Anda di halaman 1dari 2

Namun baru beranjak selangkah, Audi menghentikan Juna.

“Dari dulu ada satu hal yang pengen gue tanya ke lo,” kata Audi.
Juna memutar badan, mendapati cewek itu menatapnya.
“Tanya apa?”
“Kenapa lo pernah punya pikiran buat suka sama gue?”
Juna terdiam lama, sampai akhirnya tersenyum. “Karena sisi gelap bulan lebih indah
daripada sisi terangnya. Gue pikir lo selalu menampakkan sisi terang lo, dan gue malah
penasaran sama sisi gelap lo. Sisi yang gak pernah lo tunjukkin ke orang lain. Setelah gue
tahu, gue malah makin suka sama lo.”
Setelah sempat hening lama, Audi pun membuka mulut.
“Gue—“
“Gak usah dipikirin,” potong Juna. “Itu udah nggak penting lagi. Semuanya udah
selesai sekarang.”