Anda di halaman 1dari 8

REKAYASA IDE

“Pencegahan Terhadap Berita Hoax di Media Sosial Facebook”

Mata Kuliah : Studi Masyarakat Indonesia


Dosen Pengampu : Drs. Muhammad Arif, M.Pd.

Disusun Oleh:
Kelompok 1 ( Satu )

Fahrizal Adi Kurniawan


Saurina Septiani Sitanggang
Josephine Helena
Elsas Karuniawan Ginting
Indah Sintia
Panji Pranata

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

1
Kata Pengantar

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan
karunia-Nya Penulis dapat menyelesaikan penulisan tugas Rekayasa Ide ini dengan baik dan
lancar. Rekayasa Ide merupakan salah satu dari 5 tugas lainnya yang wajib diselesaikan oleh
tiap mahasiswa untuk memenuhi dari tiap mata kuliah yang ditempuh.
Dalam penulisan ini Penulis mengambil judul pencegahan terhadap hoax pada media
sosial Facebook yang merupakan bagian lanjutan dari hasil pengamatan di lapangan yang
telah dilampirkan dalam laporan Mini Riset matakuliah yang sama. Diharapkan dengan
adanya penulisan ini dapat membantu seluruh pihak dalam menanggapi hoax khususnya
mahasiswa jurusan pendidikan geografi, utamanya bagi Penulis sendiri.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan didalam penulisan ini,untuk itu
kritik dan saran yang bersifat konstruktif serta positif diharapkan dapat memperbaiki dalam
penulisan selanjutnya.

Medan, 8 November 2018


Penulis,

Kelompok 1

2
Daftar Isi
Cover ................................................................................................................................ 1
Kata Pengantar ............................................................................................................... 2
Daftar Isi .......................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................... 4
1.3 Tujuan ....................................................................................................................... 4

BAB II GAGASAN
2.1 Kondisi Terkini Wilayah Observasi ........................................................................ 5
2.2 Gagasan ...................................................................................................................... 6

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ................................................................................................................. 7
B. Saran............................................................................................................................ 7

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan teknologi komunikasi di era globalisasi membawa pengaruh yang
sangat besar terhadap kehidupan dunia. Mobilitas yang tinggi, kecepatan dalam mendapatkan
informasi, kemudahan berkomunikasi, pola hidup yang serba instan dan multitasking menjadi
sebuah ciri kebutuhan masyarakat saat ini. Keberadaan media cetak dan elektronik semakin
tergeser dengan adanya internet.
Internet inilah yang kemudian melahirkan media-media baru seperti media online dan
media sosial mulai dari blog, facebook, twitter, instagram, line, whatsapp, dan lain-lain.
Masyarakat akhirnya beralih kebiasaan dari pembaca koran, pemirsa televisi, dan pendengar
setia radio menjadi bloger ,kolektor media sosial, atau bahkan sebagian besar membentuk
komunitas online untuk saling berbagi info lewat dunia maya.Singkatnya, kini masyarakat
beralih menjadi netizen (warga internet).
Fenomena ini meyakinkan bahwa kehidupan manusia sejatinyaKini, akses internet
bisa dilakukan oleh siapa saja,kapan saja,dan dimana saja. Keberagaman informasi yang
ditawarkan,keleluasaan dalam membentuk koneksi pertemanan, kebebasan dalam beropini
dalam lingkup sedunia menjadikan terpaan media semakin besar karena setiap orang
memiliki kepentingan masing-masing. Hal semacam ini yang kemudian dimanfaatkan oleh
sejumlah oknum tidak bertanggungjawab untuk membagikan berita hoax atau berita bohong
dengan maksud memprovokasi pihak lawannya, sedangkan masyarakat internet (netizen)
cenderung meneruskan kembali atau mengomentari segala info yang mereka minati tanpa
berpikir panjang, sehingga isu palsu tersebut viral dan si pembuat berita hoax meraup
keuntungan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengaruh berita hoax di mediasosial facebook?
2. Apa persepsi mahasiswa jurusan geografi terhadap hoax di mediasosial?
3. Bagaimana cara penanggulangan hoax di mediasosial?

1.3 Tujuan
1. Memahami pengaruh berita hoax terhadap persepsi mahasiswa.
2. Mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap hoax.
3. Memahami cara menanggulangi hoax.

4
BAB II
GAGASAN
2.1 Tinjauan Pustaka
1. Upaya Pencegahan/Preventif
Dalam penelitian ini ditekankan upaya yang akan diteliti berupa upaya pencegahan
atau upaya preventif. Upaya preventif biasanya dilakukan kepada pihak yang belum atau
rentan terhadap suatu masalah, menurut Yunita (dalam L.Abate, 1990:10) definisi dari
pencegahan adalah Prevention atau pencegahan terdiri dari berbagai pendekatan, prosedur
dan metode yang dibuat untuk meningkatkan kompetensi interpersonal seseorang dan
fungsinya sebagai individu, pasangan, dan sebagai orang tua. Menurut Yunita dalam
(L’Abate, 1990:11), sebagian besar program preventif yang efektif memliki karakteristik
sebagai berikut:
1. Fokus terhadap pemahaman mengenai resiko dan masalah dari perilaku yang ingin dicegah
dalam kelompok sasaran
2. Desain untuk merubah “life trajectory” dari kelompok sasaran, dengan menyediakan pilihan
dan kesempatan dalam jangka panjang yang sebelumnya tidak tersedia
3. Kesempatan untuk mempelajari keterampilan hidup baru yang dapat membantu partisipan
untuk menghadapi stress dengan lebih efektif dengan dukungan sosial yang ada
4. Fokus dalam menguatkan dukungan dasar dari keluarga, komunitas atau lingkungan sekolah
5. Koleksi dari penelitian yang memiliki kualitas yang baik menjadi bukti dalam
keefektivitasaan dokumen.
Sedangkan menurut (Oktavia, 2013) upaya preventif adalah sebuah usaha yang dilakukan
individu dalam mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Preventif secara
etimologi berasal dari bahasa latin pravenire yang artinya dating sebelum/ antisipasi/
mencegah untuk tidak terjadi sesuatu. Dalam pengertian yang luas preventif diartikan sebagai
upaya secara sengaja dilakukan untuk mencegah terjadinyan gangguan, kerusakan, atau
kerugian bagi seseorang. Dengan demikian upaya preventif adalah tindakan yang dilakukan
sebelum sesuatu terjadi. Hal tersebut dilakukan karena sesuatu tersebut merupakan hal yang
dapat merusak ataupun merugikan.
2. Hoax
Berita palsu dinyatakan sebagai informasi sesat dan berbahaya karena menyesatkan
persepsi manusia dengan menyampaikan informasi palsu sebagai kebenaran (Rasywir dan
Purwarianti, 2015:1). Allcott and Gentzkow (2017:213) mendefinisikan berita palsu menjadi
artikel berita yang sengaja dan dapat diverifikasi salah, dan bisa menyesatkan pembaca.

5
Berita palsu dapat bertujuan untuk mempengaruhi pembaca dengan informasi palsu sehingga
pembaca mengambil tindakan sesuai dengan isi berita palsu. Sebagai pesan informasi palsu
dan menyesatkan, berita palsu juga dapat menakut-nakuti orang yang menerimanya. Allcott
and Gentzkow (2017:213) menyatakan bahwa berita palsu dapat merupakan laporan atau
berita salah yang tidak disengaja, rumor yang tidak berasal dari artikel berita tertentu,
terdapat teori konspirasi, humor yang sifatnya menyindir yang tidak mungkin terjadi namun
disalahartikan sebagai faktual, pernyataan palsu oleh politisi dan laporan atau berita miring
atau menyesatkan atau berita palsu.

2.2 Kondisi Terkini Wilayah Observasi


Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan secara langsung di salah satu
kelas yang ada di jurusan pendidikan geografi UNIMED terdapat beberapa temuan,
mahasiswa geografi khususnya sampel kami, (kelas C 2018) memiliki beberapa persepsi
terkait dengan maraknya hoax di mediasosial Facebook, yaitu :
1. Tidak usah dihiraukan malah berita yang seperti itu cukup diacuhkan saja.
2. Mencari asal usul atau sumber berita tersebut.
3. Mencari profil pribadi yang mengirim berita hoax yang telah dikirimkan atau di publikasikan.
4. Menjadi seorang mahasiswa apalagi di zaman sekarang telah bisa membenarkan mana berita
yang real dan hoax untuk di percayai dan tidak lagi mau mengambil pusing tentang hal
tersebut.
5. Dengan adanya berita hoax yang telah di sebarkan di media sosial facebook mungkin
masyarakat awam sangat mempercayainya tetapi tidak bagi kaum intelektual atau mahasiswa
yang memiliki pandangan yang cerdas dan maju untuk kedepannya.
6. Dengan adanya berita hoax dapat mengubah persepsi atau pandangan mahasiswa seperti
sikap dan lain sebagainya dalam menentukan karyanya ke depan di media sosial facebook.

6
2.3 Gagasan
Adapun beberapa gagasan yang ingin penulis sampaikan dalam hal ini untuk
pencegahan berita hoax di media sosial khususnya facebook sebagai salah satu Problem Solve
menjadi referensi tambahan yaitu :
1. Jangan membuat status mengenai hal tertentu tanpa terbukti kebenarannya.
2. Jauhi curhat di media sosial.
3. Jauhi foto atau berita yang memiliki judul propokatif, atau mengundang konflik.
4. Perhatikan keaslian foto atau berita yang di lihat.
5. Jangan share berita atau foto yang memiliki ciri diatas.
6. Laporkan berita hoax kepada pihak media sosial maupun pihak kepolisian (cyber
army).
7. Pihak pemerintah membuat peraturan yang tegas terkait media sosial, sebab
dewasa ini, individu terlalu bebas dalam berpendapat hingga tidak memiliki
batasan. Dan bahkan hingga mempengaruhi persepsi orang lain.
8. Pihak media sosial terkait, hendaknya mewajibkan pengguna untuk memasukan
data diri, seperti NIK. Yang mana apabila media sosial digunakan untuk hal yang
kurang baik, maka pihak kepolisian mudah bertindak, sehingga mengurangi
populasi penyebar hoax di media sosial.

7
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dewasa ini, merupakan era emas dari teknologi, yang mana merupakan pisau bermata
dua. Hendaklah kita sebagai salah satu pengguna dari teknologi ini lebih menjaga diri, serta
mampu memilah dan memilih mana yang baik untuk diri kita dan mana yang kurang baik.
Dari hasil rekayasa ide ini, kami memiliki beberapa gagasan yang diharapkan mampu
menekan bahkan mencegah berita hoax di media sosial.
1. Jangan membuat status mengenai hal tertentu tanpa terbukti kebenarannya.
2. Jauhi curhat di media sosial.
3. Jauhi foto atau berita yang memiliki judul propokatif, atau mengundang konflik.
4. Perhatikan keaslian foto atau berita yang di lihat.
5. Jangan share berita atau foto yang memiliki ciri diatas.
6. Laporkan berita hoax kepada pihak media sosial maupun pihak kepolisian (cyber
army).
7. Pihak pemerintah membuat peraturan yang tegas terkait media sosial, sebab
dewasa ini, individu terlalu bebas dalam berpendapat hingga tidak memiliki
batasan. Dan bahkan hingga mempengaruhi persepsi orang lain.
8. Pihak media sosial terkait, hendaknya mewajibkan pengguna untuk memasukan
data diri, seperti NIK. Yang mana apabila media sosial digunakan untuk hal yang
kurang baik, maka pihak kepolisian mudah bertindak, sehingga mengurangi
populasi penyebar hoax di media sosial.
B. Saran

Adapun saran yang dapat kami berikan, yaitu hendaknya kita lebih mampu lagi
memilah milah mana yang baik untuk kita dan mana yang kurang baik. Selain itu, hendaknya
kita diharapkan mampu membedakan mana berita yang benar dan tidak benar. Sehingga tidak
merusak persepsi diri kita masing – masing.
Selain itu, pemerintah juga diharapkan mampu menjaga dan mengayomi masyarakat
dalam bermedia sosial yang baik, serta mendirikan hukum yang baik. Bukan hukum yang
runcing ke bawah saja.