Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH LENGKAP

KELOMPOK 2

Nama Kelompok :

1. Apep Jaenudin
2. Delfisa Fatma Osa Indah
3. Isti Qomahelvana
4. Ita Novita
5. Linda Fajriyanti
6. Nova Nica
7. Pipih Hanipah
8. Tiara Nurfitriyani

KELAS

3A KEPERAWATAN
A. Hakikat Makalah Ilmiah

B. Proses Menulis Makalah Ilmiah

Menurut Rohmadi dan Nugraheni, 2011. Proses menulis yang


paling sulit adalah memulai untuk menulis. Dalam proses menulis
makalah ilmiah yang perlu diperhatikan dan ditanamkan adalah motivasi
menulis. Motivasi menulis yang kuat akan menghasilkan tulisan yang
akurat dan berkualitas dalam berbagai konteks ilmiah.

Proses menulis yang harus diperhatikan adalah (1) memilih topik,


(2) menuliskan ide dan ggasan terkait dengan pilihan topik yang dikaji
tersebut, (3) mengembangkan ide dan gagasan secara luas dan kontekstual,
(4) menyunting tulisan yang dihasilkan , (5) merevisi makalah yang telah
disunting, (6) memublikasikan makalah. Dalam proses menulis makalah
ilmiah ini kelihatannya mudah, akan tetapi penulis harus berlatih dan terus
berlatih untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas secara ilmiah. Selain
itu, referensi bacaan harus terus dikembangkan sesuai dengan bidang
keilmuan yang ditekuni dan bidang lain yang mendukung keilmuannya.

Sebuah Penulisan makalah sebagaimana penulisan ilmiah yang lain


harus sesuai dengan kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar, dan
sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Berikut adalah aturan yang
harus diselesaikan makalah.

1. Kutipan

Kutipan dibagi menjadi dua macam yang disediakan langsung dan


kutipan tidak langsung. Kutipan langsung berupa kutipan dengan
uraian buku / sumber lain penyajiannya dengan bahasa sendiri.
Contoh:

Sehingga ada 3 kategori pembagian barang dan jasa


menurut hubungannya yaitu barang komplementer, barang substitusi, dan barang
bebas.

…..sementara itu, kutipan tidak langsung adalah kutipan dari buku


atau tulisan yang harus sama dengan aslinya baik susunan kata-katanya maupun
tanda bacanya.

Contoh:

Pradopo (2002: 269) berpendapat bahwa struktur


merupakan keseluruhan yang bulat, yakni bagian-bagian yang
membentuknya tidak bisa berdiri sendiri di luar struktur itu,
sebuah karya sastra itu adalah struktur yang terdiri dari unsur-
unsur yang bersistem, dimana unsur-unsur tersebut terjadi
hubungan yang timbal balik saling menentukan. Jadi, kesatuan
unsur-unsur yang berdiri sendiri, melainkan hal-hal yang saling
terkait dan saling bergantung.

2. Penomoran

Penomoran dalam memilih makalah adalah penomoran bab dan


bagian-bagiannya. Berikut ini dijelaskan:

Bab I (Bab)

A. (Judul)

1. (Sub Judul)

a. (Sub SubJudul)

1) (dst)

a) (dst)
C. Sistem Penulisan Makalah

Menurut Alek dan H.Achmad, 2011. Sistematika penulisan makalah


ialah cara menempatkan unsur-unsur permasalahan dan urutan-urutannya
sehingga merupakan kesatuan karangan ilmiah yang secara sistematis dan
logis.

1. Rincian dan Urutan Isi


a. Bagian awal, terdirid ari:
1) Halaman sampul
2) Kata pengantar
3) Daftarisi
4) Daftar table dan gambar (kalau ada)
b. Bagian tengah, terdiri dari:
1) Pendahuluan
2) Uraian masalah yang dibagi menjadi bab-bab
3) Kesimpulan
c. Bagian terakhir, terdiri dari:
1) Daftar pustaka
2) Saran
2. Cara Penyajian
a. Bagian awal
1) Halaman sampul
Isi halaman judul sama dengan halaman sampul, terdiri dari:
a) Judul makalah.
b) Nama penulis.
c) Nama jurusan.
d) Tahun penyelesaian (Hijriah dan Masehi).

2) Kata pengantar
Berisi ucapan rasa syukur dan terimakasih kepada berbagai
pihak atas terselesainya makalah. Ucapan terimakasih itu
ditulis sesudah rasa syukur dan ditujukan kepada berbagai
pihak yang telah membantu penyelesaian makalah.
3) Daftarisi
Memuat keterangan tentang pokok-pokok makalah. Di sini
dicantumkan tiap-tiap sub judul dan sub bagian diberi nomor
dan nomor halaman yang memuatnya.
b. Bagian tengah
1) Pendahuluan
Isi pendahuluan merupakan penjelasan-penjelasan yang erat
sekali hubungannya dengan masalah yang dibahas dalam bab-
bab. Penjelasan-penjelasan itu dirinci sebagai berikut:
a) Alasan pemilihan pokok masalah.
b) Perumusan masalah itu disertai latar belakangnya yang
sesuai.
c) Prosedur pemecahan masalah dijelaskan dengan
menyebutkan metode-metode yang dipakai dan tata kerja
yang akan ditempuh oleh penulis.
d) Sumber-sumber yang ada relevansinya dan dapat
dipertanggung jawabkan untuk memecahkan masalah.
e) Rangkuman makalah yang disusun secara singkat dan padat.
2) Bab-bab pengurai
Uraian makalah itu harus memuat tafsiran-tafsiran analisis
terhadap data yang berhasil dikumpulkan dan yang merupakan
jawaban terperinci atas persoalan yang berhubungan dengan
pokok-pokok pembahasan penulis secara proporsional. Uraian
tentang hal-hal yang bersifat teoretis yang datanya sebagian
besar diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan ditempatkan
pada permulaan masalah.

3) Kesimpulan
Kesimpulan ditarik dari pembuktian atau dari uraian yang
ditulis terdahulu dan bertalian erat dengan pokok masalah.
Dengan demikan, tidak dapat dibenarkan apabila sesuatu yang
dibahas dalambab-bab pengurai diambil sebagai kesimpulan.
Kesimpulan bukanlah merupakan ikhtisar dari apa yang ditulis
terdahulu. Ikhtisar dapat dilakukan, akan tetapi dengan tujuan
untuk mencapai hubungan antara sekelompok data dan pokok
masalah agar sampai kepada kesimpulan- kesimpulan tertentu.
Bab ini juga dapat menguraian yang menunjukkan proses
pemikiran untuks ampai kepada kesimpulan itu. Data atau
informasi baru tidak dapat dimasukkan dalam bab kesimpulan
ini.
c. BagianTerakhir
1) Daftar pustaka
Semua sumber kepustakaan, baik berupa ensiklopedia,
buku, majalah, atau surat kabar perlu disusun dalam daftar
khusus yang diletakkan pada akhir karangan. Jika di antara
sumber-sumber kepustakaan itu ada yang bertuliskan selain
huruf latin, ditulis dengan transliterasinya.
3. Teknik penulisan makalah
a. Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam penulisan makalah ialah
bahasa yang baik dan benar. Isi disajikan secara formal dengan
bahasa yang tepat, tidak berbelit-belit, dan langsung menuju
kepada persoalan.Untuk ini diperlukan bahasa yang lugas dan
menggunakan ejaan yang berpedoman pada Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD). Tanda baca seperti koma, titik, tanda seru,
dan sebagainya digunakan sebagaimana mestinya menurut ejaan
yang disempurnakan. Tanda-tanda lain yang digunakan oleh
penulis haruslah diberi keterangan maksud dan artinya.

b. Catatan kaki
Yang dimaksud dengan catatan kaki di sini adalah catatan
pada bagian bawah halaman teks yang menyatakan sumber suatu
kutipan, perdapat, atau keterangan penyusunan mengenai sesuatu
hal yang diuraikan dalam teks. Cara penulisan catatan kaki yang
berasal dari berbagai sumber pada garis bersama, yaitu secara
berurutan: nama pengarang, koma, judul buku, koma, nomor
cetakan, koma, kurung buka, tempat penerbit, titik dua, nama
penerbit, koma, tahun penerbit, kurung tutup, koma, halaman
yang ditulis dengan cara disingkat (hlm., p., atau h.), nomor
halaman, dan titik.
Contohnya dari buku:
1
Alek dan Achmad H.P., Linguistik Umum, cet. ke-1, (Jakarta:
Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2009), h.
9297.
2
Bey Arifin, Rangkaian Cerita dalam al Qur'an, cet. ke-2, jilid 2
(Bandung: PT Al Ma'arif, 1972), h. 87.
Apabila pengarang suatu buku lebih dari dua orang, hanya
disebutkan nama pengarangnya yang pertama dan setelah tanda
koma dituliskan singkatan et al. (diberi garis bawah atau huruf
miring atau huruf tebal). Singkatan itu kepanjangan dari et alia
(dengan orang lain).
Apabila dua buah sumber atau lebih pengarangnya sama,
jika ingin menyebutkan lagi sumber yang terdahulu harus
dicantumkan nama pengarang dan diikuti dengan nama buku yang
dimaksud. Di sini digunakan istilah op. cit., ataupun loc. cit.
Sumber:

Alek dan H.Achmad. 2011. Bahasa Indonesia UntukPerguruanTinggi.


Jakarta :Prenada Media Group

Rohmadi, Muhammad dan Nugraheni, Aninditya. 2011. Belajar Bahasa


Indonesia : Upaya Terampil Berbicara dan Menulis Karya Ilmiah. Surakarta :
Cakrawala Media.