Anda di halaman 1dari 22

PENGARUH JUMLAH PERUSAHAAN INDUSTRI BESAR

DAN SEDANG DAN JUMLAH TENAGA KERJA INDUSTRI


BESAR DAN SEDANG TERHADAP JUMLAH PENDUDUK
MISKIN DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI SUMATERA
UTARA TAHUN 2016

Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester


Mata Kuliah : Statistik Bisnis
Dosen Pengampu : Farida Rohmah, S.Pd., M.Sc

Dibuat Oleh :
Nurun Najmatillaila (1720310098)

JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM


PRODI MANAJEMEN BISNIS SYARIAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
2018/2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kemiskinan merupakan salah satu dari sekian banyak permasalahan yang di
hadapi oleh berbagai negara berkembang. Di Indonesia sendiri, masalah
kemiskinan menjadi agenda utama yang harus diperhatikan dan ditanggulangi
oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan kemiskinan merupakan permasalahan yang
menyangkut keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Dan kemiskinan ini
biasa ditandai dengan banyaknya jumlah penduduk miskin yang ada.
Salah satu hal yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi
jumlah penduduk miskin adalah menciptakan lapangan kerja yang mampu
menyerap tenaga kerja sehingga pengangguran yang menjadi pemicu
meningkatnya jumlah penduduk miskin bisa berkurang.
Keberadaan perusahaan industri sangat membantu untuk mengatasi
kemiskinan ini, baik itu perusahaan industri kecil, sedang maupun besar. Dengan
adanya peningkatan jumlah perusahaan industri besar dan sedang akan membawa
dampat positif terhadap penyerapan tenaga kerja.
Berdasarkan kondisi tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji sejauh mana
faktor jumlah perusahaan industri besar dan sedang dan jumlah tenaga kerja
memengaruhi jumlah penduduk miskin, yang berfokus di Kabupaten/Kota
Provinsi Sumatera Utara. Oleh karena itu penelitian ini berjudul “Pengaruh
Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang dan Jumlah Tenaga Kerja
Industri Besar dan Sedang terhadap Jumlah Penduduk Miskin di
Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara Tahun 2016”

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan pokok masalah
penelitian sebagai berikut:
1. Apakah jumlah perusahaan industri besar dan sedang berpengaruh terhadap
jumlah penduduk miskin di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara?

1
2. Apakah jumlah tenaga kerja industri besar dan sedang berpengaruh terhadap
jumlah penduduk miskin di kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh jumlah perusahaan besar dan sedang terhadap
jumlah penduduk miskin di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara.
2. Untuk mengetahui pengaruh jumlah tenaga kerja industri besar dan sedang
terhadap jumlah penduduk miskin di Kabupaten/Kota provinsi Sumatera
Utara.

2
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Perusahaan Industri
Perusahaan didefinisikan sebagai suatu unit organisasi yang menggunakan
berbagai faktor-faktor produksi dan menghasilkan barang atau jasa untuk dijual
kepada rumah tangga, perusahaan lain atau pemerintah dengan berorientasi pada
keuntungan.1
Perusahaan atau usaha industri adalah suatu unit (kesatuan) usaha yang
melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan menghasilkan barang atau jasa, terletak
pada suatu bangunan atau lokasi tertentu dan mempunyai cacatan administrasi
tersendiri meengenai produksi dan struktur biaya serta ada seorang atau lebih
yang bertanggung jawab atas usaha tersebut.
Perusahaan Industri dibagi menjadi 4 golongan, yaitu:
1. Industri Besar (banyaknya tenaga kerja 100 orang atau lebih).
2. Industri Sedang (banyaknya tenaga kerja 20-99 orang).
3. Industri Kecil (banyaknya tenaga kerja 5-19 orang).
4. Industri Rumah Tangga (banyaknya tenaga kerja 1-4 orang).
Penggolongan perusahaan industri ini semata-mata hanya didasarkan kepada
banyaknya tenaga kerja yang bekerja, tanpa memerhatikan apakah perusahaan itu
menggunakan mesin tenaga atau tidak, serta tanpa memerhatikan besarnya modal
perusahaan itu.2

B. Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan istilah yang identik dengan istilah personalia atau
sumber daya manusia. Oleh karena itu, pengertian tenaga kerja sapat dilihat secara
makro maupun mikro. Secara makro, tenaga kerja atau manpower adalah

1
Tri Kunawangsih Pracoyo dan Antyo Pracoyo, Aspek Dasar Ekonomi Mikro, PT
Grasindo, Jakarta, 2006, hlm. 143
2
https://www.bps.go.id/subject/9/industri-besar-dan-sedang-.html diakses pada tanggal 03
Desember 2018 pukul 21.53 WIB

3
kelompok yang menduduki usia kerja. Secara mikro, tenaga kerja adalah
karyawan atau employee yang mampu memberikan jasa dalam proses produksi.3
Jumlah tenaga kerja adalah banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari
kerja baik pekerja yang dibayar maupun pekerja yang tidak dibayar. Jumlah ini
didapat dari jumlah pekerja produksi dan pekerja lainnya.
Pekerja produksi adalah pekerja yang langsung bekerja dalam proses
produksi atau berhubungan dengan itu, termasuk pekerja yang langsung
mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang
digunakan dan barang yang dihasilkan.
Pekerja lainnya adalah pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan
proses produksi, pekerjaan ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan,
seperti manager (bukan produksi), kepala personalia, sekretaris, tukang ketik,
penjaga malam, sopir perusahaan, dan lain-lain.

C. Penduduk Miskin
Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran
perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan.4 Ciri-ciri penduduk miskin,
meliputi 1) sebagian besar masyarakatnya hidup di pedesaan yang terdiri dari
buruh-buruh tani, 2) sebagai penganggur atau setengah penganggur, meskipun
bekerja tetapi sifatnya tidak teratur dan tidak mencukupi bagi kebutuhan hidup
yang wajar, dan 3) berusaha sendiri dan dengan menyewa peralatan orang lain
dengan modal yang kecil dan serba terbatas.5
Besarnya jumlah penduduk dalam suatu negara akan berpontensi
menciptakan permasalahan permasalahan sosial, yaitu menurunnya kualitas
sumber daya manusia sumber daya manusia, munculnya ketimpangan dan
kecemburuan sosial dan politik, dan meningkatnya angka kriminalitas. Pada

3
Iwan Shalahuddin, dkk, Prinsip-Prinsip Dasar Kewirausahaan, Deepublish, Yogyakarta,
2018, hlm. 101
4
https://www.bps.go.id/subject/23/kemiskinan-dan-ketipangan.html diakses pada tanggal
03 Desember 2018 pukul 23.03 WIB
5
N. H. T Siahaan, Hukum Lingkungan dan Ekologi Pembangunan, Erlangga, Jakarta, 2004,
hlm. 81-82

4
gilirannya, kondisi tersebut menghambat perkembangan ekonomi nasional dan
menyulitkan Indonesia keluar dari ketertinggalan.6

D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
- Hօ : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara jumlah perusahaan
industri besar dan sedang dan tenaga kerja industri besar dan sedang
terhadap jumlah penduduk miskin di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera
Utara Tahun 2016
- Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara jumlah perusahaan besar
dan sedang dan tenaga kerja industri besar dan sedang terhadap jumlah
besar dan sedang terhadap jumlah penduduk miskin di Kabupaten/Kota
Provinsi Sumatera Utara Tahun 2016

6
Agus Irianto dan Friyatmi, Demografi dan Kependudukan, Kencana, Jakarta, 2016, hlm.
132

5
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Daerah Penelitian


Provinsi Sumatera Utara berada di bagian barat Indonesia, terletak pada
garis 1º-4º Lintang Utara dan 98º-100º Bujur Timur. Provinsi ini berbatasan
dengan daerah perairan dan laut serta dua provinsi lain, di sebelah Utara
berbatasan dengan Provinsi Aceh, di sebelah Timur dengan negara Malaysia di
Selat Malaka, di sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Riau dan Sumatera
barat dan di sebelah Barat berbatasan dengan Samudra Hindia.
Karena terletak dekat dengan garis khatulistiwa, Provinsi Sumatera Utara
tergolong ke dalam daerah beriklim tropis. Ketinggian permukaan daratan
Provinsi Sumatera Utara sangat bervariasi, sebagian daerahnya datar, hanya
beberapa meter di atas permukaan laut, beriklim cukup panas bisa mencapao 33º
C, sebagian daerah berbukit dengan kemiringan yang landai, beriklim sedang dan
sebagian lagi berada pada daerah ketinggian yang suhu minimalnya bisa mencapai
15º C.7

B. Hasil Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang
diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara. Data yang
digunakan adalah data cross section. Data yang dimaksud meliputi jumlah
perusahaan industri besar dan sedang, jumlah tenaga kerja industri besar dan
sedang dan jumlah penduduk miskin di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara
tahun 2016. Dimana jumlah kabupaten atau kota yang ada di provinsi Sumatera
Utara ada sebanyak 33 wilayah.

7
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Utara Dalam Angka
2016, BPS Provinsi Sumatera Utara, 2016, hlm. 5-7

6
1. Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual
N 33
Mean ,0000000
Normal Parametersa,b
Std. Deviation 26,49586970
Absolute ,178
Most Extreme Differences Positive ,178
Negative -,135
Kolmogorov-Smirnov Z 1,023
Asymp. Sig. (2-tailed) ,246
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

Dari hasil One Sample Kolmogorov Smirnov Test, angka sig adalah
0,246 yang lebih besar dari 0,05, maka distribusi data untuk penelitian ini
adalah normal.
Dapat dilihat juga dari pergerakan data yang masih berada di sekitar
garis diagonal dibawah ini, yang mempunyai arti bahwa data penelitian ini
normal.

7
Dan juga dapat dilihat dari gambar histogram dibawah yang dapat
diketahui bahwa data normal karena grafik histogram memberikan pola
distribusi yang tidak merata.

8
2. Uji Asumsi Klasik : Multikolinieritas

Coefficientsa
Model Unstandardized Standa t Sig. Collinearity
Coefficients rdized Statistics
Coeffic
ients
B Std. Beta Tolera VIF
Error nce
(Constant) 30,718 5,280 5,818 ,000
Jumlah Perusahaan ,757 ,295 2,139 2,570 ,015 ,022 45,41
Industri Besar dan 3
Sedang
Jumlah Tenaga -,004 ,002 -1,452 -1,743 ,092 ,022 45,41
Kerja Perusahaan 3
Industri Besar dan
Sedang
a. Dependent Variable: jumlah_penduduk_miskin

Dari data penelitian diatas, dapat diketahui bahwa hasil tollerance diatas
0,22 dan VIF (Variation Inflasi Faktor) sebesar 45, 413. Hal ini berarti ada
masalah multikolinieritas karena nilai VIF tidak boleh lebih dari 10.
Jika terdapat masalah multikolinieritas, bisa diobati dengan
menghilangkan salah satu variabel independen yang mempunyai hubungan
linear kuat. Dalam hal ini penulis menghilangkan variabel jumlah perusahaan
industri besar dan sedang dalam kasus hubungan antara jumlah penduduk
miskin dengan jumlah perusahaan industri besar dan sedang dan tenaga kerja
industri besar dan sedang.

9
Coefficientsa
Model Unstandardized Standardi t Sig. Collinearity
Coefficients zed Statistics
Coefficie
nts
B Std. Beta Tolera VIF
Error nce
34024,2 5563,84 6,115 ,000
(Constant)
43 6
Jumlah Tenaga 1,674 ,338 ,664 4,948 ,000 1,000 1,000
1
Kerja Perusahaan
Industri Besar
dan Sedang
a. Dependent Variable: jumlah penduduk miskin

Sehingga data penelitian menjadi bebas dari masalah multikolinieritas


dengan hasil Tollerance diatas 0,1 yakni 1 dan nilai VIF dibawah 10 yakni 1
seperti pada gambar diatas.

3. Uji Asumsi Klasik : Autocorrelation

Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Std. Error of the Durbin-Watson
Square Estimate
a
1 ,736 ,542 ,511 27,36482 2,528
a. Predictors: (Constant), Jumlah Tenaga Kerja Perusahaan Industri Besar dan Sedang,
Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang
b. Dependent Variable: jumlah_penduduk_miskin

Nilai DW sebesar 2,528, nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel
dengan menggunakan signifikasi 1%. Bisa dilihat pada kolom K=2 (jumlah
variabel bebas) dan baris 33 (jumlah data), yaitu dL sebesar 1,17202 dan dU
sebesar 1,29057. Sedangkan besarnya 4-dU bisa diketahui dari 4-1,29057
yakni sebesar 2,70943 dan besarnya 4-dL bisa diketahu dari 4-1,17202 yakni
sebesar 2,82798.

10
Karena DW 2,528 lebih besar dari dU dan lebih besar dari dL, maka
dU<d<4-dU sehingga tidak ada autokorelasi positif/negatif dan keputusan
penelitian ini diterima.

4. Uji Asumsi Klasik : Heteroskedastisitas

Dari hasil gambar diatas, kita dapat melihat bahwa dsta masih
menyebar secara acak, dan dapat disimpulkan bahwa data bebas dari masalah
heteroskedastisitas.

5. Hasil Uji Parsial (Uji t)


Hasil uji regresi parsial signifikan atau tidak dapat dilihat dengan dua
cara. Cara pertama, variabel X berpengaruh signifikan terhadap variabel Y
apabila hasil sig < 0,05 atau dibawah 5%. Hasil sig untuk variabel jumlah
perusahaan industri besar dan sedang (X1) adalah 0,015 atau 1,5%. Hasil sig

11
untuk jumlah tenaga kerja industri besar dan sedang (X2) adalah 0,092 atau
92%. Jadi hanya variabel jumlah tenaga kerja industri besar dan sedang (X2)
yang memiliki sig < 0,05. Dengan demikian dengan cara pertama ini, hanya
variabel jumlah tenaga kerja industri besar dan sedang (X2) yang
berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin (Y).

Coefficientsa
Model Unstandardized Standa t Sig. Collinearity
Coefficients rdized Statistics
Coeffic
ients
B Std. Beta Tolera VIF
Error nce
(Constant) 30,718 5,280 5,818 ,000
Jumlah Perusahaan ,757 ,295 2,139 2,570 ,015 ,022 45,
Industri Besar dan 413
Sedang
Jumlah Tenaga -,004 ,002 -1,452 -1,743 ,092 ,022 45,
Kerja Perusahaan 413
Industri Besar dan
Sedang
a. Dependent Variable: jumlah_penduduk_miskin

Cara kedua yaitu membandingkan t hitung dengan t tabel signifikan


apabila t hitung > t tabel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa adanya t
hitung untuk jumlah perusahaan industri besar dan sedang (X1) adalah 2,570.
Nilai t hitung untuk jumlah tenaga kerja industri besar dan sedang adalah -
1,743. Sedangkan nilai t tabel adalah 2,74404. Hasil t tabel sebesar 2,74404
dapat dilihat dari tabel distribusi untuk uji dua arah pada kolom 0,01 atau 1%
pada baris ke 31 (jumlah data 33 dikurangi jumlah variabel bebas 2). Jadi
hanya variabel jumlah tenaga kerja industri besar dan sedang (X2) yang
berpengaruh signifikan terhadap jumlah penduduk miskin (Y).

12
6. Hasil Uji Parsial (Persamaan Regresi)
Beta pengaruh yang dihasilkan untuk variabel jumlah perusahaan
industri besar dan sedang (X1) adalah positif, sedangkan beta pengaruh yang
dihasilkan untuk jumlah tenaga kerja industri besar dan sedang (X2) terhadap
jumlah penduduk miskin (Y), yang berarti bahwa pengaruhnya searah.

Coefficientsa
Model Unstandardized Standa t Sig. Collinearity
Coefficients rdized Statistics
Coeffi
cients
B Std. Error Beta Toler VIF
ance
(Constant) 30,718 5,280 5,818 ,000
Jumlah Perusahaan ,757 ,295 2,139 2,570 ,015 ,022 45,41
Industri Besar dan 3
Sedang
Jumlah Tenaga -,004 ,002 -1,452 -1,743 ,092 ,022 45,41
Kerja Perusahaan 3
Industri Besar dan
Sedang
a. Dependent Variable: jumlah_penduduk_miskin

Persamaan regresi yang terbentuk adalah Y= 30,718 + 2,139 X1-1,452


X2 + e. Dimana X1 adalah jumlah perusahaan industri besar dan sedang, X2
adalah jumlah tenaga kerja industri besar dan sedang dan Y adalah jumlah
penduduk miskin. Artinya jika X1 dan X2 adalah nol, maka variabel akan
konstan sebesar 0,570. Apabila terjadi kenaikan X1 sebesar 1, maka akan
terjadi kenaikan Y sebesar 2,139 dan demikian sebaliknya. Apabila terjadi
kenaikan X2 sebesar 1, maka akan terjadi penurunan Y sebesar 1,452 dan
begitu pula sebaliknya.

13
7. Hasil Uji Simultan (Uji F)
Hasil uji simultan dapat dilihat dengan dua cara. Cara pertama, secara
bersama variabel X1 dan X2 akan berpengaruh signifikan terhadap Y apabila
sig < 0,05. Hasil pada tabel ANOVA dibawah ini menunjukkan hasil sig
0,000, yang berarti secara bersama-sama variabel X1 dan X2 berpengaruh
signifikan terhadap Y.

ANOVAa
Model Sum of df Mean F Sig.
Squares Square
Regression 26587,446 2 13293,723 17,753 ,000b
1 Residual 22464,996 30 748,833
Total 49052,441 32
a. Dependent Variable: jumlah_penduduk_miskin
b. Predictors: (Constant), Jumlah Tenaga Kerja Perusahaan Industri Besar dan
Sedang, Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang

Cara kedua adalah secara bersama-sama variabel X1 dan X2 akan


berpengaruh signifikan terhadap Y apabila F hitung > F tabel. Hasilnya pada
ANOVA diatas menunjukkan F hitung 17,753. Sedangkan F tabel sebesar
7,53 dilihat dari tabel F 0,01 atau 1% pada kolom ke1 (variabel bebas 2
dikurangi 1) dan baris ke 31 (jumlah data 33 dikurangi variabel bebas 2). Hal
ini berarti secara bersama-sama variabel X1 dan X2 signifikan terhadap Y.

8. Koefisiensi Determinasi
Koefisiensi determinasi Adjustend R Square sebesar 0,511 atau sebesar
51,1% yang berarti bahwa kemampuan variabel X1 dan X2 dalam
menjelaskan variabel Y adalah sebesar 51,1%, sedang 48,9% dijelaskan oleh
variabel diluar variabel penelitian ini.

14
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Std. Error of the Durbin-Watson
Square Estimate
a
1 ,736 ,542 ,511 27,36482 2,528
a. Predictors: (Constant), Jumlah Tenaga Kerja Perusahaan Industri Besar dan Sedang,
Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang
b. Dependent Variable: jumlah_penduduk_miskin

R sebesar 0,736 memiliki arti bahwa korelasi bergandanya adalah


sedang. Tingkat error yang dihasilkan dalam persamaan regresi dari hasil
penelitian ini adalah 0,489 atau 48,9%.

15
DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. 2016. Provinsi Sumatera Utara
Dalam Angka 2016. BPS Provinsi Sumatera Utara
Irianto, Agus dan Friyatmi. 2016. Demografi dan Kependudukan. Jakarta:
Kencana
Pracoyo, Tri Kunawangsih dan Antyo Pracoyo. 2006. Aspek Dasar Ekonomi
Mikro. Jakarta: PT Grasindo
Shalahuddin, Iwan dkk. 2018. Prinsip-Prinsip Dasar Kewirausahaan.
Yogyakarta: Deepublish
Siahaan, N. H. T. Hukum Lingkungan dan Ekologi Pembangunan. 2004. Jakarta:
Erlangga
https://www.bps.go.id/subject/23/kemiskinan-dan-ketipangan.html
https://www.bps.go.id/subject/9/industri-besar-dan-sedang-.html

16
LAMPIRAN

17
18
19
20
21