Anda di halaman 1dari 6

RESUME TUGAS JURNALISTIK MEDIA CETAK

Konsep Wartawan

Dosen Pengampu:
Dr. Hardjito, M.Si.

Disusun Oleh:

Shinyo 2017530007

PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN


ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2019 M / 1441 H
Pembahasan :

A. Hakikat Wartawan
B. Karakteristik Wartawan
C. Kompetensi Wartawan
D. Wartawan yang Baik
E. Wilayah Peliputan Wartawan

A. Hakikat Wartawan

Wartawan yang baik, hatinya jujur. Prinsip menghalalkan segala cara tak ada
dalam kamus reportasenya. Dia berani independen, dia sadarakan
kewajibannya mengumpulkan dan menerbitkan informasi untuk khalayak. Dia
tak pernah mencuri-curi omongan dan bukan tipe orang yang gemar publisitas.
Perkataan dan perbuatannya sama dan sejalan. Dia suka akurasi dan selalu
mengecek fakta lebih dari sekali.
Wartawan yang handal punya ketajaman akan berita. Dia tahu kapan
dan dimana mencari berita, siapa yang akan diwawancarai, pertanyaan seperti
apa yang mesti ditanyakan, bagaimana mengajukannya, dan bagaimana
memverifikasi hasilnya. Dia tahu bagaimana mengerahkan indra
pengamatannya; bias melihat dan mendengar apa-apa yang didengar orang-
orang di jalanan. Dia tahu, dalam sekali pandang, apakah orang di hadapannya
bercerita apa adanya atau sebaliknya, menyembunyikan sesuatu.
Wartawan yang baik, bekerja lebih dari sekadar melaporkan berita. Dia
bias menggambarkan, menjelaskan, dan mengintrepertasikan kejadian-kejadian
kompleks dan persoalan pelik menyangkut orang per orang dan masyarakat
secara keseluruhan.
Wartawan yang baik, tahu bahwa nyawa sebuah berita–tak peduli
apapun mediumnya–terletak pada kejelasan tulisan: pendek dan kata-kata yang
akrab, kalimat yang sederhana dan bahasa yang elok. Wartawan yang baik,
orangnya aktif. Dia terus membuka mata dan telinga public untuk berita,
Wartawan yang baik, orangnya teguh dan menjunjung tinggi fakta.

B. Karakteristik Wartawan
1. Menguasai keterampilan jurnalistik.
Seorang wartawan mesti memiliki keahlian (expertise) menulis berita
sesuai kaidah-kaidah jurnalistik. Ia harus menguasai teknik menulis berita,
juga feature, dan artikel. Untuk itu, seorang wartawan mestilah orang yang
setidaknya pernah mengikuti pelatihan dasar jurnalistik.
2. Menguasai bidang liputan (beat).
Idealnya, wartawan menjadi seorang “generalis”, memahami dan
menguasai segala hal, sehingga mampu menulis apa saja dengan baik dan
cermat. Namun, yang terpenting ia harus menguasai bidang liputan dengan
baik.
3. Memahami serta mematuhi etika jurnalistik.
Wartawan yang profesional memegang teguh etika jurnalistik. Untuk
wartawan Indonesia, etika itu terangkum dalam Kode Etik Wartawan
Indonesia (KEWI) yang sudah ditetapkan Dewan Pers sebagai Kode Etik
Jurnalistik bagi para wartawan di Indonesia. .

4. Tujuan Mulia
Wartawan memang mempunyai tujuan mulia. Senang rasanya bagi
seorang wartawan bila bisa menolong orang yang sedang menghadapi
kesulitan dengan menyampaikan berita dan gagasan tentang dunia sekitar
mereka.

5. Akurat
Berati, kita harus mendapatkan informasi yang pasti, yang tidak bisa dibantah.
Wartawan harus sadar bahwa menduga, mengira, dan ceroboh dapat membawa
bencana.
6. Kecepatan
Wartawan adalah seseorang yang mampu menghasilkan tulisan yang dapat
dipercaya dalam keadaan tekanan waktu. Dan memang, dia harus pandai bersikap
tenang dalam menghadapi berbagai tekanan. Batas waktu atau deadline bukan
alasan untuk ketidaksempurnaan.
C. Standar Kompetensi Wartawan
Standar kompetensi wartawan diperlukan untuk melindungi
kepentingan publik dan hak pribadi masyarakat. Standar ini juga untuk
menjaga kehormatan pekerjaan wartawan dan bukan untuk membatasi hak
asasi wara negara menjadi wartawan..
Kompetensi wartawan meliputi kemampuan memahami etika dan
hukum pers, konsepsi berita, penyusunan dan penyuntingan berita, serta
bahasa. .
Standar adalah patokan yang baku yang menjadi pegangan ukuran
dasar. Standar juga berarti model bagi karakter unggulan. Kompetensi adalah
kemampuan tertentu yang menggambarkan tingkatakan khusus menyangkut
kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan. Wartawan adalah orang yang
secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik berupa mencari, memperoleh,
memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam
bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, data dan grafik, maupun
dalam bentuk lain dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan
segala jenis saluran lainnya.
Kompetensi wartawan adalah kemampuan wartawan untuk
memahami, menguasai, dan menegakkan profesi jurnalistik atau
kewartawanan, serta kewenangan untuk menentukan (memutuskan) sesuatu di
bidang kewartawanan. Hal ini menyangkut kesadaran, pengetahuan dan
keterampilan.
D. Wartawan Yang Baik
Disinilah profesionalime wartawan membedakan antara wartawan asli dan
palsu. Namun, perlu dipahami bahwa ‘profesi’ berbeda dengan ‘pekerjaan’.
Menurut Lambeth (1986: 82), ada beberapa kriteria sebuah pekerjaan disebut
profesi.
1. Profesi merupakan pekerjaan sepenuh waktu.
2. Praktisnya benar-benar berkomitmen pada tujuan profesi.
3. Untuk masuk ke profesi dan kelanjutannya diatur oleh suatu organisasi
formal yang menetapkan standar profesional.
4. Praktisnya diterima di profesi setelah menyelesaikan sekolah formal yang
ditetapkan dan telah menguasai suatu pengetahuan khusus.
5. Harus melayani masyarakat.
6. Anggotanya harus memiliki suatu badan otonom berlevel tinggi.
kaum profesional memeiliki wadah (organisasi) yang bukan bertindak
sebagai pemberi gaji, nafkah, atau penghasilan anggotanya, tetapi
memperjuangkan perlindungan atas tindakan dan karya profesi mereka. Para
profesional memiliki Kode Etik (code of conduct), yang ketaatan bagi
pelaksanya diawasi secara khusus oleh satu badan internal yang dibentuk
secara permanen. .
Wartawan adalah penggerak media massa dengan berbagai liputan berita,
informasi dan tulisan yang sangat diperlukan oleh publik. Wartawan
profesional hanya melayani masyarakat dengan berbagai karya jurnalistik yang
proporsional, akurat, objektif, cepat, dan memenuhi standar kompetensi.
E. Wilayah Peliputan Berita
Setiap reporter memiliki wilayah peliputan yang berbeda dalam
satu kerangka redaksional atau dalam istilah dunia suratkabar disebut
dengan beat. .
1. Hampir semua media (cetak/ elektronik) mempunyai wartawan kota yang
bertanggung jawab meliput peristiwa dalam maupun luar kota
2. Redaktur kota wajib menugaskan wartawan meuju Beat (tempat tetap
wartawan untuk mencari berita)
3. Wartawan yang ditugaskan meliput hanya dalam satu bidang saja (Reporter
Pelaksana Penugasan Umum)