Anda di halaman 1dari 11

Penelitian Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang

Hijau

Oleh :
1. Ni Luh Ayu Devi Faradilla Eka Putri (22)
2. Paramita Wijaya (28)

SMA N 1 SINGARJA
2018/2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran atau volume dan jumlah sel suatu
individu yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali pada bentuk semula). Proses ini bersifat
kuantitatif atau pertumbuhan dapat diukur dengan suatu besaran. Sedangkan perkembangan adalah
proses diferensiasi sel individu menjadi jaringan, organ, hingga individu. Dalam hal ini
perkembangan tidak dapat diukur menggunakan besaran atau bersifat kualitatif.

Salah satu ciri makhluk hidup yaitu tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan dan
perkembangan pada makhluk hidup dipengaruhi oleh beberapa factor baik yang bersifat internal
maupun eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan adalah faktor dari dalam tumbuhan itu sendiri seperti hormon dan gen, sedangkan faktor
eksternalnya berupa pengaruh dari luar tanaman seperti suhu, cahaya, kelembapan, media tanam
dan lain sebagainya.

Pada laporan kali ini, kami melakukan pengamatan terhadap pengaruh cahaya terhadap tumbuh dan
berkembangnya tanaman. Cahaya yang dibutuhkan tumbuhan tidak selalu sama pada setiap tanaman. Ada
jenis-jenis tumbuhan yang memerlukan cahaya penuh dan ada pula yang memerlukan remang-remang untuk
pertumbuhannya. Dari keadan tersebut, kami melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan biji kacang hijau
di dua tempat berbeda yaitu di tempat gelap dan terang.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana cahaya matahari dapat mempengaruhi pertumbuhan biji kacang hijau ?


2. Bagaimana perbedaan pertumbuhan biji kacang hijau di tempat gelap dan terang ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap pertumbuhan biji kacang hijau
2. Mengetahui perbedaan pertumbuhan biji kacang hijau di dua tempat berbeda
1.4 Manfaat
Hasil dari penelitiaan ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat
mengenai pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman, terutama kacang hijau agar
tanaman yang dihasilkan mendapatkan kualitas yang baik sehingga tanaman tersebut dapat
memberikan keuntungan.
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi Tanaman


Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah
tropika. Tumbuhan yang temasuk suku polong-polongan(fabaceae) ini memiliki banyak manfaat
dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan protein nabati tinggi. Kacang hijau
sangat mudah berkecambah, kecambah kacang hijau biasa kita kenal dengan tauge. Kacang hijau
dalam bentuk kecambah mengandung enzim-enzim aktif salah satunya amilase yang membantu
dalam metabolisme karbohidrat. Selain rasanya yang gurih dan lezat, kacang hijau dan
kecambahnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
2.2 Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran (diantaranya volume, massa, tinggi)
pada makhluk hidup. Contohnya pertambahan tinggi batang dan jumlah daun. Peryumbuhan ini
bersifat irreversible atau tidak dapat kembali ke bentuk semula.
Pertumbuhan tumbuhan terjadi karena adanya pertambahan jumlah dan pembesaran sel.
Proses ini terjadi akibat pembelahan mitosis pada jaringan yang bersifat meristematic, contoh pada
ujung batang. Pada pembelahan tersebut dari satu sel akan dihasilkan dua sel anakan. Sel-sel
anakan tersebut mempunyai sifat genetic yang sama dengan induknya.
Perkembangan merupakan proses perubahan yang menyertai pertumbuhan, menuju tingkat
pematangan atau kedewasaan makhluk hidup. Pada proses perkembangan akan terbentuk struktur
dan fungsi organ yang semakin kompleks dan sempurna. Perkembangan merupakan proses
kualitatif sehingga tidak dapat diukur. Contoh perkembangan pada tumbuhan yaitu munculnya
bunga sebagai alat reproduksi.

2.3 Pola-Pola Pertumbuhan


Pertumbuhan dan perkembangan suatu tumbuhan juga memiliki pola, diantaranya :
a. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas meristem apical.
Pada peristiwa ini terjadi proses pembelahan dan diferensiasi sel yang mengakibatkan akar
dan batang tumbuh memanjang. Meristem apikal terdapat pada ujung batang dan ujung
akar. Meristem apikal dibagi menjadi tiga daerah yaitu daerah pembelahan, pemanjangan
(elongasi), dan diferensiasi.
b. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder terjadi akibat aktivitas pembelahan mitosis pada jaringan meristem
sekunder (meristem lateral) sehingga mengakibatkan diameter batang dan akar bertambah
besar. Ada dua macam meristem lateral yaitu kambium vaskuler dan kambium gabus.
Kambium vaskuler terletak diantara xylem dan floem. Kambium gabus merupakan
jaringan pelindung yang menggantikan fungsi jaringan epidermis yang rusak atau mati.
2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal.
a. Faktor Internal
Factor internal merupakan factor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan yang bersal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri. Factor internal yang
memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan meliputi factor intraseluler dan
factor interseluler.
1. Auksin
IAA atau asam indol asetat merupakan hormon yang pertama kali diisolasi. IAA
berasal dari asam amino triptofan yang sebagian besar disintesis diujung batang,
ujung tunas, daun muda, ujung akar, bunga, buah, dan sel-sel kambium.
Pengaruh auksin pada fisiologi tumbuhan antara lain membantu dalam proses
mempercepat pertumbuhan akar maupun batang, membantu dalam proses
pembelahan sel, mengurangi jumlah biji dalam buah, dan membantu proses
partenokarpi pada buah.
2. Gilberelin
Gilberelin mempunyai peranan antara lain memacu pertumbuhan dan
perkembangan embrio, merangsang pembentukan biji, buah dan bunga.
3. Sitokinin
Sitokinin merupakan zat pertumbuhan yang bersama auksin mendorong
pembelahan sel (sitokinesis). Pengaruh sitokinin terhadap pertumbuhan
tumbuhan antara lain mengatur pertumbuhan daun, bunga, dan buah, serta
merangsang pembentukan akar dan batang.
4. AsamAbsitat
Asam absitat adalah hormon yang menghambat pertumbuhan tanaman, yaitu
dengan mengurangi pembelahan sel maupun perbesaran sel ataupun kedua-
duanya.
Secara umum asam absitat berperan dalam proses penuaan dan gugurnya daun,
serta mempertahankan pertumbuhan dari tekanan lingkungan yang buruk.
5. Etilen
Etilen adalah hormon yag dihasilkan oleh buah yang sudah tua. Selain berperan
dalam pematangan buah, etilen juga dapat menyebabkan pertumbuhan batang
menjadi tebal dan kukuh untuk menahan pengaruh angin.
6. AsamTraumalin
Asam traumalin merupakan hormon yang merangsang pembelahan sel-sel
dibagian tubuh tumbuhan yang mengalami kerusakan atau luka sehingga bagian
yang terluka akan tertutup.
7. Kalin
Kalin merupakan hormon tumbuhan yang merangsang pertumbuhan organ
tumbuhan (organogenesis)

b. Faktor Ekternal
Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi atau faktor yang berasal
dari luar tubuh tumbuhan tersebut. Yaitu seperti dari lingkungan dan ekosistem sekitar
tumbuhan.

1. Cahaya
Cahaya merupakan sumber energi untuk melaksanakan fotosintesis. Namun,
cahaya juga dapat menghambat pertumbuhan pada tumbuhan karena auksin jika terkena
cahaya akan menjadi zat yang menghambat pertumbuhan.
2. Suhu
Suhu optimum (10-38˚C) adalah suhu yang baik atau ideal yang sangat diperlukan
oleh tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dapat
berlangsung dengan baik.
3. Kelembapan
Kelembapan udara memengaruhi penguapan air yang berhubungan dengan
penyerapan nutrien. Penguapa air akan meningkat apabila kelembapan rendah, akibatnya
tumbuhan dapat menyerap banyak nutrien. Keadaan ini dapat memacu pertumbuhan
tanaman.
4. Nutrien
Nutrisi (nutrien) diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan. Biasanya tumbuhan mengambil nutrisi dalam bentuk ion dan beberapa diambil
dari udara. Unsur makronutrien dan mikronutrien merupakan unsur yang dibutuhkan
tumbuhan.
5. Air
Fungsi air yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan sebagai berikut:
a) Sebagai pelarut universal dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan
b) Menentukan proses transportasi unsur hara yang ada didalam tanah.
c) Menentukan laju fotosistesis.
d) Memengaruhi laju reaksi metabolisme.
6. Oksigen
Oksigen berfungsi untuk respirasi aerob dalam tubuh agar memperoleh energi
untuk pertumbuhannya.
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian


1. Tempat Penelitian
Kegiatan penelitian ini dilakukan dirumah salah satu anggota kelompok yang bertempat di
Desa Sudaji
2. Waktu Penelitian
Penilitian dilaksanakan dari tanggal 20 s/d 26 agustus 2013.

3.2 Variabel Penelitian


1. Variabel bebas :
Pemberian Intensitas cahaya di tempat terang (terkena sinar matahari), dan di tempat teduh
(tidak terkena sinar matahari langsung)
2. Variabel terikat :
Morfologi kacang hijau dan pertumbuhan kacang hijau
3. Variabel kontrol:
a. tempat penelitian pada gelas plastik
b. media penelitian pada kapas basah yang tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering,
dan dilakukan penyiraman secara rutin
c. biji kacang hijau yang sebelumnya telah direndam selama 1 jam

3.3 Alat dan Bahan


a) Alat
- Gelas plastic
- Kapas
b) Bahan
- Biji kacang hijau
- Air
3.4 Langkah Kerja

1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan


2. Rendam kacang hijau ± 1 jam untuk mengetahui mana biji kacang yang layak kita
gunakan umtuk dijadikan objek eksperimen
3. Masukan gumpalan kapas yang telah diberi air (tidak boleh terlalu basah dan juga
tidak boleh terlalu kering)
4. Setelah kacang direndam, masukan kacang ke dalam gelas yang telah berisi kapas
(kacang di simpan di atas kapas)
5. Simpan kacang dalam jarak yang tidak terlalu rapat dengan kacang lain agar
pertumbuhannya lancar (tidak saling berdesakan)
6. Simpan 2 gelas pada tempat terang (halaman rumah) dan 2 gelas pada tempat gelap
(bawah tempat tidur)
7. Jika kapas mengering, segera basahi kapas tersebut, sampai kapas menjadi lembab
8. Amati dan catat pertumbuhan biji kacang hijau
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Tabel Hasil Pengamatan

Kenaikkan Tinggi Tanaman Kacang Hijau (cm) pada hari ke-


No Pencahayaan
1 2 3 4 5 6 7

1. Terang 0 0.7 2 4.5 6 8.8 10

2. Gelap 0 1 2.5 5 7.2 9.6 14

Kacang hijau di tempat terang pertumbuhannya agak lambat, tetapi daunnya berwarna hijau,
batangnya pun lebih kuat, volume air yang dibutuhkan lebih sedikit ketimbang ditempat gelap, ini
terbukti saat penyiraman, kapas di wadah tempat gelap masih basah menyebabkan kacang hijaunya
agak sedikit mengambang. Sementara kacang hijau di tempat gelap pertumbuhannya sangat cepat,
warna daunnya kuning, batangnya agak lemas. Faktor tanaman tumbuh normal karena pengaruh
sinar matahari terhadap tumbuhan yang akan membakar auksin dalam tumbuhan dan sinar
matahari tersebut juga membantu proses fotosintesis pada tumbuhan. Sehingga, membuat
tumbuhan tumbuh secara normal, sedangkan faktor tanaman tumbuh tidak normal disebabkan
adanya hormon auksin pada tumbuhan yang akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan
meningkat dengan cepat karena selnya memanjang dan membesar tiga kali lebih cepat dari
pertumbuhan biasa, serta tidak ada cahaya yang membakar auksin.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Cahaya merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi pertumbuhan biji kacang
hijau. Intensitas cahaya berpengaruh terhadap cepat atau lambatnya pertumbuhan yang dialami
oleh tanaman kacang hijau. Hal itu terlihat dari kacang hijau yang ditanam di tempat gelap
mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan tanaman kacang hijau yang
ditempatkan pada tempat yang terang. Hal ini disebabkan karena hormon auksin sangat cepat
berkembang di tempat gelap.

5.2 Saran

Dalam memperoleh hasil tanaman yang baik, diperlukan pencahayaan dan nutrisi yang cukup dari
proses fotosintesis agar pertumbuhan suatu tanaman dapat optimal. Kita dapat menggabungkan
kedua metode, yaitu dengan menempatkan tanaman kacang hijau pada tempat yang gelap saat
masih berupa biji agar dapat dengan cepat mengalami perkecambahan kemudian kita dapat
memindahkannya ke tempat yang mendapatkan sinar mataari yang cukup setelah tanaman mulai
tumbuh batang dan daunnya untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman tersebut.