Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat
menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup
menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada
baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini di susun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Gizi Dan
Metabolisme Nutrient” dimana dalam makalah ini membahas tentang “Vitamin K” yang
kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh
penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang
datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan
akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca.
Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik
dan saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.

Makassar, 1 September 2019

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................. 1


DAFTAR ISI................................................................................................................ 2
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................ 3
B. Rumusan Masalah ....................................................................................... 4
C. Tujuan.......................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian vitamin K ................................................................................... 5
B. Sejarah vitamin K ........................................................................................ 5
C. Jenis-jenis vitamin K ................................................................................... 5
D. Metabolisme vitamin K ............................................................................... 6
E. Sumber vitamin K ....................................................................................... 7
F. Manfaat vitamin K....................................................................................... 7
G. Akibat kekurangan dan kelebihan vitamin K .............................................. 8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................................. 10
B. Saran ........................................................................................................... 10

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kata vitamin berasal dari bahasa latin, yaitu gabungan dari kata “vital” artinya
“hidup” dan amina (amin) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom
nitrogen (N). Penegrtian ini didasarkan pada konsep awal penemuan vitamin, yaitu
semua vitamin dianggap mengandung atom N. Akan tetapi, pada akhirnya diketahui
bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N (Bender 2003). Beberapa
definisi lainnya juga hampir sama, vitamin merupakan ikatan organik yang berfungsi
sebagai zat pengatur yang dibutuhkan dari makanan karena manusia tidak dapat
menyintesisnya sehingga termasuk zat esensial, bahkan karena zat tersebut harus
diperoleh dari makanan (Erdman, dkk.,2012).
Vitamin merupakan zat gizi yang terdapat dalam makanan, yang sangat dibutuhkan
oleh tubuh manusia. Walaupun dibutuhkan dalam jumlah kecil, peranan sangat vital bagi
pertumbuhan dan perkembangan, pencegahan penyakit, dan mencapai kehidupan yang
sehat dan optimal. Vitamin sebagai zat gizi mikro, tidak dapat diproduksi oleh tubuh
sehingga harus didapatkan dari makanan (WHO, 2016).
Sampai saat ini terdapat 13 jenis vitamin yang telah diakui sebagai vitamin dan
esensial bagi kesehatan manusia, yaitu 4 jenis vitamin larut lemak (vitamin A, D, E, dan
K), serta 10 jenis vitamin larut air, yaitu vitamin C, B1, B2, B6, B12, asam folat, niasin,
asam pantotenat, biotin, dan kolin (Comb, 2012).
Kekurangan vitamin memberikan konsekuensi yang serius terhadap kesehatan
disetiap tahap daur kehidupan. Pada bayi, kekurangan vitamin menyebabkan bayi berat
lahir rendah (BBLR), tingginya angka kematian, gangguan perkembangan mental, dan
meningkatnya resiko terkena penyakit kronis. Pada anak dan remaja, kekurangan vitamin
dapat menyebabkan stunning, penurunan kapasitas mental, peningkatan frekuensi
infeksi, tidak adekuatnya kejar tumbuh, menurunnya produktivitas, dan tingginya angka
kematian. Selanjutnya pada orang dewasa menyebabkan meningkatnya komplikasi pada
wanita hamil, rendahnya produktifitas kerja, dan kekurangan gizi. Sementara itu pada
lansia menyebabkan tingginya resiko penyakit dan gangguan mental (SCCN dan IFPRI,
2000).

3
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian vitamin K ?
2. Bagaimana sejarah Vitamin K ?
3. Apa saja jenis-jenis vitamin K ?
4. Bagaimana metabolisme vitamin K ?
5. Apa sumber dari vitamin K ?
6. Apakah fungsi/manfaat vitamin K ?
7. Apa saja akibat kekurangan dan kelebihan vitamin K ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian vitamin K.
2. Untuk mengetahui sejarah vitamin K
3. Untuk mengetahui jenis-jenis vitamin K dan makanan yang mengandung vitamin
K.
4. Untuk mengetahui metabolism vitamin K
5. Untuk mengetahui sumber dari vitamin K
6. Untuk mengetahui fungsi/ manfaat vitamin K.
7. Untuk mengetahui akibat kekurangan vitamin K.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Vitamin K
Vitamin K adalah nama generik untuk beberapa bahan yang diperlukan dalam
pembekuan darah yang normal. Bentuk dasarnya adalah vitamin K1 (filokuinon), yang
terdapat dalam tumbuh-tumbuhan, terutama sayuran berdaun hijau.
Bakteri dalam usus kecil sebelah bawah dan bakteri dalam usus besar menghasilkan vitamin
K2 (menakuinon), yang dapat diserap dalam jumlah yang terbatas.
B. Sejarah Vitamin K
Vitamin K ditemukan oleh Dam seorang ilmuan Denmark, yang diperlukan untuk proses
pembekuan darah (koagulation); dari kata itulah barangkali mengapa vitamin tersebut
dinamai vitamin K. Vitamin K merupakan grup kimia yang dikenal sebagai quinones yaitu :
(a) phylloquinone, pada jaringan tanaman, (b) menaquinone pada jaringan hewan, dan (c)
menadione, vitamin K sintetik. Dengan bantuan karrer ahli kimia dari swiss, pada tahun
1939 ia berhasil mengisolasi vitamin larut lemak yang dinamakan vitamin K (dari
koagulation). Faktor ini ternyata merupakan kelompok senyawa yang terdiri atas filokinon
yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan dan menakinon yang terdapat dalam minyak ikan
dan daging. Menakinon juga dapat disintesis oleh bakteri didalam usus halus manusia.
C. Jenis-Jenis Vitamin K
Vitamin K termasuk golongan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin K terdiri dari
beberapa jenis tapi yang paling sering ditemukan dalam makanan manusia adalah vitamin K1
dan vitamin K2. Meski berasal dari bentuk vitamin yang sama, ada beberapa perbedaan dari
keduanya.
1. Vitamin K1
Vitamin K1 adalah bentuk lain dari vitamin K yang dikenal dengan phylloquinone.
Sumber utama dari vitamin K1 adalah makanan nabati seperti sayuran hijau. Dari
keseluruhan asupan vitamin K yang dikonsumsi manusia setidaknya terdapat 75 sampai 90
persen vitamin K1 di dalamnya. Berikut adalah kandungan vitamin K1 dalam setiap 230
gram sayuran yang dimasak, diantaranya:
 Kale : 1.062 mcg
 Bayam : 889 mcg
 Lobak hijau : 529 mcg

5
 Brokoli : 220 mcg
 Kubis : 218 mcg
2. Vitamin K2
Nama lain dari vitamin K2 adalah menaquinones (MKs). Berbeda dari vitamin K1
sumber dari vitamin K2 adalah makanan fermentasi dan produk hewani. Bahkan diketahui
juga jika vitamin ini diproduksi oleh bakteri usus dalam tubuh anda. Sebenarnya sumber
vitamin K2 cukup bervariasi, tergantung dari subtipenya. Vitamin K2 subtipe MK-4 banyak
ditemukan pada produk hewani seperti ayam, kuning telur, dan mentega.
Vitamin K2 subtipe ini sama sekali tidak diproduksi oleh bakteri. Sementara itu,
vitamin K2 subtipe MK-5 sampai MK-15 banyak diproduksi oleh bakteri dan dapat anda
temukan pada makanan yang difermentasi. Berikut adalah kandungan vitamin K2 dalam
setiap 100 gram makanan, diantaranya :
 Keju keras : 76 mcg
 Ayam bagian kaki dan paha : 60 mcg
 Keju lunak : 57 mcg
 Kuning telur : 32 mcg
D. Metabolisme Vitamin K
Sebanyak 50-80% vitamin K dalam usus halus diabsorpsi dengan bantuan empedu dan
cairan pankreas. Setelah diabsorpsi di dalam usus halus bagian atas, vitamin K dikaitkan
dengan kilomikron untuk diangkut melalui sistem limfe ke hati. Hati merupakan tempan
simpanan vitamin K utama di dalam tubuh. Dari hati vitamin K diangkut terutama oleh
lipoprotein vldl di dalam plasma ke sel-sel tubuh. Vitamin K terutama dihubungkan dengan
membran sel membran sel, yaitu dengan retikulum endoplasma dan mitokondria. Taraf
vitamin K dalam serum meningkat pada hiperlipidemia, terutama pada trigliseridemia. Hal-
hal yang menghambat absorpsi lemak akan menurunkan absorpsi vitamin K.
Dalam keadaan normal, sebanyak 30-40% vitamin K yang diabsorpsi dikeluarkan
melalui empedu dan 15% melalui urin sebagai metabolit larut air. Simpanan vitamin K di
dalam tubuh tidak banyak dan penggantiannya terjadi cepat. Simpanan di dalam hati
sebanyak 10% berupa filokinon dan 90% berupa menakinon yang kemungkinan disintesis
oleh bakteri saluran cerna. Namun kebutuhan akan vitamin K tampaknya tidak dapat hanya
dipenuhi dari sintesis menakinon, akan tetapi sebagian perlu didatangkan dari makanan.

6
E. Sumber
Kadar vitamin K bahan makanan yang belum diketahui dengan pasti, Olson (1973);
telah membuat ringkasan kadar vitamin K bahan makanan yang dikumpulkan dari beberapa
biossay. Sumber utama vitamin K adalah hati, sayuran daun berwarna hijau, kacang, buncis,
kacang polong, kol dan brokoli. Semakin hijau daun-daunan semakin tinggi kandungan
vitamin K-nya. Bahan makanan lain yang mengandung vitamin K dalam jumlah kecil adalah
susu, daging, telur, serealia, buah-buahan dan sayuran lain. Sumber penting vitamin K lain
adalah flora bakteri dalam usus halus (jejunum dan ileum). Penggunaan menakinon yang
disintesis oleh mikroorganisme usus halus belum diketahui dengan pasti.
Air Susu Ibu (ASI) tidak banyak mengandung vitamin K, sedangkan bakteri yang dapat
mensintesis vitamin K tidak segera tersedia di dalam saluran cerna bayi. Untuk mencegah
terjadinya gangguan penggumpalan darah yang dapat menyebabkan perdarahan, bayi baru
lahir dianjurkan mendapat vitamin K melalui mulut atau dalam bentuk injeksi intramuskular.
Susu formula bayi sebaiknya difortifikasi dengan vitamin K.
F. Manfaat dari vitamin K
Sejak lama fungsi vitamin K yang diketahui adalah dalam pembekuan darah, walaupun
mekanismenya belum diketahui dengan pasti. Vitamin K ternyata merupakan kofaktor enzim
karboksilase yang mengubah residu protein berupa asam glutamat (glu) menjadi
gamakarboksiglutamat (gla) protein ini dinamakan protein-protein tergantung vitamin K atau
gla-protein.
Enzim karboksilase yang menggunakan vitamin K sebagai kofaktor didapat di dalam
membran hati dan tulang serta sedikit dilain jaringan. Gla-protein dengan mudah dapat
mengikat ion kalsium. Kemampuan inilah yang merupakan aktifitas biologik vitamin K. Pada
proses pembekuan darah, gama-karbosilis terjadi di dalam hati pada residu asam glutamat
yang terdapat pada berbagai yang membentuk vitamin K. Oleh karena itu, sebelum operasi
biasanya diperiksa terlebih dahulu kemampuan darah untuk menggumpal dan sebagai
pencegahan diberi suntikan vitamin K. Vitamin K biasanya diberikan sebelum operasi untuk
mencegah perdarahan berlebihan. Aspirin berlebihan dapat mencegah pembekuan darah
normal dengan mengganggu pembentukan platelet dan faktor-faktor tergantung vitamin K.
Kelebihan vitamin K hanya bisa terjadi bila vitamin K diberikan dalam bentuk
berlebihan berupa vitamin K sintetik menadion. Gejala berlebihan vitamin K adalah
hemolisis sel darah merah, sakit kuning dan kerusakan pada otak.

7
Pada dasarnya, baik vitamin K1 maupun vitamin K2 sama-sama memberikan manfaat
yang sama untuk kesehatan tubuh. Akan tetapi, amsing-masing vitamin memiliki manfaat
yang ebih menonjol dari vitamin satunya. Berikut manfaat dari vitamin K, K1 dan K2 :
a. Pembekuan darah
Manfaat utama dari vitamin K adalah mempercepat proses pembekuan darah.
Di antara sekian banyak jenis vitamin K, vitamin K2 memberikan pengaruh yang
lebih besar terhadap pembekuan darah. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian
yang menunjukkan bahwa konsumsi satu porsi natto yang kaya vitamin K2 dapat
mempercepat pembekuan darah hingga empat hari.
b. Menjaga kesehatan tulang
Asupan vitamin K dalam tubuh dapat mengaktifkan protein yang dibutuhkan
untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang. Dilansir dari Healthline, sebuah studi
menemukan bahwa suplementasi vitamin K2 subtipe MK-4 efektif dapat
mengurangi risiko patah tulang. Meski demikian, masih diperlukan studi lebih lanjut
untuk mengetahui mana yang lebih ampuh antara vitamin K1 dan K2 terhadap
kesehatan tulang.
c. Mencegah penyakit jantung
Selain pembekuan darah dan menyehatkan tulang, vitamin K juga berperan
penting dalam mencegah penyakit jantung. Vitamin K dapat mengaktifkan protein
yang membantu mencegah penumpukan kalsium di pembuluh darah arteri.
Pesalnya, penumpukan kalsium ini dapat membentuk plak yang kemudian membuat
pembuluh darah menjadi tersumbat. Akibatnya, ini bisa meningkatkan resiko
penyakit jantung.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin K2 dalah vitamin yang baik
dalam mengurangi penumpukan kalsium dan menurunkan resiko penyakit
jantung. Namun penelitian lain yang lebih berkualitas telah membuktikan baha
baik vitamin K1 maupun vitamin K2 (terutama MK-7) sama-sama bermanfaat
untuk menjaga kesehatan jantung. Karena itulah, maih diperlakukan penelitian
lebih lanjut untuk membuktikannya.
G. Akibat Kekurangan dan Kelebihan Vitamin K
1. Kekurangan vitamin K
Kekurangan vitamin K menyebabkan darah tidak dapat menggumpal, sehingga
bila ada luka atau pada operasi terjadi perdarahan.

8
Kekurangan vitamin K karena makanan jarang terjadi, sebab vitamin K
terdapat secara luas dalam makanan. Kekurangan vitamin K terjadi bila ada gangguan
absorpsi lemak (bila produksi empedu kurang atau pada diare). Kekurangan vitamin K
bisa juga terjadi bila seseorang mendapat antibiotika sedangkan tubuhnya kurang
mendapat vitamin K dari makanan. Antibiotika membunuh kuman-kuman di dalam
usus yang membentuk vitamin K. Oleh karena itu, sebelum operasi biasanya diperiksa
terlebuh dahulu kemampuan darah untuk menggumpal dan sebagai pencegahan diberi
suntikan vitamin K. Vitamin K biasanya diberikan sebelum operasi untuk mencegah
pembekuan darah normal dengan mengganggu pembentukan platelet dan faktor-faktor
tergantung vitamin K.
2. Kelebihan Vitamin K
Vitamin K dismpan di hati dan tulang, tetapi merupakan salah satu vitamin
larut lemak yang sangat mudah dieksresikan dari tubuh dibanding vitamin lainnya.
Konsumsi vitamin K alami dalam bentuk filokuinon atau menakuinon menyebabkan
peningkatan jumlah vitamin K, tetapi tidak menyebabkan efek yang berbahaya.
Namun, jumlah vitamin K dalam bentuk menadion (bentuk sintetik vitamin K) yang
tinggi dapat mengakibatkan anemia hemolitik, peningkatan bilirubin dalam darah, dan
kematian bayi baru lahir.

9
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Vitamin K adalah salah satu vitamin yang larut dalam lemak yang terdiri dari vitamin K1
dan Vitamin K2 selain itu memiliki manfaat sebagai pembekuan darah, menjaga kesehatan
tulang dan mencegah penyakit jantung. Bagi ibu hamil vitamin K berfungsi untuk
mengentalkan darah, sehingga tidak terjadi perdarahan berlebihan dan membantu proses
penyembuhan pasca persalinan. Vitamin K bisa didapat dari sawi, kangkung serta kembang
kol
B. Saran
Mengingat pentingnya manfaat dari vitamin K ini diharapkan ibu hamil dapat memenuhi
kebutuhan vitamin K dalam tubuhnya sehingga dapat membantu proses penyembuhan pasca
persalinan.

10