC
chest compression
Asystole
NO DC
Coarse
Ventriculer
Fibrilation DC
TERIMA KASIH
&
SEMOGA SUKSES