Anda di halaman 1dari 5

ORGANISASI INTERNASIONAL

Suatu organisasi internasional dapat sekaligus menyandang lebih daripada satu macam
klasifikasi, bergantung kepada segi yang ditinjau dalam menggolongkannya misalnya
saja ditinjau dari segi ruang lingkup, fungsinya, kewenangannya dan lainnya (Rudy,
1998:4-7).
1) Segi kegiatan administrasi
a. Organisasi antar pemerintah (IGO- Inter Governmental Organization) yang
anggotanya terdiri dari pemerintah atau instansi yang mewakili pemerintah suatu
negara secara resmi. Contoh: PBB, ASEAN, OAU (Organization Of African Unity),
SAARC (South-Asia Association For Regional Cooperation).
b. Organisasi internasional non pemerintah (INGO-International Non Governmental
Organization) yang anggotanya terdiri dari bukan pemerintah dan biasanya bergerak
dalam bidang sosial budaya, keagamaan, olahraga dan kesenian. Contohnya:
Perhimpunan donor darah sedunia, IBF (International Badminton Federation)
2) Segi ruang lingkup kegiatan dan keanggotaan
1. Organisasi internasional global
Organisasi yang wilayah atau ruang lingkup kegiatannya adalah global dimana
keanggotaannya terbuka dalam ruang lingkup di berbagai penjuru dunia, misalnya: PBB
(Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations), OKI (Organisasi Konferensi Islam)
dan sebagainya.
2. Organisasi internasional regional
Organisasi yang wilayah atau ruang lingkup kegiatannya adalah regional dimana
keanggotaannya hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan tertentu saja,
misalnya: ASEAN (Association of South-East asina Nations), SAARC (South-Asia
Association for Regional Cooperation) dan sebagainya.
3) Segi bidang kegiatan (operasional) organisasi
a) Bidang ekonomi, contoh: KADIN internasional (International Chamber Of
Commerce)
b) Bidang lingkungan hidup, contoh: UNEP (United Nations Environmental Program)
c) Bidang kesehatan, contoh: WHO (World Health Organization) dan IDF (International
Dental Federation)
d) Bidang pertambangan, contoh: ITO (International Timber Organization)
e) Bidang komoditi (pertanian dan industri), contoh: IWTO (International Wool Textile
Organization), ICO (International Coffee Organization)
f) Bidang bea cukai dan perdagangan internasional, contoh: GATT (Governments
Agrrement On Tariffs And Trade).
4) Tujuan dan luas bidang kegiatan organisasi
1. Organisasi internasional umum yakni memiliki tujuan organisasi serta bidang
kegiatannya bersifat luas dan umum, bukan hanya menyangkut bidang tertentu.
Contoh: PBB
2. Organisasi internasional khusus yakni memiliki tujuan organisasi dan kegiatannya
adalah khusus pada bidang tertentu atau menyangkut hal tertentu saja. Contoh: OPEC
(Organization For Petroleum Exporting Countries) dan badan khusus yang bernaung
dibawah PBB, misal: UNESCO (United Nations Educational, Science Dan Cultural
Organization), UNICEF (United International Children’s Emergency Fund) dan ITU
(International Telecommunication Union)
5) Segi ruang lingkup dan bidang kegiatan
a. Organisasi internasional yang keanggotaannya bersifat global dan memiliki tujuan
umum (general membership and general purpose). Organisasi ini pada umumnya
memiliki ruang lingkup kegiatan secara global dan melakukan berbagai fungsi . Contoh:
PBB
b. Organisasi internasional yang keanggotaannya bersifat global dan memiliki tujuan
khusus (general membership and special purpose). Organisasi ini pada umumnya
memiliki ruang lingkup kegiatan secara global dan mempunyai tujuan tertentu atau
khusus di berbagai bidang. Contoh: OPEC, UNICEF, WHO, dan FAO, dan lainnya
c. Organisasi internasional yang keanggotaannya bersifat regional dan memiliki tujuan
umum (limited membership and general purpose). Organisasi ini pada umumnya
memiliki ruang lingkup kegiatan secara regional. Contoh: Liga Arab, ASEAN.
d. Organisasi internasional yang keanggotaannya bersifat regional dan memiliki tujuan
khusus (limited membership and special purpose). Organisasi ini pada umumnya
memiliki ruang lingkup kegiatannya meliputi regional dan tjuan yang spesifik. Contoh:
PATA (pacific area tourism and travel association)
6) Segi taraf kewenangan
1. Organisasi supra-nasional (supra-national organization) Kedudukan dan
kewenangan organisasi internasional berada di atas negara-negara anggota.
2. Organisasi kerjasama (cooperative organization)
Kedudukan dan kewenangan organisasi internasional tidaklah lebih tinggi dibandingkan
negara-negara anggotanya. Organisasi adalah wadah kerjasama berdasarkan
kesepakatan anggotanya.
7) bentuk dan pola kerjasama
1. kerjasama pertahanan-keamanan stutt( Collective security) yang adakalanya disebut
“Institutionalized alliance”
Contoh :NATO (North Atlantic Treaty Orgaization)
2. Kerjasama Fungsional (functional Co operation)
Organisasi yang didasarkan kepada kerjasama fungsional ini, jumlah sangat banyak.
Ada kerjasama fungsional di bidang ekonomi, politik, dan social dan budaya;
disamping pola kerjasama secara umum ( mencakup berbagai bidang.
Contoh: PBB, ASEAN, OKI, OPEC, SAARC, OAU, GCC, dsb
8) Fungsi Organisasi
1. Organisasi Politikal (Political Organization), yaitu organisasi yang dalam kegiatannya
menyangkut masalah-masalah politik dalam HI. Titik berat kerjasama adalah
ekonomi dan social budaya tetapi tidak dapat melepaskan sepenuhnya kaitan hal-
hal lainnya itu terhadap masalah politik.
Contoh: PBB, ASEAN, NATO, ANZUS
2. organisasi administrative, yaitu organisasi yang sepenuhnya hanya melaksanankan
kegiatan teknis secara administrative.
Contoh: Pengaturan lalu lintasdan ketentuan mengenai pos, UPU, OPEC.

OI mencakup adanya 3 unsur:


1. Keterlibatan Negara dalam suatu pola kerjasama
2. Adanya pertemuan pertemuan secara berkala
3. Adanya staf yang bekerja sebagai’pegawai sipil internasional’ (Internasional civil
servant)

Administrasi Internasional

Secara sederhana, Administrasi internasional bisa dikatakan sebagai administrasi yang


ruang llingkupnya internasional. Administrasi yang diartikan sebagai rangkaian kegiatan
kerjasama dalam upaya pemanfaatan segala sumber daya demi mencapai tujuan,
hanya tinggal mendefenisikan bahwa kerjasama yang terjadi adalah kerjasama
internasional. Lebih lanjut, Administrasi internasional adalah administrasi secara
internasional melintasi batas-batas Negara, melibatkan antara Negara dengan
Negara,antara Negara dengan organsasi internasional atau antara organisasi
internasional satu sama lainnya. Intinya, kegiatan dalam administrasi internasional
meliputi dua hal,yaitu : a. Kegiatan Negara yang pada umumnya diatur bedasarkan
hukum public b. Kegiatan individu dan kelompok yang pada umumnya diatur
berdasarkan hukum perdata.

Organisasi internasional

Jika administrasi internasional adalah serangkaian proses kegiatan kerjasama


intrenasional, maka organisasi internasional adalah wadahnya. Organisasi internasional
secara lebih terperinci didefenisikan sebagai adanya pola kerjasama yang melintasi
batas-batas negara, dengan didasari struktur organisasi yang jelas dan lengkap serta
diharapkan atau diproyeksikan untuk berlangsung serta melaksanakan fungsinya
secara berkesinambungan dan melembaga guna mengusahakan tercapainya tujuan-
tujuan yang diperlukan serta disepakati bersama, baik antara sesama kelompok non-
pemerintah pada negara yang berbeda. Tidak semua kerjasama internasional selalu
diwujudkan dalam bentuk organisasi internasional, bisa juga dengan melalui perjanjian
dan sekepatan internasional. Sehingga dengan demikian perlu diketahui apa-apa saja
unsure yang harus terdapat dalam suatu kerjasama internasionla tersebut agar dapat
dikatakan organisasi internasional.

Adapun unsure-unsur tersebut meliputi: 1. Kerjasama yang ruang lingkupnya melintasi


batas Negara 2. Mencapai tujuan-tujuan yang disepakati bersama 3. Hubungannya bisa
saja anatar pemerintah maupun non-pemerintah 4. Struktur organisasi yang jelas dan
lengkap 5. Melaksanakan fungsi secara berkesinambungan Adapun menurut
couloumbis dan wolfe untuk pendefenisian Organisasi internasional dapat dikaji melalui
tiga pendekatan : 1. Dari segi tujuan organisasi, bersifat internasional yaitu bahwa
kegiatannya melintasi batas-batas Negara nasional 2. Dari tinjauan terhadap model-
model dan kelembagaan organisasi internasional yang dewasa ini. 3. Sebagai proses
yang mendekati taraf pengaturan oleh suatu bentuk pemerintahan, dalam hubungan
yang mencangkup baik antara Negara dengan Negara maupun natara actor-aktor
bukan Negara.

 SAARC

SAARC (South Asian Association for Regional Cooperation) atau dalam bahasa
Indonesia disebut dengan Asosiasi Kerjasama Regional Asia Selatan adalah sebuah
organisasi kerjasama regional yang terdiri dari 8 negara di Asia Selatan. 8 Negara Asia
Selatan yaitu Afganistan, India, Pakistan, Bangladesh, Bhutan, Nepal, Maladewa dan
Sri Lanka menandatangani Piagam Pendirian SAARC di kota Dhaka (Ibukota
Bangladesh) pada tanggal 8 Desember 1985. Kantor Sekretariatnya di kota
Kathmandu, Nepal.

Tujuan utama didirikannya SAARC adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan


kualitas hidup masyarakat Asia Selatan serta untuk mempercepat pertumbuhan
ekonomi, kemajuan sosial dan pembangunan budaya di wilayah Asia Selatan,
memberikan kesempatan kepada semua individu untuk hidup bermartabat dan
mewujudkan potensi mereka, meningkatkan dan memperkuat kemandirian kolektif di
antara negara-negara Asia Selatan serta bekerjasama di bidang ekonomi, sosial
budaya,

 OAU

merupakan continental regional intergovernmental organizationyang bertindak dengan


menggunakan piagam PBB sebagai landasannya. OAU merupakan organisasi
kontinental yang dapat di sejajarkan dengan OAS (Organization of American State),
yaitu suatu asosiasi regional yang dibentuk pada tahun 1948.
OAU sendiri terdiri atas perwakilan kolektif negara-negara Afrika dan kepentingan
mereka. Para anggota OAU sering menugaskan Sekretariat Umum atau ketua OAU
untuk mengambil langkah-langah yang diperlukan, misalnya untuk berbicara dalam
sidang umum PBB atau organisasi-organisasi yang bergerak di bawah PBB, mengenai
beberapa masalah di wilayah mereka, khususnya masalah dekolonisasi dan rasialisme
yang dalam prakteknya masih saja sering terjadi di sejumlah negara di Afrika
Dalam hal tersebut, para anggota OAU mendelegasikan wewenang politik luar
negerinya kepada OAU. Namun, OAU tetap bukan merupakan suatu badan
supranasional tetapi lebih berupa suatu badan konsultasi internasional. Karena dalam
piagam OAU tidak pernah ada ketentuan yang menyebutkan bahwa resolusi yang di
tetapkan bersifat mengikat, dan juga tidak di terapkannya sanksi bagi sejumlah negara
yang melanggar atau tidak menerapkan resolusi tersebut.
Keputusan-keputusan yang diambil oleh OAU sering berdasarkan pada sistem voting,
namun seringkali hasil dari keputusan itu diabaikan oleh sejumlah anggotanya.
OAU sendiri memiliki lima tujuan utama:3
1.Memajukan persatuan dan solidaritas negara-negara anggota
2.Bekerjasama untuk meningkatkan standar kehidupan
3.Mempertahankan kedaulatan negara angota dan menghilangkan kolonialismedi Afrika
4.Memajukan kerjasama internasional sesuai dengan Piagam PBB dan Deklarasi
Universal HAM
5.Mengkoordinasikan kebijakan politik, ekonomi, pertahanan, sosial budaya, ilmu
pengetahuan, dan kesehatan
Pada draft awal organisasi ini, beberapa negara sperti Ethiopia, Liberia, Nigeria, dan
Somalia menghendaki agar OAU bersifat longgar. Namun beberapa negara lainnya
(Ghana, Guinea, dan Maroko) menghendaki OAU untuk lebih mendorong agar
terciptanya integrasi regional, dengan tujuan agar dapat mengatasi beberapa
kelemahan struktural di negara mereka.