Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN

PASAR BISNIS DAN PERILAKU PEMBELIAN BISNIS

Disusun Oleh:
Kelompok 4
1. Adhika Rangga N (29011)
2. Rinduri Darnantri (29489)
3. Dwi Karina Asri (29490)
4. Selia Ayu Nurmalita (29731)
5. Fahrub Razany (29796)
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayahnya
penyusunan makalah yang berjudul “Pasar Bisnis dan Perilaku PembelianBisnis” ini dapat kami
selesaikan. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam
penyelesaian makalah ini.

Kami juga mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Tri Heru dan teman-teman
sekelas apabila ada kesalahan dalam penyusunan makalah, baik susunan makalah maupun hasil
materi yang kami peroleh.

Kami berharap dengan penulisan makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi kami dan
para pembaca umumnya. Serta semoga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan
dan meningkatkan prestasi di masa yang akan datang.

Demikian beberapa hal yang dapat kami ucapkan, apabila ada kesalahan kata-kata kami mohon
maaf yang sebesar-besarnya.

April, 2019

Yogyakarta

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pasar bisnis adalah pasar yang besar. Pasar bisnis melibatkan jumlah uang dan barang yang jauh
lebih banyak daripada konsumen. Dalam beberapa hal, pasar bisnis sama dengan pasar konsumen.
Keduanya melibatkan orang-orang yang melakukan pembelian untuk memuaskan kebutuhan.
Namun, pasar bisnis berbeda dalam hal dengan pasar konsumen. Perbedaan utama terletak pada
struktur permintaan pasar, sifat unit pembelian, serta jenis keputusan dan proses keputusan yang
dilibatkan.

Pasar bisnis terdiri dari semua organisasi yang memperoleh barang dan jasa yang
digunakan dalam memperoduksi barang dan jasa lain yang dijual, disewakan, atau dipasok kepada
pihak lain. Industri utama yang membentuk pasar bisnis adalah pertanian, kehutanan, dan
perikanan; pertambangan, perusahaan manufaktur, konstruksi, transportasi, komunikasi, sarana
umum, perbankan, keuangan, dan asuransi, distribusi serta jasa lain.

Semakin banyak uang dan jenis produk yang terlibat dalam penjualan ke para pembeli
bisnis dibandingkan penjualan ke para pembeli konsumen. Dalam pasar bisnis akan timbul
persaingan dengan banyaknya produsen-produsen yang menawarkan produk barang dan jasa yang
mereka hasilkan kepada para konsumen. Persaingan dalam dunia bisnis semakin semarak dalam
dewasa ini, pemasaran global membuat perusahaan-perusahaan harus berusaha bagaimana mampu
bersaing dengan perusahaan lain yang menjadi pesaingnya.

Dengan adanya persaingan dalam pasar bisnis maka setiap perusahaan akan melakukan
langkah-langkah dalam melakukan proses produksi dalam menghasilkan suatu barang dan jasa
yang berkualitas dan bermutu sehingga dapat menarik minat dan keinginan para konsumen untuk
memilikinya..
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pasar Bisnis

Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja dan
kemauan untuk membelanjakannya.Dari definisi diatas dapat diketahui terdapat 3 unsur penting
didalam pasar yaitu Orang dengan segala keinginannya, Daya beli mereka, Kemauan untuk
membelanjakannya.Pasar atau konsumen dapat dibedakan menjadi dua golongan, yakni konsumen
akhir (pasar konsumen) dan pasar bisnis (pasar industri). Dimana pasar konsumen adalah
sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk dikonsumsi dan bukannya untuk diproses
lebih lanjut. Sedangkan pasar bisnis adalah pasar yang terdiri dari individu-individu atau organisasi
yang membeli barang untuk diproses lagi menjadi barang lain dan kemudian dijual. Berdasarkan
pengertian tersebut, sebagai contoh maka petani digolongkan kedalam pasar bisnis, sebab mereka
membeli barang digunakan untuk diproses lebih lanjut menjadi barang-barang hasil pertanian.

Pasar Bisnis (Business Market) adalah semua organisasi yang membeli barang dan jasa
untuk dipergunakan dalam memproduksi produk, atau dengan tujuan dijual lagi atau disewakan
kepada pihak lain dengan mengambil untung. Perilaku pembelian bisnis (business buying
behaviour) mengacu pada perilaku pembelian organisasi yang membeli barang dan jasa untuk
digunakan dalam produksi produk dan jasa lain yang dijual, disewakan atau dipasok kepada pihak
lain, sedangkan Proses pembelian bisnis adalah proses pengambilan keputusan dengan mana
pembeli bisnis menetapkan kebutuhan akan produk dan jasa yang dibeli dan
mengidentifikasi,mengevaluasi,serta memilih diantara merek-merek dan pemasok-pemasok
alternative. Perusahaan yang menjual kepada organisasi bisnis lain harus sebaik-baiknya
memahami perilaku pasar bisnis dan pembelian bisnis.

2.2 Karakteristik Pasar Bisnis

Pasar Bisnis ( Bussiness Market ) memiliki beberapa karakteristik yaitu :


 Pasar industri mengandung pembeli yang lebih sedikit tetapi lebih besar dibandingkan
pemasar konsumen.
 Pembeliannya lebih besar : Beberapa perusahaan besar melakukan hampir seluruh
pembelian dalam industri-industri seperti mesin pesawat terbang dan alat pertahanan.
 Pelanggan dipasar industri lebih berorientasi secara geografis: : Konsentrasi geografis
produsen itu membantu menurunkan biaya penjualan. Pada saat yang sama, para pemasar
bisnis perlu memantau perpindahan industri – industri tertentu ke wilayah lain.
 Permintaan turunan : Permintaan atas barang bisnis benar – benar berasal dari
permintaan atas barang konsumsi. Karena alasan itu, para pemasar bisnis harus secara
dekat memantau pola pembelian konsumen akhir.
 Pembelian professional : Barang bisnis dibeli oleh agen ( petugas ) pembelian yang
terlatih, yang harus mengikuti kebijakan, batasan, dan persyaratan pembelian organisasi.
Banyak instrumen pembelian – contohnya : permintaan harga atas produk yang akan
dipesan, proposal pembelian, dan kontrak pembelian – tidakditemukan dalam pembelian
konsumen.
 Permintaaannya berfluktuasi : Permintaan atas barang dan jasa bisnis cenderung lebih
mudah berubah – ubah dibandingkan dengan permintaan atas barang dan jasa konsumsi.
Presentase tertentu peningkatan permintaan konsumen dapat menyebabkan presentase
peningkatan permintaan yang jauh lebih besar atas pabrik dan peralatan yang diperlukan
untuk memproduksi output tambahan. Ekonom menyebut dampak itu sebagai dampak
percepatan. Kadang – kadang peningkatan 10 persen permintaan konsumen dapat
menyebabkan kenaikan 200 persen permintaan bisnis akan produksi bersangkutan pada
periode berikutnya : 10 persen penurunan permintaan konsumen dapat menyebabkan
kehancuran total permintaan bisnis.
 Permintaan dibanyak pasar industri lebih tidak elastis atau tidak terpengaruh oleh
perubahan harga dalam jangka pendek.
 Dalam pembelian dipasar industri, pembeli dan penjual bekerja lebih erat dan
membangun hubungan erat dalam jangka panjang.
 Pembeli di pasar industri seringkali langsung dari produsen, bukan lewat pedagang
eceran atau pedagang besar.
 Pembeli dipasar industri seringkali menyewa peralatan, bukannya membeli langsung.
2.3 Target Pasar Bisnis

Dalam menetapkan sasaran pasar (target pasar), perusahaan terlebih dulu harus melakukan
segmentasi pasar, dengan cara mengelompokkan konsumen (pembeli) ke dalam kelompok dengan
ciri-ciri (sifat) yang hampir sama. Setiap kelompok konsumen dapat dipilih sebagai target pasar
yang akan dicapai. Segmentasi pasar dimaksudkan untuk mengkaji dan mencari kesempatan
segmen pasar yang dihadapi perusahaan, menilai segmen pasar, dan memutuskan berapa banyak
dari segmen pasar yang ada tersebut yang akan dilayani oleh perusahaan. Penentuan target pasar
sangat penting karena perusahaan tidak dapat melayani seluruh konsumen atau pembeli yang ada
di pasar. Pembeli yang ada terlalu banyak dengan kebutuhan dan keinginan yang beragam atau
bervariasi, sehingga perusahaan harus mengidentifikasi bagian pasar mana yang akan dilayaninya
sebagai target pasar.

Kegiatan pemasaran akan lebih berhasil jika hanya diarahkan kepada konsumen tertentu
sebagai target pasar yang dituju. Target pasar adalah kelompok konsumen yang agak homogen,
yang akan dijadikan sasaran pemasaran perusahaan. Dalam hal ini perusahaan harus
memperhatikan jenis kebutuhan dan keinginan konsumen. Selain itu perlu diperhatikan pula
kebutuhan dan keinginan kelompok konsumen manakah yang akan dipenuhi. Konsumen memang
pembeli yang harus dilayani perusahaan dengan memuaskan. Namun, tidak mungkin perusahaan
benar-benar dapat memberikan kepuasan kepada seluruh konsumen yang ada di pasar, karena
terbatasnya kemampuan atau sumber daya perusahaan. Untuk itu perusahaan perlu menentukan
batas pasar yang akan dilayani atau yang menjadi target pasar, melalui pengelompokkan konsumen
berdasarkan ciri-ciri atau sifatnya dikaitkan dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

Adapun yang dimaksud dengan target pasar adalah kelompok konsumen yang mempunyai
ciri-ciri atau sifat hampir sama (homogen) yang dipilih perusahaan dan yang akan dicapai dengan
strategi bauran pemasaran (marketing mix). Dengan ditetapkannya target pasar, perusahaan dapat
mengembangkan posisi produknya dan strategi bauran pemasaran untuk setiap target pasar
tersebut. Target pasar perlu ditetapkan, karena bermanfaat dalam :

1. Mengembangkan posisi produk dan strategi bauran pemasaran.


2. Memudahkan penyesuaian produk yang dipasarkan dan strategi bauran pemasaran yang
dijalankan (harga yang tepat, saluran distribusi yang efektif, promosi yang tepat) dengan
target pasar.
3. Membidik peluang pasar lebih luas, hal ini penting saat memasarkan produk baru.
4. Memanfaatkan sumber daya perusahaan yang terbatas seefisien dan seefektif mungkin
5. Mengantisipasi persaingan.

Dengan mengidentifikasikan bagian pasar yang dapat dilayani secara efektif, perusahaan akan
berada pada posisi lebih baik dengan melayani konsumen tertentu dari pasar tersebut.

2.5 Perilaku Pembelian Bisnis

Proses pembelian bisnis adalah proses pengambilan keputusan dengan mana pembeli bisnis
menetapkan kebutuhan akan produk dan jasa yang dibeli dan mengidentifikasi, mengevaluasi,
serta memilih diantara merek-merek dan pemasok-pemasok alternative. Perusahaan yang menjual
kepada organisasi bisnis lain harus sebaik-baiknya memahami perilaku pasar bisnis dan pembelian
bisnis.

2.6 Peserta dalam Proses Pembelian Bisnis

1. Pusat Pembelian

Pusat Pembelian terdiri dari semua anggota yang memainkan salah satu dari tujuh peran
dalam proses keputusan pembelian:

 Pencetus (initiators): Mereka yang meminta untuk membeli sesuatu. Mereka bisa saja
merupakan pemakai atau pihak lain dalam organisasi.
 Pemakai (users): Mereka yang akan memakai barang atau jasa tertentu. Dalam banyak
kasus, pemakai mengajukan proposal pembelian dan membantu
menetapkan persyaratan produk.
 Pemberi pengaruh (influencers): Orang-orang yang mempengaruhi keputusan
pembelian. Mereka sering membantu merumuskan spesifikasi dan juga memberikan
informasi untuk mengevaluasi alternatif. Orang-orang teknik merupakan pemberi
pengaruh yang penting.
 Pengambil keputusan (deciders): Orang yang memutuskan persyaratan produk dan
pemasok.
 Pemberi persetujuan (approvers): Orang yang mengotorisasi / menyetujui
tindakan yangdiusulkan oleh pengambil keputusan atau pembeli.
 Pembeli (buyers): Orang yang memiliki wewenang formal untuk memilih pemasok dan
menyusun syarat pembelian. Para pembeli dapat membantu menyusun spesifikasi
produk, namun peran utama mereka adalah memilih pemasok dan bernegosiasi. Dalam
pembelian yang lebih rumit, para pembeli mungkin mencakup manajer tingkat tinggi.
 Penjaga gerbang (gatekeepers): Orang-orang yang memiliki kekuasaan untuk
mengahalangi penjual dan informasi sehingga tidak dapat menjangkau anggota pusat
pembelian. Contohnya, agen/petugas pembelian, penerma tamu, dan penerima telepon
mungkin menghalangi wiraniaga untuk menghubungi pemakai atau pengambil
keputusan.

2. Pengaruh Utama

Para pembeli bisnis menanggapi banyak pengaruh saat mereka mengambil keputusan
pembelian. Jika tawaran pemasok sama, para pembeli bisnis dapat memenuhi tuntutan
pembeliannya dari pemasok mana pun, dan mereka lebih mengutamakan pemasok yang
memberikan perlakuan pribadi kepada mereka. Jika tawaran pemasok berbeda secara
substansial, para pembeli bisnis bertanggung jawab atas pilihan mereka dan memberi
perhatian yang lebih besar pada faktor-faktor ekonomi.

Para pembeli bisnis menanggapi empat pengaruh utama : faktor lingkungan, faktor
organisasi, faktor antarpribadi, dan faktor pribadi.

Berikut ini akan diuraikan tentang empat pengaruh utama yang mempengaruhi keputusan
pembelian organisasi :

a) Faktor Lingkungan
Para pembeli bisnis memberi perhatian yang besar pada faktor-faktor ekonomi yang sedang
berlangsung atau yang diperkirakan, seperti level produksi, investasi, pengeluaran
konsumen, dan tingkat suku bunga. Pada masa resesi, pembeli bisnis mengurangi investasi
untuk pabrik, peralatan, dan persediaan. Para pemasar bisnis hampir tidak dapat melakukan
apa-apa untuk merangsang permintaan total di dalam lingkungan itu. Mereka hanya dapat
berjuang keras untuk meingkatkan atau mempertahankan pangsa permintaan mereka.

Para pembeli bisnis secara aktif memantau perkembangan teknologi, peraturan pemerintah,
dan persaingan. Hal-hal yang dapat mempengaruhi faktor lingkungan dalam proses
pembelian organisasi antara lain :

1) Tingkat permintaan
2) Ramalan ekonomi
3) Tingkat bunga
4) Tingkat perubahan teknologi
5) Perkembangan politik dan peraturan
6) Perkembangan persaingan
7) Perhatian pada tanggung jawab sosial masyarakat.

b) Faktor Organisasi

Setiap organisasi memiliki tujuan, kebijakan, prosedur, struktur organisasi, dan sistem yang
spesifik. Dalam faktor organisasi terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi proses
pembelian antara lain :

 Peningkatan kelas departemen pembelian. Organisasi atau departemen pembelian baru


yang strategis lebih berorientasi pada pembelian yang telah berubah dari gaya lama
”departemen pembelian (purchasing departements)” dengan penekanan pada
pembelian dengan biaya terendah menjadi ”departemen perbekalan (procurements
departements)” dengan misi mencari nilai terbaik dari pemasok yang lebih sedikit
namun mempunyai kualitas yang lebih baik.
 Peran lintas fungsi. Para pemasar bisni yang melakukan pembelian dengan tidak
memandang jabatan atau struktur tugas mereka dalam melakukan proses pengambilan
keputusan untuk melakukan pembelian barang maupun jasa.
 Pembelian terpusat. Dalam perusahaan besar dan berskala nasional maupun
internasional melakukan pembelian barang dan jasa dengan proses pembelian dan
pengadaan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh satu unit kecil maka akan dilakukan
oleh satu unit yang levelnya lebih tinggi daripada unit yang membutuhkan. Namun
terkadang ada beberapa perusahaan hanya melakukan droping dana ke perusahaan
yang membutuhkan barang maupun jasa kemudian unit yang membutuhkan dapat
memakai anggaran tersebut untuk memperoleh barang maupun jasa yang dibutuhkan.
 Pembelian terdesentralisai atas barang yang nilainya kecil. Biasanya terdapat
perusahaan mengurangi pemusatan beberapa operasi pembelian dengan
memberdayakan para pegawai untuk membeli barang-barang yang bernilai kecil
seperti alat penjepit, pembuat kopi, dan lain-lain.
 Pembelian melalui internet. Seiring dengan perkembangan teknologi sekarang ini,
banyak perusahaan-perusahaan yang melakukan proses pembelian lewat fasilitas yang
dinamakan ’internet’ yang menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan dengan
proses yang lebih praktis dan cepat sehingga proses pembelian dapat dilakukan sendiri
melalui dunia internet atau biasa juga disebut dunia ’maya’ yang berbasis teknologi.

Faktor-faktor organisasi lain yang dapat mempengaruhi proses pembelian sebagai


berikut :

1. Kontrak jangka panjang


2. Evaluasi kinerja pembelian dan perkembangan profesi pembeli
3. Membaiknya manajemen rantai pasokan
4. Produksi yang ramping

c) Faktor antar-pribadi dan pribadi

Pusat pembelian biasanya terdiri dari beberapa peserta dengan minat, wewenang, status,
empati, dan daya bujuk yang berbeda-beda. Para pemasar bisnis cenderung tidak
mengetahui dinamika kelompok seperti apa yang muncul selama proses keputusan
pembelian, walaupun semua informasi yang dapat ditemukannya tentang faktor
kepribadian dan antar-pribadi akan bermanfaat.

Tiap-tiap pembeli memiliki motivasi, persepsi, dan preferensi pribadi yang


dipengaruhi oleh umur, penghasilan, pendidikan, jabatan, kepribadian, sikap terhadap
resiko, dan budaya pembeli tersebut. Para pembeli dengan pasti menunjukkan gaya yang
”ahli,” pembeli yang ”ingin yang terbaik,” dan pembeli yang ”ingin semuanya beres.”
Bebarapa pembeli muda yang berpendidikan tinggi terdiri dari pakar komputer yang
mengadakan analisis mendalam atas sejumlah proposal yang bersaing sebelum memilih
pemasok. Pembeli lain adalah ”orang kuat” dengan pengalaman yang sudah lama yang
mengadu-domba para penjual yang bersaing.

2.7 Proses Pembelian Bisnis

Proses pembelian bisnis adalah proses pengambilan keputusan dengan mana pembeli bisnis
menetapkan kebutuhan akan produk dan jasa yang dibeli dan mengidentifikasi, mengevaluasi,
serta memilih diantara merek-merek dan pemasok-pemasok alternative.

1) Pengenalan Masalah, Tahap pertama proses pembelian bisnis di mana seseorang di dalam
perusahaan mengenali masalah atau kebutuhan yang dapat dipenuhi dengan memperoleh
barang atau jasa.
2) Deskripsi Kebutuhan Umum, Tahap dalam proses pembelian bisnis di mana perusahaan
menggambarkan karakteristik umum dan kuantitas produk yang diperlukan
3) Spesifikasi Produk, Tahap paroses pembelian bisnis di mana organisasi pembelian memutuskan
dan menetapkan spesifikasi karakteristik teknis produk terbaik untuk produk yang diperlukan.
4) Pencarian Pemasok, Tahap proses pembelian bisnis di mana pembeli berusaha menemukan
vendor terbaik.
5) Pengumpulan Proposal, Tahap proses pembelian bisnis di mana pembeli mengundang pemasok
bermutu untuk mengumpulkan proposal.
6) Pemilihan Pemasok, Tahap proses pembelian bisnis di mana pembeli meninjau ulang proposal
dan memilih satu atau beberapa pemasok.
7) Spesifikasi Pesanan Rutin, Tahap proses pembelian bisnis di mana pembeli menulis pesanan
akhir dengan pemasok terpilih, menyebutkan spesifikasi teknis, kuantitas yang diperlukan,
waktu pengiriman yang diharapkan, kebijakan pengembalian dan jaminan.
8) Tinjauan Ulang Kinerja, Tahap proses pembelian bisnis di mana pembeli menilai kinerja
pemasok dan memutuskan untuk melanjutkan, memodifikasi atau meninggalkan suatu
kesepakatan.

2.8 Tahap – Tahap Proses Pembelian Bisnis

Proses pembelian adalah proses pengambilan keputusan oleh pembeli bisnis untuk menentukan
produk dan layanan yang perlu dibeli oleh organisasi mereka, kemudian menemukan,
mengevaluasi dan memilih di antara pemasok yang tersedia.

1) Pengenalan masalah

Tahap pertama adalah pengenalan masalah atau kebutuhan yang dapat dipenuhi setelah membeli
barang tau jasa yang akan dibeli.

2) Perumusan kebutuhan umum

Adalah tahap dalam proses pembelian bisnis dimana perusahaan menggambarkan karakteristik
umum dan kuantitas produk yang diinginkan.

3) Spesifikasi Produk

Spesifikasi produk adalah proses organisasi pembelian memutuskan dan melakukan spesifikasi
atas karakteristik teknis produk terbaik untuk produk yang diperlukan.

4) Pencarian pemasok

Adalah proses dimana pembeli berusaha menemukan vendor terbaik.

5) Permintaan pengajuan proposal

Adalah proses dimana pembeli mengundang pemasok bermutu untuk mengajukan atau
mengumulkan proposal.

6) Peimilihan pemasok
Adalah proses dimana pembeli memilih pemasok yang terbaik dari yng sudah mengumpulkan
proposal.

7) Spesifikasi pesanan rutin

Adalah proses pembelian bisnis di mana pembeli menulis pesanan akhir dengan pemasok terpilih,
menyebutkan spesifikasi teknis, kuantitas yang diperlukan, waktu pengiriman yang diinginkan,
kebijakan pengembalian dan jaminan.

8) Penilaian kerja

Adalah proses pembelian bisnis di mana pembeli menilai kinerja pemasok dan memutuskan untuk
melanjutkan, memodifikasi atau meninggalkan suatu kesepakatan
BAB III

KESIMPULAN

1. Pasar bisnis (business market) terdiri dari semua organisasi yang mendapatkan barang/jasa
untuk digunakan kembali dalam memproduksi barang/jasa lain kemudian
dijual/disewakan/dipasok ke organisasi lain.

2. Proses pembelian bisnis

Proses pembelian bisnis adalah proses pengambilan keputusan dengan mana pembeli bisnis
menetapkan kebutuhan akan produk dan jasa yang dibeli dan mengidentifikasi, mengevaluasi,
serta memilih diantara merek-merek dan pemasok-pemasok alternative.

3. Para peserta dalam proses keputusan pembelian antara lain :

 Pencetus (initiators)
 Pemakai (users)
 Pemberi pengaruh (influencers)
 Pengambil keputusan (deciders)
 Pemberi persetujuan (approvers)
 Pembeli (buyers)
 Penjaga gerbang (gatekeepers)

4. Adapun tahap-tahap dari proses pembelian sebagai berikut :

 Pengenalan masalah
 Perumusan kebutuhan dan spesifikasi produk umum
 Pencarian pemasok
 Permintaan pengajuan proposal
 Pemilihan Pemasok
 Spesifikasi rutinitas pesanan
 Kaji ulang kinerja pembelian atau pengadaan.
DAFTAR PUSTAKA

http://jannahdamanik.blogspot.com/2013/01/pasar-bisnis-dan-perilaku-pembelian.html

andi67.blog.esaunggul.ac.id/2012/04/07/pasar-bisnis-dan-perilaku-pembelian-bisnis/

Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran. PT.Glora Aksara Pratama.1996

Ogleek.blogspot.com/2008/11/menganalisis-pasar-bisnis.html

www.slideshare.net/razi76/manajemen-pemasaran-ch-6

http://www.slideshare.net/msahuleka/bab-6-pasar-bisnis-dan-perilaku-pembelian-bisnis