Anda di halaman 1dari 18

PEMILIHAN GIZI MAKANAN PADA BALITA MENGGUNAKAN

METODE WP (WEIGHTED PRODUCT)

DISUSUN OLEH:

MUH. JULIO. SHOW ANDHA. S

F 551 13 129

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA


JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TADULAKO
2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dari sisi konteks, pada dasarnya sebuah Sistem Pendukung Keputusan

Pemilihan makanan pada balita merupakan kelompok usia yang sangat rentan

terhadap masalah gizi. Anak Usia 1-5 Tahun pertumbuhan balita yang sangat

pesat mulai berkurang kecepatannya saat balita menginjak usia satu tahun dan

mulai aktif berjalan. Mulai usia 2 atau 3 tahun, pertumbuhan bayi akan meningkat

secara bertahap sampai usia dewasa. Pada periode usia itupula umumnya

perkembangan fisik, intelektual dan sosialnya mulai berkembang. Pada rentang

usia ini, balita diklasifikasikan menjadi batita (bayi dibawah usia tiga tahun) dan

usia pra sekolah (usia 4-6 tahun). Batita setiap hari membutuhkan energi rata-rata

sebesar 1.125 kkal dan protein sebesar 26 gram, sedangkan usia sekolah

membutuhkan 1.600 kkal energi per hari dan 35 gram protein per hari. Susunan

menu dapat menjadi lebih variatif dengan memanfaatkan daftar bahan makanan

penukar. Variasi menu dapat dibuat dalam bentuk siklus menu dengan tujuan agar

balita dan anak usia dini tidak bosan dan menghemat waktu pengolahan. Proses

peningkatan kualitas hidup pada usia produktif sangat dipengaruhi oleh kualitas

hidup anak usia dibawah lima tahun (Balita). (H.Arjuna Sembiring, 2013;28)

Untuk mengurangi dampak kerugian dari konsumen dalam pemilihan gizi

makanan pada balita (bayi lima tahun) penulis mencoba membuat Sistem

Pendukung Keputusan dengan menyertakan bobot makanan, kalori, protein,


kalsium, lemak, dan vitamin C. Dalam hal ini penulis menggunakan judul

“Pemilihan Gizi Makanan Balita Menggunakan Metode WP (Weighted

Product). Dimana penginput hanya menginputkan kode makanan, nama

makanan, dan jenis makanan.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas maka dirumuskan permasalahannya yaitu

bagaimana merancang suatu model aplikasi yang dapat digunakan untuk

membantu pemiliha gizi balita dalam proses analisa data dan penilaian terhadap

makanan sesuai dengan faktor-faktor yang dijadikan acuan dalam pengambilan

keputusan oleh gizi sesuai balita.

1.3. Batasan Masalah

Untuk menghindari penyimpangan dari judul dan tujuan yang sebenarnya

serta keterbatasan pengetahuan yang dimiliki penulis, maka penulis membuat

ruang lingkup dan batasan masalah yaitu sistem pendukung keputusan hanya

memberikan rekomendasi untuk mendukung keputusan penentuan pemilihan gizi

makanan pada balita, dan tidak sampai pada segala jumlah takaran persajian

1.4. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang ada, tujuan yang akan dicapai dalam

penelitian ini adalah :


1.4.1.Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dalam pemilihan gizi makanan

pada bayi lima tahun.

1.4.2.Dapat memberikan gambaran dalam menentukan gizi pada makanan balita.

1.4.3.Dapat membantu untuk memudahkan dalam penentuan gizi yang dibutuh

kan oleh balita..

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah :

1.5.1.Dapat mengimplementasikan metode WP pada penentuan pemilihan gizi

makanan.

1.5.2.Meningkatakan sistem kinerja pada konsumen dalam menentukan gizi

makanan pada balita.

1.5.3.Dapat mengambil keputusan secara tepat dan objektif.

1.6. Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan memahami permasalahan yang akan dibahas maka tugas

akhir ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan

masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Pada bab ini membahas tentang teori-teori pendukung yang berhubungan dengan

pembuatan proposal ini.


BAB III METODE PENELITIAN

Pada bab ini membahas tentang desain penelitian, tempat penelitian, alat dan

bahan penelitian, prosedur pengumpulan data, analisis data dan analisis

perancangan
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka

Penulis senantiasa mempelajari hasil penelitian terdahulu, sebagai acuan

guna membangun wawasan berpikir dalam penelitian ini. Beberapa hasil

penelitian terdahulu yang dijadikan referensi adalah sebagai berikut

Munifatul Maimonah, dalam penelitiannya yang berjudul Gambaran

Pengetahuan Ibu Tentang Kebutuhan Gizi Pada Balita Diwilayah Posyandu

Kelurahan III Desa Kelurahan Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk.

Penelitian ini menghasilkan Manfaat teoritis sebagai bahan masukan untuk

meningkatkan mutu pelayanan dengan menyediakan informasi yang memadai

tentang kebutuhan gizi pada anak-anak masa balita. Meningkatkan pemahaman

peneliti mengenai pengetahuan ibu tentang kebutuhan gizi pada anak-anak usia

balita di wilayah posyandu Klurahan III Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot

Kabupaten Nganjuk

Fitri Mulyaningsih, dalam penelitiannya yang berjudul tentang Hubungan

Antara Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Balita Dan Pola Makanan Balita Terhadap

Status Gizi Balita Dikelurahan Srihardono Kecamatan Pundong. Penelitian ini

menghasilkan pengetahuan ibu tentang gizi balita, Pengetahuan Pola makan dan

Status gizi balita, Hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi balita terhadap
status gizi balita, Hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi balita terhadap

pola makan balita, Hubungan antara pola makan balita terhadap status gizi balita,

Hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi balita dan pola makan balita

terhadap status gizi balita anggota Posyandu Kelurahan Srihardono, Pundong.

Memberi informasi kepada masyarakat terutama anggota posyandu Kelurahan

Srihardono, Pundong untuk mengetahui pentingnya informasi tentang gizi balita

sebagai acuan dalam pemberian makanan balita.

Dari dua peneliti diatas terkait yang dirangkum, perbedaannya terdapat pada

aturan yang dipakai dan memiliki metode yang berbeda. Disini penulis mencoba

membuat Pemilihan Gizi Makanan Pada Balita Menggunakan Metode WP

(Weighted Product).

2.2. Landasan Teori

2.2.1.Gizi

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang

dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorbsi, transportasi,

penyimpangan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk

mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ,

serta menghasilkan energi (Supariasa, 2002).

Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan

penggunaan zat-zat gizi. Secara klasik kata gizi hanya dihubungkan dengan

keadaan kesehatan tubuh, yaitu untuk menyediakan energi, membangun dan

memelihara jaringan tubuh, serta mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh.


Saat ini, selain berkaitan dengan kesehatan, gizi juga dikaitkan dengan potensi

ekonomi seseorang karena berhubungan dengan perkembangan otak, kemampuan

belajar dan produktivitas kerja (Almatsier, 2002).

Keadaan gizi adalah keadaan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan

penyerapan zat gizi dan penggunaan zat-zat gizi tersebut, atau keadaan fisiologik

akibat dari tersedianya zat gizi dalam seluler tubuh (Supariasa, 2002). Status gizi

adalah keadaan tubuh sebagai akibat dari pemakaian, penyerapan dan penggunaan

makanan. Makanan yang memenuhi gizi tubuh, umumnya membawa ke status

gizi memuaskan. Sebaiknya jika kekurangan atau kelebihan zat gizi esensial

dalam makanan untuk jangka waktu yang lama disebut gizi salah. Manifestasi gizi

salah dapat berupa gizi kurang dan gizi lebih (Supariasa, 2002).

Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk

anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. Status gizi juga

didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara

kebutuhan dan masukan nutrient (Beck dalam creasoft, 2008). Zat gizi diartikan

sebagai zat kimia yang terdapat dalam makanan yang diperlukan manusia untuk

memelihara dan meningkatkan kesehatan. Sampai saat ini dikenal kurang lebih 45

jenis zat gizi dan sejak akhir tahun 1980an dikelompokkan keadaan zat gizi makro

yaitu zat gizi sumber energi berupa karbohidrat, lemak, dan protein dan zat gizi

mikro yaitu vitamin dan mineral (Supariasa, 2002). Keadaan tubuh dikatakan pada

tingkat gizi optimal, jika jaringan tubuh jenuh oleh semua zat gizi maka disebut

status gizi optimal. Kondisi ini memungkinkan tubuh terbebas dari penyakit dan

mempunyai daya tahan yang tinggi. Apabila konsumsi gizi makanan pada
seseorang tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh maka akan terjadi kesalahan

gizi yang mencakup kelebihan dan kekurangan zat gizi (Supariasa, 2002). Bentuk

dan jenis makanan bergizi bagi balita berdasarkan Depkes RI (2009) yang

menyebutkan untuk anak usia 0-6 bulan makanan yang terbaik bagi bayi adalah

ASI eksklusif. Usia 6-9 bulan ASI tetap diberikan dan mulai ditambahkan

makanan pendamping seperti bubur susu dan bubur tim yang dilumat. Balita

ketika sudah berusia 9-12 bulan ASI masih bisa diberikan dan ditambahkan MP

ASI yang lebih padat seperti bubur nasi dan nasi lembek. Anak yang sudah

berusia 1-2 tahun dapat diberikan makanan orang dewasa seperti nasi, lauk pauk

dan sayur yang diberikan 3 kali sehari dengan porsi 1/3 piring orang dewasa, pada

usia in ASI juga masih dapat diberikan. Anak ketika sudah berusia 2 tahun ke

atas, dapat diberikan makanan orang dewasa dengan porsi yang diperbesar serta

ditambahkan buah dan sayur.

2.2.2.Pengertian Sistem

Sistem adalah suatu kesatuan utuh yang terdiri dari beberapa bagian yang

saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu syarat-syarat

sistem :

a. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah.

b. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan

c. Adanya hubungan diantara elemen sistem.

d. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.


2.2.3.Pengertian Informasi

Informasi adalah suatu bentuk penyajian data yang melalui mekanisme

pemrosesan, yang berguna bagi pihak tertentu.

2.2.4.Pengertian Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) /Decision Suppor Sistem (DSS)

merupakan system informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan,

dan pemanipulasian data. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan

keputusan dalam situasi yang semiterstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, di

mana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat.

(Kusrini, 2007;16). Decision Suppor Sistem (DSS) biasanya dibangun untuk

mendukung solusi atas suatu masalah atau untuk mengevaluasi suatu peluang.

Decision Suppor Sistem (DSS) yang seperti itu disebut aplikasi Decision Suppor

Sistem (DSS). Aplikasi Decision Suppor Sistem (DSS) digunakan dalam

pengambilan keputusan. Aplikasi Decision Suppor Sistem (DSS) menggunakan

CBIS (Computer Based Information Systems) yang fleksibel, interaktif, dan dapat

diadaptasi, yang dikembangkan untuk mendukung solusi atas masalah manajemen

spesifik yang tidak terstruktur. Aplikasi Decision Suppor Sistem (DSS)

menggunakan data, memberikan antarmuka pengguna yang mudah, dan dapat

menggabungkan pemikiran pengambilan keputusan.


2.2.5.Metode WP (Weighted Product)

Metode Weighted Product adalah salah satu analisis keputusan multi kriteria

(MCDA) yang sangat terkenal atau metode pengambilan keputusan multi-kriteria

(MCDM). Metode Weighted Product (Basyaib, 2006, 139) merupakan metode

pengambilan keputusan dengan cara perkalian untuk menghubungkan rating

atribut, dimana rating setiap atribut harus dipangkatkan dulu dengan bobot atribut

yang bersangkutan. Pembobotan tertinggi akan di jadikan saran dengan

menerapkan metodeWP (Weigted Product) dengan rumus :

Nilai preferensi untuk setiap alternatif (Ai) diberikan sebagai:


BAB III

METODE PENELITIAN

Metode Penelitian merupakan suatu cara yang digunakan dalam penelitian

sehingga pelaksanaan penelitian dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Dengan metode penelitian data yang diperoleh semakin lengkap untuk

memecahkan masalah yang dihadapi. Pada penelitian ini langkah – langkah yang

dilakukan adalah sebagai berikut:

3.1. Desain Penelitian

Pada penelitian ini, peneliti berusaha untuk menggali arti dan makna

pengalaman konsumen dalam memenuhi kebutuhan gizi makanan. Melalui Sistem

Pendukung Keputusan Pemilihan Gizi makanan pada Balita, peneliti mencoba

mengeksplorasi fenomena pengalaman konsumen dalam pemilihan gizi

makananan pada balita. Penelitian ini menekankan pengalaman subyektif dari

pelaku yaitu konsumen itu sendiri yang melakukan peran sebagai pengasuh utama

anak balita di keluarga terkait pengalaman dalam pemenuhan nutrisi pada balita.

Bagian-bagian gambaran pengalaman yang diidentifikasi adalah: respon

konsumen dalam menghadapi pertumbuhan balita, bagaimana upaya yang

dilakukan konsumen dalam pemilihan gizi makanan pada balita, sistem

pendukung yang digunakan konsumen dalam melakukan upaya pemenuhan nutrisi

balita, harapan keluarga terhadap pelayanan kesehatan terkait pemenuhan nutrisi

pada balita. Peneliti mencoba melihat fenomena khususnya pengalaman

konsumen dalam memenuhi kebutuhan gizi makanan balita dengan kurang gizi.
3.2. Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di wilayah Kelurahan Sigi Biromaru, yang merupakan

daerah yang memiliki keluarga balita dengan angka gizi yang kurang. Dan

kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemilihan gizi makanan pada Balita

3.3. Alat Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data yang paling utama dalam penelitian kualitatif adalah

peneliti karena dalam penelitian kualitatif segala sesuatunya belum mempunyai

bentuk yang pasti dan perlu dikembangkan sepanjang penelitian. Alat bantu yang

digunakan sebagai instrumen pengumpul data penelitian pada pemilihan gizi

makanan pada balita ini adalah: field notes (mencatat data yang didapatkan ketika

wawancara: seperti ekspresi partisipan dan lainnya), pedoman wawancara, dan

tape recorder atau MP4.

3.4. Prosedur Pengumpulan Data

Tahapan proses penelitian ini diawali dengan mengurus perizinan dari

Kepala Kelurahan Sigi. Pelaksanaan pengumpulan data dilakukan setelah

mendapatkan izin dari Kepala Kelurahan Sigi

Pada kontak pertama, peneliti mengunjungi partisipan untuk membangun

hubungan saling percaya. Peneliti menjelaskan tentang tujuan penelitian dan

menanyakan kesediaan partisipan untuk mengikuti penelitian ini. Sebagai

indikator telah terbinanya hubungan saling percaya antara peneliti dan partisipan

adalah kesediaan partisipan menceritakan biodata yang dimiliki dan kesediaan


membuat kontrak untuk dilakukan wawancara. Pada kontak selanjutnya peneliti

melakukan wawancara sesuai dengan kontrak waktu dan tempat yang telah

disepakati bersama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam

dengan berbagai partisipan, field notes atau catatan lapangan pada saat wawancara

berlangsung. Wawancara mendalam dipilih dalam penelitian ini untuk

mengeksplorasi secara mendalam arti dan makna pengalaman partisipan dalam

memenuhi kebutuhan nutrisi balita gizi kurang. Tempat wawancara berlangsung

disesuaikan dengan kesepakatan dengan partisipan dengan durasi selama 30-50

menit. Wawancara dilakukan dengan posisi duduk di kursi atau di bawah (di

lantai) dan saling berhadapan. Posisi berhadapan memungkinkan peneliti untuk

mengamati respon verbal dan non verbal partisipan secara jelas. Kesejajaran

mencerminkan penghargaan peneliti terhadap partisipan. Jarak antara peneliti

dengan partisipan pada saat wawancara kurang lebih berkisar 0,5 meter. Jarak

yang tidak terlalu jauh memudahkan akses peneliti dan partisipan terhadap tape

recorder untuk menjamin kualitas hasil rekaman yang baik.

3.5. Analisis Data

Kegiatan analisis data dimulai dengan mendengar deskripsi verbal partisipan

dan diikuti dengan membaca berulang-ulang hasil transkrip verbatim atau respon

secara tertulis. Pada penelitian ini peneliti mendapatkan pengalaman mendalam

tentang fenomena keluarga memenuhi kebutuhan nutrisi balita gizi kurang dengan

menggunakan metode WP (Weighted Product) sebagai berikut:


a. Menggambarkan fenomena yang akan diteliti mengenai pengalaman

keluarga dalam pemenuhan nutrisi pada balita gizi kurang

b. Mengumpulkan gambaran subyektif dari pelaku, yaitu pengalaman

keluarga balita gizi kurang dengan tidak melibatkan asumsi peneliti

sebagai pelaksanaan dari tahap intuisi. Hal ini dilakukan dengan cara

mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan membuat catatan

lapangan

c. Membaca seluruh gambaran subyektif pelaku dari fenomena keluarga

dengan anak balita terkait pemenuhan nutrisi dengan cara menuliskan

dalam bentuk verbatim dan membuat kata kunci dari pernyataan yang

spesifik
3.6. Analisis Perancangan

a. Flowchart

Start

Input data :
Nilai Gizi

Masukan bobot awal masing-


masing kriteria

Menghitung bobot
wj = 1

Hitung Vektor S
S = (C1^W1)*(C2^W2)* (Cj^Wj)

Hitung Vektor
Vi = Si/ Si

Input kembali Hasil Vektor / Alternatif


terbaik

End

b. ERD (Entity Relationship Diagram)

protein

kalori kalsium

lemak
jenis

vitaminc
nama

Nilai_akhir hitung vektor


kode
hitung nilai
Data Gizi Normalisasi
1 peringkat

1 N
kriteria Nilai vektor penilaian

kode

perbaikan_bobot

nama_kriteria
bobot
jenis
c. Usecase Diagram

Kalori <<include>>

Protein <<include>>

Kalsium <<include>>

Lemak <<include>>

Vitamin C <<include>>

Prosess

<<include>>

Rangking

d. Class Diagram

data Gizi
+kode
+nama
+jenis
+kalori
+protein
+kalsium
+lemak
+vitaminc
+Nilai_akhir
+tambah
+hapus

kriteria
penilaian
+kode
+nama_kriteria +tabel nilai
+jenis +tabel vektor
+bobot +tabel hasil vektor
+tabel peringkat
+tambah
+hapus +simpan
+perbaikan_bobot
Daftar Pustaka

1) Kusrini. 2007. Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Penerbit

C.V. ANDI OFFSET, Yogyakarta

2) James A.Hall. 2009. Accounting Information Systems Penerbit Salemba

Empat, Jakarta.

3) Kenneth E. Kendall dan Julie E. Kendall. 2002 Analisa dan Perancangan

Sistem. Penerbit Pearson Education, Jakarta.

4) H.Arjuna Sembiring. 2013. Pedoman Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi

Seimbang dan Aman Berbasis Sumber Daya Lokal Medan.

5) Nana Suarna. 2009. Microsoft Office 2007. Penerbit YRAMA WIDYA,

Bandung.