Anda di halaman 1dari 2

KERANGKA ACUAN KEGIATAN MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD)

PUSKESMAS NANGA BELITANG


TAHUN 2018

1. Pendahuluan
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) merupakan tindak lanjut dari kegiatan survey mawas diri yang
sudah dilakukan di masing-masing desa wilayah puskesmas. Dalam rangka mencari solusi terhadap
permasalahan-permasalahan yang ditemukan khususnya bidang kesehatan maka perlu melibatkan
berbagai elemen masyarakat.
Puskesmas Nanga Belitang mempunyai 7 desa di wilayah kerja dan telah membentuk 1 desa siaga.
Pelayanan kesehatan dasar,yang memberikan pelayanan setiap hari melalui pos kesehatan desa , atau
sarana kesehatan desa yang ada di wilayah tersebut.
Seperti pusat kesehatan masyarakat atau sarana kesehatan lainnya, serta penduduknya mengembangkan
Usaha kesehatan bersumber daya Masyarakat dan melaksanakan surveilans berbasis masyarakat
(meliputi pemantauan penyakit, kesehatan Ibu dan anak, gizi, lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan
sehat (PHBS) Desa Siaga memiliki macam kegiatan sebagai wahana untuk menggali dan mengenal
masalah kesehatan di desa secara bersama-sama. Salah satu kegiatan Desa Siaga adalah Survey Mawas
Diri (MMD) masyarakat bermusyawarah dalam upaya memecahkan masalah yang ada di Desa terutama
di bidang kesehatan, sehingga masyarakat mampu mengupayakan kehidupan secara mandiri dan
meningkatkan derajat kesehatannya.

2. Latar Belakang
Musyawarah Masyarakat Desa merupakan wujud keterlibatan masyarakat dalam mengatasi
permasalahan yang ada di desanya. Dalam kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) berbagai
permasalahan yang ditemukan di bahas dalam rangka menemukan pemecahan masalah tersebut. Dalam
kegiatan MMD masyarakat dapat mengidentifikasi berbagai potensi yang dimiliki dan bertanggung
jawab dalam mengatasi permasalahan yang ada. Dalam kegiatan ini masyarakat dapat meminta masukan
dari berbagai pihak untuk mencari alternatif pemecahan masalah.

3. Tujuan
a. Tujuan Umum
Untuk membahas dan mengatasi permasalahan yang ada di desa
b. Tujuan Khusus
a) Masyarakat dapat terlibat lansung untuk menemukan alternatif pemecahan masalah yang ada di
desanya.
b) Timbulnya kesadaran masyarakat untuk mengetahui masalah kesehatan dan potensi yang ada di
desanya yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kesehatan.
c) Untuk meminta masukan dari berbagai pihak dalam rangka mengatasi permasalahan yang ada di
desa.

4. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan

No Kegiatan pokok Rincian kegiatan


1 Menyampaikan hasil Survey Mawas Diri Hasil SMD yang sudah dilaksanakan di sampaikan
oleh Bidan Desa terkait permasalahan-permasalahan
yang ditemukan.
2 Diskusi dalam rangka pemecahan masalah Pimpinan musyawarah memberikan kesempatan
kepada berbagai pihak yang ikut dalam pelaksanaan
MMD untuk memberikan masukan atau tanggapan
terhadap permasalahan kesehatan yang sudah di
sampaikan.
3 Penyusunan rencana tindak lanjut Berdasarkan hasil diskusi tersebut, disusun beberapa
alternatif pemecahan masalah yang di sepakati
bersama.
4 Menyusun Laporan Hasil MMD Membuat laporan hasil MMD

5. Cara Melaksanakan Kegiatan


Kegiatan MMD di Desa bertempat di kantor desa masing-masing desa dengan mengundang tokoh
masyarakat, toko agama, kader, bidan desa, staf desa, kepala dusun, dll.
6. Sasaran
Tokoh masayarakat, tokoh agama, kader, bidan desa, staf desa, kepala Dusun.

7. Waktu Pelaksanaan
Kegiatan MMD di laksanakan sesuai jadwal yang sudah di tentukan di masing-masing desa.

8. Monitoring Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan pelaporan


Evaluasi kegiatan dilakukan pada saat persiapan proses dan akhir kegiatan, dengan pelaporan
pelaksanaan MMD.

9. Pencatatan Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan


Dilakukan pencatatan terhadap hasi-hasil yang di capai dari hasil MMD kemudian di laporkan oleh
penanggung jawab kegiatan kepada kepala Puskesmas.

10. Penutup
Demikianlah kerangka acuan ini di buat sebagai kelanjutan dari survey mawas diri.

Mengetahui
Kepala Puskesmas Nanga Belitang

dr. Christian T.T


NIP.19670902 200012 1 002