Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

DISUSUN OLEH :
RIZKI ABDILLAH AKBAR
X IPS 2
SMA NEGERI 11 DEPOK
TAHUN AJARAN 2019-2020
Contents
BAB I ................................................................................................................................................... iv
PENDAHULUAN................................................................................................................................ iv
I. LATAR BELAKANG ............................................................................................................ iv
II. RUMUSAN MASALAH ..................................................................................................... v
III. TUJUAN PENULISAN....................................................................................................... v
Berdasarkan rumusan masalah diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan penulisan ini adalah : ....... v
BAB II .................................................................................................................................................. vi
PEMBAHASAN .................................................................................................................................. vi
BAB IV PENUTUP .............................................................................................................................. x
I. KESIMPULAN ........................................................................................................................ x
KATA PENGANTAR

Dengan rahmat Allah SWT. kita dapat berdiri, bernafas, serta menghirup udara
segar, Sudah sepatutnya kita mensyukuri segala nikmat tersebut dengan menjalankan segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Rasa syukur kami atas ridho ALLAH
SWT, serta rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah
yang berjudul Adab Berpakaian Menurut Syari’at Islam. sesuai dengan ketentuan tugas ini.
Tugas makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam tentang Adab berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam bagi umat Muslim
dan Muslimah. Makalah ini berisikan tentang informasi busana menurut Syariat yang terjadi
saat ini dengan tujuan agar banyak para remaja memperhatikan bagaimana adab-adab
berpakaian dalam islam. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita
semua berpakaian dalam Islam.
Dengan terselesaikannya tugas makalah saya ini, maka kami telah memenuhi tugas
dan berharap menerima nilai yang terbaik. Serta bermanfaat bagi teman-teman sekalian.
Saya menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan
Makalah ini.

PENULIS
BAB I
PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Islam Menjadikan Al Qur'an dan hadis sebagai pedoman untuk mengatur segala
aspek kehidupan manusia, karena Allah SWT. menjadikan segala sesuatu termasuk
aktivitas manusia harus bernilai ibadah dan memberi manfaat termasuk dalam
mengenakan pakaian. Mengenakan pakaian dalam Islam diatur sedemikian rupa, tidak
sekedar penutup badan dari panasnya matahari dan dingginnya suhu udara, melainkan
sebagai sarana beribadah dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah
swt. Artinya dengan berbusana sesuai dengan petunjuk dan tuntunan islam dapat
dijadikan sebagai sarana meningkatkan iman dan takwa kepada Allah swt., karena
sebaik baik perlindungan badan adalah takwa kepada Allah SWT.
Pakaian merupakan nikmat agung yang telah Allah anugerahkan kepada hamba-
hamba-Nya, supaya mereka menutup aurat mereka dengannya. Kemudian, Allah
menambahkan kenikmatan tersebut dengan menganugerahkan ‘riyaasy’ (pakaian
indah) sebagai perhiasan. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Hai anak Adam,
sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat
kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik.
Hal itu semua merupakan ayat-ayat Allah, supaya mereka berdzikir mengingat-Ku.”
(QS. al-A’raf : 26).
Menutup aurat merupakan adab mulia yang diperintahkan dalam agama islam.
Bahkan, seseorang dilarang melihat aurat orang lain, karena hal tersebut dapat
menimbulkan kerusakan, dimana syariat menutup semua celah terjadinya kerusakan.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki
melihat aurat laki-laki lainnya. ….” (HR. Muslim, 338) Jumhur ulama mengatakan
bahwa aurat laki-laki ialah dari lutut hingga pusar.

Wanita dalam agama Islam sangat dilindungi dan sangat tinggi derajatnya karena selain
makhluk yang lemah wanita juga merupakan makhluk yang kuat karena wanita bisa
melakukan dan mengalami hal-hal yang tidak bisa dilakukan ataupun dialami oleh laki-laki
seperti, menstruasi, mengandung, melahirkan, menopause dan lainnya.
Namun selain itu, wanita juga kerap menjadi salah satu sumber ‘fitnah’ negatif yang
merugikan banyak pihak terlebih dalam hal aurat dan pakaian yang dikenakannya untuk
menutupi aurat tersebut. Seluruh tubuh wanita adalah aurat terkecuali wajah dan telapak
tangan serta ujung jari-jari tangannya saja. Pakaian yang panjang dan kerudung yang
menjuntai sampai menutupi dada adalah salah satu pakaian yang dianjurkan dalam Islam.

II. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang ada, maka dapat disimpulkan beberapa
permasalahannya, diantaranya sebagai berikut:

a. Apa pengertian adab menutup aurat?


b. Bagaimana hukum menutup aurat?
c. Apa saja batasan aurat laki-laki dan wanita menurut Al Qur’an?

III. TUJUAN PENULISAN

Berdasarkan rumusan masalah diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan penulisan ini
adalah :
1. Untuk mengetahui adab menutup aurat
2. Untuk mengetahui hukum menutup aurat
3. Untuk mengetahui batasan aurat laki-laki dan wanita menurut Al-Qur’an
BAB II
PEMBAHASAN

I. ADAB MENUTUP AURAT

Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas
aturan agama, terutama Agama Islam. Norma tentang adab ini digunakan dalam
pergaulan antarmanusia, antartetangga, dan antarkaum. Sebutan orang beradab
sesungguhnya berarti bahwa orang itu mengetahui aturan tentang adab atau sopan
santun yang ditentukan dalam agama Islam. Namun, dalam perkembangannya, kata
beradab dan tidak beradab dikaitkan dari segi kesopanan secara umum dan tidak khusus
digabungkan dalam agama Islam.
Aurat adalah suatu angggota badan yang tidak boleh di tampakkan dan di perlihatkan
oleh lelaki atau perempuan kepada orang lain kecuali mahram kita. Jadi, adab menutup
aurat adalah norma atau tatacara menutup aurat / berpakaian dalam Islam yang wajib
dilaksanakan oleh semua umat Islam.

II. HUKUM MENUTUP AURAT

Hukum Menutup Aurat Bagi Wanita didalam Islam adalah wajib hukumnya dan hal
ini telah diperintahkan Allah SWT yang telah diterangkan didalam Al Qur’an Surat Al
Ahzab Ayat 59 yang berbunyi, ” Hai Nabi, katakanlah kepada Istri – Istri kamu, Anak –
Anak Wanita Kamu dan Istri-istri Orang Mukmin (Islam) : ” Hendak lah Mereka
mengulurkan jilbab-nya ke seluruh tubuh mereka ”. Yang demikian itu agar mereka
lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak akan diganggu dan Allah SWT
adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Al Ahzab, Ayat : 59) ”.
Kemudian Firman Allah SWT tentang perintah menutup aurat bagi Perempuan
muslim juga telah dijelaskan pula didalam Surat An Nur Ayat 31 yang berbunyi, ” Dan
katakanlah kepada wanita–wanita yg beriman : Hendak-lah Mereka menahan
Pandangan-nya dan memelihara kemaluan-nya dan jangan-lah mereka menampakkan
perhiasan-nya kecuali yg biasa nampak dari padanya. Dan hendak-lah mereka
menutupkan Jilbab (Khumur) nya ke dadanya (QS. An – Nur Ayat : 31)”.
Melihat Kedua Surat didalam Al Qur’an tersebut (Surat Al Ahzab Ayat 59 dan Surat
An Nur Ayat 31) maka sudah sangat jelas bahwa Hukum Menutup Aurat Bagi
Perempuan Muslim yaitu Wajib.
Aurat laki-laki yang harus ditutup saat menunaikan shalat adalah qubul (kemaluan
bagian depan) dan dubur (kemaluan bagian belakang), adapun di luar itu, mulai dari
paha, pusar dan lutut, para ulama berbeda pendapat; sebagian ulama menganggapnya
sebagai aurat dan sebagian lagi tidak menganggapnya sebagai aurat.
Jadi pada dasarnya, menutup aurat bagi seluruh umat Muslimin dan Muslimah
adalah wajib hukumnya.

III. BATASAN AURAT LAKI-LAKI DAN WANITA MENURUT ALQUR’AN

Surah Yang Menjelaskan Batasan Aurat dan Seruan Untuk Menutupinya Surah Al-
Ahzab 33:
“Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri
orang mukmin:” Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak
diganggu dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

Dari ayat ini disimpulkan bahwa aurat wanita mencakup seluruh tubuh, kecuali
telapak tangan dan muka. Tujuan aurat selain untuk mudah dikenal juga untuk
melindungi wanita dari gangguan niat buruk lawan jenis ataupun setan.
An-Nuur 24:31
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan
pandangannya, memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Hendaklah mereka menutupkan
kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada
suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau
saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra saudara laki-laki mereka atau wanita-wanita
Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak
mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat
wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang
mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang
yang beriman supaya kamu beruntung.
Surah Al-Ahzab 33:32
Yang berbunyi “Hai, istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain,
jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam
berbicara sehingga berkeinginanlah (bangkit nafsu) orang yang ada penyakit dalam
hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. “
Batasan Aurat Wanita Menurut Ulama dari Empat Madzhab
Islam memiliki 3 Madzhab. Meskipun demikian ketiganya ini adalah benar. Berikut
ini pendapat 3 madzhab tentang batasan aurat wanita beserta cara berpakaian yang benar
secara Islami;
 Madzhab Syafi’i
1. Kepala
2. Leher
3. Tangan hingga siku
4. Kaki hingga lutut
 Madzhab Maliki dan Hambali
1. Wajah
2. Kepala
3. Tangan
4. Kaki
 Madzhab Hanafi
1. Pusar dan lutut
2. Punggung
3. Perut
Batasan aurat untuk wanita terbagi menjadi dua kategori, yaitu dalam shalat dan di luar
shalat.
Batasan Aurat Wanita Dalam Shalat
Saat shalat, aurat wanita terdiri dari seluruh tubuh kecuali bagian wajah, tangan, dan kaki.
Jadi, wajib bagi seorang wanita yang pada saat shalat harus menutupi tubuhnya dengan
baik, yaitu menutupi seluruh bagian anggota tubuh kecuali wajah, tangan dan kaki.
Bagian wajah wajib ditutupi dengan benar yaitu tidak ada rambut yang terlihat barang
satu helai pun. Selain itu, bagian atas pergelangan tangan dan pergelangan kaki juga tidak
boleh terlihat.
Yang sangat perlu diketahui juga bahwa apabila seperempat dari anggota tubuh yang
termasuk kategori aurat yang harus ditutupi tetapi ternyata terbuka selama melakukan
gerakan shalat, kemudian jika ini tetap dengan durasi membaca Subhanallah sebanyak
tiga kali, maka shalat menjadi tidak sah. Hal ini sama dengan jika seperempat bagian
aurat wanita saat shalat ternyata terlihat sebelum memulai shalat, maka shalat tidak sah
dari awal melakukan ibadah ini.
Setelah mengetahui batasan aurat untuk wanita, kini saatnya muslimah mengetahui cara
berpakaian yang benar secara Islami agar benar-benar dapat menjalankan syariat Islam
maksimal. Adapun cara berpakaian yang benar menurut syariat Islam adalah sebagai
berikut ini;

10 Cara Berpakaian Bagi Wanita Yang Benar Menurut Syariat Islam


1. Menutup aurat kecuali wajah dan telapak tangan
2. Pakaian yang dikenakan harus longgar dan tidak boleh ketat
3. Kenakanlah pakaian dengan bahan tebal (tidak transparan)
4. Menghindari pakaian Syuhroh (zang mengundang perhatian banzak orang)
5. Berpakaianlah dengan pakaian yang sederhana saja
6. Pakaian yang dikenakan tidak boleh menyerupai laki-laki
7. Haram berpakaian menyerupai orang kafir (pakaian yang tidak mengenal
aurat)
8. Tidak boleh menggunakan wangi-wangian untuk tujuan memikat lawan jenis
9. Menghindari pakaian yang berhias
10. Menghindari bertabarruj
Tabarruj merupakan sebuah perilaku yang tergolong buruk untuk wanita karena
menunjukkan apa yang harusnya disembunyikan atau ditutupi dengan memanfaatkan
jilbab yang digunakan untuk memamerkan mahkota, perhiasan ataupun segala yang
berbau kecantikan yang dapat menggoda kaum pria.
BAB IV PENUTUP

I. KESIMPULAN

Setelah memperhatikan hasil pembahasan tersebut di atas, maka dapat disimpulkan


bahwa menutup aurat baik bagi laki-laki maupun wanita hukumnya adalah wajib. Dalam
keadaan apapun dan dalam keadaanyang mendesak sekalipun. Karena dengan menutup
aurat kita dapat terhindar dari kemaksiatan dunia dan neraka di akhirat kelak. Selain itu,
dengan menutup aurat kita dapat menjaga kehormatan diri kita sebagai umat Islam serta
mematuhi semua perintah Allah yang tercantum dalam Al-Qur’an.

II. SARAN

Sebagai umat Islam, khususnya wanita muslimah, kita harus selalu menutupi aurat
kita dengan mengenakan pakaian yang sopan dan layak untuk dipakai. Meskipun dalam
keadaan apapun kita harus tetap menutup aurat kita dan tidak memperlihatkan aurat kita
kepada lelaki yang bukan mahram. Oleh karena itu, untuk penulis khususnya dan
pembaca pada umumnya selalu menutup auratdimanapun dan kapanpun kita berada.
Karena itu dapat menjaga kehormatan kita sebagai muslimin dan muslimah.