Anda di halaman 1dari 4

RESUME TUGAS JURNALISTIK MEDIA CETAK

Konsep Narasumber Berita

Dosen Pengampu:
Dr. Hardjito, M. Si.

Disusun oleh:
Shinyo 2017530007

KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2019M/1440

1
PEMBAHASAN :

A. Ragam Narasumber
B. Narasumber Imparsial
C. Faktor Keberhasilan mendapatkan Narasumber
D. Jenis-Jenis Pernyataan Narasumber

A. Ragam Narasumber
1. Ilmuwan
Ilmuwan dianggap sebagai narasumber paling sensitif diantara
narasumber lainnya dalam hal memberikan keterangan kepada pihak-
pihak lain di luar disiplin ilmunya. Para ilmuwan, sama seperti juga
wartawan, sama mengejar kebenaran..
2. Birokrat
hubungan antara wartawan dengan birokrat. Dari sudut pandang
wartawan, seorang birokrat adalah orang yang untuk melaksanakan tugas-
tgasnya harus memperoleh kerjasama dari publik dalam hal ini
memperoleh kerjasama dari publik dan dalam hal ini memperoleh
kerjasama melalui media. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah
mereka yang menjadi bagian sebuah institusi.
.
3. Politisi
Politisi memiliki motivasi yang sedikit berbeda dalam mencari
perhatian publik melalui media. Seorang politisi adalah seorang yang
berusaha meniti tangga kepemimpinan institusi sosial atau mengubah
institusi. Politisi berusaha “menggerakan” segala sesuatu (birokrat
berusaha melaksanakan sesuatu yang sudah tetap).

4. Anggota yang tidak puas

2
Anggota yang tidak puas dalam sebuah organisasi merupakan
narasumber yang seringkali digunakan dalam reportase investigatif.
Tetapi, sumber-sumber semacam itu penting juga dalam reportase
interpretatif karena mereka memberikan pandangan tentang kelemahan-
kelemahan institusi yang tidak mungkin diperoleh dengan cara lain. .
.
5. Pengejar Publisitas
Sementara narasumber juga bisa jadi merupakan pengejar publisitas –
publicity seeker. Mereka seringkali memburu ruangan-ruangan redaksi
suratkabar. Dalam dosis yang kecil, mereka bisa menjadi mata dan telinga
tambahan yang berguna. .
6. Pejabat Humas
Bagi seorang wartawan interpretatif, sumber resmi yang bernama
pejabat humas (hubungan masyarakat) amat penting. Orang ini
mencurahkan sebagian besar waktunya untuk memikirkan dalam-dalam
tentang kebijakan-kebijakan, tindakan-tindakan dan rencana-rencana
instansi yang menyediakan banyak sekali informasi.
7. Identitas Sumber
Menegaskan kembali jika mutu suatu tulisan antara lain ditentukan oleh
sumber. Siapa atau apa yang menjadi sumber itu harus jelas sehingga
pembaca dapat menilai sendiri. Karena itu nama atau asal sumber ini harus
dicantumkan, siapa dia dan apa kemampuan, keahlian, atau keterampilan
sumber itu. Kalau itu buku, catatan, dokumen itupun harus disebutkan.

B. Narasumber Imparsial
. Nama Imparsial diambil dari kata impartial: pandangan yang memuliakan
kesetaraan hak setiap individu - dalam keberagaman latarnya - terhadap
keadilan).
dapat diartikan bahwa narasumber imparsial merupakan narasumber yang
menjunjung nilai objektif dan kesetaraan / adil.

C. Faktor Keberhasilan mendapatkan Narasumber


Faktor kejujuran menjadi faktor utama. Penilaian pewawancara sering
ditentukan sikap jujur kita. Kejujuran terwawancara akan terlihat dari sikap,

3
cara bicara, dan gerakan badan atau gesture. Kita harus bersikap jujur dengan
jawaban sesuai dengan kemampuan. Katakanlah sesuai dengan kenyataan.
Faktor kedua adalah konsistensi atau keajegan. Gunakanlah bahasa Indonesia
yang benar dan konsisten.
Faktor ketiga dalah penguasaan materi. Jika wawancara dilaksanakan untuk
sebuah lomba, materi lomba tentu harus dikuasai. .
D. Jenis-Jenis Pernyataan Narasumber
1. Narasumber institusi. Semua narasumber yang memegang sebuah jabatan /
kekuasaan publik : pemerintah, kementerian, administrasi, dan lain-lain.
Kelebihannya adalah bahwa mereka terdaftar, terstruktur, menelurkan
berita-berita resmi.
2. Narasumber menengah. Mereka adalah semua narasumber yang memiliki
legitimasi sosial: perhimpunan, organisasi profesional, partai politik,
serikat kerja, dan lain-lain. Kelebihannya adalah karena mereka sering
berperan sebagai oposisi yang menentang kekuasaan dan merupakan
sumber berita yang tidak resmi.
3. Narasumber pribadi. Mereka adalah narasumber yang tidak ditonjolkan
bahkan dirahasiakan, yang dimiliki oleh wartawan dalam lingkaran-
lingkaran penguasa dan lingkaran-lingkaran profesional. .
4. Narasumber sekali waktu. Mereka adalah narasumber spontan, kesaksian-
kesaksian yang ditawarkan atau diminta secara kebetulan sesuai keadaan
saat itu. .