Anda di halaman 1dari 11

1.

Anatomi Leher
Leher ialah bangunan yang terdiri dari tulang belakang sum-sum tulang
punggung, laring dan trakea, faring dan esofagus, kelenjar tiroid, pembuluh darah besar
dan urat-saraf. Selanjutnya leher mengandung otot-otot, lemak, dan banyak kelenjar
getah bening.1
Sebagai penghubung antara kepala dan badan, leher berisi sejumlah struktur
neurovaskular sangat penting dalam ruang yang sangat terbatas. Sistem
muskuloskeletal leher harus melindungi leher, sementara juga memungkinkan mobilitas
maksimum kepala dan koordinasi pada proses ventilasi, menelan,bicara.1

Gambar 1 : Anatomi Leher

Muskulus sternokleidomastoideus membagi leher menjadi dua bagian besar,


anterior dan lateral. Masing- masing bagian terbagi lagi atas beberapa segitiga. Pada
bagian anterior, terdapat 4 buah regio segitiga: Submandibular tiangle,submental
triangle, carotid triangle, dan muscular triangle.2

1
Gambar 2 : Submandibular Triangle dan Submental Triangle

Gambar 3 : Carotid Triangle

2
Gambar 4 : Muscular Triangle dan Subclavian Triangle

Pada bagian lateral leher, terdapat 2 buah regio segitiga : posterior/occipital


triangle dan subclavian triangle.2

2. Anatomi Kelenjar Getah Bening Leher


Pembuluh limfe berasal dari kantong tertutup mikroskopik yang disebut kapiler
limfatik. Kapiler limfatik berukuran lebih besar dan lebih tidak beraturan dibandingkan
kapiler darah, tetapi struktur dasarnya sama. Kapiler limfe berbentuk seperti
tasbih karena mempunyai banyak katup sepanjang perjalanannya. Pembuluh limfe
aferen adalah pembuluh limfe yang membawa limfe masuk ke kelenjar limfe dan
pembuluh limfe eferen adalah pembuluh limfe yang membawa limfe keluar dari kelenjar
limfe. Pembuluh limfe khusus di vili usus halus yang berfungsi untuk mengabsorpsi
lemak disebut lacteal vili.3,4

3
Kelenjar limfe (kelenjar getah bening) adalah struktur berbentuk oval atau
menyerupai buncis/ kacang polong yang berukuran antara 1 mm sampai 20 mm.
Korteks adalah bagian terluar suatu kelenjar, medula adalah bagian dalamnya.

Ada sekitar 300 KGB di daerah kepala dan leher, gambaran lokasi
terdapatnya KGB pada daerah kepala dan leher adalah sebagai berikut:3,4

Gambar 5 : Kelenjar Getah Bening

Gambar 6 : Kelenjar Getah Bening

4
Gambar 7 : Kelenjar Getah Bening

Gambar 8 : Kelenjar Getah Bening Leher

5
American Head and Neck Society and the AAO-HNS, membagi kelenjar limfe
(getah bening) menjadi 6 regio, level I – VI.5

 Level IA : Submental.
 Level IB : Submandibular.
 Level II : Upper Jugular. Terletak di sepanjang vena jugularis bagian atas, tepatnya
dimulai dari dasar tengkorak sampai inferior os hyoid.
 Level III : Middle Jugular. Terletak dari os hyoid sampai kartilago krikoid.
 Level IV : Lower Jugular. Terletak dari kartilago krikoid sampai batas atas klavikula.
 Level V : Posterior Triangel Group (spinal accessory and supraclavicular nodes). Terletak
di antara muskulus sternokleidomastoideus dan muskulus trapezius.
 Level VA dan VB dipisahkan oleh perpanjangan garis kartilago krikoid.
 Lever VI : Anterior Compartment Group (pretracheal, paratracheal, precricoid). Dari os
hyoid sampai ke regio suprasternal.

Gambar 9 : Level Kelenjar Getah Bening Leher

6
Tabel : Klasifikasi Level Kelanjar Getah Bening

3. Pemeriksaan Kelenjar Getah Bening Leher6


Langkah- langkah dalam pemeriksaan kelenjar getah bening leher:
 Memperkenalkan diri dan inform consent terlebih dahulu kepada pasien.
 Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir.
 Tanyakan kepada pasien bagian mana yang dianggap sakit oleh pasien dan
informasikan bahwa apabila pada pemeriksaan nanti ada rasa sakit yang
dirasakan pasien, maka pasien harus memberi tahu.
 Posisikan pasien. Idealnya, pemeriksaan sebaiknya dilakukan dengan berdiri
di belakang pasien. Dan pasien diperiksa dalam posisi duduk.

7
Inspeksi

Hal-hal yang harus diperhatikan pada inspeksi:

 Perhatikam kesimetrisan, skar bekas operasi (cancer exision), massa yang


jelas.
 Pembesaran kelenjar getah bening.

Pada inspeksi, apakah terlihat pembesaran kelenjar getah bening? Apakah


pembesaran tersebut tunggal atau multipel, berapa jumlahnya? Apakah
pembesarannya unilateral atau bilateral? Dimanakah lokasi kelenjar getah bening
yang membesar itu? Pada palpasi, lakukan pemeriksaan dengan menggunakan
bantalan ujung jari. Tentukan jumlah dan ukuran pembesaran kelenjar getah
bening, nilai konsistensi, mobilitas, permukaan, dan nyeri tekan.6

Palpasi

Pada palpasi, lakukan pemeriksaan dengan menggunakan bantalan ujung jari.


Tentukan jumlah dan ukuran pembesaran kelenjar getah bening, nilai konsistensi,
mobilitas, permukaan, dan nyeri tekan. Palpasi secara berurutan:6

 Preauricular (dan parotis) = di depan telinga.


 Posterior auricular = superfisial di mastoid.
 Occipital = dasar tulang kepala posterior.
 Tonsillar = di bawah angulus mandibular.
 Submandibular = di tengah di antara sudut dan ujung mandibular.
 Submental = di garis tengah beberapa sentimeter di belakang
ujung mandibular.
 Superficial (anterior) cervical = superfisial di m. sternomastoid.
 Posterior cervical = sepanjang tepi anterior dari m. trapezius.
 Deep cervical chain = bagian dalam di m. sternomastoid dan terkadang
sulit untuk diperiksa. Kaitkan kedua ibu jari dengan jari-jari di sekitar otot
sternomastoid.

8
 Supraclavicular = di dalam sudut yang dibentuk oleh klavikula dan
m. sternomastoid.

Ukuran : normal bila diameter <1cm.


Nyeri tekan : umumnya diakibatkan peradangan atau proses perdarahan.
Konsistensi : keras seperti batu mengarah kepada keganasan, padat
mengarah kepada limfoma, lunak mengarah kepada infeksi, fluktuatif
mengarah kepada telah terjadinya abses.
Penempelan/bergerombol : beberapa KGB yang menempel dan bergerak
bersamaan bila digerakkan dapat akibat dari tuberkulosis. Bila nodul
tumbuh dengan cepat dan menempel ke jaringan dibawahnya biasanya
menandakan keganasan.

Gambar 10 : Pemeriksaan Kelenjar Getah Bening

9
DAFTAR PUSTAKA

1. Probst, Rudolf. Basic Otorhino-laryngology, A Step-by-step Learning Guide.


Germany. Apply Wemding; 2006. P. 312-19.
2. Lalwani, Anil K. CURRENT Diagnosis and Treatment in Otolaryngology-Head and
Neck Surgery. New York. McGraw-Hill Companies; 2004. P.413-15.
3. Roezin, Eferdi. Sistem Aliran Limfe Leher dalam Buku Ajar Ilmu
Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala Leher. Edisi keenam.
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2008. p. 174-77.
4. Broek, Van Den. Buku Saku Ilmu Kesehatan Tenggorok, Hidung, dan Telinga.
Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC ;2007. Hal. 219-21.
5. Robbins KT, Clayman G, Levine PA, Medina J, Sessions R. Neck dissetion
clasification update. Revision proposed by the American Head and Neck Society and
the American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery. Arch
Otolaryngol Head Neck Surg. 2002;128:751-8.
6. Kuhuwael F. Penuntun Pembelajaran Keterampilan Palpasi Kelenjar Limfe Leher
dalam Buku Panduan Kerja Keterampilan Klinik Pemeriksaan Palpasi Kelenjar
limfe. Makassar: Fakultas Kedokteran UH; 2006.

10
TUGAS

PEMERIKSAAN FISIK KELENJAR GETAH BENING

Disusun Oleh :
Rizki Syarvini Wilis Utami (G1A216048)
Primas Shahibba Ridhwana (G1A217086)
Dosen Pembimbing :
dr. Lusiana H, Sp.THT-KL

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


BAGIAN ILMU KESEHATAN THT-KL
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RADEN MATTAHER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2018