Anda di halaman 1dari 19

DOKUMENTASI PRAKTIK KLINIK

DIRUANG ICCSD RSUD PROVINSI NTB

A. RUANG DEKONAMINASI
1. Melakukan perendaman alat selama 15 menit dengan menggunakan cairan
poli Aid dan Alkazyme.
Poli Aid = 1 : 1 liter
Alkazyme = 1 ; 5 liter
Fungsi : poli Aid untuk membunuh kuman dan Alkazyme untuk
melepaskan bekas darah.

Cara melakukan :
 Menyiapkan bak dekontaminasi sebnayak 2 buah
 Menyiapkan 2 cairan yaitu poli Aid dan Alkazyme dalam bak
masing-masing
 Perendaman dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan menggunakan
cairan poli Aid dan Alkazyme
 Menuangkan air sebanyak 5 liter kedalam bak dekontaminasi lalu
menuangkan poli Aid sebanyak 1 tutup botol sebanyak 5 ml
sedangkan Alkazyme dengan cara menuangkan 5 liter air kedalam
bak dekontaminasi dan menuangkan sebungkus alkazyme
 Setelah itu merendam alat kedalam cairan alkazyme atau caoiran
poli Aid
 Menunggu perendaman hingga 15 mneit
2. Mencuci alat dengan air mengalir
Fungsi : Untuk membersihkan sisa cairan Akazyme dan membersihkan
sisa sabun.

Cara melakukan :
 Setelah direndam 15 menit alat dicuci dengan air mengalir
 Jika terdapat karatan alat digosok menggunakan sikat gigi
3. Pengeringan alat selama 15-30 menit dengan suhu 70oC – 90oC
Fungsi : untuk mengeringkan alat yang sudah dicuci supaya alat tidak
basah ketika bungkus dengan pouches.
Cara melakukan :
 Setelah melakukan pencucian alat, alat dibawa kedalam ruangan
pengeringan dengan menggunakan mesin getinge (mesin
pengering)
 Alat dimasukkan kedalam mesin pengering selama 15-30 menit
dengan suhu 70oC – 90oC
 Setelah itu alat yang sudah dikeringkan diambil dan dibawa
keruang pensterilan.

B. RUANG STERILISASI
1. Pengemasan alat yang terdiri dari :
 Pinset anatomis yang berfungsi untuk menjepit jaringan
 Pinset sirurgis yang berfungsi untuk mengambil jaringan luka
untuk sampel
 Gunting tajam yang berfungsi untuk memotong jaringan pada luka
 Gunting heating yang berfungsi untuk memotong benang
 Klem anatomis berfungsi untuk menjepit vena dan arteri
 Klem sirurgis berfungsi untuk menjepit jaringan luka yang keras
 Bak instrument kecil
 Bak instrument besar berfungsi untuk menaruh alat instrument
 Bengkok

Fungsi : untuk menjaga alat supaya tetap steril dengan menggunakan


pouches.

Cara melakukan :

 Siapkan pouches sesuai ukuran alat yang akan dikeamas jika


ukuran pouches tidak sesuai ukuran alat akan dipotong pouches
supaya sesuai dengan ukuran alat
 Kemudian pouches yang baru dipotong diseling terlebih dahulu
sebelum membungkus alat
 Setelah itu masukkan alat yang ingin dikemas kedalam
pouches
 Seling kembali pouches yang sudah terisi alat supaya bagian
kiri atau kanan pouches tertutup rapat
2. Melakukan pemotongan pouches

Cara Melakukan :
 Tentukan ukuran roll pouch yang akan di potong (5 cm, 10 cm, 15
cm, 20 cm, 35 cm, 45 cm)
 Masukkan Roll pouch ke dalam mesin auto cutter
 Lalu nyalakan mesin auto cutter
 Lalu atur ukuran panjang yang ingin di potong dan tentukan berapa
jumlah yang ingin di potong.
 Lalu tekan tombol enter.
3. Melakukan Seling
Cara melakukan :
 Nyalakan mesin seling lalu tunggu hingga mesin siap digunakan
 Kemudian letakkan pouches pada ujung mesin dan otomotasi akan
terekat.

4. Mensterilkan alat dan bahan


Fungsi : untuk membebaskan alat atau bahan dari mikoorganisme
pathogen dan apatogen

Cara melakukan :
 Menyiapkan alat atau bahan yang sudah dikemas, lalu tata dengan
rapi didalam troli yang digunakan sebagai wadah sterilisasi
 Tata dengan rapi alat dan bahan hingga penuh
 Operasikan mesin autoklaf supaya pintu mesin terbuka
 Setelah itu tutup pintu dari alat dan bahan yang akan
disterilisasikan
 Setelah itu tutup pintu dari alat dan operasikan mesin untuk
menuju alat dan bahan yang steril
5. Memindahkan alat dan bahan dari mesin autoklaf
Cara melakukan :
 Setelah alarm pada mesin autoklaf berbunyi, tanda proses
sterilisasi sudah selesai
 Diamkan beberapa menit sebelum dikeluarkan
 Kemudian keluarkan alat dan bahan yang sudah steril
menggunakan steril
 Setelah itu pindahkan alat dan bahan dari troli ketempat yang
sudah disiapkan
6. Mengamprah alat untuk kebutuhan ruangan

Cara melakukan :
 Siapkan bon alat yang sudah terisi alat dan bahan apa yang akan
diambil
 Kemudian ambilkan barang atau alat dan bahan yang tertera pada
bon
 Letakkan bahan atau alat tersebut pada tempat atau wadah yang
tersedia
 Kemudian alat siap dibawa keruangan.

C. RUANG PRODUKSI
1. Membuat Gaas Besar (DRC)
Fungsi : untuk menutup luka pasca operasi

Cara melakukan :
 Menyiapkan kasa berbentuk persegi panjang
 Melipat kedua sisi yang panjang pada kasa
 Melipat sisi kiri dan kanan kemudian melipat lagi menjadi 2
bagian
 Melipat hingga berbentuk seperti persegi panjang
2. Membuat Gaas Kecil (DRC)
Fungsi : membersihkan bekas darah
Cara melakukan :
 Menyiapkan kasa berbentuk persegi
 Melipat sedikit bagian atas kasa
 Melipat bagian sisi kiri dan kanan
 Kemudian melipat kasa kira-kira sepanjang 5 cm
 Sambungkan sisa kasa kedalam lipatan tadi
3. Membuat Gaas Waten (Poli Kasa)
Fungsi : merawat luka operasi
Cara melakukan :
 Menyiapkan kasa berbentuk persegi panjang
 Melipat kedua sisi pada kasa yang lebih lebar
 Melipat kedua sisi kasa yang lebih lebar lagi sehingga membentuk
persegi panjang
4. Membuat Gaas Mata (Poli Kasa)
Fungsi : untuk menutup mata pasca operasi
Cara melakukan :
 Menyiapkan kasa berbentuk persegi panjang dan kapas
 Meletakkan kapas pada tengah-tengah kasa
 Melipat sedikit kasa pada bagian atas
 Melipat sisi kiri dan kanan dan melipat lagi sekitar sepanjang 5 cm
 Sambungkan sisa kasa kedalam hasil lipatan tadi
5. Membuat Gaas Buiq (Poli Kasa)
Fungsi : menyerap darah operasi pada luka bakar
Cara melakukan :
 Menyiapkan kasa seckupnya
 Melipat kasa menjadi 2 bagian
 Melipat sisi kiri dan kanan dengan sisi kiri lebih panjang dari sisi
kanan
 Melipat menjadi 2 bagian dari sisi kanan ke sisi kiri
6. Membuat Kapas Lidi
Fungsi : mengoles betadin atau memebersihkan luka dipermukaan kulit.

Cara melakukan :
 Menyiapkan lidi, lem dan kapas
 Mencelupkan bagian ujung lidi pada lem
 Menggulungkan kapas pada ujung lidi yang sudah dicelupkan lem
dengan rapi
7. Membuat Kapas Savlon
Fungsi : pulva hygine
Cara melakukan :
 Menyiapkan kapas secukupnya
 Meletakkan kapas tersebut pada jari telunjuk
 Kemudian menggulungkan kapas hingga rapi
 Melepaskan kapas dari jari telunjuk ketika sudah rapi
8. Membuat Kapas Alkohol
Fungsi : untuk desinfektan pada pemasangan infuse

Cara melakukan :
 Menyiapkan kapas secukupnya
 Kemudian menggulung menjadi gulungan kecil dengan jari
telunjuk dan jempol memegang kapas dan jempol yang
disebelahnya menggulungkan kapas tersebut hingga menjadi rapi
9. Membuat Depres (Poli Kasa)
Fungsi : untuk menekan ketika ada perdarahan
Cara meakukan :
 Menyiapkan kasa berbentu segi empat melipat kasa hingga
berbentuk segitiga
 Kemudian melipat bagian atas kasa menjadi 2 lipatan
 Menggulungkan kasa yang telah dilipat tadi mulai dari sisi kanan
ke sisi kiri
 Kemudian menggulung sisi kasa yang lainnya sampai kasa tersebut
selesai dan terlihat rapi
10. Membuat Roll HD
Fungsi : untuk mengikat depres
Cara melakukan :
 Menyiapkan kasa balutan panjang
 Melipat sisi kiri dan kanan pada kasa supaya kedua sisinya berada
dibagian tengah
 Kemudian gulung kasa yang sudah dilipat
 Setelah gulungan habis masukkan gulungan kesela-sela gulungan
 HD lebih lebar dari roll tampon besar dan roll tampon kecil
11. Membuat Roll Tampon Kecil
Fungsi : untuk pasien dengan gangguan THT, POST OPERASI,
POLIP/ABSES
Cara melakukan :
 Menyiapakan kasa roll
 Melipat sisi kiri dan kanan pada kasa supaya kedua sisinya berada
dibagian tengah
 Kemudian bagian yang sudah dilipat, lalu dilipati kembali menjadi
lebih kecil
 Menggulungkasa yang telah dilipat sampe kasa habis
 Ujung dari kasa dimasukkan kesela-sela yang sudah digulung
12. Membuat Roll Tampon Besar
Fungsi : untuk pasien yang bermasalah pada bagian THT
Cara melakukan :
 Menyiapkan kasa roll panjang
 Melipati sisi kiri dan kanan pada kasa supaya kedua sisinya posisi
tengah
 Kemudian lipat bagian sisi kiri dan kanan lalu digulung hingga
habis
 Setelah habis digulung gunting sedikit pada sisa ujung gulungan
kemudian masukkan pada sela-sela gulungan
13. Membuat Tampon Vagina
Fungsi : untuk menyerap darah para perdarahan

Cara melakukan :
 Menyiapkan kas persegi panjang dan beberapa kapas dan tali
 Bentangkan kasa lalu letakkan satu gulung bola kapas pada bagian
tengah kasa
 Kemudian bentuk kasa dan kapas itu berbentuk bulat dan
kemudian diikat dengan menggunakan tali
 Lau simpul mati dililitkan terlebih dahulu
14. Membuat Papan Spalk
Fungsi : Untuk menyanggan pada pasien patah tulang.

Cara me;akukan :
 Menyiapkan papan kayu 50 cm atau 100 cm, spons, kasa gulung,
dan steples tembak.
 Tempel spons pada papan kayu.
 Lilitkan kasa gulung dari atas sampai bawah lalu potong sisa kasa
setelah menutupi semua bagian kayu dan spons.
 Kemudian sisa kasa di rapikan dan lipat kebelakang dan direkatkan
dengan steples tembak
15. Membuat Tonsil Gigi
Fungsi : untuk membersihkan dan menyumbat perdarah pada gigi.
Cara membuat :
 Menyiapkan kasa berbentuk persegi
 Dan diisikan sedikit kapas
 Lipat kasa hingga berbentuk segitiga
 Kemudian lipat bagian atas kasa menjadi dua bagian
 Gulung kasa yang sudah di lipat tadi mulai dari sisi kanan ke sisi
kiri
 Kemudian gulung kasa yang lainnya sampai kasa tersebut terlihat
rapi.
16. Membuat Benang Tali pusat
Fungsi : mengikat ari-ari bayi atau tali pusat

Cara melakukan :
 Menyiapkan tali kira-kira sepanjang 15 cm
 Kemudain ikat hingga mebentuk simpul kupu-kupu
17. Membuat Gaas Donat
Fungsi : Untuk pasien pasca post colos tomy

Cara Melakukan :
 Menyiapkan kasa berbentuk persegi dan kapas
 Letakkan kapas di atas kasa
 kemudian gulung kasa yang berisi kapas hingga memanjang
 Kemudian gulungan kasa tersebut disilangkan hingga membentuk
bulat atau donat.
 Lalu ikat erat ujungnya dan potong sisa kasa.