Anda di halaman 1dari 4

FRAKSI KEBANGKITAN BANGSA

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH


KABUPATEN SLEMAN
TANGGAPAN FRAKSI
PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

TERHADAP
RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN
TENTANG
1. Penyelenggaraan Usaha Pondokan
2. Penyelenggaraan Perizinan Reklame
3. Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan
Permukiman Kumuh
4. Pelayanan Kepemudaan

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Yang kami hormati Saudara Ketua Rapat Paripurna


Yang kami hormati Saudara Bupati Sleman
Yang kami hormati Unsur Forpimda dan Ketua Pengadilan Negeri Sleman
Yang kami hormati Saudara Sekretaris Daerah beserta jajaran Eksekutif,
Yang kami hormati Rekan-rekan anggota DPRD, rekan Pers, tamu undangan dan
hadirin yang berbahagia,

Segala Puji bagi Allah SWT atas segala rahmat dan nikmat yang dicurahkan pada kita
sekalian, sehingga kita dapat bertemu kembali dikesempatan yang berbahagia ini
dalam rapat paripurna penyampaian tanggapan fraksi-fraksi terhadap usulan empat
Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Sleman dalam keadaan yang sehat dan bahagia.
Semoga acara ini berjalan lancar serta dipenuhi limpahan barokah, Amin.
Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, Semoga
kita semua dapat mengikuti jejak perjuangan-Nya dan mendapatkan safaatnya kelak
di hari akhir. Amiin

Rapat Dewan Yang Terhormat,


Dalam kesempatan yang baik ini, Fraksi PKB mengucapkan terima kasih kepada
Pimpinan Rapat yang telah memberikan kesempatan kepada kami guna
menyampaikan tanggapan terhadap empat Raperda Inisiatif DPRD Kabupaten
Sleman. Ucapan terimakasih kami sampaikan juga kepada rekan-rekan anggota
dewan yang tergabung dalam Komisi-komisi terkait atas kinerja dan inisiatifnya untuk
mengusulkan raperda ini.
Selanjutnya setelah kami membaca, mencermati pendapat saudara Bupati dan
berdiskusi tentang keempat usulan draft tersebut, dalam kesempatan ini, akan
disampaikan Tanggapan Fraksi PKB sebagai berikut:

________________________________________________________________________________________________
Tanggapan FPKB Terhadap: Raperda Pemondokan, Pemukiman Kumuh, Reklame dan Kepemudaaan
PERTAMA: Raperda Penyelenggaraan Usaha Pondokan

Dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Usaha


Pondokan ini dilandaskan pada banyak pertimbangan, mengingat Kabupaten Sleman
merupakan penyumbang terbesar jumlah mahasiswa di DIY, tahun 2019 perkirakan
seperti tahun-tahun sebelumnya mahasiswa baru di DIY sekitar 370.000 mahasiswa,
dan separo lebih dari jumlah tersebut ada di kabupaten Sleman. Kondisi ini
dimungkinkan bagi para mahasiswa tersebut membutuhkan pemondokan sebagai
tempat tinggal sementara selama menimba ilmu di perguruan tinggi. Pertimbangan-
pertimbangan filosofis, sosiologis, dan yuridis, sangat penting sehingga dapat
menghasilkan norma-norma yang dapat menjawab persoalan kebutuhan masyarakat,
khususnya dalam konteks penyelenggaraan Usaha Pondokan. Meskipun demikian
beberapa tanggapan, pertanyaan dan saran dari saudara Bupati, kami memberikan
beberapa tanggapan sebagai berikut:
1. Kami sepakat dengan tanggapan saudara Bupati bahwa pemondokan dari sisi
substansi pendiriannya beda dengan homestay maupun hotel, pemondokan
sebagai rumah kedua khususnya bagi mahasiswa sudah seharusnya ada “Ibu
Kos” sebagai pengganti orang tua dirantau sehingga tidak ada lagi pemondokan
yang berbayar harian.
2. Kami juga sepakat dengan pengaturan pengecualian yang diatur dalam Pasal 6
ayat (2) Raperda perlu ditata kembali menyesuaikan dengan substansi yang
diatur, bahwa yang dikecualikan adalah kegiatan yang tidak termasuk dalam
pondokan bukan kegiatan yang dikecualikan dalam perizinan pondokan, begitu
juga dengan tanggapan tentang jenis kegiatan yang diatur dalam ketentuan
Pasal 6 ayat (2) perlu ditambahkan menyesuaikan dengan kegiatan yang diatur
dalam peraturan perundang-undangan seperti untuk apartemen, kondotel, jasa
akomodasi pariwisata lainnya

KEDUA, Penyelenggaraan Perizinan Reklame


Keberadaan papan reklame, di satu sisi memberikan dampak positif, yaitu
memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah dari pajak reklame sebagaimana
telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 04 Tahun 2011
Tentang Pajak Reklame, dampak positif lainnya adalah memberikan akses informasi
kepada masyarakat terkait iklan yang terpajang di papan reklame, disamping itu
papan reklame juga bisa meningkatkan kualitas daerah secara visual. Di sisi lain
keberadaannya juga berdampak negatif bagi daerah diantaranya cenderung
menghalangi pandangan ke arah elemen-elemen daerah yang menarik seperti
arsitektur bangunan maupun unsur lanskap keindahan daerah kabupaten Sleman dan

________________________________________________________________________________________________
Tanggapan FPKB Terhadap: Raperda Pemondokan, Pemukiman Kumuh, Reklame dan Kepemudaaan
bahkan mengancam keselamatan warga masyarakat. Terkait dengan tanggapan,
pertanyaan dan saran saudara Bupati tentang raperda ini, Fraksi PKB memberikan
tanggapan sebagai berikut:
1. Salah satu pertimbangan anggota DPRD Kabupaten Sleman mengusulkan
Raperda inisiatif tentang penyelenggaraan perizinan reklame ini adalah, bahwa
pengaturan penyelenggaraan perizinan yang diatur dalam Peraturan Bupati
Nomor 13.1 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Reklame dirasa belum
cukup kuat dalam konteks pengawasan, penertiban, dan/atau penanganan
gangguan ketertiban yang disebabkan oleh pelanggaran dalam
penyelenggaraan reklame. Penguatan penegakan hukum melalui penegasan
sanksi yakni melalui pengaturan lebih tegas mengenai sanksi pidana terhadap
pelanggaran-pelanggaran tertentu seperti penyelenggaraan reklame tanpa izin
dan konten materi reklame yang tidak boleh bermuatan pornografi, SARA, dan
lain sebagainya.

KETIGA: Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh


dan Permukiman Kumuh

Pembentukan peraturan daerah ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah perkotaan


yang serius, karena pertambahan laju pertumbuhan penduduk dan kekurang
tersediaannya tempat tinggal yang dapat dijangkau semua kalangan masyarakat.
Kabupaten Sleman yang memiliki kawasan seluas ±162,4 HA dengan 17 Kecamatan
harus memiliki master plan untuk mewujudkan permukiman tanpa kumuh, salah
satunya adalah membuat regulasi terkait dengan Pencegahan dan Peningkatan
Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh, karena hingga saat ini
Kabupaten Sleman belum memiliki Peraturan daerah yang mengatur hal tersebut.
Terkait dengan Raperda ini FPKB memberikan tanggapan sebagai berikut:
1. Peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan pemukiman kumuh harus
didahului dengan penetapan lokasi dan perencanaan penanganan dan
ditindaklanjuti dengan pengelolaan untuk mempertahankan dan menjaga
kualitas permukiman secara berkelanjutan, salah satunya adalah dengan
memetakan wilayah kecamatan yang memiliki potensi kumuh, dimana terdapat6
(enam) kecamatan yang rawan kumuh dan perlu diatasi dengan prioritas
penanganan kawasan kumuh, yakni Kecamatan Depok, Kecamatan Gamping,
Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Ngaglik dan Kecamatan Godean.

________________________________________________________________________________________________
Tanggapan FPKB Terhadap: Raperda Pemondokan, Pemukiman Kumuh, Reklame dan Kepemudaaan
KEEMPAT: Pelayanan Kepemudaan
Pelayanan kepemudaan di Kabupaten Sleman harus diakselerasi mengingat dinamika
perkembangan yang kian pesat, faktor destruktif, pengembangan potensi sejak dini
dan menjauhkan pemuda agar tidak menjadi beban daerah di masa mendatang,
sehingga menjadi penting untuk menyusun regulasi terkait dengan pelayanan
kepemudaan. Terkait dengan hal tersebut kami memberikan tanggapan:
1. Perlunya adanya penyadaran bersama pentingnya kepedulian semua
pemangku kepentingan di Kabupaten Sleman terkait dengan permasalahan
kepemudaan. Permasalahan kepemudaan bukan semata-mata tanggung jawab
pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislative, namun tanggung jawab
semua pihak dimulai dari keluarga, lingkungan dan seluruh masyarakat
terutama dalam membangun aspek pemahaman dan penyikapan terhadap
perubahan baik daerah, global dan perkembangan teknologi dan informasi serta
aspek peningkatan potensi dan peran aktif pemuda.

Demikian tanggapan kami terhadap 4 Raperda inisiatif ini, Fraksi PKB setuju dengan
sedikit tambahan pemikiran dan elaborasi ide untuk dilakukan finalisasi serta
keputusan akhir kami serahkan kepada pimpinan DPRD.
Mohon maaf apabila kami di dalam menyampaikan tanggapan fraksi ini ada hal yang
tidak berkenan.
Akhirnya, semoga Allah SWT meridhoi setiap upaya kita dalam menjalankan amanah
rakyat ini. Aamiin.

Akhirul kalam wassalaamu’alaikum Wr, Wb.

Sleman, 5 Agustus 2019


DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KAB. SLEMAN
FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA (FPKB)

Tri Nugroho,SE Rahayu Widi Nuryani, SH.MH


Ketua Sekretaris

________________________________________________________________________________________________
Tanggapan FPKB Terhadap: Raperda Pemondokan, Pemukiman Kumuh, Reklame dan Kepemudaaan